
Raina ke luar dari rumahnya dan menemui Raka yang berdiri di depan mobilnya. Raina berjalan dengan memeluk tubuhnya karena memang kedinginan, kondisi tubuhnya yang memang kurang sehat. Raka melihat Nayra berjalan kearahnya merasa lega Raina mau menemuinya.
" Ada apa?" tanya Raina ketus yang sudah berdiri di depan Raka. Raka melihat penampilan Raina yang sangat kacau. Wajahnya pucat dan rambut yang di kucir asal yang memang Raina belum ngapain-ngapain.
" Raina," lirih Raka maju satu langkah dan Raina langsung mundur 1 langkah.
Raka pun menghentikan langkahnya dia tau jika Raina benar-benar marah.
" Katakan ada apa?" tanya Raina yang tidak melihat Raka.
" Raina aku ingin menjelaskan semuanya," ujar Raka dengan tujuannya menemui wanita yang akan menjadi istrinya itu.
" Bukannya semuanya sudah jelas," sahut Raina yang berbicara tanpa melihat Raka.
" Raina aku dan Sarah hanya sepupu, aku berani bersumpah, aku tidak ada hubungan apa-apa dengannya. Setelah pulang dari rumahmu aku aku tidak bertemu dengannya seperti apa yang kamu pikirkan. Dia hanya datang kerumahku saat pagi dan saat itu aku juga tidak tau kenapa semuanya bisa seperti itu. Percayalah Raina aku tidak melakukan apapun," jelas Raka dengan sungguh-sungguh.
" Sudah, hanya itu saja," sahut Raina yang seakan tidak menyimak.
" Raina," lirih Raka.
" Pergilah, jangan menemuiku lagi, aku tidak ingin menjalin hubungan denganmu," ujar Raina dengan yakin.
" Raina,"
" Kamu jangan khawatir, kamu tidak perlu mengatakan apa-apa kepada orang tuaku, aku akan menjelaskan kepada mereka. Jika hubungan kita sudah selesai dan masalah Amira kamu tenang saja dia akan mengerti," jelas Raina yang benar-benar tidak ingin mendengarkan apa yang di katakan Raka.
" Apa kamu tidak bisa memberiku kesempatan untuk membuktikannya," sahut Raka dengan mata berkaca-kaca.
" Aku bukan laki-laki yang pintar mengatakan cinta. Tetapi kamu tau bagaimana perasaanku kepadamu dan juga Amira. Apa kamu tidak bisa memberiku kesempatan Raina," lanjut Raka yang benar-benar tidak ingin kehilangan Raina. Sementara Raina menahan air matanya agar tidak jatuh.
" Raina sekali saja, kamu jangan hanya memikirkan diri kamu. Tapi Amira Raina. Jika aku melakukan apa yang kamu pikirkan ke padaku dan juga Sarah. Aku tidak mungkin datang kemari," Raka terus berusaha untuk menjelaskan kepada Raina.
" Pergilah Raka, semakin kamu di sini. Semakin kamu banyak bicara. Aku semakin sakit. Kamu sudah membuka luka yang sudah lama mengering dan kamu tau bagaimana perasaanku. Jadi pergilah jangan membuatku seperti wanita yang sangat menyedihkan. Aku yang salah telah memberi kesempatan untuk diri ku sendiri. Jadi maaf jika aku dan Amira sudah mengganggumu," ujar Raina menekan suaranya dengan suara yang sedikit keras.
" Raina," lirih Raka.
" Cukup, aku mohon tinggalkan aku dan juga Amira," sahut Raina dengan tegas.
" Raina!"
" Kamu bebas melakukan apapun. Aku dan Amira akan pergi dari sisimu, terima kasih sudah ada untuk Amira," sahut Raina membalikkan tubuhnya dan pergi dengan menyeka air matanya.
__ADS_1
" Raina! Raina!" panggil Raka yang tidak di pedulikan Raina dan tetap memasuki rumahnya.
" Arghhhhh," teriak Raka menghapus wajahnya kasar dan meremas rambutnya sendiri. Raina benar-benar tidak mau mendengarkannya. Sekolah harapan putus untuk memperbaiki hubungannya dan juga Raina.
************
Nayra menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang dengan selimut sampai ke dadanya. Sementara Raihan berada di sampingnya duduk menyuapinya. Wajah Nayra bahkan terlihat pucat karena beban pikiran yang di alaminya.
" Sudah!" ujar Raina menolak suapan suaminya untuk yang keberapa kalinya.
" Sayang, sedikit lagi ya," bujuk Raihan dia melihat Nayra hanya menyuap beberapa suap. Nayra menggeleng pelan
" Aku sudah kenyang," lirih Nayra suaranya benar-benar habis karena kebanyakan menangis.
" Hmmmmm, baiklah," Raihan tersenyum dan meletakkan mangkuk bubur di atas nakas. Memberi istrinya air putih. Setelah Raihan kembali meletakkannya.
Raihan berbaring di samping Nayra, meraih Nayra kedalam pelukannya. Mencium pucuk kepala Nayra. Nayra juga memeluk erat suaminya merasa nyama saat berada di bawah dagu suaminya.
" Tidurlah! kamu kurang tidur," ujar Raihan sambil mengusap-usap rambut Nayra.
" Kenapa kita berbeda Raihan?" tanya Nayra tiba-tiba. Membuat Raihan melonggarkan pelukannya dan melihat wajah istrinya yang kembali meneteskan air mata.
" Apa yang berbeda Nara. Aku sama kamu sama, tidak ada yang berbeda," ujar Raihan.
" Aku iri sama kamu, kamu dan kak Raina selalu mendapatkan pelukan hangat dari seorang ibu dan juga ayah. Apa aku tidak pantas mendapatkan semua itu. Kenapa aku sangat menyedihkan," Nayra terus mengeluh dengan air mata mengalir deras di pipinya.
" Shuttt_ shuttt_ shuttt," Raihan meraihnya kembali kepelukannya.
" Jangan bicara lagi. Kamu tidak menyedihkan, apa kamu lupa sama yang kamu katakan jika kamu menganggap mama adalah seperti ibu kamu. Kamu juga tau Nara mama menyayangi kamu sama seperti aku dan Zetty. Mama tidak pernah membedakan itu. Dan kamu juga tau jika mama lebih memahami kamu dari pada aku. Mama lebih takut kamu terluka di bandingkan aku. Jadi jangan pernah iri. Tidak yang perlu kamu iri kan. Karena kamu memiliki semuanya. Kamu punya mama Zira, papa Addrian, aku suamimu yang pasti sangat menyayangimu," ujar Raihan dengan tulus.
" Nara apa cinta dari ku masih kurang?" tanya Raihan. Nayra menggeleng dalam pelukan suaminya.
" Jika begitu jangan pernah merasa iri. Karena kamu lebih mendapatkan semuanya. Masalah ibu kandung atau tidak. Itu tidak penting Nara. Yang terpenting bagaimana seseorang memberikan kasih sayang nya dengan tulus. Percayalah bukan hanya aku yang mencintaimu, menyayangimu, tetapi banyak yang sangat menyayangimu, kau berada di antara orang-orang yang tulus menyayangimu," Raihan terus menerus membuat Nayra mengerti. Dia tidak ingin Nayra terus kesepian dan merasa tidak memiliki siapa-siapa.
" Kamu paham kan?" tanya Raihan. Nayra mengangguk.
" Jadi jangan memikirkan apapun lagi. Karena aku sangat menyayangimu dan semua itu akan terus sampai kapanpun, percayalah," ujar Raihan lagi terus mempererat pelukannya dan
**************
Mobil Jihan berhenti di rumah Zira. Jihan langsung keluar dari mobilnya dan memasuki rumah temannya itu.
__ADS_1
Jihan langsung mengetuk pintu dan langsung di buka oleh Zira. Zira kaget melihat kehadiran Jihan. Dia sedikit cemas karena Nayra masih ada di rumahnya.
" Ngapain kamu di sini?" tanya Zira.
" Aku ingin bicara sama kamu," ujar Jihan dengan serius.
" Apa yang ingin kamu bicarakan?" tanya Zira. Dia bahkan tidak menyuruh Jihan masuk dan tetap di depan pintu.
" Siapa ma?" tanya Raina yang melihat mamanya berdiri di depan pintu. Zira menggeserkan tubuhnya dan melihat siapa teman mamanya berbicara.
" Tante Jihan," lirih Raina.
" Zira kita harus bicara," sahut Jihan maju satu langkah dan membuat Zira mundur dan masuk ke dalam rumah.
" Baik apa?" tanya Zira yang memang tidak ingin bicara dengan Jihan.
" Aku memberi tahu Carey, kalau Nayra adalah anakku," ujar Jihan membuat Zira dan Raina kaget.
" Kamu memberi tahu Carey?" tanya Zira memastikan.
" Iya aku sudah memberitahunya. Jika Nayra adalah anakku dan juga mas David," jawab Jihan mengulangi sekali lagi.
" Jihan kamu mengakui jika Nayra anak kamu. Apa kamu tidak malu mengakui semua itu. Apa kamu tidak malu mengatakannya kepada Carey. Apa kamu dan Carey tidak pernah berkaca. Sadarlah dulu kamu ingin membunuh Nayra dan Carey juga hal yang sama. Dan sekarang kamu datang dan dengan enaknya mengatakan jika kamu memberitahu Carey," ujar Zira marah-marah.
" Aku memang dulu ingin membunuh Nayra. Tapi itu kamu tau keadaanku Zira. Aku memang sengaja meminum racun dan menyusukan kepada Nayra agar dia mati aku memang sengaja melakukannya, tapi itu masa lalu Zira," sahut Jihan yang menyatakan dia menyesal.
" Nayra," lirih Raina Shock melihat Nayra berada di ujung tangga.
Zira dan Jihan mendengar Raina menyebut nama Nayra langsung mengikuti arah pandang Raina dan memang Raina ada di ujung tangga dengan wajah yang terkejut.
" Nayra," lirih Zira tidak percaya jika Nayra mendengar semuanya.
Bersambung
Buat para readers yang setia di novel Raihan si Pria Arrogant yang ngikuti jadwal up-nya. Pasti pada heran up-nya nggak kayak biasanya. Untuk beberapa hari kedepan up-nya sedikit dulu ya. Soalnya ada kesibukan mendadak. Hanya beberapa hari saja. Akan kembali normal up 3 episode per hari seperti biasanya. Tetap setia ya.
******Vote, like, komen, dan share ke teman-teman kalian terima kasih******.
__ADS_1
Jangan lupa mampir ya di tunggu para readers yang setia.