
Raihan melihat istrinya masih saja seperti ke takutan, Raihan pun memeluknya, mengusap-usap punggungnya.
" Sudah jangan takut lagi, aku minta maaf sudah meninggalkanmu," ujar Raihan berusaha menenangkan Nayra.
Nayra mengangguk-anggukan kepalanya. Raihan melepas pelukannya, memegang ke-2 pipi Nayra.
" Sekarang kita makan ya!" ujar Raihan.
Nayra mengangguk. Raihan tersenyum dan meraih tangan istrinya ke luar dari kamar.
Mereka ke luar dari kamar menuju dapur. Makanan yang di pesan Raihan tadi sudah datang. Raihan memesan makanan kesukaan Nayra.
Raihan menarik kursi dan menyuruh Nayra duduk. Sementara Raihan mengambil piring dan memindahkan semua makanan dari tempatnya ke dalam piring.
Setelah selesai memindahkan semua makanan itu, Raihan Mengambil minum dan yang lainnya yang di perlukan untuk makan malam. Raihan menarik kursi dan duduk di samping Nayra.
" Ayo makan!" ujar Raihan menyendorkan sendok yang berisi nasi ke dalam kemulut Nayra.
Nayra membuka mulutnya dan mengunyah makanan dari suaminya.
Raihan terus melakukan hal itu. Menyuapi Nayra secara bergantian dengan dirinya. Dalam menyuapi Nayra. Sebenarnya Raihan sangat sedih.
Dia benar-benar kehilangan Nara yang dulu. Nara yang selalu ceria. Apa lagi jika mereka makan berdua pasti akan banyak obrolan dan ada saja yang di ceritakan.
Berbeda dengan sekarang, Naranya hanya diam. Selalu ketakutan. Bahkan menyebut namanya saja terhitung dalam sehari. Carey dan Angga benar-benar mencuri Nara dari hidupnya.
Akhirnya semua makanan itu habis di makan semua. Raihan dan Nayra kembali kekamar. Raihan membantu Nayra merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Raihan menarik selimut sampai ke dada Nayra.
" Istirahatlah!" ujar Raihan tersenyum.
Saat Raihan melangkahkan kakinya Nayra menahan tangannya. Membuat Raihan kembali menoleh ke bawah.
" Kamu mau kemana ?" tanya Nayra dengan suara pelan.
" Jangan jangan pulang. Di sinilah bersamaku, aku tidak ingin sendiri, aku mohon tetaplah di sini," ucap Nayra dengan suara memohon. Nayra begitu takut Raihan meninggalkannya. Raihan tersenyum.
" Nara aku tidak akan pulang, aku di sini bersama kamu. Kitakan sudah menikah jadi kita memang akan tinggal bersama. Aku tidak akan pulang. Aku akan tetap di sisimu, bersamamu," sahut Raihan kembali mengatakan kepada Nayra jika mereka sudah pasangan suami istri.
__ADS_1
Raihan memang harus bersabar dengan Nayra yang tidak bisa mengingat apa-apa yang di katakannya.
Sebelumnya Dokter memang sudah mengatakan hal itu kepada Raihan. Raihan hanya berusaha semaksimal mungkin untuk ke sembuhan Nayra dari traumanya.
Raihan mengambil posisi berbaring di samping Nayra. Memasukkan sebagian tubuhnya kedalam selimut dan meraih Nayra kedalam pelukannya, sehingga Nayra sudah berada di dada bidang Raihan.
" Tidurlah!" ujar Raihan sambil terus mengusap-usap rambut Nayra.
" Nara cepatlah sembuh, aku merindukanmu. Merindukan kamu yang dulu. Aku merindukan wajahmu yang kesal kepadaku, aku sangat merindukanmu," gumam Raihan pelan mempererat pelukannya sementara Nayra sudah tertidur.
" Aku mencintaimu Nara, sangat mencintaimu, maafkan aku, aku lengah menjagamu, sampai kamu seperti ini, maafkan aku," Raihan mungkin tidak akan pernah hilang dari penyesalan. Dengan mata yang bergenang dia terus menyalahkan dirinya.
Hatinya sangat hancur kehilangan wanita yang di cintainya. Sangat sakit melihat Nayra harus tetap seperti itu. Seharusnya dia dan Nayra bahagia sekarang. Apa lagi mereka baru saja menikah.
*********
Flass back
Zira menemui Aryo yang sedang bertugas di Amerika. Sebelumnya Zira dan Aryo memang sudah berjanji untuk bertemu. Aryo adalah adik dari David. Tetapi hubungan ke-2 sedang tidak baik. Sang mama.
Nyonya Wilson mencoret Aryo dari keluarga Wilson. Karena Aryo telah memilih menikah dengan wanita yang yang berhubungan buruk dengan keluarga Wilson.
Tidak ingin kembali kekeluarganya. Karena malu. Dan nyonya Wilson juga yang punya prinsip jika anak yang sudah menentang tidak akan di terima dalam ke adaan seperti apapun. Kecuali mereka mati baru akan di berikan penghormatan untuk terakhir kalinya.
Hal itu membuat Aryo harus banting tulang sendirian untuk memenuhi kehidupannya. Aryo bekerja di Amerika di salah satu pabrik kecil. Hidupnya yang dulu mewah berubah drastis menjadi pria yang jauh dari kata sederhana.
Setelah menceritakan apa yang terjadi akhirnya Aryo dan Zira pun sepakat untuk bertemu. Dan setuju dengan apa yang di katakan Zira.
Zira memberikan bayi kecil itu kepadanya. Aryo pun meraih dari tangan Zira dan menggendong bayi yang sama sekali tidak menangis itu.
" Nayra Ariyani Putri, berikan nama itu kepadanya," ujar Zira yang sudah memberikan nama kepada Nayra.
" Baik Bu," jawab Aryo.
" Rawatlah dia seperti anak kamu sendiri, dia keponakan kamu yang ingin di sia-siakan. Jadi saya mohon tetap rahasiakan semua ini," ujar Zira dengan nada memohon.
" Iya Bu, Zira saya akan merawat Nayra seperti anak kandung saya sendiri. Ibu jangan khawatir. Lagi pula saya sudah tidak memiliki keluarga. Jadi untuk apa saya memberikan Nayra kepada mereka," sahut Aryo yang terus melihat bayi itu.
__ADS_1
" Terima kasih Aryo, kamu sudah membantu saya," ujar Zira merasa lega. " Ini," Zira memberikan amplop dan kunci kepada Aryo.
" Ini kunci rumah, saya sudah menyiapkan rumah yang layak untuk kamu dan Nayra. Dan di dalam amplop itu ada kunci mobil, agar kamu mudah berpergian, ada juga cek untuk kebutuhan kamu dan Nayra. Kamu tidak usah bekerja. Fokuslah pada Nayra, saya akan terus mengirim keperluan kalian ber-2. Jika ada kesempatan saya akan mengunjungi kalian," jelas Zira dengan detail kepada Aryo.
" Baik Bu Zira saya akan menjalankan amanah dari Bu Zira. Saya akan bertanggung jawab atas Nayra sampai dia dewasa nanti," sahut Aryo berjanji dengan yakin.
" Iya sekali lagi terima kasih," sahut Zira merasa lega.
Setelah Nayra di serahkan ke pada Aryo. Aryo merawat Nayra dengan penuh cinta. Sebagai ibu dan ayah selama tinggal di Amerika.
Aryo dan Nayra hidup selama 5 tahun Di Amerika dengan damai. Nayra juga bersekolah di tempat yang layak.
Seperti anak-anak orang kaya lainnya. Selama 5 tahun Zira hanya bertemu Nayra 2 kali. Zira ingin bertemu dengan Nayra.
Tetapi Zira tidak bisa ke Amerika. Zira pun mengirim tiket agar Aryo dan Nayra datang ke Indonesia.
Nayra dan Aryo berlibur di Indonesian cukup lama. Sampai Aryo bertemu dengan seorang wanita yang membuatnya jatuh cinta. Aryo juga mengatakan kepada wanita itu.
Jika dia sebelumnya sudah pernah menikah dan Nayra adalah Putrinya. Wanita itu menerima kekurangannya. Aryo menyampaikan niatnya ingin menikahi wanita itu kepada Zira.
Zira tidak mungkin menghalanginginya. Tetapi Zira meminta Aryo menetap di Indonesia, agar dia bisa memantau perkembangan Nayra. Aryo menyetujui semuanya.
Karena Aryo yang sudah menikah dengan wanita yang dipanggil Nayra mama. Zira tidak bisa bertemu dengan intens dengan Aryo. Apa lagi memberikan dana seperti biasa yang di lakukan Zira. Takut sang istri curiga.
Zira mengganti dengan alih-alih dana beasiswa. Memberikan sekolah yang terbaik untuk Nayra. Semuanya berjalan dengan lancar. Pernikahan dan kedamaian keluarga itu juga lancar.
Zira juga merasa lega. Nayra mendapat kasih sayang dari ibu dan juga ayahnya. Tetapi kerikil rumah tangga Arya muncul. Dari perselingkuhan dan masalah ekonomi membuat pasangan itu sering ribut.
Zira mendengar hal itu dan beberapa kali membantu Aryo. Tetapi Aryo yang mulai merasa tidak enak memilih untuk tidak menerima bantuan Zira. Kecuali untuk Nayra.
Saat Nayra beranjak remaja. Pasangan yang sudah tidak cocok itu memilih bercerai. Hidup Nayra semakin berantakan. Nayra harus hidup mandiri dan mendapat tekanan dari sana dan sini.
Flassaon
" Begitulah ceritanya," ujar Zira pada Addrian.
Zira yang sudah tidak mampu menahan rahasia itu sendirian akhirnya memilih jujur ke pada suaminya.
__ADS_1
" Maafkan aku, aku sudah merahasiakan semua ini selama 22 tahun, maafkan aku Addrian," ujar Zira meneteskan air matanya di depan suaminya di atas tempat tidur di kamar mereka.
๐น๐น๐น๐น๐น๐นBersambung ๐น๐น๐น๐น๐น๐น