Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 326


__ADS_3

Pemandangan yang indah itu di mana tumpukan anak-anak dari orang-orang yang di depannya membuatnya merasa bahagia. Karena akan merasa jika kematian anak-anak dari musuhnya akan segera tiba.


" Aku tidak menyangka jika nyawa kalian sangat banyak sampai kalian masih bisa bertahan untuk hidup," ucap Sisil tersenyum tipis.


" Kau benar-benar wanita jahat. Kau pikir kami akan mati di tanganmu. Dendam yang kau miliki hanya akan membuatmu sensara. Dan kami tidak akan mati di tanganmu," sahut Raihan yang berada paling depan seakan melindungi yang lainnya.


Tangannya juga membentang seakan tidak ada yang di perbolehkannya untuk mendekati orang-orang jahat itu.


" Apa kau anak dari kakak kesayangan ku. Addrian Atmaja Wijaya. Yang sangat bijaksana. Terapi tidak bijak sana untukku. Iya kalian memang sangat mirip. Keponakanku tersayang. Kamu sama seperti paoamu. Yang benar-benar sangat pintar berbicara," sahut Sisil tersenyum pada Raihan.


" Mungkin jika kau menjadi orang yang lebih baik. Aku akan memanggilmu Tante. Tetapi kelakuanmu yang membuat resah dan membuat ibu ku menderita, aku sangat tidak Sudi menganggapmu sebagai saudara," sahut Raihan menegaskan pada Sisil.


" Wau, bicara mu keren sekali Raihan. Sama seperti papamu yang sok bijak lalu membuangku. Dan kau," tunjuk Sisil pada Andini.


" Ibumu yang membuat masalah itu juga sudah menghancurkan hidupku," lanjutnya berteriak. Membuat Andini langsung takut melihat sorot mata wanita yang ingin menerkamnya.


" Apa kesalahan ibu kepadamu. Mereka tidak bersalah. Jika kau tidak membuat masalah. Maka ibuku tidak mungkin memenjarakanmu," sahut Andini yang tadinya takut. Tetapi sekarang tampak sangat berani. Membuat Sisil tersenyum miring.


" Nada bicaramu memang sama dengan wanita itu, sangat lantang," sahut Sisil dengan sinis.


" Hentikan perbuatanmu. Tidak ada gunanya kau mencoba membunuh kami karena kami tidak akan mati di tanganmu," sahut Sony yang menyatakan dirinya dengan wanita yang ternyata pokok permasalahannya.


" Kau juga. Kau sama seperti ibumu yabg sudah merebut Rony dari ku. Wanita pelakor," sahut Sisil yang pasti orang yang paling di bencinya adalah Saski.


" Jangan menghina mama ku sembarangan. Dia menikah dengan papaku. Karena saling mencintai. Seharusnya aku yang balas dendam kepadamu. Karena kau sudah pernah mencelakai ibuku," sahut Sony dengan geram menatap tajam Sisil.


" Benarkan seperti itu! apa wanita sok pintar itu menceritakanya kepadamu," sahut Sisil.


" Dia tidak seperti mu. Yang harus menjelek-jelekkan orang lain. Tidak sepertimu yang mengarang cerita dan memanfaatkan anakmu untuk dendammu," sahut Sony sinis.


" Wauuu bicaramu sangat bagus sekali. Pantas saja wanita bodoh itu menyukaimu," sahut Sisil menatap Vira. " Dia sampai tidak bisa melaksanakan tugasnya. Bahkan memohon untuk aku melepaskanmu. Aku tidak menyangka jika wanita bodoh itu jatuh cinta padamu dan menghiyanatiku," tegas Sisil dengan sinis. Sementara Vira hanya menelan salavinanya mendengar ucapan wanita yang membesarkannya itu.


" Cukup ma. Hentikan semua ini. Mama tidak perlu banyak bicara. Semuanya sudah cukup dan seharusnya mama bertaubat," sahut Vira yang langsung berdiri di samping kanan Raihan.


" Benar, mama sebaiknya bebaskan mereka tidak ada gunanya membalaskan dendam yang hanya akan membuat mama sensara. Dendam tidak akan menyelesaikan masalah dan kamu juga tidak ingin menjadi korban dari niat jahat mama," sahut Ramah yang juga berdiri di depan dan simping kiri Raihan.

__ADS_1


" Anak kurang ajar, beraninya kalian ber-2 mengguruiku. Kalian ber-2 benar-benar tidak tau diri. Aku sudah membesarkan kalian dengan kehidupan yang enak. Memungut kalian dari panti asuhan itu. Tetapi kalian berdua malah berhiyanat dan melepaskan orang-orang ini. Kalian sungguh tidak tau balas budi," teriak Sisil yang di penuhi emosi.


" Ma, kami berterima kasih. Jika mama telah membesarkan kami. Tapi kami juga sangat menyesal telah di besarkan oleh mama yang penuh dendam. Mama memperalat kami hanya untuk dendam masa lalu. Apa mama sadar mama sudah menghancurkan hidupku dan juga kak ramah mama telah mencuri kebahagian kami. Selayaknya orang normal," ucap Vira dengan suaranya yang serak dengan air matanya.


" Diam kamu," teriak Sisil langsung mengangkat pistol dan mengarahkan pada Vira.


Membuat semua orang kaget dengan tindakan Sisil. Luci, Celine dan Andini langsung menutup mulut mereka. Schok dengan tindakan Sisil.


" Gawat dia bermain senjata," batin Raka yang mencemaskan hal itu.


" Apa kamu sudah merasa paling hebat, merasa paling pintar. Sehingga mulutmu sangat pintar berbicara," ucap Sisil dengan melebarkan matanya.


" Iya," sahut Vira yang tiba-tiba mengeluarkan pistol dan juga mengarahkan pada Sisil. Membuat semua orang bertambah kaget dengan Sisil yang juga mengeluarkan benda yang sama dengan Sisil.


" Vira," lirih Ramah yang tidak tau dari mana adiknya mendapatkan benda berbahaya itu.


" Apa sedari tadi Vira memegang pistol itu," batin Raihan yang menoleh ke arah.


" Hidupku sudah sangat menderita. Kau wanita yang jahat yang sudah menghancurkan ku. Aku hampir membunuh Pa David. Laki-laki yang lebih menganggapku sebagai manusia. Yang lebih mengakuiku sebagai anak. Yang memberiku kasih sayang bahkan sama seperti anak kandungnya,"


" Tetapi wanita kau jahat sudah membuatku menghiyanatinya. Kau sudah membuatku mencelakainya dan dia juga hampir mati. Kau menghancurkan hidupku. Mengubah pola pikirku. Masa depanku yang sudah kau hancurkan. Kau menjadikanku anak yang penuh kebencian. Kau telah mengubah hidup dan kakakkuenjadi melarat,"


" Berani sekali anak ingusan sepertimu ingin membunuhku. Kau pikir kau siapa," teriak Sisil.


" Jika anak ingusan sepertiku. Bisa menghabisimu. Maka kau akan tau siapa aku," sahut Vira yang benar-benar berani kepada Sisil.


" Anak kurang ajar," teriak Sisil menarik pelatuk pistolnya.


Vira juga melakukan hal yang sama. Benar-benar akan menembakkan peluru jika Sisil juga melakukannya.


Ramah yang melihatnya langsung kaget. Dia takut adiknya kenapa-napa dengan benda yang berbahaya itu. Dia juga melihat Sisil yang juga di penuhi amarah yang sekali menembakkan akan mengenai kepala Vira.


" Vira ini bahaya. Ini bisa mencelakai kamu" ujar Sony yang panik yang berdiri di belakang Vira.


" Jika ini bisa berakhir maka tidak ada masalah. Ini jalan satu-satunya," sahut Vira dengan yakin. Tangannya bergetar benar-benar ingin melenyapkan ibu yang sudah membesarkannya.

__ADS_1


" Kau benar-benar akan menembakkan Vira?" tanya Sisil.


" Iya, aku melakukannya," sahut Vira dengan yakin.


" Kau yakin?" tanya Sisil sekali lagi. Vira mengangguk dengan ke-2 tangannya memegang pistol dengan tangan bergetar.


" Baiklah," sahut Sisil dengan sinis.


Dorrrrrr


Suara tembakan berbunyi membuat semua orang tersentak kaget, menutup telinga mereka dan sebagian menutup mata mereka.


" Vira," teriak Sony langsung tertuju pada Vira.


Tetapi Sony kaget dengan Vira yang sama sekali tidak terkena tembakan dari Sisil. Vira tetap berdiri di tempatnya.


Tetapi tiba-tiba pandangan mata mereka mengarah pada Ramah yang sudah tersungkur di tanah dengan dada yang berdarah.


" Kak Ramah," teriak Vira. Yang masih berdiri di tempanya dengan ke-2 tangannya yang masih memegang pistol yang mengarah pada Sisil dengan tangan bergetar.


" Ramah," lirih Dion yang langsung mendekati Ramah berjongkok di belakang Ramah.


" Ramah," ujar Dion yang melihat lumuran darah itu.


" Apa yang Tante lakukan?" teriak Dion pada Sisil.


" Salahkan adiknya yang tidak tau diri itu," sahut Sisil tersenyum miring.


" Kau belum mahir menggunakan pistol. Kau kalah sasaran wanita bodoh," ujar Sisil sinis. Aku lebih cepat dari padamu. Ayo tembak aku jika kau benar-benar berani.


Sebentar-sebentar Sisil melihat kakanya yang berlumur darah. Air mata Vira terus jatuh melihat kakaknya yang benar-benar mengenai tembakan. Sementara Sisil tertawa terbahak-bahak.


" Kak ramah," lirih Vira yang tidak menyangka jika Sisil akan menembak ramah.


" Ayo tembak aku wanita bodoh!" ujar Sisil yang menantang Vira.

__ADS_1


" Hentikan perbuatan mu Sisil" Sahut tiba-tiba suara lantang yang ternyata Addrian yang datang bersama. Ilham, Roni, Tomy, dan juga Angga.


Bersambung


__ADS_2