Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 72


__ADS_3

Mereka mencari makan malam tidak jauh dari hotel. Pesanan mereka sudah memenuhi meja. Raihan duduk di sebelah Alex. Sementara Nayra menghadap ke arahnya. Mereka juga sudah mulai menikmati makanan mereka tanpa ada obrolan.


Tetapi berbeda dengan Nayra. Yang makan sangat gugup. Bagaimana tidak Raihan terus saja menatapnya dengan penuh arti. Ya memang seperti itu lah Raihan. Memiliki kelebihan untuk menatap lebih lama.


" Apa matanya tidak bisa berhenti menatapku, apa yang di inginkannya," Nayra bergerutu di didalam hatinya. Risih dengan pandangan Raihan yang membuatnya tidak nyaman.


Alex yang sedari tadi makan. Menoleh kesampingnya. Dia melihat Raihan terus melihat Nayra. Alex juga melihat Nayra yang sangat gugup.


" Kasian anak orang, mau makan," ujar Alex menggeser tangan Raihan dengan sikunya.


Bukannya berhenti, Raihan malah terus menatap. Bahkan makanan yang di depannya sudah di anggurin. Padahal makanan itu mengunggah seleranya.


" Nayra bagaimana persiapan meeting besok?" tanya Alex membuka obrolan agar suasana tidak terlalu tanggung.


" Sedikit lagi laporannya akan selesai Pak," Jawab Nayra dengan gugup.


" Baguslah, kamu cepat selesaikan agar besok, meeting kita berjalan dengan lancar," ujar Alex.


" Baik Pak," jawab Nayra. Meski Alex dan Nayra saling bicara. Tetapi tatapan Raihan tidak berhenti ke padanya. Nayra membuang napasnya perlahan ke depan.


" Apa ada yang salah dengan diriku?" tanya Nayra memberanikan diri menatap Raihan kembali dengan kesal.


" Kita harus bicara," ujar Raihan.


Nayra menelan salavinanya dan melihat ke arah Alex yang sedari tadi makan. Dia merasa tidak enak dengan Alex yang pasti risih dengan urusannya dan Raihan.


" Aku yang bicara denganmu. Bukan dia jadi lihatlah aku," sahut Raihan dengan serius.


Alex melihat Raihan sebentar dan kembali melanjutkan makanya. Alex masih tetap santai meski dia mendapat sindiran dari Raihan.


" Maaf Pak Raihan. Tetapi saya sedang makan. Lagian saya datang kemari bersama Pak Alex. Bukan Bapak dan Pak Alex yang bertanggung jawab atas saya. Jadi tolong hargai semua itu," ujar Nayra dengan suara dinginnya.


Raihan mendengarnya mendengus. Sementara Alex tetap fokus pada makanannya. Meski telinganya panas mendengar perkelahian pasangan kekasih itu.


" Jadi kau hanya akan bicara dengannya dan mendengarkannya," ujar Raihan dengan sinis menoleh ke arah Alex. Nasib Alex mendapat tatapan sinis.


" Benar Pak," jawab Nayra dengan tenang.


" Kau tidak akan bicara denganku?" tanya Raihan memastikan sekali lagi.


" Sepertinya Raihan punya gangguan pada telinganya, selalu bertanya apa yang sudah di jawab," batin Alex menoleh ke arah Raihan.

__ADS_1


" Tidak ada yang perlu di bicarakan. Jadi angan menggangguku. Aku sedang fokus pada proyekku," sahut Nayra ketus.


" Aku bisa membatalkan proyek itu saat ini juga," sahut Raihan nada mengancam dan dia tidak main-main dengan ucapannya.


Alex kaget dan menatap sinis ke arah Raihan. Raihan memang bisa melakukan itu dan pasti tidak ada yang menghentikannya.


" Seenaknya membatalkannya, orang sudah pusing mengerjakannya. Dia malah main batal-batalkan aja," batin Alex kesal.


" Kau tau aku yang berkuasa di sini, meski kau sudah menyiapkan semuanya atau hanya tinggal selangkah lagi. Semua bisa selesai di tanganku," ujar Raihan dengan serius.


Nayra mendengarnya kesal. Nayra mengepal tangannya. Dia memang akan kalah jika Raihan selalu membawa kekuasaannya. Dia juga sangat tau Raihan.


Dan pasti hal itu akan di lakukan Raihan. Nayra yang sungguh muak. Meminum air putih lalu berdiri.


" Saya sudah kenyang Pak, saya kembali kekamar," ujar Nayra langsung pergi. Dia tidak ingin berada di situasi itu. Pergi adalah jalan yang terbaik.


" Nara," panggil Raihan. Tetapi Nayra sama sekali tidak merespon dan melanjutkan langkahnya. Padahal makanannya belom habis dan dia masih kelaparan.


" Hahhhhhhhh," Raihan menghembus napasnya perlahan ke depan. Usahanya kembali sia-sia. Nayra benar-benar menutup maaf untuknya.


" Hey Raihan, liat dia harus berhenti makan cuma gara-gara mu. Makanannya juga tidak habis. Bukannya kau sangat peduli dengan makannya," ujar Alex.


" Aku hanya ingin mengajaknya berdamai," jawab Raihan.


" Memang aku kurang lembut apa, aku sudah lembut, bahkan mengalah kepadanya. Aku sudah. Meminta maaf kepadanya beberapa kali. Aku juga sudah mengatakan ci...," Raihan tidak ingin melanjutkan kalimatnya yang ada Alex akan mengejeknya.


" Baru meminta maaf saja, kau sudah menyerah," sahut Alex jengkel.


" He aku tidak menyerah, aku hanya ingin menyelesaikannya secepatnya," jawab Raihan mengelak.


" Raihan memang kau tidak bisa membujuknya. Tidak waktu makan dan tidak ada aku. Memang aku biro jodoh kalian. Atau penasehat cinta kalian," ujar Alex semakin kesal.


Menurutnya Raihan itu benar-benar bodoh. Raihan terlalu buru-buru kepada Nayra.


" Jika tidak ada kau. Dia tidak akan mau menemuiku. Aku hanya mengambil kesempatan yang sedikit. Dan itu pun tidak berhasil," jawab Raihan.


" Raihan kau jika kau memang benar-benar mencintai dia. Kau harus lebih memperjuangkannya. Bukan hanya dengan kata maaf saja. Kau lebih berusaha, wanita jika sakit hati. Hatinya akan luluh jika melihat Pria yang memperjuangkannya," ujar Alex dengan serius memberi saran pada temannya.


Namun Raihan menanggapinya dengan senyum mengejek.


" Hey, aku serius," ujar Alex. Yang tau Raihan pasti menganggapnya alay. Ya meski cuek kepada wanita. Tetapi dia juga sering membaca-baca buku romantis.

__ADS_1


" Memang aku kurang usaha apa," sahut Raihan tersenyum.


" Usahamu tidak sebanding dengan sakit hati yang di terimanya," sahut Alex dengan sinis.


" Sok tau. Tapi mungkin memang benar. Aku sudah sudah sangat keterlaluan pada Nara. Aku yang membawanya masuk kedalam hidupku. Aku juga yang mengeluarkannya tanpa alasan. Ya memang aku pantas mendapatkannya," ujar Raihan tersenyum tipis kembali menyesali perbuatannya.


" Raihan jika kau mencintai dia. Maka kejarlah dan percayalah jika usaha yang tulus itu. Tidak akan pernah sia-sia," ujar Alex dengan bijaksana menepuk bahu Raihan.


Raihan hanya tersenyum pada Alex. Temannya itu terkadang bicara suka benar. Sayangnya Alex memang tidak pernah dekat dengan wanita manapun. Dia menutup hati ke pada siapapun.


Raihan merangkul pundak Alex dan menggeserkan kepala Alex kedekatnya. Sehingga wajah mereka begitu dekat.


" Jika aku jadi wanita aku ingin menjadi pacarmu. Kau begitu romantis," ujar Raihan dengan lembut.


" Ehghg," Alex langsung ingin memuntahkan makanannya. Dan langsung menepis tangan Raihan, bergeser dari Raihan.


" Sialan, kau pikir aku homo," ujar Alex kesal. Namun Raihan malah tertawa terbahak-bahak. Melihat ekspresi Alex yang kegelian.


" Apa syarat tertentu untuk menjadi kekasihmu?" tanya Raihan lagi yang menggoda Alex. Alex sangat jijik dengan sikap Raihan apalagi Raihan menatapnya dengan aneh.


" He sialan. Jika kau tidak bisa mendapatkan Nayra. Bukan berati kau bisa seenaknya kepadaku," ujar Alex geram. Tangannya sudah memegang pisau untuk memotong daging steak. Yang sudah di arahkan pada Raihan yang sedari tadi tertawa puas.


" Aku bercanda, kau langsung serius, calm down," ujar Raihan.


" Awas kau jika punya pikiran untuk menyukaiku," ujar Alex dengan serius.


" Hey, kau jangan kepedean. Meski di dunia tidak ada wanita. Aku juga tidak Sudi bersamamu," ujar Raihan.


" Bagus," sahut Alex yang merasa lega.


" Alex, makanya kau itu cari pacar. Sekali aja kau kasih mataku yang indah ini melihatmu menggandeng tangan wanita," ujar Raihan.


Mendengarnya Alex hanya terdiam. wajahnya justru memperlihatkan kesedihan. Raihan menepuk bahu Alex lalu berdiri.


" Aku ke hotel duluan," ujar Raihan pamit.


Alex hanya diam. Dan malah murung mendengar ucapan Raihan. Ya memang Alex sudah lama tidak menjalin hubungan dengan wanita manapun.


Dia memang menutup hati untuk wanita. Karena mengingat mantan kekasihnya yang meninggal dunia karena kecelakaan.


Hal itu membuat Alex terus takut menjalani hubungan. Karena kekasihnya yang dulu meninggal atas kelalaiannya dan berkendara. Yang menyebabkan nyawa kekasihnya melayang.

__ADS_1


Dia sangat tidak ingin. Hal itu akan terjadi pada wanita yang akan dekat dengannya nanti. Makanya dia lebih memilih hidup tanpa pasangan sendiri dengan usianya yang 28 tahun.


......*🌹🌹🌹🌹🌹*Bersambung.....🌹🌹🌹🌹......


__ADS_2