
Percintaan panas itu berlanjut sampai ke dalam. Dan Di dalam kamar mereka melakukan hal yang lebih panas lagi. Dan sampai entah beberapa jam.
Percintaan panas itu selesai ketika jam sudah menunjukkan pukul jam 7 malam. Ya mereka melakukannya dari siang.
Sekarang Sony sedang berada di depan cermin di samping tempat tidur Vira. Sony sedang memakai kemejanya dan menkancing 1 persatu kancing ke mejanya.
Sementara Vira duduk dengan menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Dengan selimut yang menutup tubuh polosnya. Vira tampak steres bahkan sampai memijat kepalanya dan pikirannya yang benar-benar tidak Fokus.
Sony yang terlihat santai melirik ke arah Vira yang sedari tadi tidak bicara apa-apa.
" Kau menyesal melakukannya?" tanya Sony menkancing lengan kemejanya.
Mendengar Sony berbicara membuat Vira ke arah Sony tanpa menjawab pertanyaan Sony. Vira memang sangat gelisah dengan kejadian yang barusan terjadi.
" Aku rasa tidak. Karena kita melakukannya sama-sama mau. Tidak ada paksaan. Jadi tidak ada yang perlu di sesalkan," ucap Sony dengan entengnya yang sudah menghadap Vira yang masih diam tanpa menanggapi apa-apa.
" Dengar Vira. Kau bukan orang pertama yang tidur denganku dan juga pasti bukan orang yang terakhir. Melakukan hubungan seperti ku sudah biasa bagiku. Aku melakukannya dengan orang juga ingin melakukannya. Tanpa paksaan dan pasti melakukannya bukan karena memiliki ikatan sama seperti kita yang tidak punya hubungan apa-apa. Kita melakukannya tanpa ikatan hubungan apa-apa," jelas Sony menegaskan membuat Vira kaget.
Bagai ada ledakan bom yang meledak di jantungnya seakan dadanya sesak mendengar hal itu. Mendengar kata-kata pedas Sony. Membuatnya benar-benar kesulitan bernapas.
" Satu lagi aku tidak bertanggung jawab atas apapun. Karena aku sudah mengatakannya di awal. Jadi jangan pernah menuntut apapun kepadaku," tegas Sony lagi. Membuat mata Vira berkaca-kaca.
" Aku berharap kau memahami hal ini. Karena aku pria yang bebas. Dan aku rasa kau juga sudah tau sebelumnya. Aku tidak bisa memiliki komitmen dengan siapapun,"
" Bukan berarti aku tidur denganmu. Kau berhak atas diriku. Aku memiliki kebebasan sendiri. Begitu juga dengan kau. Aku bukan milikmu dan kau juga bunga bukan milikku," lanjut Sony terang -terangan bicara. Sepanjang Sony berbicara tidak sepatah katapun Vira menjawab. Bahkan dia diam membisu.
" Baiklah aku pulang dulu. Terimakasih untuk hari ini," ucap Sony dengan entengnya membuat darah Vira berdesir. Sebelum pergi Sony mendekati Vira dan ingin mencium kening Vira.
Vira langsung mengalihkan wajahnya kesamping menolak atas apa yang di lakukan Sony. Sony melihatnya sebentar terlihat wajah Vira yang penuh kemarahan. Terlihat kepalan tangan itu.
__ADS_1
" Aku pergi!" ucap Sony pamit langsung keluar.
Deru napas Vira semakin terdengar kuat. Sesaat Sony benar-benar meninggalkan. Dia seperti seorang pelacur yang sudah dinikmati dan langsung di tinggalkan.
Vira mengusap wajahnya dengan ke-2 tangannya sampai kerambutnya dengan wajahnya yang benar-benar panik. Vira sangat frustasi dengan apa yang terjadi dengan nya barusan.
" Kau benar-benar gila Vira. Kenapa kau bisa terjebak. Bagaimana ini. Apa yang harus aku lakukan. Semuanya berantakan. Semuanya benar-benar tamat. Sony jelas mengatakan tidak akan bertanggung jawab dan dengan entengnya dia meninggalkanku, Dasar Vira bodoh," umpat Vira mengutuk dirinya sendiri.
Dengan melempar bantal ke sembarang tempat. Dia benar-benar tidak tau harus melakukan apa lagi. Dia berniat menjebak Sony demi tetap menjaga kehormatannya tetapi malah terjebak.
Sony menuruni anak tangga. Setelah bercinta panas dengan Vira. Saat melewati ruang tamu. Langkahnya berhenti. Sony melihat bercak darah di sofa. Di mana darah perawan Vira.
Sony menarik napasnya panjang. Dia tidak menyangka jika dia orang yang pertama menyentuh Vira. Jika mahkota Vira telah di ambilnya.
" Dia juga menginginkannya. Jadi itu bukan salahku," batin Sony yang benar-benar sangat santai mengahadapi nya.
Sony memang pria yang bebas. Dan hubungan cinta 1 malam jelas terbiasa untuknya. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan nya. Dia juga merasa Vira yang awalanya mencari gara-gara berusaha untuk menjebaknya.
*********
Vira berada di dalam kamar mandi duduk di bawah guyuran air shower dengan memeluk ke-2 lututnya. Apa lagi yang mau di sesalinya. Semuanya sudah terjadi mau menangis mengeluarkan darah pun sudah tidak ada gunanya.
Kenyataan pahit yang harus di terimanya. Kehilangan kesucian dan jika terjadi sesuatu padanya pasti tidak akan mendapat pertanggung jawaban.
Karena sebelumnya Sony sudah mengatakan dengan jelas. Dia bahkan tidak tau bagaimana nasibnya selanjutnya lagi.
" Mama, kenapa mama tega melakukan ini," batin Vira langsung tertuju pada mamanya.
Mamanya jelas menyuruhnya untuk tidur dengan Sony. Agar hamil dan meminta pertanggung jawaban agar Sony bisa menjadi miliknya.
__ADS_1
Tidak ingin melakukan apa yang di suruh mamanya karena sangat kelewatan. Vira pun mencoba menjebak Sony dengan berpura-pura Sony menidurinya.
Tetapi dia salah dia malah terjebak apa yang diinginkan mamanya malah terwujud kesuciannya sudah hilang. Tetapi bukan mendapat pertanggung jawaban malah di tinggalkan di buang seperti sampah.
" Apa ada seorang ibu seperti itu," desis Vira dengan cucuran air matanya.
Setelah semua terjadi dia baru menyadari jika orang tuanya tidak menyayanginya dan kakaknya. Dia dan kakanya hanya di jadikan alat balas dendam yang dia tidak tau apa penyebabnya.
Selama ini dia hanya mengikuti alur dari cerita yang di buat mamanya sendiri. Berkorban sana sini dan selalu salah. Dan sekarang semuanya hancur. Dia pun tidak tau bagaimana kehidupannya selanjutnya.
Jangan kan menghadapi mamanya bahkan. Menghadapi masa depannya sendiri sudah tidak tau mau kemana. Dengan keadaannya yang sudah ternoda karena ulahnya sendiri.
***********
Raihan sekarang dan Raka sudah mendapatkan hasil rekaman cctv dan jelas terlihat dia dan Carey tidak melakukan apa-apa.
" Dion brengsek," desis Raihan mengusap wajahnya. Masih kesal dengan Dion.
" Ya sudah kak, yang pentingnya semuanya jelas," ucap Raka.
" Tapi apa gunanya Nara sudah terlanjur ngambek. Bahkan dari tadi telponku tidak di angkat," sahut Raihan kesal.
Gara-gara Dion yang main tuduh sembarangan hubungannya berantakan dengan Nayra.
" Nayra lagi hamil wajar dia sangat sensitif," sahut Raina tiba-tiba keluar dari ruangannya dan menghampiri suaminya dan juga kakaknya.
" Aku tidak tau bagaimana membujuknya. Yang jelas dia pasti sangat marah. Apa lagi dia tidak ada di rumah. Nara menyuruh Andini mengantarnya kerumah mama Jihan," jelas Raihan yang sekarang frustasi mengatasi ngambek istrinya.
" Ya sudah kakak jemput dia. Perlihatkan cctv-nya. Dia tidak akan merajuk lagi. Maklumi ajalah tingkat cemburunya lebih tinggi dari biasannya," jelas Raina memberi kakanya dukungan.
__ADS_1
Kejadian di rumah sakit memang membuat Raihan emosi. Sudah wajahnya babak belur sekarang malah istrinya yang ngambek.
Bersambung.