Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 304


__ADS_3

Zira dan Addrian yang sudah tiba di rumah itu. Mereka Menghentikan langkah mereka. Ketika melihat. Mertuanya membahas masalah Sisil dengan anak dan menantunya.


" Apa yang terjadi?" tanya Zira yang langsung menghampiri Raihan dan Nayra.


Perasaannya semakin tidak tenang. Baru saja dia mengatakan kepada suaminya dan sekarang dia harus melihat anaknya membahasa wanita yang menakutkan itu.


" Kamu tidak apa-apa kan Raihan?" tanya Zira yang duduk di samping Raihan langsung mengusap pipi Raihan dengan perasaannya yang benar-benar khawatir.


" Raihan tidak apa-apa ma," jawab Raihan.


" Apa kalian sedang mengalami masalah besar yang mama dan papa tidak tau?" tanya Zira yang benar-benar mengkhawatirkan anak dan menantunya.


" Raihan, kenapa tiba-tiba datang kerumah Eyang dan menanyakan foto Sisil. Apa yang terjadi?" tanya Farah yang juga tidak tau maksud dan tujuan Raihan dan Nayra datang.


" Vira anak angkat dari Papa David. Adalah anak yang di adopsinya sebelum Pak David dan Ramah adalah kakak dari Vira yang merupakan mantan calon suami Della," jelas Raihan.


" Apa?" pekik Zira kaget.


" Bagaimana bisa?" tanya Addrian yang harus menanggapi semuanya dengan serius.


Akhirnya Raihan pun menceritakan siapa Vira pada Keluarganya. Dari Vira yang berusaha menjadi pengecoh di dalam rumah tangganya sampai Vira yang benar-benar memfitnah Nayra. Yang membuat Nayra drop. Di katakan tidak bisa hamil dan banyak hal lain.


Tidak ada satupun yang di sembunyikan Raihan. Dia menceritakan polemik-polemik permasalahan yang terjadi pada rumah tangga mereka.


Zira dan Addrian mendengarnya geleng-geleng kepala. Tidak menyangka jika putranya selama ini sedang menghadapi masalah yang sangat besar dan menantunya sedang hamil harus menghadapi semuanya.


" Kenapa kamu tidak pernah cerita kepada mama tentang semua ini Dan bahkan wanita itu menyakiti Nayra dan kamu masih diam dan membiarkan mama tidak tau apa-apa," sahut Zira yang marah dengan Raihan yang menyembunyikan masalah keluarganya.


" Maaf ma, Raihan pikir masalahnya tidak sebesar ini. Tetapi ternyata masalahnya semakin merembet dan membuat bingung," ujar Raihan.


" Tetap aja Raihan apa yang kamu lakukan sangat salah. Kita tidak tau apa yang di rencanakan Sisil sampai semuanya seperti ini," ujar Zira yang benar-benar semakin khawatir.


" Sayang tenang dulu," ujar Addrian menenagkan istrinya.

__ADS_1


" Bagaimana aku bisa tenang. Jika semuanya sudah seperti ini," sahut Zira.


" Apa itu juga alasan Ramah bersikap Kasar pada kak Della," sahut Andini tiba-tiba.


" Apa maksud kamu?" tanya Zira kaget


" Ramah bersikap kasar dengan kak Della?" sahut Nayra bingung mendengar celutukan Andini.


" Iya benar kak Della itu sangat kasar dengan kak Della. Aku sudah beberapa kali melihatnya main tangan terhadap kak Della," ujar Andini menceritakan apa adanya.


" Apa yang sebenarnya terjadi kenapa semuanya bisa seperti ini. Kenapa semuanya serba kebetulan apa semua ini," sahut Addrian bingung dengan masalah ini.


" Yang jelas ini pasti tidak ada yang beres dan masalah ini ada hubungannya dengan Sisil. Semuanya di mulai dari Sisil. Aku bertemu dengannya tatapannya begitu menakutkan dan anak-anaknya itu pasti punya maksud dan tujuan yang tidak baik," ucap Zira yang bisa menarik kesimpulan.


***********


Jam 3 malam pasangan suami istri Carey dan Dion sedang melakukan sholat sunah tahajud. Beberapa hari ini Dion memang selalu mengimami Carey untuk sholat.


Dia harus malu dengan Carey yang selalu sholat di depannya. Sementara dia hanya menonton. Kalau tidak tidur.


" Ada apa?" tanya Dion dengan suara seraknya. Seakan tau apa yang terjadi pada istrinya. Makanya terlihat diam saja.


" Aku tidak apa-apa. Aku hanya mengantuk dan mau tidur," jawab Carey dengan suara dinginnya.


" Duduklah!" ujar Dion dengan menaikkan 1 alisnya. Carey menghembus napasnya pelan dan kembali duduk di depan Dion dengan bersilah kaki.


" Ada apa?" tanya Carey dengan pelan. Wajah yang terlihat begitu lesu.


" Aku yang mengatakan ada apa. Apa yang kamu pikirkan. Kenapa kamu sampai lesu seperti ini?" tanya Dion.


" Aku sudah katakan. Aku tidak apa-apa," jawab Carey.


" Kamu tidak boleh berbohong pada suami kamu" ujar Dion. Carey kembali menarik napasnya dengan perlahan.

__ADS_1


" Masalah Vira?" tebak Dion. Carey mengangguk. Memang Vira yang sudah membuatnya bete dan perasaannya yang tidak tenang.


" Kamu menganggap. Jika kehamilan Vira. Berhubungan denganku?" tebak Dion.


" Bukan begitu. Hanya saja. Aku tidak tau. Kenapa aku sangat marah. Jika kamu sepertinya sangat membelanya," ujar Carey.


" Aku tidak membelanya. Aku tidak tau masalahnya apa dan aku mengatakan apa adanya. Jika memang benar Vira seperti itu. Dia baik dan sangat baik," ujar Dion yang menurutnya benar.


" Dion. Kenapa kamu bisa memuji seorang wanita di depanku. Bagaimana jika aku yang memuji pria di depanmu," sahut Carey dengan lembut dengan menundukkan kepalanya.


Dion tersenyum mendengar penuturan Carey yang memperlihatkan Carey sangat cemburu dengan hal itu. Dion memegang dagu lancip Carey, mengangkat wajah itu agar sejajar dengannya.


" Kamu cemburu?" tanya Dion. Carey menggeleng pelan.


" Tapi aku melihat kamu sangat cemburu," ujar Dion.


" Aku tidak cemburu aku hanya ingin kamu tau perasaanku akan sangat gelisah. Ketika kamu berbicara mengenai wanita di depanku. Aku tidak suka dengan hal itu," ujar Carey.


Dion memegang ke-2 pipi Carey dan menghantarkan kening Carey dekat dengannya. Menciumnya dengan lembut.


" Maafkan aku. Jika apa yang aku lakukan membuat perasaan mu tidak tenang. Aku tidak bermaksud melakukan hal itu," ujar Dion. Carey tetap diam saja.


Dion membuka mukena Carey dengan lembut. Dan Carey bingung dengan apa yang di lakukan Dion.


Dion Menyinggirkan mukena itu kesamping Carey. Merapikan rambut Carey yang sedikit berantakan. Mendekatkan dirinya dengan Carey. Membuat Carey benar-benar bingung apa yang ingin di lakukan suaminya kepadanya.


Dion kembali mencium kening Carey dan kali ini bukan hanya keningnya. Tetapi juga pipinya dengan lembut dan bahkan mengecup bibirnya.


" Kamu mau ngapain?" tanya Carey dengan perasaannya yang jantungan. Dion tidak menjawab dan menjawab dengan ciuman di bibir. Carey kaget tetapi langsung memejamkan matanya.


Dion semakin memperdalam ciumannya ketika mendapat izin dari Carey. Ciuman yang awal yang pasti Carey sudah tau Dion ingin apa.


Dan dugaannya benar Dion sekarang sudah mengangkat tubuhnya. Menggendong nya ala bridal style ke atas ranjang. Tanpa melepas ciuman itu.

__ADS_1


Dion paling pintar mencari kesempatan di saat istrinya lagi sedang merajuk. Dia malah menjalan aksinya. Membujuk dengan bermesraan di atas ranjang.


Bersambung


__ADS_2