Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 338


__ADS_3

Supir terus yang mengendari mobil Zira, Raihan dan Amira dengan kecepatan sedang. Padahal Zira ingin kencang-kencang agar cepat sampai. Tetapi dia juga harus hati-hati dan mengendarai senormal- normal saja. Toh juga akan sampai.


Amira duduk di depan di samping supir dan Raihan dan Zira duduk di bagian belakang. Zira terus memeluk lengan Raihan yang tampak masih merindukan putranya. Raihan mengusap tangan mamanya dan tersenyum pada mamanya.


" Aku baik-baik saja mama. Aku sudah di sini. Jadi mama jangan sedih lagi," ujar Raihan melihat mamanya.


" Mama hanya tidak sabaran ingin melihat reaksi Nayra. Dia pasti terkejut dengan hal ini," ujar Zira.


" Nara, aku sangat merindukanmu. Kamu pasti akan marah kepadaku. Maafkan aku sayang. Sudah membuat kamu menderita," batin Raihan yang penuh rasa penyesalan kepada istrinya yang di tinggalkannya yang sudah sangat lama.


Dia tidak tau bagaimana istrinya menjalani semuanya. Dan bayinya Raihan tiba-tiba kepikiran bayinya. Istrinya sedang hamil saat dia pergi.


" Ma apa kandungan Nayra baik-baik saja?" tanya Raihan. seketika menjadi khawatir. Zira tersenyum mendengarnya.


" Kamu jangan khawatir kandungannya. Baik-baik saja. Dia menjaganya dengan baik," jawab Zira. Raihan bernapas lega mendengarnya.


" Syukurlah jika begitu. Dia pasti sangat kesulitan dalam mengurus hal itu," ujar Raihan yang kasihan lada Nayra.


" Kamu jangan memikirkan apa-apa. Karena semuanya baik-baik saja. Nayra dan calon anak kalian sehat. Kamu akan segera menemuinya. Kita akan sampai," ujar Zira.


" Iya ma," jawab Raihan benar-benar tidak sabaran.


************


Sementara mobil Angga sudah berhenti di depan lokasi pesta. Angga yang datang bersama mama dan papanya. Datangnya mobil Angga bersamaan dengan mobil Celine yang membawa Della.


Della yang masih saja lumpuh. Tetapi memang sudah ada kemajuan di dalam tubuhnya. Terkadang dia juga bisa latihan terapi jalan. Ya banyak kemajuan di dalam sakitnya.


" Kita telat nggak ya," ujar Celine membuka seat beltnya.


" Kayaknya tidak. Mobil Luci. Belum ada berarti acaranya belum di mulai," sahut Della.


" Hmmmm, benar sih. Papa sama mama juga kayaknya sudah sampai," ujar Celine.


" Kamu benar. Mereka sudah datang," jawab Della. Yang memang datang berpisah dengan orang tuanya. Karena Aca dan Tomy tadi ada keperluan. Jadi mengurus hal itu dulu. Baru datang ke acara pesta tersebut.


" Ya sudah Celine keluar duluan," ujar Celine apa lagi yang di lakukannya kalau tidak mencari orang yang bisa memindahkan sang kakak dari kursi roda.


Saat Celine keluar. Celine langsung melihat Angga yang bersama mama dan papanya yang juga baru keluar dari mobil.


" Angga!" panggil Celine.


Mendengar Celine memanggil nama Angga membuat Della kaget dan melihat kebelakang melihat Celine yang menghampiri Angga.


" Apaan sih Celine, kenapa dia harus memanggil Angga," batin Della yang tampak resah sang adik yang memanggil Angga yang pasti Celine menyuruh Angga untuk memindahkannya ke kursi roda.


Dia dan Angga memang benar-benar tidak pernah bertemu. Karena semenjak mengembalikan Della kepada orang tuanya.


Angga benar-benar menepati janjinya untuk tidak bertemu. Karena Angga mengurus bisnisnya di Surabaya dan dia jarang pulang. Pastinya tidak juga bisa menemui Della. Karena Della pasti di rumahnya dalam ketidak sengajakan juga bertemu sama sekali tidak pernah.


" Bagaimana ini," batin Della yang dek-dekan. Jika harus tubuhnya di sentuh lagi. Sudah lama Angga tidak pernah menggendongnya.


" Ada ala Celine?" tanya Angga. Celine malah tertawa cengengesan.

__ADS_1


" Minta tolong. Kak Della di dalam," jawab Luci berbicara pelan dan menunjuk mobil. Angga menoleh ke arah mobil tersebut.


" Bagaimana kondisi Della. Apa dia masih sama seperti awal, apa sudah ada perubahan padanya Aku bahkan tidak pernah menemuinya," batin Angga yang tampak penasaran dengan kondisi Della.


" Sudah Angga sana bantu Della!" suruh Kayla. Angga mengangguk.


" Angga! panggil seseorang saat Angga ingin melangkah. Dan langkah Angga tidak jadi. Della kembali menoleh kebelakang. Ketika mendengar suara seorang wanita yang yang memanggil Angga.


" Siapa dia?" tanya Della penasaran ketika melihat wanita cantik itu menghampiri Angga.


" Karen," ujar Angga saat wanita itu sudah di depannya.


" Kamu ngapain di sini?" tanya Karen.


" Ohhhh, lagi ada cara pesta teman?" jawab Angga.


" Oh begitu!" sahut Karen.


" Kamu sendiri?" tanya Angga.


" Kebetulan catering di sini. Milik Restaurant ku," Karen.


" Oh begitu. Oh iya kenalin. Ini mama dan papa ku," ucap Angga memperkenalkan orang tuanya.


" Hallo Tante, saya Karen," sapa Karen mencium punggung tangan Angga.


" Saya mamanya Angga," sahut Kayla.


" Dan ini Celine temanku," ujar Angga memperkenalkan Celine.


" Hay aku Karen," ujar Karen mengulurkan tangannya.


" Aku Celine," jawab Celine menyambut uluran tangan itu.


" Siapa wanita ini tampak dekat dengan Angga," batin Celine yang penasaran.


Sementara Della yang berada di dalam mobil penasaran dengan wanita yang tampak ramah dengan keluarga Angga.


" Siapa dia, kenapa terlihat akrab dengan Angga. Pada itu pacar Angga," batin Della penasaran dan menerka-nerka tentang siapa wanita yang membuatnya penasaran itu.


Della masih saja melihat ke belakang dengan rasa penasaran. Dan seperti menunggu-nunggu Angga untuk kemobilnya dan memindahkannya ke kursi roda.


Tok-tok-tok-tok. Ketukan kaca mobil memebuat Della tersentak kaget dan melihat yang ternyata Sony yang mengetuk kaca mobilnya. Della pun langsung menurunkannya.


" Kamu mau turun?" tanya Sony. Della mengangguk.


" Ya sudah aku bantuin," ujar Sony. Della masih menoleh kebelakang dan melihat Angga masih sibuk mengobrol dengan wanita yang membuatnya penasaran.


" Gimana mau apa tidak?" tanya Sony.


" Iya tolong bantu aku," ujar Della. Tadi dia gelisah ketika Celine memanggil Angga untuk membantunya. Tetapi saat Sony menawarkan diri. Della jadi bingung. Seperti mengharapkan Angga yang menggendongnya.


Della asyik melamun dengan pikirannya. Sementara Sony sudah membuka pintu paling belakang. Sudah mengeluarkan kursi roda dari belakang.

__ADS_1


Sony juga membuka pintu mobil bagian Della. Dan langsung menggendong Della ala bridal style memindahkan ke kursi roda.


" Berat banget sih loh Della," ejek Sony. Della langsung memukul pundak sony


" Sembarangan kalau bicara," ujar Della kesal. Sony pun langsung mendudukkan Della di kursi roda.


" Ya sudah ayo kita masuk!" ujar Sony Della mengangguk. Seakan tidak peduli lagi dengan Angga.


Saat Sony mendorongnya. Di perkumpulan Angga. Kayla melihat Della yang sudah keluar dari mobil dan sedang di dorong Sony.


" Della sudah di bantu sama Sony!" ujar Kayla.


" Ya benar. Aku kelamaan mungkin," ujar Celine menepuk jidatnya


" Ya sudah. Sebaiknya kita masuk saja," ujar Ilham.


" Iya ayo masuk!" ujar Kayla yang langsung menggandeng suaminya dan menyusul masuk. Begitu juga dengan Celine.


" Aku masuk dulu Karen," ujar Angga.


" Iya, aku juga masih mau ngecek yang lainnya," ujar Karen.


" Ya sudah mari," sahut Angga pamit pergi. Karen tersenyum mengangguk. Lalu Angga menyusul memasuki acara pesta.


Mereka sudah berkumpul di lokasi pesta. David, Jihan dan Addrian yang tadi mengobrol pun menghampiri perkumpulan yang terdapat. Aca, Tomy, Kayla, Ilham, Saski, Rony, Raka, Raina, Carey, Dion, Della, Angga, Celine dan Dara.


Addrian menghampiri Raina putrinya yang mengobrol dengan Carey yang juga sudah datang bersama suaminya.


" Mama kamu sudah datang?" tanya Addrian yang tidak melihat istrinya.


" Belum pa. Tadi di telpon malah nggak aktif," jawab Raina.


" Mungkin lagi di jalan, biasa jam segini kan macat," sahut Raka. Addrian mengangguk-angguk saja.


" Nayra sudah di mana?" tanya Sony yang belum melihat Nayra.


" Mobil Luci sudah sampai," sahut Alex dari ujung yang memberi kabar Luci sudah sampai yang berarti itu Nayra.


" Ya sudah ayo buruan kita siap-siap," sahut Carey yang langsung tergesa-gesa kepanikan. Orang-orang yang ada di sana pun jadi ikut-ikutan tergesa-gesa.


Sementara Nayra yang duduk di belakang dengan matanya yang tertutup dengan dress ping memanjang kebawah dengan mengembang.


" Kita mau kemana sih Andini?" tanya Nayra sedari tadi bingung di ajak kemana. Matanya pakai di tutup segala membuatnya kebingungan ingin di ajak kemana.


" Sudah kamu tenang saja," sahut Andini yang tersenyum kepada Luci. Mereka berdua pun keluar dari mobil dan membantu Nayra keluar dari mobil dengan wajah yang penuh kebingungan.


" Kemana sih. Bikin penasaran aja," ujar Nayra lagi yang banyak protes.


" Sudah ayo. Jalan pelan-pelan," sahut Luci yang membantu Nayra berjalan. Andini dan Luci berada di kiri dan kanannya.


" Mereka ini benar-benar ada-ada saja," batin Nayra yang lama-kelamaan kesal. Karena pertanyaannya tidak di jawab sama sekali. Membuatnya semakin bertanya-tanya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2