
Della mendapat telpon dari Ramah langsung mendatangi Rumah Ramah. Taxi yang di tumpanginya berhenti di depan rumah besar itu .
Della yang masih berada di dalam Taxi melihat ke arah rumah itu sebentar.
" Ini Pak," ucap Della memberikan ongkos Taxi.
" Makasih Bu," sahut supir Taxi. Della mengangguk membuka pintu mobil lalu keluar dari dalam Taxi.
" Makasih pak!" ucap Della setelah turun dari Taxi. Supir menganggu laluTaxi tersebut pun pergi.
Della berdiri di depan rumah tersebut. Memang bukan pertama kali Della mengunjungi rumah itu. Sudah beberapa kali Della datang kerumah itu.
" Apa orang tuanya datang, makanya mengajakku bertemu di sini," batin Della bingung dengan Ramah yang sudah larut malam tetapi malah mengajaknya bertemu.
Della menarik napasnya panjang membuang perlahan melangkah mendekati pintu utama. Matanya sempat berkeliling saat melihat pekarangan rumah yang sepi. Hanya ada mobil Ramah saja.
Tidak ingin memikirkan hal lain.Tanpa berpikir lama Della langsung memasuki rumah tersebut. Membuka pintu yang memang tidak terkunci. Rumah itu tampak gelap dan bahkan seperti tidak berpenghuni.
" Kenapa sepi?" batin Della bingung dengan kepalanya yang terus berkeliling.
" Ramah! Ramah kamu di mana?" tanya Della yang melangkah pelan-pelan dengan kepala berkeliling mencari keberadaan ramah.
Tak. Ruangan itu seketika sudah terang membuat Della tersentak kaget dan memunculkan Ramah yang berada di ujung anak tangga dengan ke-2 tangan berada di saku celana.
" Bikin kaget aja," ujar Della.
" Aku yang lebih kaget melihatmu," sahut ramah dengan datar dan menuruni anak tangga. Della tidak menanggapi bicara tamah. Karena dia tidak mengerti apa maksud Ramah.
" Bagaiman peroses pernikahan kita?" tanya Ramah yang duduk di sofa sementara Della masih berdiri di tempatnya.
" Kau tidak menjawabnya?" tanya ramah menaikkan 1 alisnya melihat Della. Della pun mendekati Ramah berdiri di depan Ramah.
" Lancar, aku sudah beberapa kali melakukan meeting dan hanya tinggal menunggu keputusanmu," jawab Della gugup. Ramah melihat ke arah Della dengan tersenyum licik.
Yang di pikirkannya hanya kebohongan yang di lontarkan calon istrinya itu.
" Lalu bagaimana dengan dirimu?" tanya Ramah membuat Della bingung.
" Maksudnya?" tanya Della tidak mengerti.
__ADS_1
" Bagaimana pertemuan kamu dengan Pemimpin Wedding organizer itu, apa selancar rencana proses pernikahan kita?" tanya Ramah dengan sinis membuat Della kaget.
" Maksud kamu?" tanya Della gugup. Tetapi dia sudah mulai merasa ada yang tidak beres.
Jantungnya berdebar tidak menentu dan seakan was-was. Apa lagi Ramah berbicara seperti menekan suaranya dan menahan emosinya. Sedari tadi sorot mata Ramah juga menatapnya seperti penuh curiga.
Ramah tersenyum tipis lalu berdiri dengan memegang beberapa lembar foto. Dan menghampiri Della.
Dengan kemarahannya Ramah langsung melempar foto-foto itu kewajah Della. Sontak membuat Della kaget sehingga matanya terpejam.
" Ternyata jauh lebih lancar dari dugaanku," sinis Damar.
Della yang mulai panik membuka matanya dan langsung melihat ke bawah. Betapa terkejutnya Della saat melihat lembaran foto itu. Foto dirinya dan Angga yang berciuman.
Napas Della seakan sesak. Mengangkat kepalanya dan melihat Ramah yang di penuhi emosi. Mata nya mulai bergenang. Kedua tangan Della memegang ujung dressnya menahan rasa takut.
Apa yang di ketahui Ramah pasti akan membuat membuat Ramah murka. Della sudah tau bagaimana nasibnya setelah ini.
" Ramah, aku bisa..."
Plakkk.
" Berani sekali kamu bermain di belakangku," teriak Ramah dengan suara yang menggelegar. Rahang kokoh yang mengeras dengan mata membulat hampir keluar yang benar-benar ingin menerkam Della.
Sementara Della yang terduduk hanya memegang pipinya yang sakit. Dengan ujung bibirnya yang sudah berdarah.
Air matanya jatuh di lantai dengan napasnya naik turun. Dia bahkan tidak berani mengangkat kepalanya untuk melihat Monster yang sedang mengamuk di depannya.
" Kau benar-benar sangat hebat, selingkuh dekat dengan pernikahan kita, pantas saja kau merasa suka bila ketempat itu. Ternyata kau menemui Pria biadap itu," teriak Ramah mengacak rambutnya frustasi.
Seakan apa yang di lakukan Della adalah perbuatan yang paling menyakitkan untuknya Darah tingginya naik setinggi-tingginya.
" Sialllll," teriaknya dengan keras.
Ramah langsung berjongkok di depan Della menarik rambut Della sehingga membuat kepala Della mendongak ke atas. Kemarahannya semakin memuncak kala Della tidak berbicara sama sekali.
" Kau pikir kau siapa? berani bermain di belakangku hah!" teriak Ramah menekan suaranya.
" Ampun Ramah! Aku bisa jelaskan, itu tidak seperti yang kau pikirkan, ampun ramah ampun, aku mohon lepaskan sakit," Della menangis memegang tangan Ramah yang menarik rambutnya tanpa ampun.
__ADS_1
Plakkk
Ramah kembali menamparnya di pipi yang berbeda. Nasib Della benar-benar sial, bisa-bisanya dia terjebak cinta oleh Pria seperti Damar.
" Perempuan murahan, apa saja yang kau lakukan dengannya di belakangku," Ramah kembali menarik rambut Della, menyeretnya untuk mendekati foto-foto yang membuatnya mengamuk.
" Ramah lepas sakit!" keluh Della menahan sakit saat Ramah menyeretnya dengan menarik rambutnya.
" Pria kurang ajar!" teriak Ramah menghempaskan kepala Della ke lantai tepat di atas foto-foto yang berserakan. Bahkan foto itu berdarah karena hentakan Ramah yang kuat.
" Apa kau juga memberikan tubuhmu untuknya," tuduh Ramah yang sekarang mencengkram pipi Della dengan tangannya. Della menggeleng bahwa itu tidak terjadi.
" Penipu! kecam Ramah tidak percaya. Melihat wajah kekasihnya yang sudah lebam.
" Aku tidak melakukan apapun yang kau tuduhkan," sahut Della dengan suara serak. Ramah melepas genggaman Cengkramannya. Memegang ke-2 pipi Della.
" Benarkah sayang kau tidak melakukannya?" tanya Ramah melembutkan kata-katanya menatap sang kekasih dengan simpatik.
" Apa aku bisa mempercayaimu?" tanya Ramah dengan lembut. Della mengangguk. Ramah langsung mencium bibir Della dengan kasar seakan meluapkan emosinya.
Della Pasrah dengan apa yang terjadi. Jika Ramah sudah kelewat batas menyakitinya secara Fisik. Maka Ramah akan menyesal sementara merasa iba, meminta maaf dan itu yang di lakukannya.
Ciuman panas yang di lakukan Ramah sama sekali tidak di balas Della dia memang benar-benar di perlakukan seperti hewan yang di siksa setelah itu akan di lembutkan.
Ciuman Ramah berpindah pada leher Della. Seakan gairah nya meningkat setelah menghajar sang kekasih dan ingin meminta maaf dengan melakukan itu.
Della yang seakan menolak Ramah melakukan hal yang lebih jauh lagi, mendorong pelan dada Ramah dengan ke-2 tangannya.
Napasnya yang masih tersenggal-senggal mengangkat kepalanya melihat wajah Ramah yang memang terlihat menyesal.
" Sayang ada apa?" tanya Ramah seakan kesal Della menghentikannya.
" Mari kita putus," ujar Della suara seraknya.
Bersambung....
Jangan lupa mampir kemari ya. Di tunggu like Coment dan Vote sebanyak-banyaknya.
__ADS_1