Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 193


__ADS_3

" Amira, Amira," Raina terus memanggil Amira dengan berteriak sampai ke ruang tamu berlari mencari keberadaan Amira.


Raka yang tidur di ruang tamu dengan lampu yang di matikan, mengucek-ngucek matanya ketika melihat Raina yang berlari menuju pintu.


" Raina," gumamnya langsung bangkit dan mengejar Raina.


Sony juga langsung terbangun dan melihat Raka yang sudah pergi. Juga bingung belum lagi suara petir yang semakin kuat.


" Amira, Amira, Amira," teriak Raina yang mengejar mobil tersebut di tengah hujan yang deras.


Di kamar Raihan dan Nayra, mendengar teriakan membuat Nayra terbangun dan menghidupkan lampu kamar.


" Sayang, bangun, sayang," Nayra mencoba membangunkan suaminya.


" Hmmmm, kenapa?" tanya Raihan yang masih memejamkan matanya.


" Kak Raina kenapa, kok jerit-jerit, sedari tadi panggilan nama Amira," ujar Nayra, Raihan langsung membuka matanya dan mendengar sendiri suara teriakan adiknya.


" Kenapa dia?" tanya Raihan yang malah bingung. Nayra menggeleng.


" Ayo kita lihat," ujar Raihan langsung berdiri. Nayra mengangguk dan mereka buru-buru keluar dari kamar.


Ternyata bukan hanya mereka yang terbangun, Della, Celine, Dara, Luci dan Andini juga sudah keluar dari kamar mereka.


" Mana Raina?" tanya Raihan.


" Kayaknya di luar," jawab Della. Raihan langsung berlari ke luar, di susul Nayra dan yang lainnya.


" Raina, teriak Raka yang di teras rumah, melihat Raihan berlari ke jalanan di tengah hujan deras. Tidak mendapat respon membuat Raka menyusul Raina, berlari dengan kencang dan menarik tangan Raina.


" Raina apa yang kamu lakukan?" tanya Raka.


" Amira Raka, Amira tidak ada, Amira tidak ada di kamar, aku melihat ada mobil yang pergi," jawab Raina dengan cucuran air mata dengan wajah paniknya yang benar-benar takut kehilangan Amira.


" Apa," sahut Raka kaget.


" Amira hilang, aku sudah mencarinya kemana-mana. Tetapi dia tidak ada. Mobil itu pasti membawanya, aku yakin," ujar Raina yang dengan bibirnya yang bergetar, ketakutan dengan tidak adanya Amira.


" Aku harus mengejarnya," Raina melepas tangannya dari Raka dan kembali berlari.


" Raina," teriak Raka kembali mengejar.


" Raka," teriak Raihan yang menghampiri Raka.


" Kenapa Zetty?" tanya Raihan panik yang datang dengan payung.

__ADS_1


" Amira hilang," jawab Raka.


" Apa," sahut Raihan kaget, " kok bisa?" tanya Raihan. Raka kembali mengejar Raina dan di susul oleh Raihan.


" Amira, Amira, Amira," teriak Raina terus menerus memanggil putrinya. Raina mengejar sampai kejalanan dan hampir jasa ke tabrak truk. Untung saja Raka datang dan menarik tangannya dan memeluknya.


" Raina, tenang lah," ujar Raka memeluk Raina dengan erat.


" Amira Raka, Amira," ujar Raina yang menangis Sengugukan.


" Tenanglah, kita kembali ke Villa dulu, kita liat cctv dulu, kamu tenang dulu, semua akan baik-baik saja," ujar Raka menenangkan Raina yang terus menangis.


" Zetty ," panggil Raihan. Raka melepas pelukannya dan Raina langsung memeluk Raihan.


" Kak, Amira hilang, Amira hilang, Amira kak," ujar Raina menangis di pelukan kakaknya.


" Zetty, tenanglah kakak tau, ayo kembali ke Villa dulu," ujar Raihan menenangkan adiknya.


Sementara Nayra, Della, Andini, Luci, Dara, Sony, dan Celine menunggu di teras Villa. Mereka juga sudah mencari Amira di sekitar Villa tetapi tidak ketemu.


" Itu kak Raina," tunjuk Andini melihat Raina yang di rangkul Raihan dalam satu payung yang menghampiri mereka.


" Kakak tidak apa-apa?" tanya Nayra yang panik melihat Raina yang sudah pucat. Nayra memegang ke-2 tangan Raina yang bergetar hebat.


" Amira, Amira, Amir..." Raina tidak sanggup melanjutkan perkataannya dan akhirnya pingsan.


" Raina,"


" Zetty,"


Semua orang Schock dengan pingsannya Raina. Untung ada Raka yang menampungnya jadi Raina tidak jatuh kelantai.


" Ayo bawa masuk dulu!" ujar Raihan yang panikan.


Dengan cepat Raka langsung menggendong Raina kedalam kamar ala bridal style.


***********


Raina masih belum sadar, pakaiannya sudah di gantikan oleh wanita-wanita dan menemani Raina di kamar, memijat-mijat Raina, membuat minyak di hidungnya.


Sementara Raihan, Raka, dan Sony mengecek cctv. Mereka melihat memang ada mobil yang memasuki pekarangan Villa. Tetapi mobil itu tidak ada platnya.


Lalu mereka melihat ada seseorang yang benar-benar yang menggendong Amira seperti karung beras memasuki mobil tersebut.


" Sial," ujar Raihan mengepal tangannya, ketika melihat keponakannya benar-benar di culik.

__ADS_1


" Coba Zoom!" ujar Sony. Raka mengangguk dan men Zoom orang tersebut. Tetapi memang tidak terlihat, karena dia memakai APD jadi tidak kenali. Orang asing itu juga terlihat mengendap-endap memasuki rumah. Tanpa ada yang mengetahui.


" Siapa yang menculik Amira?" tanya Raihan dengan geram.


" Sebaiknya kita lapor polisi," ujar Sony.


" Iya kamu benar," sahut Raihan setuju.


************


" Mama, mama," teriak Amira di dalam mobil, menangis sedari tadi memanggil mamanya dengan memukul-mukul kaca pintu mobil berusaha meminta tolong.


" Diam," bentak Saras. Sudah berapa kali Saras membentak Amira yang sangat berisik dan mengganggu ketenangannya.


" Aku mau pulang, aku mau ketemu mama, di mana mama," teriak Amira merengek. Saras yang menyetir di depan melihat dari kaca spion.


" Mimpi kamu ingin pulang, kamu tidak akan bisa pulang sebelum Raka menjadi milikku," ujarnya tersenyum miring penuh dengan rencana.


" Siapa Tante, kenapa Tante membawaku, aku mau sama mama, aku pulang," Amira terus menangis kebingungan dengan keberadaannya.


Saras memberhentikan mobilnya dan melihat kebelakang dengan jahatnya Saras menoel kepala Amira dengan kuat, sampai Amira terhuyung.


" Eh, anak sialan, semua itu gara-gara kamu, kamu itu anak tidak tau diri, kamu hanya di manfaatkan mama kamu untuk mendekati calon suamiku," ujarnya dengan geram.


" Amira mau pulang," Amira yang tidak mengerti apa-apa tetap merengek minta pulang. Saras menarik rambut Amira sampai kepala Amira mendekat ke arahnya.


" Tante sakit," keluh Amira memegang tangan Saras yang menarik rambutnya.


" Kamu pikir aku tidak sakit hah! aku tidak akan memulai, jika mama kamu yang janda itu tidak kegatelan," teriak Saras. Amira hanya menangis Sengugukan yang semakin ketakutan.


" Mama, Om Raka, Om Raihan, Tante Nayra, Oma, Opa," Amira memanggil dengan pelan orang-orang yang di ingatnya dengan menagis.


" Jangan menyebut nama Raka," teriak Saras.


" Kamu pikir Raka akan menjadi papamu hah, kamu hanya bermimpi, kamu jangan ketinggian, mengerti," teriak Saras yang terus menarik tangan Amira.


" Tante lepas, sakit, rambut Amira sakit, lepas Tante sakit," keluh Amira. Membuat sarat melepas kasar dan tertawa puas.


" Jika kamu berisik, aku akan melemparmu ke neraka," ucap Saras dengan tegas penuh ancaman.


Amira ketakutan dan mengangguk menjauh dari Saras berada di dekat pintu dan dia ketakutan. Amira menahan suaranya dan air matanya agar Saras tidak menyakitinya.


" Mama, mama tolong Amira," batin Amira memanggil nama mama ya.


" Awas kalau berisik," desis Saras kembali melajukan mobilnya.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2