
Vira menarik napasnya panjang dan membuang perlahan dengan tubuh sedikit bergetar. Vira membawa gelas yang berisi jus itu dan mengantarnya pada Sony untuk menjalankan aksinya.
" Maaf menunggu lama," ucap Vira tersenyum duduk di samping Sony dan meletakkan minumannya yang sudah di raciknya di atas meja.
" Tidak apa-apa, Oh iya kamu tinggal sendiri di rumah ini? soalnya aku tidak melihat siapa-siapa ada di sini?" tanya Sony dengan kepalanya berkeliling.
" Tidak, para asisten rumah tangga lagi pulang kampung. Biasanya banyak kok," jawab Vira.
" lalu orang tua kamu?" tanya Sony.
" Kenapa dia harus bertanya sampai sana. Apa salahnya jika dia minum dulu," batin Vira yang sedari tadi dek-dekan.
" Hey, kenapa bengong?" tegur Sony.
" Ada, lagi pergi juga," jawab Vira. Jawaban yang tidak dapat memberikan apa-apa.
" Kamu sebaiknya minum dulu. Aku sudah menyiapkannya untukmu," ucap Vira mempersilahkan seakan mendesak Sony untuk meminum itu. Agar dia bisa menjalankan aksinya.
" Kau terlihat buru-buru sekali," batin Sony tersenyum miring.
" Baiklah, terima kasih," jawab Sony mengambil gelas tersebut.
Vira sangat menunggu Sony untuk meminumnya dengan wajahnya yang panik. Sangat terlihat dari tangannya yang saling mengatup di atas pahanya yang seperti gemetaran.
" Apa aku boleh, lain kali bertemu dengan orang tua mu?" tanya Sony yang tidak jadi minum. Membuat Vira menurunkan napasnya hampir saja Sony meminumnya. Tetapi Sony memang sengaja mengulur waktu.
" Iya boleh, nanti aku akan kenalkan," sahut Vira benar-benar gugup. Dia tidak akan tenang jika Sony belum meminum jus yang di buatnya.
" Ayolah Sony cepat minum. Jangan membuatku gugup. Seumur hidup baru kali ini aku segugup ini. Aku seakan takut melakukannya. Tidak Vira ini adalah jalan satu-satunya untuk menjebaknya. Untuk menyelamatkan kehormatanmu dan juga amukan dari mama," batin Vira yang benar-benar gugup tingkat dewa.
__ADS_1
" Apa kau tidak menyukai minumannya. Makanya tidak di minum?" tanya Vira secara halus agar Sony fokus pada minuman itu.
" Iya aku hanya melihatmu. Kau mencuri perhatianku. Sampai aku tidak bisa minum," sahut Sony mulai mengeluarkan rayuan gombalnya.
Vira tersenyum tipis. Tetapi justru dia malu. Dengan kata-kata Sony. Seperti tidak pernah mendapat pujian.
" Benarkah, maka minumlah?" desak Vira. memegang tangan Sony yang sedang memegang gelas. Seakan mengantarkan gelas itu kemulut Sony.
" Wanita ini benar-benar tidak sabaran," batin Sony.
" Lalu kau tidak minum?" tanya Sony yang memang terus mengulur waktu.
" Aku tidak haus, minumlah!" ujar Vira yang benar-benar jelas terlihat memaksa Sony untuk minum. Sony pun dengan santai meminumnya.
Vira membuang napasnya perlahan ketika minuman itu di minum Sony. Dia merasa lega dengan rencana awalanya yang berhasil.
Tetapi Sony yang meminum jus itu. Meminum tanpa menelan. Menahan di dalam mulutnya. Sony meletakkan gelas. Lalu menarik Vira lebih dekat dengannya membuat Vira kaget.
Matanya melebar sempurna dan bahkan Vira menelan ludahnya. Yang mungkin beserta minuman itu. Vira mencoba mendorong dada Sony. Tetapi Sony lebih kuat dan malah mencium Vira lebih dalam.
" Apa yang di lakukannya. Itu tidak mungkin," batin Vira yang masih schok. Bukan Sony namanya tidak ahli dalam membuat wanita hanyut dalam ciumannya.
Kesan memaksanya akhirnya keluar dengan sengaja mengigit pelan bibir Vira agar Vira membuka mulutnya dan berhasil. Sony mencium Vira dengan ciuman panas seakan membuat tubuh Vira panas.
Vira yang ingin berteriak dan mengatakan berhenti akhirnya hanyut dan bahkan memejamkan matanya. Seakan memberi izin Sony untuk menciumnya. Sony yang sangat ahli dalam hal itu mampu membuat Vira terbuai sampai Vira bahkan mengalungkan tangannya ke leher Sony.
Sony memang sangat pintar. Di saat Vira yang sudah hanyut dalam ciuman yang penuh gairah itu. Sony dengan entengnya melepas ciuman itu sehingga membuat Vira merasa kehilangan.
Vira membuka matanya perlahan dengan napasnya yang tersenggal-senggal. Menatap Sony yang tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Sony melihat Vira sepertinya sangat menginginkan dia melakukan hal itu lagi. Sony Mengusap lembut pipi Vira yang memerah. Mata yang dengan cepat berubah menjadi gairah yang tidak bisa bohong menginginkan hal itu.
Sony tanpa mengatakan apa-apa mengecup bibir Vira dengan lembut. Membuat Vira memejamkan matanya. Pria yang memang pemain itu langsung juga mencium pipi Vira dan bahkan sampai ketelinganya.
" Bagaimana jika aku menginginkanmu," bisik Sony membuat Vira merinding dengan kata-kata serak yang menggoda itu.
Tidak menunggu jawaban Sony yang menatap Vira dengan dalam. Langsung kembali meraih bibir Vira. Tidak ada penolakan dari Vira. Seakan dia memberi Izin. Sony pun mencium lebih dalam dan benar-benar membuat Vira mabuk akan dirinya.
" Ada apa ini, kenapa kamu membiarkan hal ini. Vira. Tidak Vira," batin Vira yang berusaha menolak. Tetapi nyatanya tubuhnya tidak menolak dan bahkan menerima dengan senang hati.
Dengan perlahan. Sony merebahkan tubuh Vira di atas sofa yang mereka duduki. Dan dia sudah menindih Vira. Tanpa melepas ciuman itu. Ciuman panas itu bahkan turun keleher jenjang Vira memberikan tanda kepemilikan di sana yang pasti membuat Vira menjadi gila.
Sampai Vira bahkan meremas rambut Sony dengan semua apa yang di lakukan Sony kepadanya. Setengah perjalanan Sony kembali menghentikan aksinya setelah berhasil membuat anak orang ketagihan.
Vira yang sudah di penuhi gairah seakan bisa gila saat itu hilang seketika. Saat membuka mata dan melihat Pria yang di atasnya seakan mempermainkannya membuatnya hanyut lalu sengaja menghentikannya.
" Ini bukan ikatan. Aku melakukannya kepada semua wanita yang menurutku bisa kulakukan," ucap Sony seakan memberi peringatan kepada Vira siapa dia.
" Jangan membuatku gila. Hentikan bicara mu," sahut Vira dengan suara seraknya. Sony tersenyum dan kembali melanjutkan permainannya.
Bahkan permainan itu sampai bisa melepas pakaian Vira dengan bibir yang masih tetap menempel. Sama seperti Sony yang juga sudah tidak memakai baju lagi. Dia terus mencumbui tubuh Vira. Dan pemiliknya sendiri Bahakan tidak melarangnya.
Lama dengan pemanasan yang dia lakukan berdasarkan semua pengalamannya. Sony menghentikan permainannya dan melihat Vira yang benar-benar masuk kedalam perangkapnya. Wanita itu penuh gairah.
Vira kembali membuka matanya dan melihat Sony yang pasti juga di penuhi gairah yang pasti sama dengannya.
" Aku tidak akan bertanggung jawab. Jadi jangan menuntut apapun," ujar Sony yang benar-benar mengatakan sebelum melakukan hal yang lebih dalam.
Vira yang sudah gila langsung meraih bibir Sony. Seakan dia tidak peduli apapun. Sampai akhirnya Sony melakukan permainan yang sebenarnya. Melakukan penyatuan tubuh yang pasti lebih membuat Vira gila lagi.
__ADS_1
Mereka melakukan percintaan yang panas di atas Sofa di siang hari. Vira yang niat menjebak Sony dan pada akhirnya dia lah yang terjebak. Dia telah menyerahkan tubuhnya kepada Sony tanpa di duga-duga nya. Dan pasti Sony sudah mengatakan resikonya di awal.
Bersambung.