Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 166


__ADS_3

Bertemu dengan Angga membuat perasaan Della sedikit lega. Paling tidak dia mengatakan semua yang dia ingin katakan selama ini.


" Angga tetaplah baik-baik saja. Aku memang pernah mencintaimu. Dan aku juga tidak tau cinta itu masih ada atau tidak. Aku berharap ketika kamu bebas. Semua sudah baik-baik saja. Kamu sudah kembali menjadi Angga yang aku kenal dulu. Aku juga berharap kamu bisa menemukan wanita yang benar-benar mencintai kamu. Yang bisa membuat kamu bahagia," batin Della tersenyum dengan langkahnya kakinya yang indah menuju mobilnya


" Terima kasih Della pernah mencintaiku. Maaf jika aku tidak sempat membalas perasaanmu. Dan bahkan mengecewakanmu. Kamu wanita yang baik. Kamu berhak mendapatkan laki-laki yang baik dan tidak brengsek seperti aku. Semoga kelak kamu bisa menemukan laki-laki yang mencintai kamu dengan tulus. Aku sangat berharap bisa melihatmu bahagia," batin Angga menyandarkan dirinya di jeruji besi.


*********


Hari terus berlalu pernikahan Raihan genap Sudah 3 bulan semua masih sama dan tetap seperti itu.


Kediaman Addrian.


" Pa, Raina bilangkan jangan dulu. Kenapa papa malah mengundang Raka Kerumah," rengek Raina yang benar-benar frustasi dengan papanya yang melakukan sesuatu tanpa sepengetahuannya awalnya papanya pernah melakukannya tetapi Raina berhasil menghalanginya dan kali ini papanya mengetahui tanpa sepengetahuan Raina.


" Raina papa hanya ingin bertanya kepadanya, apa yang salah," ujar Addrian.


Zira yang sudah selesai menyiapkan makan malam menghampiri suaminya dan Raina yang berdebat di ruang tamu.


" Ya tapi itu terlalu cepat pa, bagaimana jika Raka tidak punya perasaan kepada Raina," sahut Raina yang masih ragu dengan Raka.


" Raina sudahlah. Kamu berpikir terlalu jauh. Papa kamu hanya ingin basa-basi dengan Raka," sahut Zira yang sudah duduk di samping suaminya.


" Mah, tetap aja Raina bingung nanti harus berbuat apa. Raina belum mempersiapkan semuanya. Raina takut jika semuanya tidak sesuai expetasi," ujar Raina dengan merengek seperti anak kecil.


" Assalamualaikum," sapa Raihan dan Nayra yang datang berkunjung. Membuat semua melihat kearah suara tersebut. Raina sempat dek-dekan dia mengira itu adalah Raka.


" Nayra, Raihan sudah datang juga," sahut Zira langsung berdiri.


" Papa panggil kak Raihan juga?" tanya Raina menatap papanya horor. Addrian mengangguk dengan santai.


" Papa," rengek Raina kesal. Ini hanya memalukan untuknya.


" Kalian apa kabar sayang," ujar Zira memeluk Nayra.


" Baik ma, maaf baru bisa datang sekarang," sahut Nayra yang masih memeluk mama mertuanya.


" Tidak apa-apa, mama juga sudah selesai makan. Tinggal nunggu Raka kita akan makan," ujar Zira. Membuat Nayra dan Raihan bingung.


" Raka, kenapa harus nunggu Raka?" tanya Raihan bingung. Yang memang belum di beritahu tujuan mamanya mengundang makan malam.


" Ingin membahas hubungan Raina dan Raka," sahut Addrian membuat Raihan dan Zira bingung dan semakin tidak mengerti.


Raihan dan Nayra sudah duduk di hadapan. Papa adik dan mamanya.


" Memang kalian ada hubungan apa?" tanya Raihan yang benar-benar tidak tau.


" Mereka lagi dekat. Cuma papa dan mama tidak pernah tau. Untung Amira kasih tau. Kalau tidak mereka akan pacaran diam-diam," sahut Addrian. Membuat Raina membuka mulutnya lebar. Papanya menambah-nambah cerita. Yang membuat Raihan pasti mengejeknya.


" Papa, tidak seperti itu," sahut Raina yang menjadi malu.


" Jadi selama ini kalian pacaran," sahut Raihan kaget. Namun Nayra tersenyum mendengarnya.


" Tidak, siapa yang mengatakan," bantahRaina tetap pada pediriannya dia tidak pernah pacaran dengan Raihan.

__ADS_1


" Masih ngelak lagi. Masa iya anak sekecil Amira yang harus kasih tau. Jadi selama ini kalian berdua pacaran dan Amira jadi obat nyamuk. Keterlaluan kalian pacaran di depan anak kecil," sahut Raihan yang menyalahkan Raina.


" Tidak kayak gitu konsepnya kak Raihan," tegas Raina yang malu menjadi bahan ejekan Raihan.


" Lalu apa. Kayak anak remaja aja pacaran diam-diam. Dasar bucin," ejek Raihan dengan wajah seriusnya membuat Raina kesal.


" Raihan sudah," lirih Nayra memegang lengan suaminya yang melihat suaminya terus menggoda adiknya.


" Eh, Zetty jangan kamu pikir ya aku setuju dengan hubungan kalian," sahut Raihan dengan wajah serius.


" Raihan sudah, apa-apaan sih," sahut Nayra.


" Nggak ada yang peduli," sahut Raina semakin kesal.


" Sudah-sudah, kenapa kalian yang menjadi ribut nanti kita akan tanya Raka kejelasannya," sahut Addrian pusing melihat anak kembarnya yang sudah tua tapi masih ribut seperti anak kecil.


" Papa serahin sama Raihan. Biar Raihan yang introgasi," sahut Raihan dengan wajah galaknya.


Nayra hanya menggelengkan kepala dengan kelakuan suaminya yang berusaha membuat Raina semakin kesal.


" Ishhhhh," desis Raina. " Ayo Nayra aku ingin bicara," ajak Raina menarik tangan Nayra.


" Ehhhh, Nara jangan di hasut," teriak Raihan.


" Berisik," sahur Raina kesal dan membawa Nayra pergi.


" Kamu ini ya Raihan," sahut Zira.


" Becanda mama," ujar Raihan tersenyum.


" Raina tidak mau ngaku. Makanya papa tanya Raka," jawab Addrian.


" Memang Raka bisa menerima keadaan Raina?" tanya Raihan yang mengkhawatirkan adiknya.


" Raihan mama sangat mengenal Raka. Dia anak yang baik. Dan mama lihat kedekatannya dengan Amira sangat baik. Ya mama berharap Raka bisa menerima keadaan Raina. Begitu juga dengan Raina bisa menerima keadaan Raka. Ya semoga saja mereka bisa saling menerima," ujar Zira penuh harapan.


" Ya Raihan juga berharap seperti itu. Raina sudah waktunya bahagia kembali," sahut Raihan yang dari hatinya paling dalam menjadi orang yang bahagia melihat adik nya yang bisa jatuh cinta lagi.


**********


Sementara di sisi lain. Di kamar Raina. Raina curhat dengan Nayra masalah Raka. Nayra menutup mulutnya dengan mata membulat sempurna saat mendengar cerita Raina.


" Serius, lalu kakak bilang apa?" tanya Nayra schok mendengar Raina bercerita bahwa Raka menciumnya.


" Aku kaget dengan apa yang di lakukannya. Dia menciumku saat aku mengoceh. Aku benar-benar tidak sadar akan hal itu," jelas Raina yang memang tidak punya rasa malu bercerita kepada Nayra.


" Terus, dia mengatakan apa?" tanya Nayra yang penasaran.


" Dia menjelaskan hubungannya yang sebenarnya dengan wanita itu. Hanya itu saja, lalu....," Raina tidak melanjutkan kalimatnya malah mengigit ujung bibirnya.


" Lalu apa?" tanya Nayra penasaran lagi.


" Dia menciumku kembali," jawab Raina dengan suara pelan. Membuat Nayra kembali menutup mulutnya.

__ADS_1


" Oh may God, lalu?" tanya Nayra semakin penasaran.


" Ciumannya semakin dalam dan aku hanyut dalam hal itu," jawab Raina gugup.


" Lalu?" tanya Nayra semakin kepo.


" Lalu selesai," jawab Raina lemas.


" Dia tidak mengatakan apa-apa?" tanya Nayra. Raina menggeleng lemas.


" Menurut kamu bagaimana dia menyukaiku atau tidak?" tanya Raina meminta pendapat.


" Kalau pria mencium wanita. Itu berarti dia memiliki perasaan. Kan tidak mungkin dia mencium apa lagi sampai menjelaskan tanpa ada perasaan," jelas Nayra berdasarkan pengalamannya.


" Kalau kamu dulu sama Raihan bagaimana, awal-awal Raihan mencium kamu?" tanya Raina kepo.


" Kami baru berciuman setelah putus," jawab Nayra apa adanya


" Maksudnya. Selama kalian pacaran dia tidak pernah menciummu?" tanya Raina memastikan. Nayra mengangguk.


" Tumben," lirih Raina. " Lalu awalnya bagaimana kalian berciuman pertama kali. Dia mengatakan perasaan dulu baru menciummu atau apa?" tanya Raina yang kepo.


" Tidak, sama seperti Raka. Awalnya kami bertengkar. Terus kami berpelukan. Kami terjebak hujan dan berada di dalam gubuk. Lalu Raihan memberiku pakaiannya karena baju yang ku kenakan basah. Lalu kita duduk berdekatan dan Raihan menciumku saat itu," jelas Nayra menceritakan pengalamannya Raina mendengarnya terus penasaran.


" Lalu?" tanya Raina yang sekarang gantian kepo.


" Ya kami berciuman beberapa menit. Lalu Raihan melepas ciuman itu. Setelah itu dia meminta maaf. Ya ada yang di katakannya dan kembali menciumku," lanjut Nayra lagi.


" Lalu?" tanya Raina lagi.


" Dia menciumku semakin dalam. Sampai akhirnya di merebahkan tubuhku. Ciumannya berpindah ke leherku dan....."


" Dan apa..." Raina penasaran dengan kelajutan pembicaraan Raina yang sangat polos.


" Dia membuka kancing bajuku..." lanjut Nayra dengan polosnya membuat Raina menganga menutup mulutnya.


" Lalu?" tanya Raina penasaran.


" Aku menyuruhnya berhenti," sahut Nayra. Membuat Raina membuang napas panjang.


" Untung aja kamu memintanya berhenti. Kak Raihan mah kebablasan. Dia mah nggak perlu di ikuti, Ihhh untung Raka sampai tidak seperti itu," sahut Raina geli dengan kelakuan kakanya yang memang tidak perlu heran lagi.


" Lalu kak Raihan belum bilang cinta jua?" tanya Raina penasaran. Nayra menggeleng.


" Dia baru mengatakan saat bertemu di Turki saat itu dia mengatakan mencintaiku setelah menciumku lagi," jelas Nayra.


" Perasaan kamu bagaimana saat itu?" tanya Raina.


" Aku bahagia dan bahkan mengingatnya pun aku sangat bahagia," jawab Nayra tersenyum lebar mengingat hal manis yang pernah di lakukan Raihan ke padanya.



Jangan lupa untuk mampir kesini ya. Terima kasih.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹Bersambung.....🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2