Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 393


__ADS_3

" Anaknya bernama Diki?" tanya Nayra.


" Iya Diki, laki-laki sekitar 5 tahunan," jawab Alex mengingat dengan tepat.


" Kamu serius Alex jika Danu klien kamu itu sudah menikah dan bahkan sudah memiliki seorang anak ?" tanya Raihan yang masih tidak percaya dan wajahnya masih terkejut.


" Aku serius. Jelas dia sendiri yang bilang. Kalau dia benar-benar sudah menikah, dan mempunyai seorang anak," sahut Alex membenarkan.


" Siapa istrinya?" tanya Andini penasaran.


" Aku tidak tau istrinya. Karena aku juga tidak pernah bertemu dengan istrinya," sahut Alex yang apa adanya.


" Sayang aneh sekali. Kemarin kita bertemu dengan Karen dan memanggil Karen mama dan bahkan ada juga anak itu mengatakan papa dan kita tidak bertanya apapun. Tetapi kita tidak bertanya apapun tetapi dia menjelaskan seolah-olah agar kita tidak memikirkan hal lain," ujar Nayra yang menarik kesimpulan setelah memikirkan semuanya.


" Jadi kalian pernah bertemu dengan Karen dan seorang anak?" tanya Andini. Nayra dan Raihan mengangguk secara bersamaan.


" Apa Karen itu istrinya," sahut Nayra yang tiba-tiba kepikiran dengan hal itu.


" Bisa jadi," sahut Andini yang langsung setuju. Raihan terlihat berpikir mendengar pernyataan itu yang bisa di katakan, jika dia juga punya pikiran seperti itu.


" Ini jelas-jelas sangat jelas. Karena Pria yang kita lihat yang bersama Karen terlihat cipika-cipiki dengan laki-laki itu dan layaknya sebagai suami istri dan kalian bilang bertemu dengan anak yang namanya sama dengan di sebutkan Alex. Jadi sudah sangat jelas. Jika Karen bukan selingkuh dari kak Angga. Tetapi Karen selingkuh dari suaminya," sahut Andini menegaskan dengan penuh keyakinan.


" Tapi untuk memastikan Karen istrinya atau tidak. Kita harus mengetahui dulu kebenarannya dari Danu. Siapa istri Danu. Karena kemarin Karen sempat mengatakan jika anak itu memang memanggilnya mama dan mengatakan anak itu adalah anak dari kakaknya," sahut Raihan kembali belum bisa mengambil kesimpulan apa-apa.


" Ishhhh, kak Raihan. Mana ada kakak kandung yang berprilaku seperti itu. Jelas itu sudah suaminya," sahut Andini heran dengan Raihan yang tidak pernah tepat pada pendiriannya.


" Benar juga sih," sahut Raihan yang kembali bingung.


" Sudah-sudah jangan ribut masalah ini. Kau kenal pak Danu masalah Karen pacar Angga istrinya atau tidak. Itu serahkan saja kepadaku. Pasti tidak akan sulit," sahut Alex mencoba mencari jalan tengahnya.


" Tuh benar, kita serahkan saja pada Alex. Mungkin itu jalan yang terbaik. Jadi jangan mengambil tindakan yang lain dulu. Biarkan kita pelan-pelan melakukannya. Agar tidak ada masalah," sahut Nayra yang setuju dengan Alex.

__ADS_1


" Aku setuju dengan Nayra. Memang itu jauh lebih baik. Kita memang harus pelan-pelan. Jangan gegabah yang nantinya masalah tidak akan selesai," sahut Raihan.


" Iya sayang, biar aku memastikan dulu. Istri pak Danu adalah Karen atau tidak. Jadi kamu jangan khawatir," sahut Alex mengusap pundak istrinya yang istrinya dari tadi marah-marah saja.


" Hmm, ya sudah semoga kamu cepat-cepat mengetahuinya. Karena kasian juga kak Angga yang pada akhirnya tertipu dengan wanita yang tidak benar seperti itu," sahut Andini yang ikut setuju. Tetapi tetap dia masih sangat kesal.


" Semoga saja masalah cepat selesai dan kebenaran akan terungkap," sahut Raihan dengan penuh harapan.


" Amin," sahut semuanya serentak.


" Ya sudah sayang, kalau begitu ayo kita pulang, ini sudah malam," ujar Alex mengajak sang istri pulang.


" Ya sudah ayok," sahut Andini. " Nayra kak Raihan, aku pulang dulu ya. Nanti kapan-kapan kemari lagi dan masalah kak Angga nanti aku kabari ketika dapat info dari Alex," sahut Andini berdiri yang berpamitan dengan Nayra dan Nayra langsung memeluknya.


" Ya sudah kamu hati-hati. Jangan memikirkan apa-apa ya, semuanya akan baik-baik saja," sahut Nayra. Andini tersenyum dan melepas pelukannya dari Nayra.


" Ya sudah kalau begitu aku pamit dulu. Salam ya buat Kinara," sahut Andini.


" Kak aku pulang dulu," ujar Andini pamit pada Raihan.


" Iya kalian hati-hati," sahut Raihan. Alex dan Andini mengangguk.


" Kami balik ya," ujar Alex pamitan. Nayra DNA Raihan mengangguk. Alex dan Andini pun akhirnya pulang.


Nayra terlihat membuang napas perlahan kedepan.


" Semoga tidak ada masalah lagi," ujar Nayra.


" Iya sayang," sahut Raihan.


*******

__ADS_1


Akhirnya Della, Celine, Luci, Aca dan Tomy pun pergi ke Ancol untuk menginap di Villa keluarga Angga untuk memenuhi undangan Kayla yang sebenarnya bukan undangan sih. Tetapi lebih rencana untuk pendekatan Della dan juga Angga.


Kalau masalah percintaan anak-anak mereka tidak bisa menyelesaikan yang berarti dalam hal ini orang tua benar-benar harus ikut campur.


Mereka berada di dalam mobil Alphard. Tomy menyetir, Aca duduk di samping suaminya Della dan dan Luci berada di tengah dan Celine berada di belakang yang tiduran.


" Mama kenapa sih, Luci perhatikan senyum-senyum terus," ujar Luci yang memperhatikan gerak-gerik sang mama.


" Hmm, nggak biasa aja. Siapa juga yang senyum-senyum," sahut Aca mengelak yang memang suasana hatinya sedang bahagia dan sampai wajahnya tidak bisa bohong dan keceplosan untuk tersenyum padahal yang lain diam.


" Mungkin mama kamu lagi bahagia, Luci," sahut Tomy yang tetap fokus menyetir ke depan.


" Bahagia kenapa. Kenapa nggak cerita sama kita. Masa iya kabar bahagia mau di simpan sendiri," sahut Luci dengan wajahnya yang penuh penasaran. Sementara Della di sampingnya hanya diam saja dengan melihat ponselnya.


" Ihhh, sudahlah Luci. Memang salah mama senyum-senyum. Senyum itu ibadah. Walau nggak ada sebab tidak masalah senyum-senyum. Jadi nggak usah mikir yang aneh-aneh," sahut Aca.


" Siapa juga yang mikir aneh-aneh. Mama saja yang kelihatan aneh," sahut Luci dengan mengkerutkan bibirnya.


" Sudah-sudah, kalian ber-2 malah. Ribut. Kita sebentar lagi sampai jadi jangan ada keributan lagi," sahut Tomy.


" Tau nih, kamu ini ya Luci, selalu aja ada aja yang di komplen dari mama. Padahal mama juga tidak apa-apa," sahut Della yang bersuara.


" Tuh dengerin," sahut Aca merasa menang karena mendapat pembelaan dari Della.


" Ya sudah," sahut Luci. Luci menoleh kebelakang dan melihat Celine yang tadi rebahan sudah tertidur.


" Bagaimana aku tidak bahagia. Sebentar lagi Della dan Angga akan bersatu di momen yang begitu jarang. Kali ini mereka tidak bisa lolos. Aku dan Kayla harus benar-benar ekstra untuk Angga dan juga Della," batin Aca yang tersenyum miring dan lagi-lagi Luci menangkap senyum sang mama.


" Katanya tidak senyum-senyum. Tetapi apa masih tersenyum saja," batin Luci yang memperhatikan sang mama yang penuh curiga.


" Lama sekali sampainya. Semoga saja Kayla juga benar-benar bisa mengajak Angga. Jadi rencana akan berhasil," batin Aca yang malah gelisah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2