
Danu jelas sangat kaget ketika sang istri tiba-tiba mendapat tamparan di depannya dan bahkan di depan sang anak hal yang seharusnya tidak pantas untuk di perlihatkan.
" Kenapa mama saya di tampar?" tanya Diki heran. Raihan langsung membawa Diki dengan lembut menjauh dari sang mama.
" Ayo kamu ikut om, nanti kamu akan ketemu mama dan papa kamu lagi," ujar Raihan yang memanggil pelayan untuk membawa Diki keluar dari pertengkaran itu.
Karena Raihan jelas tidak mau membuat luka di hati anak itu dengan apa yang dilihatnya dan didengarnya. Karena sungguh itu hal yang sangat tidak pantas dan untungnya Diki sangat penurut.
" Mereka semua sudah menjebakku. Sekarang aku benar-benar di permalukan. Hubunganku dengan Angga akan berakhir dan mas Danu pasti akan marah dengan perbuatanku. Apa pun yang aku katakan pasti sudah tidak dapat di percayai nya lagi," batin Karen yang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan seperti terlihat pasrah.
" Kenapa kamu diam saja. Apa kamu tidak bisa bicara. Kenapa kamu tidak keluarkan kata-kata sok manis kamu yang sangat menjijikkan itu. Kamu benar-benar ya. Kamu sudah menikah dan berani-beraninya mendekati anak saya," teriak Kayla yang sudah tidak tahan ingin menjambak rambut Karen. Karen hanya diam memegang pipinya yang sangat panas akibat tamparan dari Kayla.
" Karen apa sebenarnya. Jadi kamu sudah menikah dan mempunya anak," sahut Angga dengan wajahnya yang bisa di katakan kesal bercampur bingung- bingung.
" Tunggu. Saya sungguh tidak mengerti dengan semua ini. Karen siapa mereka lalu apa maksudnya orang-orang harus bertanya kamu sudah menikah apa tidak dan apa maksudnya mengatakan kamu selingkuh dan menipu apa hubungan kamu dengan pria ini," ujar Danu masih belum bisa mencerna situasi.
" Maaf pak Danu," sahut Nayra membuka suara, " tapi semuanya sudah jelas. Jika memang Karen adalah istri bapak dan anak tadi adalah anak bapak. Dan itu sudah menjelaskan untuk teman kami Angga. Bahwa selama ini dia telah di tipu itu juga sudah menjelaskan bahwa selama ini istri bapak menghiyanati bapak dan anak bapak," jelas Nayra dengan tutur kata yang sangat mudah di mengerti.
" Jadi kamu adalah kekasih gelap istri saya?" tanya Danu melihat Angga dengan tatapan matanya yang penuh kekecewaan.
" Dan kamu adalah suaminya," sahut Angga dengan suara tertahan ada sesak di dalam sana.
Ke-2 Pria yang mendapatkan rasa kekecewaan itu saling melihat dengan tatapan mata yang sendu penuh kekecewaan dan mata itu beralih menatap tajam wanita yang menjadi tokoh utamanya.
" Karen, kamu sudah menipuku," ucap Angga dan Karen diam tanpa bisa menjawab apa-apa.
__ADS_1
" Karena kamu berselingkuh di belakangku. Kamu bermain api dengan pria ini," sahut Danu yang menatap Karen tajam dengan penuh kekecewaan
" Maaf anda salah, saya bukan selingkuhannya. Saya mengenal Karen sudah lama dan saya tau Karen belum menikah dan saya juga pernah bertanya kepadanya dan dia senduri mengatakan jika dia masih single. Makanya saya menjalin hubungan dengannya dan saya bukan selingkuhannya," sahut Angga menerangkan.
Sangat hina rasanya jika Angga di katakan sebagai selingkuhan. Seakan harga dirinya benar-benar hilang saat menjadi perusak rumah tangga orang.
" Apapun itu seharusnya kamu mencari tau dia sudah menikah atau tidak," sahut Danu yang tampaknya akan menyalahkan ke-2ny Karen maupun Angga.
" He! kenapa kamu menyalahkan anak saya. Istri kamu yang kegatelan yang sudah menipu anak saya. jadi jangan main salah kan saja. Istri kamu tuh yang harus kamu didik supaya punya moral dan etika yang benar," sahut Aca mengoceh yang tidak terima jika Angga di salahkan begitu saja.
" Kayla, kamu tenang-tenang, jangan marah-marah,
terus," sahut Zira menenangkan sahabatnya.
" Benar Kayla, tenangkan diri kamu dulu," sambung Jihan.
" Kamu benar-benar keterlaluan ya Karen. Bisa-bisanya kamu menghiyanatiku. Bisa-bisanya kamu bermain di belakangku. Sudah berapa lama kamu melakukan semua ini!" teriak Danu yang sudah tidak bisa sabar dengan perbuatan istrinya.
" Mas dengarkan aku dulu, aku bisa menjelaskan semuanya," sahut Karen yang tampaknya mencari pembelaan.
" Apa yang ingin kamu jelaskan kepada suamimu. Kamu ingin mengatakan kalau kita tidak ada hubungan apa-apa?" sahut Angga.
" Angga bukan begitu. Kamu jangan salah paham. Aku bisa jelaskan semuanya. Angga aku mencintaimu dan kamu harus percaya kepadaku," sahut Karen yang bisa-bisanya mengatakan cinta kepada orang lain di depan suaminya sendri.
" Wanita ini benar-benar sakit jiwa. Apa dia sadar apa yang di katakannya," desis Celina geleng-geleng dengan Karen.
__ADS_1
" Mungkin itu memang sudah menjadi tabiatnya," sahut Luci.
" Karen!" bentak Danu membuat Karen tersentak kaget. Suami mana yang tidak marah jika istrinya mengatakan mencintai Pria lain.
" Mas dengarkan aku dulu," sahut Karen.
" Tidak ada lagi yang perlu di dengarkan. Semuanya sudah jelas. Mata ku tidak buta dan tintaku jelas tidak tuli. Awalnya aku masih ingin memberi kamu kesempatan. Tetapi dengan apa yang aku dengar barusan. Aku rasa aku menjauhkan diri dari wanita seperti mu," ujar Danu menekan suaranya menujnjuk tepat di wajah Karen.
" Apa maksud mas?" tanya Karen dengan wajah terkejutnya dan dengan perasaannya yang tidak enak.
" Semuanya sudah jelas. Kamu silahkan melakukan semuanya, mau kamu selingkuh atau tidak itu urusan kamu. Karena aku akan mengakhiri rumah tangga kita," tegas Danu membuat Karen terkejut.
" Tidak mas, kamu jangan melakukan itu," sahut Karen memegang tangan Danu. Tetapi Danu langsung menghempaskan kasar tangan itu.
" Jangan menyentuhku dengan tangan motormu itu. Kita akan bertemu di pengadilan," ujar Danu menegaskan dan membuat Karen benar-benar schock.
" Syukurin," batin Andini terlihat puas.
Danu melihat orang-orang di sekitarnya satu persatu.
" Saya minta maaf, jika kedatangan saya membuat kacau. Tapi saya harus berterima kasih untuk kalian semua yang membantu saya untuk melihat kebenaran ini. Saya minta maaf sekali lagi," ujar Danu terlihat merasa bersalah.
" Tidak, Pak Danu, bapak tidak perlu minta maaf, justru saya yang meminta maaf, sudah membuat bapak kaget dengan semua ini," sahut Alex yang pastinya merasa tidak enak.
" Iya, kalau begitu saya permisi dulu, terima kasih untuk semuanya," ujar Danu berpamitan dengan sopan yang lainnya mengangguk dan Danu langsung pergi dengan penuh kekecewaan dengan apa yang terjadi.
__ADS_1
" Mas Danu, dengarkan aku dulu, mas Danu jangan pergi," panggil Karen yang masih berharap untuk tidak di ceraikan. Tetapi tekat Danu sudah bulat untuk mengakhiri rumah tangganya dengan wanita yang tidak bisa menghargainya dan berpisah mungkin jauh lebih baik.
Bersambung