
Nayra terus menceritakan kebahagiannya kepada Nayra. Dia merasa nyaman menceritakan hal itu. Bahkan jantung berdebar saat menceritakan semuanya kepada kakak iparnya.
" Kenapa aku begitu bahagia mengingat hal itu. Ada apa ini. Jantungku bahkan bergetar hebat. Kenapa tiba-tiba aku begitu merindukan Raihan. Padahal dia selalu ada bersamaku. Dan kenapa dia saat aku menceritakan masalah intim dengan kak Raina aku malah bereaksi biasa saja. Bayangan hitam yang sering terlintas dalam benakku bahkan tidak muncul. Aku bahkan sangat nyaman dan bahagia saat bercerita masalah Raihan," batin Nayra yang tersenyum tidak tau kenapa dia seperti Nayra yang dulu. Yang sangat bahagia jika mengingat perlakuan manis Raihan sewaktu mereka masih pacaran.
" Nayra kamu bercerita seperti itu membuatku iri saja," sahut Raina kesal. Nayra tersenyum dan terus mengingat suaminya yang masih berada di bawah.
" Ya sudah sekarang ayo kita turun. Nanti kak Raihan mengira aku melakukan hal yang tidak-tidak lagi denganmu," ajak Raina beranjak dari tempat tidur. Nayra mengangguk dan mereka ber-2 memilih ke luar dari kamar.
Langkah Nayra dan Raina berhenti di ujung anak tangga pertama ketika melihat ke hadiran Raka yang sudah mengobrol dengan orang tua dan kakak kembar Raina.
" Maaf Pak, jika saya baru berani mengatakan ini. Jujur saya tidak ada maksud memberi harapan kepada Raina," ujar Raka.
" Kamu taukan keadaan Raina seperti apa?" tanya Raihan.
" Iya Pak Raihan, saya tau dan saya tidak pernah memikirkan hal itu. Saya jatuh cinta kepada Raina dan saya tidak tau kapan itu. Saya ingin menjadi suaminya dan juga ayah untuk Amira," jawab Raka dengan tulus.
Raina dan Nayra saling melihat. Mata Raina bergenang mendengar ucapan Raka. Ada kebahagian tersendiri yang tidak bisa di ungkapkan. Kala ada pria yang mencintainya dan menerima dirinya dan putrinya.
Addrian dan Zira saling melihat. Mereka tersenyum melihat mendengar ucapan tulus dari Raka. Begitu juga dengan Raihan sangat bahagia. Ketika adiknya di cintai seorang pria.
" Kamu yakin dengan perasaan kamu?" tanya Addrian sekali lagi.
" Saya yakin Pak, saya mencintai Raina dan saya berharap perasaan Raina sama dengan saya," sahut Raka kembali meyakinkan perasaannya.
Nayra yang berdiri di samping Raina mengusap lengan Raina. Dia ikut bahagia melihat senyum di wajah Nayra. Ternyata Raihan melihat adik dan istrinya di ujung tangga.
" Bagaimana Zetty kamu sudah mendengarnya," sahut Raihan membuat Raina tersentak kaget. Raina menjadi salah tingkah saat semua mata memandang kepadanya. Termasuk Raka yang pasti membutuhkan jawaban dari Raina.
" Cepatlah jangan sok jual mahal. Sebelum kakak berubah pikiran untuk memberi restu," sahut Raihan dengan ancaman becandaan.
Dengan malu Raina mengangguk. Membuat semua orang tertawa bahagia.
**************
Setelah acara makan malam dan obrolan selesai Nayra dan Raihan pun pulang. Mereka tidak menginap dan memilih kembali pulang
Raihan dan Nayra sudah berada di dalam mobil. Raina terus memikirkan kenyamanannya saat berbicara dengan Raina seakan rasa takut dan risuhnya hilang seketika. Raihan melihat ke arah istrinya yang tampak diam.
" Ada apa?" tanya Raihan memegang tangan Nayra. Nayra menggeleng tersenyum.
" Aku hanya bahagia dengan hubungan Kak Raina dan Raka," jawab Nayra.
" Aku juga," sahut Raihan mencium lembut punggung tangan istrinya. Nayra menyandarkan kepalanya di bahu Raihan dan memeluk pinggang Raihan.
__ADS_1
" Aku merindukanmu," ujar Nayra membuat Raihan mendengus.
" Kita selalu bersama, kenapa harus merindukan," jawab Raihan tersenyum mencium pucuk kepala Nayra.
" Raihan," panggil Nayra.
" Iya," sahut Raihan.
" Aku ingin kerumah kaca. Aku ingin melihat bunga liliy," ujar Nayra yang tiba-tiba kepikiran.
" Ini sudah malam, lagi pula cuaca sangat mendung. Bagaimana jika besok saja," sahut Raihan melihat akan turun hujan.
" Tapi aku ingin sekarang, aku ingin melihatnya sekarang, sebentar saja," ujar Nayra suara memohon.
" Baiklah," sahut Raihan tidak bisa menolak permintaan istrinya.
Tidak berapa lama Raihan dan Nayra pun akhirnya sampai di rumah kaca. Walau sudah larut malam. Raihan membuka kuncinya dan menggandeng tangan istrinya memasuki rumah itu.
Nayra tersenyum lebar melihat ternyata bunga liliy yang mereka tanam sudah berbunga. Matanya berbinar tidak percaya banyak bunga liliy dengan banyak warna di tempat itu. Raina langsung mendekati bunga-bunga itu dan menciumi aromanya.
" Sudah berapa lama kita tidak kemari. Kenapa aku tidak tau perkembangannya," ujar Nayra menyesal tidak melihat perkembangan bunga itu.
" Kita kemari sudah lebih satu bulan tidak kemari, aku juga tidak tau kalau sudah berubah," jawab Raihan berdiri di belakang istrinya.
" Aku sangat bahagia, aku tidak tau jika benar-benar akan melihat ini," ujar Nayra dengan kebahagian di wajahnya. Raihan tersenyum lebar melihat kebahagian istrinya.
Nayra terus melihat-lihat bunga tersebut, memegang-megang dan menghirupnya. Raihan sangat bahagia dengan istrinya yang terlihat bahagia. Senyum Nayra adalah kebahagian untuknya. Di tengah kebahagian itu. Tiba-tiba hujan turun.
" Hujan!" ujar Nayra melihat ke langit.
Di mana tetesan air hujan berada di atap kaca. Sehingga Nayra bisa melihat hujan secara langsung hal yang selama ini di tunggu-tunggu nya.
" Raihan akhirnya hujan. Akhirnya aku bisa melihat hujan," sahut Nayra sangat bahagia. Raihan berdecak tersenyum melihat istrinya yang begitu bahagia.
" Sangat indah melihat hujan dengan bukan dan bintang," ujarnya lagi dengan rasa kagum melihat ke langit yang terhalang kaca.
Raihan hanya melihat Nayra dengan kebahagiannya. Raihan duduk di pinggir tempat tidur yang ada di tempat tersebut. Raihan tidak bosan melihat tawa Nayra yang lama tidak dilihatnya.
" Kamu nikmati saja setelah hujannya berhenti kita baru pulang," ujar Raihan. Nayra mengangguk.
Raihan yang merasa lelah membuka jasnya dan membaringkan tubuhnya di tempat tidur. Memejamkan matanya perlahan. Dia cukup sangat lelah dengan kegiatan hari ini.
Malam semakin larut. Hujan tidak berhenti. Nayra tidak bosan walau bolak-balik mencium aroma bunga. Dia sangat bahagia.
__ADS_1
Pandangan Nayra melihat ke arah Raihan yang sekarang sudah berbaring di atas tempat tidur dengan mata terpejam. Nayra tersenyum melihat suaminya yang sangat tampan saat tertidur.
Nayra memetik satu tangkai bunga liliy dan berjalan mendekati Raihan. Nayra menaiki tempat tidur dan berada di atas Raihan dengan tangannya sikunya yang menahan di atas tempat tidur untuk menahan tubuhnya agar tidak tertimpa dengan Raihan.
Wajah Nayra sudah berada sangat dekat dengan Raihan. Nayra bahkan bisa merasakan suara hembusan suaminya. Nayra mengusapkan bunga lily di wajah Raihan. Dari mata, hidung, pipi sampai bibir Raihan dan Raihan sama sekali tidak terbangun dengan sentuhan lembut Nayra.
" Terimakasih sudah menerima ku selama ini," lirih Nayra mencium lembut pipi Raihan.
" Raihan aku sangat beruntung menjadi istrimu," ujar Nayra lagi mencium pipi Raihan.
Ciuman hangat di pipinya membuat Raihan bangun perlahan. Dan melihat istrinya yang sudah ada di atasnya dengan tangan Nayra berada di didanya.
" Ada apa?" lirih Raihan menahan sesak karena aroma tubuh Nayra yang sangat dekat.
" Aku mencintaimu," ujar Nayra menatap ke-2 bola mata Raihan.
" Aku juga sangat mencintaimu," jawab Raihan dengan lembut. Raihan meraih tangan Nayra mencium lembut punggung Nayra.
" Kita pulang!" ajak Raihan.
" Tapi hujannya belum berhenti," sahut Nayra. Raihan tersenyum.
" Kalau begitu istirahatlah. Hujannya selesai kita akan pulang," ujar Raihan.
Nayra menganggukkan matanya tersenyum Nayra menatap wajah suaminya dengan intens.
" Raihan aku sangat mencintaimu, aku merindukanmu," ujar Nayra lagi. Raihan tersenyum.
" Kamu sudah mengatakan itu tadi," sahut Raihan.
Nayra kembali membelai wajah Raihan dengan bunga yang di petiknya tadi. Tidak dapat di bohongi sentuhan Nayra membuat rasa dingin menjadi panas seketika. Sampai Raihan memejamkan matanya.
" Kenapa memetiknya?" tanya Raihan mengalihkan pikirannya. Nayra mungkin berusaha menggodanya.
Nayra mencium kembali pipi Raihan. Nayra kembali membuat dirinya nyaman. Bukan karena ingin memenuhi kewajibannya sebagai istri tetapi karena dia sangat mencintai suaminya.
Nayra memegang ke-2 pipi Raihan dan mendekatkan kepalanya mencium bibir Raihan. Raihan kaget menerima ciuman yang pertama kali di lakukan Nayra.
๐น๐น๐น๐น๐น๐น๐นBersambung๐น๐น๐น๐น๐น
__ADS_1
Para readers yang setia aku tunggu koment. Like kalian di sana ya. Teri makasih yang selalu suport aku.