Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 179.


__ADS_3

Raihan terus memeluk istrinya dengan erat. Sementara Nayra yang wajahnya benar-benar bersembunyi di dada bidang suaminya pasti masih tetap dengan isakannya.


" Kamu tidak perlu melakukan apapun, sekarang kamu sudah tau. Orang tua kamu sebenarnya adalah Pak David dan Tante Jihan," ujar Raihan. Nayra perlahan langsung duduk yang di ikuti Raihan.


" Raihan tapi kenapa dia tega ingin membunuhku. Apa aku memang tidak ingin di lahirkan sampai harus di bunuh?" tanya Nayra. Hatinya benar-benar sakit. Sampai tidak mau menyebut Jihan sebagai mama atau Tante yang selama ini sering di sebutnya.


Raihan mengusap air mata yang membasahi pipi Nayra. Dan meraihnya kedalam pelukannya kembali. Raihan benar-benar tidak bisa menahan dirinya untuk tidak meneteskan air mata.


Luka di hati Nayra juga adalah lukanya. Hatinya juga sangat hancur melihat masalah yang terus datang menyerang Nayra.


Raihan selalu meminta agar semua masalah itu di jatuhkan kepadanya. Karena sungguh dia tidak sanggup mendengar, melihat tangisan Nayra yang tidak ada putusnya.


Hari berubah kembali menjadi gelap. Raihan dan Nayra masih berada di tempat tidur. Sebelumnya Nayra sudah memakan beberapa suap makanan yang di berikan Raihan.


Dia memang tidak selera makan. Tetapi syukurlah Nayra masih mau makan. Raihan juga sudah memberinya obat. Nayra sudah lumayan tenang.


Ketika istrinya lumayan tenang Raihan menceritakan semuanya tentang Nayra yang bisa-bisa terpisah dari orang tua kandungnya.


Tanpa ada yang di tutup-tutupi Raihan menceritakan semuanya. Dari tujuan Nayra di lahirkan yang akan menjadi pewaris Keluarga Wilson. Jihan yang tidak ingin itu terjadi karena akan di pisahkan dari Nayra.


Sampai Jihan ingin melenyapkan dirinya sendiri. Dan akhirnya Nayra mengalami kritis. Sampai Zira meyelamatkan Nayra dan menyerahkannya kepada Aryo adik dari David.


Raihan juga memberi tahu. Kenapa Nayra tidak mengingat apa-apa tentang masa kecilnya itu semua karena Zira yang melakukannya. Raihan memang tidak menutupi semuanya dan memberitahu semua sedetail mungkin.


Sampai akhirnya Nayra menarik kesimpulan alasan selama ini Zira selalu peduli kepadanya. Karena memang Zira yang memantau pertumbuhannya dari kecil sampai dewasa.


Masalah menerima kenyataan atau tidak. Hanya Nayra yang memutuskan. Yang jelas Nayra sudah mengetahui semuanya. Dan sekarang wanita malang itu sudah tertidur setelah merasa lebih tenang. Tidak tau saat bangun apa lagi yang akan terjadi.


Raihan terus duduk di samping Nayra menggenggam tangan Nayra erat. Sesekali menghapus rambut Nayra. Wajah istrinya terlihat sangat kucel.


Mata yang bengkak karena terlalu banyak menangis. Tapi syukurlah panas Nayra sudah turun. Raihan hanya memandang iba kepada istrinya.


Bagaimana tidak hancur saat tau Carey juga adalah kakak kandung Nayra. Pasti Nayra sangat terluka dalam hal itu dan bohong jika dia tidak mengingat perlakukan Carey kepadanya.


Raihan juga sudah memberi kabar kepada keluarganya. Jika Nayra sudah baik-baik saja. Raihan juga tidak ingin keluarganya khawatir yang pasti juga di penuhi rasa bersalah.


**********

__ADS_1


Mentari pagi kembali tiba. Raihan masih tetap pada posisinya duduk di samping istrinya dengan tangan yang masih menggenggam. Jika di tanya tidur pasti Raihan tidak tidur dan lebih memilih menemani Nayra dari pada memikirkan tidurnya.


Perlahan mata Nayra yang lengket terbuka. Pertama kali yang di lihatnya adalah suaminya yang tersenyum kepadanya.


" Selamat pagi," ujar Raihan dengan lembut menundukkan kepalnya dan mencium kening Nayra.


" Raihan," lirih Raihan.


" Iya sayang kenapa?" tanya Raihan.


" Kita pulang ke Apertemen," jawab Nayra.


" Iya, kita akan pulang, tapi aku pesan makanan dulu, supaya kita makan," ujar Raihan. Nayra langsung menggeleng.


" Tidak usah, kita pulang saja, aku akan memasak untukmu, aku sudah lama tidak memasakkanmu, aku tidak mau kamu terbiasa memakan makanan luar," ujar Nayra seakan ingin melupakan kenyataan yang di terimanya.


Bukan melupakan dia hanya butuh waktu. Tetapi dia juga sadar. Jika dia seorang istri, jangan hanya karena masalahnya dia mengabaikan suaminya dan membuat suaminya jauh lebih menderita di bandingkan dirinya.


" Bukannya kamu lagi sakit?" tanya Raihan.


" Aku sudah enakan, aku ingin pulang, mandi dan memasak untukmu, bolehkan!" tanya Nayra meminta izin.


" Iya pasti, aku akan membantumu," sahut Raihan. Raihan juga melihat senyum tipis di wajah Nayra. Senyum itu jelas membuatnya bahagia.


Beberapa hari ini dia hanya melihat Nayra menangis. Dan hari ini Nayra sepertinya jauh lebih baik atau berpura-pura jika dia baik-baik saja. Karena dia tidak ingin terus terlihat sangat lemah.


**********


Mereka sudah tiba di Apertemen. Nayra juga sudah mandi dan lumayan merasa fress. Meski luarnya terlihat fress. Tetapi hatinya tidak mungkin secepat itu membaik.


Setelah Nayra mandi, Raihan menyusul mandi dan Nayra ke dapur seperti yang di katakan nya awal ingin memasakkan Raihan makanan.


********


Sementara di sisi lain Addrian, Zira, Raina dan Amira sedang menikmati sarapan. Mereka cukup lega mendengar kabar Nayra yang jauh lebih baik.


Dan mereka pasti akan memberi waktu Nayra untuk memahami semuanya. Dan apapun keputusan Nayra mengenai orang tuanya itu hak Nayra. Karena Nayra sudah dewasa.

__ADS_1


" Aku lega, akhirnya semuanya selesai," ujar Zira bernapas lega.


" Lalu ma, apa Nayra akan menerima Tante Jihan apa lagi Nayra mengetahui jika Tante Jihan...." Raina tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.


" Mungkin itu sangat sulit. Tetapi Raihan juga sudah memberikan alasannya dan semoga saja Nayra bisa memahaminya," sahut Zira.


" Lalu bagaimana dengan Pak David ma, kapan dia akan menemui Nayra?" tanya Raina lagi.


" Papa sudah bicara dengan David. Marah pasti dengan apa yang di lakukan mamamu. Karena telah memisahkan Nayra dan David. Tetapi David bisa memahaminya dan masalah menemui Nayra. David akan menemui jika Nayra siap," jawab Addrian.


" Syukurlah jika seperti itu. Tidak seperti apa yang Raina khawatir kan. Juju Raina sangat khawatir jika masalah ini akan mempengaruhi hubungan Raihan dan Nayra," sahut Raina yang memang mencemaskan hal itu.


" Kamu benar, papa juga khawatir masalah itu. Tetapi David sepertinya tidak akan mengaitkan tentang hal itu. Dia juga tau jika Nayra dan Raihan 2 magnet yang tidak bisa di pisahkan. Jadi dia akan memahaminya," ujar Addrian.


" Hhhhhhh, semoga saja semua membaik, lalu bagaimana dengan Carey, apa dia menerima semuanya?" tanya Raina.


" Carey sangat menyesal dan kemarin Carey di pindahkan ke rumah sakit rehabilitas," sahut Zira.


" Maksud mama, rumah sakit..."


" Iya Carey terus mmberteriak-teriak, kondisi kejiwaannya terganggu. Jadi terpaksa pihak kepolisian memindahkannya," jelas Zira setelah mendapat info dari Jihan.


" Ya ampun! pasti Carey menyesali perbuatannya. Apa lagi mengetahui dia melakukan itu kepada adiknya," sahut Raina yang juga ikut simpatik dengan keadaan Carey.


" Mau gimana lagi, masih sudah menjadi bubur. Mau tidak mau itu resiko yang harus di terima Carey," sahut Addrian.


" Oh iya Raina, kamu sendiri bagaimana. Masalah Nayra membuat mama sama papa sampai melupakan rencana pernikahan kamu sama Raka," sahut Zira membuat Raina kaget. Dia belum mempersiapkan apa-apa untuk bercerita ke pada orang tuanya.


" Mama sama Om Raka mau nikah," sahut Amira polos melihat ke arah mamanya yang masih bengong.


" Iya sayang, sebentar lagi Amira akan punya papa," sahut Zira memegang dagu Amira.


" Benarkah!" sahut Amira ceria. Addrian dan Zira mengganguk, " hore, berarti Amira bisa main setiap hari sama Om Raka? tanya Raina dengan wajah penuh kecerian.


" Benar sekali," sahut Zira. Sementara Raina masih diam dengan senyum tipis di wajahnya menutupi masalah yang terjadi pada hubungannya dan Raka.


" Apa yang harus aku lakukan, bagaimana cara memulai untuk mengatakan kepada mama dan papa jika hubunganku dan Raka sudah berakhir dan Amira apa lagi yang akan terjadi kepadanya. Saat apa yang di impikannya hancur seketika," batin Raina yang bingung. Wajahnya hanya berpura-pura ikut bahagia.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2