
Hari ini sebelum pergi kekantor. Raihan menemani istrinya untuk kerumah sakit memeriksakan kandungan istrinya yang sudah memasuki 15 Minggu.
Kandungan Nayra memang masih sangat muda. Tetapi sudah banyak masalah yang di hadapinya. Banyak tekanan yang di alaminya. Tetapi untung banyak orang-orang yang menyayanginya.
Yang peduli dengannya memberinya dukungan dan kekuatan. Agar mental Nayra tidak lemah dan kandungannya bisa selamat. Mungkin itu juga akan menguatkan bayinya kelak lahir.
Saat dalam kandungan saja. Bayinya sudah mengalami banyak hal. Semoga setelah lahir bayinya akan menjadi anak penyabar seperti papanya.
Raihan memang selalu menjaga Nayra dengan baik. Makanya masalah Vira. Raihan tidak ingin Nayra ikut-ikutan. Hanya apa yang ingin di tanya Nayra. Raihan akan menjawabnya tanpa ada yang di tutup-tutupi.
Nayra sudah berbaring di ranjang rumah sakit. Raihan berada di sampingnya dengan memegang tangannya. Sementara Dokter wanita yang cantik itu sudah mulai memeriksa kandungannya.
Dengan menggunakan alat di perutnya. Yang Nayra sendiri tidak tau alat apa itu. Yang penting saat Dokter memutar-mutar kan alat itu di tubuhnya. Nayra merasa kegelian.
Tetapi itu sepertinya alat USG. Karena mata Dokter terus melihat layar monitor. Yang juga pada akhirnya Nayra dan Raihan melihatnya.
" Itu baginya?" tanya Raihan begitu polosnya. Yang memang baru pertama kali melihat secara langsung lewat USG.
" Benar pak," sahut Dokter tersenyum.
Nayra dan Raihan saling melihat dengan wajah mereka yang penuh kebahagian. Senyum sumringah dengan mata yang Berkacalah. Pasti sangat haru ketika melihat calon bayi mereka.
Anak yang selama ini mereka tunggu-tunggu bagaimana tidak haru dan pasti sudah tidak sabaran untuk menunggu kelahiran bayi tersebut.
" Alhamdulillah janin Bu Nayra baik-baik saja," ujat Dokter yang memberi kabar baik.
" Alhamdulillah," sahut Nayra dan Raihan serentak. Mereka lega dengan kondisi Nayra.
" Tapi harus tetap jaga kesehatan. Vitaminnya rutin di minum dan pasti jangan terlalu stres. Karena pikiran yang tidak baik bisa berpengaruh pada kandungan ibu," jelas Dokter memberi peringatan.
" Iya Dokter terima kasih sarannya, saya akan terus mengingatkan istri saya," ujar Raihan.
" Iya memang harus. Siaganya suami sangat di butuhkan untuk keadaan seperti ini. Agar Bu Nayra dan bayinya tetap sehat," ujar Dokter.
" Iya Dok," sahut Nayra.
Raihan dan Nayra kembali melihat layar USG dengan tangan yang terus saling menggenggam.
" Apa Bu Nayra masih suka mual-mual?" tanya Dokter.
" Masih Dok," sahut Nayra memang apa adanya.
__ADS_1
" Nanti saya akan berikan obat untuk mengurangi rasa mualnya," ujar Dokter.
" Iya terima kasih Dok," sahut Nayra.
***********
Setelah memeriksakan kandungan, melihat bayi mereka yang sudah mulai terlihat. Juga berbincang-bincang dengan Dokter. Nayra dan Raihan keluar dari ruangan Dokter.
Tangan Raihan di letakkan di pundak istrinya. Mereka berjalan dengan langkah yang pelan sambil bercerita
" Kamu mau makan dulu?" tanya Raihan.
" Memang kamu tidak telat kekantor?" tanya Nayra.
" Sayang Perusaahan itu punya kita. Jadi kalau bos bebas," sahut Raihan.
" Tetap saja. Kamu harus menunjukkan ke disiplinan kamu sama karyawan kamu. Biar karyawan kamu bisa mencontoh yang baik dari kamu," ujar Nayra menceramahi suaminya.
" Memang aku kurang di disiplin apa coba. Aku pimpinan yang sangat disiplin," sahut Raihan menyombongkan diri.
" Lagi pula, kalau bermalas-malasan demi istri itu biasa," lanjut Raihan mencubit lembut pipi tembam istrinya. Istrinya memang lumayan tembam belakangan ini mungkin hormon dari kandungannya.
" Iya deh," sahut Nayra mengiyakan aja.
" Kak Carey," tegur Nayra.
" Nayra," sahut Carey yang langsung menghampiri istrinya.
" Kakak ngapain di sini?" tanya Nayra melihat tulisan ruangan yang tadi kakaknya keluar dari sana. Pemerikasaan rahim.
" Kakak cek kandungan," celutuk Nayra tiba-tiba. Dion dan Carey saling melihat. Dengan kata-kata Nayra.
" Tidak Nayra," sahut Carey dengan cepat sebelum Nayra berpikir yang lain-lain.
" Lalu?" tanya Nayra.
" Ada masalah dengan perut kakak, dan di alihkan untuk melakukan pemeriksaan didalam sana," jelas Carey.
" Tapi kakak tidak apa-apa kan?" tanya Nayra.
" Kakak tidak apa-apa. Semuanya Alhamdulillah baik-baik saja. Kakak hanya kurang beristirahat," jawab Carey.
__ADS_1
" Syukurlah. Aku juga melihat kakak sangat pucat," ujar Nayra baru memperhatikan wajah kakaknya.
" Carey sakit sejak tadi malam. Aku sudah menyuruhnya ke Dokter. Tetapi dia tidak mau. Dan hari ini aku memaksanya," sahut Dion memperjelas.
" Kak," lirih Nayra yang menjadi cemas.
" Sudahlah aku tidak apa-apa, lupakan saja. Oh iya kalian sendiri kenapa bisa ada di sini?" tanya Carey.
" Kami sedang mengecek kandungan," jawab Raihan.
" Lalu bagaiman apa kandungan kamu sehat?" tanya Carey mengusap perut Nayra.
" Sehat kak, aku sama Raihan juga tadi melihat dedek bayinya," ujar Nayra dengan wajahnya yang sumringah menceritakan kepada kakaknya. Carey yang mendengarnya juga bahagia dan bahkan tersenyum.
" Nayra sangat bahagia dengan kehamilannya semoga kandungannya sehat terus," batin Carey. Senyum di wajah Carey yang penuh arti membuat Dion melihat ke arah Carey.
" Kenapa dia sampai seperti itu. Bukannya hal biasa jika wanita hamil melihat USG anaknya. Dia bahkan lebih bahagia dari pada sang ibu....Apa dia ingin....." " Dion apa yang kau pikirkan," Bergerutu sendiri di dalam hatinya.
Sepertinya Dion ingin melanjutkan kegiatannya yang kemarin gagal. Tetapi Carey sepertinya masih sedang datang bulan. Dan dia tau hal itu. Karena tadi sewaktu pemeriksaan Dion ada di dalam.
Salah satu tubuh Carey sangat lemas karena banyaknya darah mensturasi yang keluar yang tidak normal. Makanya Carey sampai seperti itu.
Tetapi seperti yang di katakan Carey kepada adiknya tadi. Kondisinya baik-baik saja. Tidak ada masalah. Carey hanya perlu memperbaiki makanannya. Tidak memakan makanan asal.
" Kalian sudah sarapan?" tanya Raihan di tengah pembicaraan Carey dan Nayra.
" Kalau belum kita sarapan bareng," ajak Raihan menawarkan.
" Boleh juga, aku juga belum sarapan, Carey juga tadi hanya makan bubur saja," sahut Dion tidak masalah dengan tawaran sahabatnya.
" Ya sudah ayok kalau begitu," ajak Raihan. Dion dan Carey mengangguk. Carey berjalan dengan menggenggam tangan adiknya. Mereka berjalan di depan. Raihan dan Dion di belakang mereka.
" Apa mereka memang sangat dekat?" tanya Dion pada Raihan.
" Namanya juga adik kakak," sahut Raihan.
" Iya sih," ujar Dion. Walau Dion juga tau Carey dan Nayra hubungan saudara yang seperti apa.
Memang sebelum menikah dengan Carey. Mamanya sudah mengatakan semua kepada Dion tentang Carey.
Walau saat itu mamanya berbicara panjang lebar dan Dion tidak mendengarnya masuk kuping kiri keluar kuping kanan. Tetapi Dion mengingat hal itu. Semakin hari Dion memang sangat ingin mengetahui tentang Carey lebih dalam lagi.
__ADS_1
Bersambung.....