
Angga hanya terdiam mendengar kan pembicaraan Luci dan juga Celine di dalam kamar dan tidak jadi mengetuk pintu.
" Lalu bagaimana dengan Angga. Apa dia juga punya perasaan dengan kak Della?" tanya Celine bingung.
" Kak, Celine aku rasa. Kak Della dan kak Angga sama-sama punya perasaan yang sama. Dia juga pasti menyukai dan mencintai kak Della. Kalau tidak ngapain coba kak Angga bawa kak Della ke new Zealand dan bahkan mereka tinggal bersama lebih 3 bukan dan juga kak Angga satu-satunya orang yang tau tentang kak Della. Ya kalau kak Angga tidak punya perasaan apa-apa pada kak Della. Mana mungkin sampai harus melakukan semua itu hanya untuk kak Della," ujar Luci dengan menjelaskan.
" Benar juga sih apa yang kamu katakan," sahut Celine yang setuju-setuju saja.
" Ya, kakak juga coba pikir aja dulu. Memang ada wanita dan Pria tinggal bersama tanpa ada perasaan walaupun mereka bersahabat. Itu nggak mungkin banget. Ya pasti ke-2nya mempunyai perasaan yang lebih dari teman," ujar Luci yang sangat memahami kakaknya.
" Kamu memang benar. Tapi memang aneh sih. Mereka ber-2 malah kelihatan jaga jarak semenjak pulang dari New Zealand dan bahkan tidak pernah teguran sama sekali. Baru belakangan ini aja mereka tampak biasa dan tidak saling menjauh," sahut Celine yang baru menyadari situasi yang di hadapi sang kakak.
" Dan itu kejadiannya. Semenjak Karen ada. Mungkin saja. Kak Della baru menyadari perasaannya masih ada saat kak Angga dengan wanita lain. Seperti ada ketidak relaan yang terpendam dan tidak bisa di ungkapkan. Ketika menyadari kekurangan yang kita miliki dan tidak pantas bersanding dengan orang di cintai," sahut Luci dengan bijak menarik keputusan.
" Ya kalau Angga memang mencintai kak Della. Ya seharusnya Angga harus menerima kekurangan kak Della. Menerima tanpa melihat cacat dari kak Della," sahut Celine.
" Aku juga tidak tau kak. Tapi aku memang sangat kecewa saat kak Angga mengenalkan pacarnya. Seolah-olah dia memang tidak punya perasaan lagi dengan kak Della," sahut Luci dengan wajah murungnya.
" Lagian, aku juga melihat Karen bukan wanita baik-baik," sahut Celine yang sepertinya tidak menyukai Karen.
" Mungkin kakak benar. Tapi apalah daya. Kak Della tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk menyaingi saja mana mungkin dan dia mungkin hanya bisa diam dengan perasaannya," sahut Luci.
" Padahal, dari kecil kak Della menyukai Angga. Masa iya sih Angga tidak mau mengorbankan perasaannya sedikit saja," sahut Celine yang tampak menyayangkan hal itu.
Angga hanya mendengar saja di depan pintu dengan wajahnya yang sendu dan penuh penyesalan yang tidak bisa melakukan apa-apa sahut untuk Della. Padahal jika dia tidak egois dan bersabar menghadapi Della. Pasti hubungan mereka masih terselamatkan.
" Della, kenapa kamu menyakiti diri kamu sendiri. Kenapa kamu tidak jujur dengan perasaan kamu yang berkali-kali aku sudah tanyakan," batin Angga.
" Kita berdoa saja yang terbaik. Semoga memang ada jalan yang terbaik," sahut Celine.
" Iya, memang hanya doa yang bisa menyelesaikan semuanya," sahut Luci.
__ADS_1
Ceklek.
Celine dan Luci kaget mendengar bukaan pintu dan mereka saling melihat.
" Kak Angga," sahut Luci kaget dengan kehadiran Angga.
" Tante Aca bilang. Jika kalian sudah selesai beres-beresnya. Kalian bisa menyusul keatas yang lain sudah menunggu," ujar Angga dengan santai. Namun Luci dan Celine yang tampak gugup.
" Apa kak Angga mendengar kan pembicaraan ku dengan kak Celine," batin Luci yang kepikiran.
" Kalian kenapa diam ayo naik," sahut Angga yang melihat Luci dan Celine bengong dan tampak gugup.
" Oh. Iya, kami sudah selesai kok," sahut Celine yang tampak sangat gugup.
" Ya sudah aku duluan," sahut Angga. Celine dan Luci mengangguk dan Angga pergi terlebih dahulu dan tidak lupa menutup pintu.
" Apa kak Angga mendengarnya?" tanya Luci.
" Aku rasa tidak. Sudahlah ayo kita pergi. Nggak usah mikir apa-apa. Walau Angga mendengarnya justru bagus. Agar dia sadar," sahut Celine yang tampaknya tidak mempermasalahkan masalah itu.
**********
Nayra dan Raihan berada di atas tempat tidur dengan posisi Raihan yang tengkurap menghadap Kinara dan Nayra yang sedang mengganti pemperses sang putri.
Raihan sambil mengajak putri cantiknya itu bicara dengan memainkan kerincingan yang membuat Kinara tidak henti-hentinya tertawa gemes.
" Nanti kalau anak papa besar, pasti banyak nih, cowok-cowok yang antri mendekatinya," ujar Raihan.
" Sayang kamu itu mikirnya kejauhan. Kinara masih kecil juga. Sudah bicara masala cowok-cowok," sahut Nayra tampak kesal. Maklum pemikiran ibu sama bapak pasti berbeda.
" Nggak apa-apa dong sayang. Supaya nanti kalau Kinara sudah besar. Bisa memilih pacar yang tepat. Nggak boleh asal-asalan," sahut Raihan tampak serius.
__ADS_1
" Ishhh, kamu ini ngajarin anak nggak benar. Nggak ada pacar-pacaran. Kinara nggak boleh pacaran. Pergaulan anak itu semakin lama semakin jauh dan aku tidak mau kalau Kinara akan kenapa-kenapa. Hanya karena pacaran. Apa saat usianya masih remaja. Nggak boleh pokoknya," sahut Nayra yang menegaskan dengan wajahnya yang sangat serius.
" Ya ampun Kinara. Mama kamu benar-benar nggak adil ya. Masa iya anak papa nggak di kasih pacaran. Padahal dulu mama kamu masih SMP aja sudah pacaran. Nggak adil banget iya kan," sahut Aditya dahi Nayra mengkerut dan Kinara malah tertawa lepas.
" Ishhhh, itu karena kamu yang ngajarin aku yang pacaran," sahut Nayra malah jadi kesal. Sampai memukul suaminya dengan baju Kinara.
" Lihat sayang, mama kamu malah nyalahin papa. Memang nggak pernah mau kalah, memang dasar mama kamu aneh," ujar Kevin yang terus mengejek istrinya membuat Nayra semakin geram saja. Dan sampai wajah cantik Nayra harus mengkerut dan Raihan mengangkat kepalanya melihat wajah istrinya sudah cemberut dan langsung membuatnya tersenyum puas.
" Maaf sayang, kamu langsung marah seperti itu," sahut Raihan mengusap-usap pipi Nayra.
" Kamu sih nyebelin," sahut Nayra kesal.
" Iya maaf, aku hanya bercanda. Siapa juga yang mau ngajarin Kinara pacaran," sahut Raihan yang mana tega melihat istrinya ngambek.
" Sudah dong sayang, tuh di lihatin Kinara. Masa iya mamanya ngambek," sahut Raihan. Dan Nayra barulah kembali tersenyum.
" Ya sudah, awas kalau bahas itu lagi," sahut Nayra.
" Nggak akan, kamu tenang saja," sahut Raihan.
" Oh iya sayang, bagaimana dengan Alex apa dia sudah tau tentang Karen dan Danu apa ada hubungannya?" tanya Nayra penasaran dengan hal itu.
" Kamu tenang saja. Alex sedang merencanakan sesuatu. Jadi semuanya akan baik-baik saja," sahut Raihan yang membuat Nayra penasaran saja.
" Rencana apa?" tanya Nayra heran.
" Yang jelas. Masalahnya akan selesai. Kita Tidka perlu bercerita pada Angga. Biar situasi yang akan menceritakan pada Angga. Karena fakta akan terungkap dan semuanya akan mengalir sesuai rencana dan lebih menariknya kesannya tidak ada yang tau dan lebih tepatnya akan membuat suatu kejutan," ujar Raihan dengan penuh teka-teki yang membuat Nayra semakin penasaran.
" Sayang aku tidak mengerti apa yang kamu katakan," sahut Nayra benar-benar bingung.
" Sudah jangan memikirkan apa-apa. Semuanya akan baik-baik saja. Kita hanya menonton saja," sahut Raihan. Nayra membuang napas panjang kedepan.
__ADS_1
" Yaudah deh," sahut Nayra mengikut saja. Kalau suaminya bilang aman ya berarti memang aman. Jadi dia tidak perlu memikirkan apa-apa lagi.
Bersambung