
Hari pernikahan.
Akhirnya hari pernikahan Carey dan Dion tiba. Dion memang tidak bisa melakukan apa-apa lagi. Dia hanya menurut saja pada sang mama. Baginya kesialan yang iya dapatkan saat bertemu Carey. Dan akhirnya dia dipaksa untuk menikah.
Pernikahan Carey dan Dion di adakan di mesjid tidak jauh dari rumah Carey. Keluarga Dion dan para tamu undangan sudah mulai berdatangan
Pernikahan Dion dan Carey juga sekalian acara reunian untuk Zira dan teman-temannya yang merupakan orang tua dari sahabat-sabatnya yang sudah lama tidak bertemu kerena kesibukan masing-masing.
Seperti sekarang ini. Zira, Jihan, Saski, Aca, Tasya, Putri dan Kayla sudah berkumpul sambil mengobrol. Wanita-wanita itu meski sudah tua tetapi tetap cantik dan modis sampai sekarang.
" Tidak menyangka Carey akhirnya akan menikah," ujar Zira dengan senyum di wajahnya yang di lapisi ke haruan.
Jika mengingat kebelakang. Carey sempat akan di jodohkan dengan Raihan.
Bahkan gara-gara permasalahan itu Raihan dan dirinya tidak pernah akur. Bahkan kejadian buruk juga terjadi.
Karena cinta yang salah itu. Tetapi itu hanya masa lalu. Karena sekarang Carey sudah menemukan jodohnya.
" Alhamdulillah Zira. Aku juga tidak menyangka jika Carey akan menikah," sahut Jihan yang pasti merasa bahagia dan sedih. Karena ke-2 anak perempuannya sudah menemukan pasangan masing-masing.
" Sangat di sayangkan Della membatalkan pernikahannya," sahut Aca merasa menyayangkan hal itu.
" Mungkin belom jodoh Aca. Semoga saja. Della secepatnya menemukan laki-laki yang tepat," sahut Kayla berdoa dengan tulus.
Tidak tau saja anaknya dan gadis yang di doakan nya sudah menjalin hubungan. Bahkan mereka tinggal di Luar Negri.
" Amin kita doakan yang terbaik. Hubungan itu tidak bisa ditebak. Contohnya saja Sony dan Dara. Pacaran 5 tahun tetapi putus di tengah jalan. Jadi kita sebagai orang tua hanya bisa mendoakan saja," ujar Saski yang sejak dulu kata-kata bijaknya tidak pernah hilang.
" Benar kata Saski, hubungan yang lama itu belum tentu bisa di bawa kepelaminan. Jangan kan seperti itu. Andini saja sejak awal mau mengenalkan calon suaminya. Sampai sekarang tidak jadi dan tidak tau apa mereka masih berhubungan atau tidak," ucap Putri mengingat anaknya yang gagal bertemu dengan calon menantunya.
Putri juga tidak tau. Apa anaknya masih menjalin hubungan atau tidak dengan Pria yang sama sekali belum pernah di lihatnya.
" Hubungan lama itu cuma ada pada Raihan. Lihat saja dia hanya mencintai cinta pertamanya," sahut Tasya yang melihat kearah Raihan yang mengobrol bersama teman-teman nya.
__ADS_1
" Siapa dulu papa dan mamanya, raja dan ratunya bucin," sahut Kayla menggoda Zira. Hal itu membuat mereka tertawa-tawa
Lain para orang tua yang membicarakan anaknya. Carey sang pengantin wanita masih berada di dalam kamar yang di temani. Nayra, Dara, Luci, Celine dan Andini.
Carey duduk di depan cermin dengan memakai kebaya lengkap dengan hijabnya yang cantik dengan beberapa rangkaian hiasan kepala di atas hijabnya.
Carey terlihat cantik dan anggun dengan balutan kebaya yang melekat di tubuhnya. Ditanya gemetar. Pasti Carey sangat gemetar dengan pernikahannya.
" Jangan terlalu tegang Carey, santai aja," ujar Dara yang jelas melihat ketegangan di wajah Carey.
" Wajarlah kak Carey tegang namanya juga mau menikah," sahut Luci.
" Kakak sangat cantik hari ini," puji Nayra tersenyum lebar melihat wajah sang kakak dari depan cermin.
" Makasih Nayra," jawab Carey tersenyum tipis.
" Ya sudah sekarang ayo kita keluar. Yang lain pasti sudah menunggu," ujar Celine.
Benar," sahut Andini.
Nayra mengandeng tangan kakaknya sebelah kanan sementara Andini menggandeng sebelah kiri. Yang lainnya berada di belakang dengan berjejer.
Semua tamu sudah berkumpul. Sudah duduk menunggu. Dion juga sudah duduk di depan penghulu. Dion memakai stelan pakaian putih dengan jas putih dan peci putih. Meski wajah nya merengut tetapi dia sangat tampan hari ini.
" Kapan aku bangun dari mimpi buruk ini," batin Dion kesal. Dia masih berharap semuanya hanya mimpi.
Akhirnya sang pengantin wanita tiba. Semua mata tertuju pada wanita yang anggun dan cantik yang berjalan dengan pelan menuju tempat pembacaan ijab Kabul.
" Lihat istri kamu cantik bukan," bisik Erina pada putranya yang sedari tadi gelisah. Tidak sengaja mata Dion pun melihat wanita yang akan di nikahinya.
Dion harus mengakui jika memang calon istrinya cantik. Tetapi dia hanya melihat sebentar dan langsung mengalihkan pandangannya. Padahal Dion pasti masih ingin melihatnya.
Carey pun akhirnya sudah duduk di sebelah Dion membuat Dion semakin gelisah.
__ADS_1
" Kamu cantik sekali Carey," puji Erina calon mertuanya.
" Terima kasih Bu," jawab Carey tersenyum tipis. Carey menoleh kesebelahnya melihat Dion yang seperti cacing kepanasan.
Nayra memasangkan selendang ke atas kepala ke-2nya. Lalu dia mendekati suaminya duduk di samping sang suami dan memeluk lengan suaminya. Raihan tersenyum melihat istrinya.
" Baiklah kita akan mulai," ujar penghulu menjulurkan tangannya. Dion menarik napasnya dengan panjang dan membuat perlahan menyambut uluran tangan itu.
" Saya nikahkan Carey Lamosi Binti Jidan dengan maskawin seperangkat alat sholat dan emas sebesar 30 gr.
" Saya terima nikahnya Carey Lamosi binti Jidan dengan maskawin tersebut di bayar tunai," sahut Dion dengan sekali tarikan napas.
" Bagaiman sah?" tanya penghulu melihat di sekelilingnya.
" Sah," sahut semuanya.
Alhamdulillah.
Carey membuang napasnya perlahan kedepan ketika dia sudah resmi menjadi seorang istri. Raihan dan Nayra yang tepat berada di belakang pengantin baru itu saling melihat tersenyum ikut merasa bahagia.
Jihan meneteskan air matanya. Dia pasti ibu yang sangat bahagia. Melihat pernikahan putrinya.
Mata Jihan juga menoleh ke arah Nayra yang tersenyum dan melihat Raihan mengusap rambut Nayra.
Membuatnya beruntung melihat anaknya mendapatkan cinta dari laki-laki yang sangat tulus. Zira yang menyadari keharuan pada sahabatnya mengusap pundak sahabatnya itu.
Mereka pun melanjutkan dengan berdoa yang khusyuk. Setelah selesai berdoa Carey menghadap Dion. Mencium punggung tangan suaminya untuk yang pertama kalinya menyentuh tangan itu. Dion juga mencium kening Carey yang sudah menjadi istrinya.
Senyum lebar terlihat di wajah Erina melihat putranya menikah dengan wanita pilihannya. Wanita yang pertama kali di lihatnya sudah membuatnya jatuh cinta.
" Meski pernikahan ini adalah perjodohan tetapi aku bersyukur pada mu ya Allah memberiku kesempatan untuk membangun rumah tangga dengan Pria di hadapanku yang sudah menjadi suamiku. Meski aku tidak tau bagaimana selanjutnya kami menghadapi rumah tangga nanti," batin Carey yang memang harus khawatir untuk kedepannya.
" Ini bukan mimpi dia memang sudah menjadi istriku," batin Dion yang sadar dari tidurnya. Dion harus menerima kenyataan dengan Carey yang sekarang sudah menjadi istrinya.
__ADS_1
Bersambung...