
Acara tetap di lanjutkan, sekarang sedang di laksanakan pesta dansa. Carey berdansa dengan romantis bersama Raihan. Nayra hanya melihat saja bagaimana laki-laki yang di cintainya sangat romantis.
Dari awal dia datang ke acara itu Raihan bahkan tidak mempedulikannya. Sekedar menyapa atau apapun. Raihan seakan sengaja melakukan semua itu kepadanya.
" Apa ini kejutan yang kamu maksud Raihan," batin Nayra yang merasa sangat sesak.
" Nayra," sapa Angga berdiri di sampingnya.
" Pak Angga," sapa Nayra tersenyum. Dia harus pura-pura jika tidak terjadi apa-apa kepadanya.
" Apa kamu baik-baik saja?" tanya Angga.
" Iya saya baik-baik saja, Hmmm ini sudah malam, saya harus pulang Pak," ujar Nayra pamit.
" Permisi," Nayra menundukkan kepalanya dan langsung melangkahkan kakinya. Namun Angga menahan tangannya. Sesat itu juga Raihan yang berdansa dengan Carey melihat ke arah Angga dan Nayra.
" Biar saya antar kamu pulang!" ujar Angga. Nayra tersenyum.
" Tidak usah pak, saya sudah di jemput di depan," ujar Nayra menggeser tangan Angga dari lengannya dan pergi melanjutkan langkahnya.
Nayra yang tidak tahan dan lebih baik memilih pergi. Raihan menyadari kepergian Nayra. Raihan pun menghentikan dansanya, melepas tangannya dari pinggang Carey.
" Raihan," panggil Carey.
" Aku mau istirahat," jawab Raihan dingin. Angga menoleh ke arah Raihan yang tiba-tiba meninggalkan Carey.
" Apa sebenarnya yang di inginkannya," batin Angga mengepal tangannya. Rasanya dia ingin menonjok Raihan.
Sementara di sudut sana, Della juga menyaksikan drama itu. Sampai detik ini Della masih berusaha mencerna apa yang terjadi. Dia tidak mengerti dengan jalan pikiran Raihan.
***********
Sekarang Nayra sudah berada di dalam Taxi. Wajahnya sangat sedih. Air matanya akhirnya menetes kala mengingat apa yang terjadi di pesta itu.
Dadanya masih sangat sesak dengan apa yang di lihatnya. Tangannya memegang kalung yang melingkar di lehernya. Kemarin Raihan kembali menyuruhnya memakainya.
Dalam tangisnya Nayra kembali mengingat kebersamaannya dengan Raihan belakangan ini. Hal yang dulu sering di lakukannya bersama Raihan. Tetapi hanya beberapa jam semuanya berubah.
Raihan berhasil mengaduk perasaannya. Rasa cemburunya, pemasaran, marah. Tetapi seakan mulutnya di tutup untuk melakukan protes. Nayra hanya berharap jika itu mimpi. Mimpi buruk dan dia harus segera bangun.
" Apa aku membuat kesalahan Raihan. Kenapa kamu melakukan ini," Nayra terus bertanya di dalam hatinya.
Dia mungkin tidak akan semelo ini. Jika dia dan Raihan tidak ada hubungan apa-apa.
*********
__ADS_1
Setelah acara pesta selesai Raihan kembali pulang kerumah. Raihan di antar oleh Raka. Raihan yang duduk di bangku belakang terlihat melamun.
Wajahnya terlihat begitu pemikir. Dia terus memijat kepalanya. Yang terasa sangat berat. Mungkin dia juga memikirkan dengan apa yang terjadi di acara pesta tadi.
Raihan hanya mengingat bagaimana mata cantik Nayra yang berkaca-kaca. Mata dengan penuh pertanyaan. Mata yang mengharapkan jawaban.
" Sudah sampai pak," ujar Raka melihat Raihan dari kaca spion.
Raihan tersadar dari lamunannya, dan mengusap wajahnya. Menghembus matanya ke depan. Tanpa bicara apa-apa Raihan membuka pintu mobil. Raihan keluar dari mobil dan langsung memasuki rumahnya.
Raihan berjalan menuju anak tangga, dengan jas yang sudah di bukanya dan sekarang di tentangnya di lengannya.
" Raihan," suara lantang itu menghentikan langkah Raihan.
Ruang tamu yang gelap menjadi terang. Raihan langsung menoleh ke belakang dan melihat papanya yang duduk di sofa menatapnya dengan beribu pertanyaan.
" Apa yang kamu lakukan?" tanya Addrian to the point.
Raihan menghela napasnya. Dia yakin apa yang barusan di lakukan di pesta akan di permasalahkan oleh papanya.
" Apa maksud papa, aku tidak melakukan apapun," jawab Raihan dengan santai.
" Jangan pura-pura bodoh, Drama apa yang kamu buat," ujar Addrian dengan suara mulai keras.
" Drama, aku, aku yang buat Drama. Ada apa Pa, bukannya papa sama mama yang buat Drama dan ketika aku melanjutkannya kenapa kalian harus protes," sahut Raihan dengan sinis.
" Aku tidak asal bicara. Aku hanya melanjutkannya permainan kalian," ujar Raihan dengan sinis.
" Raihan," teriak Zira yang datang tiba-tiba dia tidak bisa jika tidak memarahi putranya itu.
" Mama juga akan mengintimidasi ku. Karena hal tadi. Apa karena Nara pemerannya mama akan memarahiku. Jika orang lain mama tidak akan peduli," ujar Raihan dengan sinis.
" Jaga bicara kamu. Mama tidak akan protes. Jika kamu melakukan hal yang benar," sahut Zira.
" Apa yang aku lakukan salah, apa memberi kue pada Carey hal yang salah, apa menciumnya salah, apa mengaguminya salah," sahut Raihan berbicara dengan santai.
Zira dengan kesal melempar lembaran foto-foto kewajah Raihan. Sampai Raihan memejamkan matanya.
" Semua tidak akan salah jika ini tidak ada," ujar Zira menekan suaranya.
Raihan melihat lembaran foto yang jatuh di lantai. Foto dirinya dan Nayra. Foto saat di dan Nayra di kantor, Raihan menggendongn Nayra kerumah sakit. Foto saat dia dan Nayra berpelukan di Desa, bergandengan tangan.
Dia mendatangi Nayra ke Apertemen. Bahkan yang lebih parah foto dia berciuman dengan Nayra di dalam bus.
" Sial," desis Raihan mengepal tangannya. Raihan menelan salavinanya. Tidak menyangka jika mamanya bisa mendapatkan semua itu.
__ADS_1
" Mama mengawasiku?" tanya Raihan menahan emosinya.
" Kenapa apa ada yang lebih parah dari ini," jawab Nayra menatap tajam Raihan.
" Aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Nara," ujar Raihan dengan suara beratnya. Mulutnya berkata tidak. Tetapi hatinya memberontak untuk mengeluarkan kata-kata itu.
" Tidak ada hubungan, lalu apa yang kamu lakukan. Apa kamu sengaja melakukan semua ini. Apa sengaja mempermainkan Nayra," teriak Zira.
" Aku tidak mempermaikannya, tapi mama, mama yang membuat Nayra ada di dalam permainan ini," teriak Raihan.
" Raihan cukup, berani kamu membentak mama kamu," bentak Addrian dengan tegas.
Raihan mengusap wajahnya kasar. Dia memang akan menjadi anak yang membentak orang tuanya. Jika mamanya terus menyalahkannya atas Nayra. Raihan menghela napasnya berusaha meredakan emosinya yang meledak-ledak.
" Selalu seperti ini. Aku sudah capek ma," ujar Raihan.
" Kamu yang menyulitkan diri kamu sendiri," ujar Zira.
" Raihan papa kecewa sama kamu. Dengan tindakan kamu malam ini. Kamu sangat keterlaluan," ujar Addrian dengan suaranya yang kecewa.
" Raihan sudah mengatakan dari awal. Kalian yang memasukkan Nara kedalam Drama ini. Jika kalian tidak tahan bermain, seret dia sekarang juga sebelum kalian melihatnya jauh lebih hancur," ujar Raihan mengepal tangannya.
Mendengar perkataan putranya yang terlihat emosi. Zira hanya geleng-geleng. Dia tidak tau apa yang ada di pikiran putranya.
" Raihan, sebaiknya kamu hentikan sebelum semua terlambat," ujar Addrian mengingatkan.
Raihan menelan salavinanya. Dia malah mendengus dan tersenyum kepada orang tuanya. Raihan membalikkan tubuhnya memilih pergi.
" Kamu akan kembali terluka jika kamu melanjutkan semua ini," langkah Raihan terhenti mendengar hal itu, " jadi papa harap hentikan semuanya Raihan sebelum terlambat,"
" Aku tidak mungkin menghentikan sesuatu yang sudah berjalan jauh," jawab Raihan tanpa membalikkan tubuhnya.
" Terserah kamu papa sudah mengingatkan kamu Raihan. Kamu juga sudah dewasa. Percayalah kepada papa kamu yang akan menyesal dengan semua ini," tegas Addrian memberi peringatan.
Raihan tidak menjawab dan kembali melanjutkan langkahnya. Zira di balik tembok mendengar pertengkaran putranya dan suaminya.
Zira mendekati suaminya dan mengusap pundak Addrian. Addrian menoleh ke arahnya dan tersenyum pada istrinya.
" Semua akan baik-baik saja," ujar Addrian meyakinkan istrinya. Zira mengangguk lalu mereka pun pergi meninggalkan ruang tamu.
Setelah kepergian mama dan papanya. Raina yang sedari tadi berada di balik tembok mendengarkan pertengkaran itu. Mendekati ruang tamu. Raina berjalan dan berjongkok melihat beberapa foto yang berserakan di lantai.
" Dari mana mama mendapatkan foto-foto ini. Apa mama memang menyewa mata-mata," gumam Raina yang penasaran.
Dia hanya mendengar hubungan kakaknya dan Nayra kembali membaik. Tetapi dia sangat shock dengan foto-foto yang barusan di lihatnya.
__ADS_1
Hal itu jelas membuktikan jika kakaknya kembali melanjutkan hubungan dengan Nayra dan apa yang terjadi di acara pesta. Pasti Nayra sangat terluka.
...Bersambung..........