Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 27


__ADS_3

Nayra pulang ke Apertemennya. Nayra mengetik sandi Apertemennya.


" Aku ganti saja sandinya," gumamnya berpikir sejenak, jarinya mulai menekan tombol sandi Apertemen, namun langsung terhenti. Dikala Nayra mengingat sesuatu.


" Awas saja jika kau berani mengganti sandi Apertemenmu,"


Perkataan Raihan teringat dalam benaknya. Mengingat kata-kata Raihan. Nayra tidak jadi berencana mengganti sandi Apertemennya. Dia seakan takut dengan ancaman Raihan.


Raihan memang sangat mudah mengetahui sandi Apertemen Nayra. Nayra memang sedikit teledor sandi Apertemen adalah angka favoritnya dengan Raihan.


Bukan hanya Raihan yang belum move on tetapi Nayra juga belum move on. Lama berpikir. Nayra pun memasuki Apertemennya.


Nayra duduk di ruang tengah. Memejamkan matanya, tubuhnya sangat lelah dengan semua keadaannya. Lagi-lagi Nayra mengingat ucapan Raihan yang mengenai orang tuanya.


Nayra memang dari dulu hidup sendiri. Sejak remaja dia terbiasa mandiri tidak ikut dengan orang tuanya yang sudah memiliki kehidupan masing-masing.


Nayra juga Anak satu-satunya dari ke-2 orang tua kandungnya. Dalam lamunannya tidak sadar air matanya jatuh.


*******


Addrian menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang. Zira memasuki kamarnya dan menghampiri suaminya berbaring di samping suaminya.


" Sayang, Ada apa, kenapa kamu terlihat gelisah?" tanya Addrian yang melihat wajah istrinya yang memikirkan sesuatu.


" Aku kepikiran Raihan?" jawab Zira.


" Ada apa dengan Raihan, bukannya dia sudah berada di Perusahaan dan menurut informasi dari Raina dia juga serius dalam bekerja," ujar Addrian.


" Aku tau. Bukan masalah Perusahaan yang aku khawatirkan," sahut Zira.


" Lalu apa?" tanya Addrian mengusap rambut istrinya.


" Asmaranya," ujar Zira.


" Sayang, bukannya kamu sudah mengatakan tidak akan menjodohkan dia dengan siapapun dan sekarang apa lagi, kenapa tiba-tiba kembali membahas masalah asmaranya," ujar Addrian.


" Bukan itu sayang. Ini masalah Angga," ujar Zira membuat Addrian bingung.


" Ada apa lagi dengannya?" tanya Addrian.


" Angga berniat melamar Nayra. Tadi Kayla datang kemari dan Kayla mengatakan ingin melamar Nayra untuk Angga," jelas Zira.


" Lalu, apa yang kamu khawatirkan?" tanya Angga


" Sayang aku khawatir, Raihan dan Angga, aku tidak ingin jika mereka terlibat cekcok hanya karena wanita," ujar Zira dengan wajah cemasnya.

__ADS_1


" Kenapa kamu bisa berpikir seperti itu. Bukannya Raihan dan Nayra tidak memiliki hubungan apa-apa," ujar Raihan. Zira pun duduk menghadap suaminya.


" Sayang kamu tau bagaimana Raihan dulu. Dia sangat mencintai Nayra. Dia bahkan tidak ingin kembali ke Indonesia hanya karena Nayra. Dan sekarang dia kembali. Kemarin dia bahkan beranggapan jika aku sengaja memaksanya untuk di Indonesia hanya berhubungan dengan Nayra. Dia menganggap jika adanya Nayra kembali adalah sebuah rencana. Mungkin luka Raihan tidak belum sembuh. Aku tidak ingin jika hanya karena luka Raihan. Dia memanfaatkan segala cara untuk menyakiti Nayra," ujar Zira dengan pemikirannya yang jauh.


Addrian pun ikut duduk dan menghadap istrinya. Addrian memegang ke-2 tangan istrinya.


" Sayang kamu jangan berpikiran yang aneh-aneh. Raihan sudah dewasa, dia tidak melakukan hal yang lain. Aku akan coba bicara kepadanya," ujar Addrian.


" Lalu bagaimana dengan Angga?" tanya Zira.


" Jika Angga mencintai Nayra. Ilham dan Kayla juga menyukainya dan menyetujui Nayra sebagai menantu mereka tidak ada yang salah dalam hal itu. Jika Nayra juga memiliki perasaan yang sama dengan Angga


Mungkin itu sudah takdir bahwa Nayra sampai kapanpun akan menjadi bagian keluarga kita," ujar Addrian dengan bijak.


" Lalu jika Nayra tidak menerima Angga?" tanya Zira gugup.


" Itu hak Nayra, kita tidak bisa memaksa dan Kayla ataupun Ilham tidak bisa memaksakan hal itu," ujar Addrian lagi.


" Iya kamu benar, semoga saja tidak akan ada terjadi kedepannya, aku tidak ingin. Jika Angga dan Raihan akan berselisih paham karena dalam hubungan Asmara," ujar Zira penuh harapan. Addrian tersenyum dan meraih istrinya dalam pelukannya.


*********


Raihan berada di balkon di kamarnya. Ke-2 tangannya di letakkan di pagar balkon. Tidak sengaja tadi telinganya mendengar pembicaraan orang tuanya mengenai Angga yang akan melamar Nayra.


Flash back


Baru putus dengan Nara sang kekasih, Raihan tidak bisa terima begitu saja. Dengan alasan yang tidak masuk akal. Jika masalah sekolah Raihan sama sekali tidak pernah mengganggu hal itu.


Dia sangat mendukung sekolah Nayra. Bahkan membantu Nayra dalam belajar. Agar Nayra bisa masuk universitas yang populer. Karena Raihan merupakan pria yang sangat pintar pada saat itu.


Mobil Raihan berhenti di depan gerbang sekolah Nayra. Sudah jam 1 siang waktunya pulang sekolah, para murid sudah mulai keluar dari dalam sekolah.


Raihan masih tetap berada di dalam mobilnya melihat sang kekasih yang akan keluar, tidak berapa lama. Akhirnya Raihan melihat Nayra keluar dari gerbang sekolah.


" Itu dia Nara," gumamnya membuka seat beltnya, belum sempat membuka pintu. Raihan kembali melihat kedepan dan melihat seorang pria menjemput Nara.


Angga, pria itu menghampiri Nara, berdiri didepan Nara. Terlihat sangat akrab, mereka bahkan berbicara dengan senyum lebar di wajah ke-2 nya. Seperti Nara tidak merasa sedih karena baru semalam putus dengannya.


Raihan mengepal tangannya melihat Angga dan Nara. Tidak berapa lama Angga menggandeng Nara masuk kedalam mobilnya dengan cara yang romantis.


" Nara, berani sekali kamu," desis Raihan dengan penuh emosi, " apa dia alasanmu, memutuskan hubungan kita," gumam Raihan membuat kesimpulan sendiri.


Flass on


Raihan harus kembali mengingat salah satu luka di hatinya. Tidak bisa di bohongi bahwa luka itu masih sangat sakit sampai detik ini. Terbukti mata Raihan berkaca-kaca, dari dulu kelemahannya hanya Nara.

__ADS_1


Wanita yang bisa membuatnya menangis, wanita yang bisa membuatnya hancur. Di tengah emosinya tepukan tangan hinggap di bahunya. Raihan menolehkan kepalanya, melihat pemilik tangan adalah papanya.


" Pa," ujar Raihan datar. Addrian tersenyum dan berdiri di samping Raihan.


" Kenapa belum tidur?" tanya Addrian.


" Belum mengantuk," jawab Raihan singkat.


" Apa yang kamu pikirkan?" tanya Addrian.


" Tidak ada?" jawab Raihan bohong. Addrian tersenyum melihat ke arah Raihan.


" Kamu masih mencintainya?" tanya Addrian yang sudah tau apa yang di pikirkan putranya.


" Siapa maksud papa?" tanya Raihan melihat ke arah papanya yang masih dengan senyumnya.


" Kamu sudah tau siapa yang papa maksud, bukannya hanya wanita itu yang pernah kamu cintai," ujar Addrian.


" Aku tidak mencintainya, tidak dulu dan tidak sekarang," jawab Raihan dingin.


" Hhhhhhh, Raihan jika tidak mencintainya, maka lepaskan dia," ujar Addrian.


" Aku tidak pernah menahannya, bukannya papa, mama, Zetty dan semua keluarga Admaja Wijaya yang membuatnya berada dalam lingkungan ini," ujar Raihan.


" Raihan tidak ada yang melakukan itu," ujar Addrian.


" Pa, jika dia sudah berada dalam lingkungan ini. Dan kalian membuatku juga kembali berada di lingkungan ini, maka kalian juga harus bertanggung jawab dalam hal ini. Karena aku tidak akan melepaskan sesuatu yang di sengaja untuk masuk," ujar Raihan dengan sinis penuh amarah.


" Apa gunanya Raihan memiliki dendam," ujar Addrian.


" Aku tidak memiliki dendam, dengan siapapun. Aku hanya tidak ingin jika aku masih berada dalam permainan yang ingin di hentikan di tengah jalan," ujar Raihan.


" Tapi dia akan menikah dengan sepupumu," ujar Addrian.


" Menikah, Papa lihat saja dulu bagaimana kelanjutan," ujar Raihan meninggalkan tempatnya.


" Kamu akan menyesal Raihan. Jika kamu menyakitinya, papa sarankan kepada kamu, jangan bertindak gegabah, karena hal yang paling menyakitkan adalah penyesalan," ujar Addrian menghentikan langkah Raihan. Raihan menelan salavinanya.


" Semua sudah terlanjur Pa," batin Raihan Dan melanjutkan kembali langkahnya tanpa menoleh ke arah papanya.


" Raihan cinta memang sangat sulit. Seharusnya kamu menemukan kebenaran dulu baru bertindak. Papa juga dulu seperti itu, Hanya karena 1 ucapan. Papa menghancurkan hidup mamamu, dan penyesalan itu tidak bisa di bayar dengan apapun," batin Addrian.


Justru sangat khawatir atas nasib Nayra yang sudah di anggapnya anak. Karena dia juga adalah laki-laki yang menghancurkan hidup wanita tanpa memikirkan hal lain.


...Bersambung..........

__ADS_1


__ADS_2