Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 225


__ADS_3

Raihan terus membelai rambut Nayra dan menatap dalam-dalam dengan penuh cinta.


" Boleh katakan apa yang ingin kamu tanyakan?" ujar Raihan.


" Kenapa mencintaiku?" tanya Nayra. Membuat Raihan mengkerutkan dahinya, bingung dengan pertanyaan Nayra.


" Kenapa menanyakan hal itu," Raihan menjeda ucapannya sembari mengusap pipi Nayra dengan lembut, " apa harus ada alasan untuk mencintaimu, cinta tidak butuh alasan Nara," lanjut Raihan.


" Aku hanya ingin tau, kenapa kamu mencintaiku, kamu tidak pernah mengatakannya," sahut Nayra dengan air matanya yang jatuh.


" Hey, kenapa menangis, apa aku berbuat salah?" tanya Raihan seketika panik melihat Nayra yang meneteskan air mata. Nayra menggeleng suaminya tidak berbuat salah. Tetapi dia yang sudah bersalah.


" Sayang, jangan menangis," ujar Raihan.


" Aku hanya ingin mendengar alasan kamu mencintaiku," ujar Nayra lagi.


" Nara, karena kamu wanita yang pantas untuk di cintai, itu lah alasan yang tepat," jawab Raihan dengan wajah penuh ketulusan.


" Jika ada yang lebih pantas bagaimana?" tanya Nayra membuat Raihan kaget.


Apa yang di katakan Nayra memang membuat Raihan bingung. Merasa firasat buruk. Jika istrinya sedang tidak baik-baik saja.


" Kenapa bicara seperti itu?" tanya Raihan melihat 2 bola mata Nayra yang menggambarkan ketakutan


" Apa kamu akan meninggalkanku, jika ada yang lebih pantas untuk di cintai. Jika ada yang lebih pantas memberimu kebahagian," ujar Nayra dengan bibirnya bergetar dan air matanya yang kembali jatuh.


" Ada apa Nara, apa maksud kata-kata kamu?" tanya Raihan benar-benar tidak paham dengan istrinya yang bicara semakin jauh kemana-mana.


" Kamu jawab saja pertanyaanku, apa kamu akan meninggalkanku, jika ada yang lebih pantas?" tanya Nayra lagi.


Raihan menggeleng- gelengkan kepalanya, mengusap air mata Nayra dan kembali mencium keningnya.


" Tidak ada yang lebih pantas, selain kamu. Nara aku tidak pernah berpikir untuk meninggalkan kamu. Aku mencintai kamu. Aku hanya bahagia bersama kamu, bukan orang lain. Yang membuat aku bahagia hanya kamu buka orang lain," jelas Raihan dengan tulus.


" Tapi Vira bilang kamu akan meninggalkanku, karena aku tidak bisa memberimu keturunan, kamu akan mencari wanita lain untuk kebahagianmu, Vira bilang kebahagian suami hanya mendapatkan anak dari istrinya hiks-hiks-hiks," ujar Nayra menangis terisak-isak.

__ADS_1


Raihan membuang napasnya perlahan, sekarang dia sudah tau jika ini yang membuat istrinya menangis dan berpikir hal yang aneh-aneh.


Nayra memang akan sangat lemah jika ada yang menyinggung soal keturunan. Dia akan merasa seperti wanita yang tidak sempurna. Dan sekarang merasa wanita yang tidak pantas untuk Raihan.


" Apa tadi pagi Vira datang?" tanya Raihan menebak. Nayra mengangguk.


" Dia memberi bunga untuk mu, katanya pemberian papa, dia juga memberi makanan untukku saran Dokter, agar aku cepat hamil, dia mengatakan aku akan kehilanganmu. Dia mengatakan kamu akan pergi mencari wanita lain yang bisa memberimu anak," ujar Nayra jujur pada Raihan dengan menangis terisak-isak.


Raihan menggeleng melihat bibir istrinya yang berbicara bergetar dengan rasa yang sakit. Raihan langsung memeluk Nayra dengan erat.


Melihat istrinya terluka mata Raihan berkaca-kaca. Hatinya ikut hancur jika ada yang berbicara sekadar itu kepada Nayra. Seakan membuat Nayra tidak wanita berguna.


Menghancurkan perasaan Nayra sama saja menghancurkan perasaannya. Karena luka Nayra adalah lukanya.


" Aku tidak tau Raihan, apa aku akan sip untuk kehilanganmu, aku tidak tau bagaimana nanti aku hidup tanpamu, aku tidak egois Raihan. Aku ingin melihatmu bahagia. Tetapi aku tidak mau kehilanganmu," lanjut Nayra menangis dengan terus terisak-isak.


" Shuttt, jangan menangis lagi, hal seperti itu tidak perlu kamu tangisi, dia tidak berhak melukai hatimu, kamu juga tidak pantas menangis karena perkataannya," jelas Raihan menenangkan istrinya yang menangis di pelukannya.


" Nara aku tidak akan meninggalkanmu apapun itu, kau harus tau aku mencintaimu, dan menikahimu sejak awal karena ingin memberimu kebahagian, aku tidak pernah menuntut apapun kepadamu," jelas Raihan yang mungkin Nayra sudah hafal kata-kata itu. Karena Nayra sering mengatakan hal itu berkali-kali.


" Tapi aku takut," sahut Nayra yang benar-benar hatinya terluka oleh Vira membuat Raihan geram.


Raihan melepas pelukannya, melihat wajah Nayra yang sudah di basahi air mata. Raihan kembali mencium kening Nayra dengan lembut.


" Jangan pernah menemui Vira lagi, baik di rumah papa atau dia datang kemari. Jangan biarkan dia menginjakkan kaki di rumah ini," tegas Raihan yang tidak ingin melihat istrinya terluka lagi.


" Kamu mengerti?" tanya Raihan memastikan. Nayra mengangguk.


Raihan kembali memeluknya dengan erat membiarkan istrinya menangis di pelukannya. Agar perasaan istrinya tenang


" Kurang aja kamu Vira, beraninya kamu menyakiti hati istriku," geram Raihan mengepal tangannya.


************


5 hari setelah hati Nayra di sakiti Vira dan sampai saat ini kondisi Nayra melemah. Semenjak itu Nayra sakit. Tubuhnya panas, Nayra terlalu memikirkan sehingga menarik tenaga di dalam dirinya.

__ADS_1


Meski Raihan beberapa kali menguatkannya. Tetapi Nayra memang sangat sensitif dengan hal itu. Nayra juga tidak mau ke Dokter dan benar-benar hanya berada di dalam kamar.


Kondisi Nayra yang lemah juga membuat Raihan kekantor sendirian. Dia memang harus kekantor karena banyak pertemuan dengan klien.


Dia hanya mengecek kondisi istrinya melalui telpon dan memastikan asisten rumah tangganya merawat istrinya. Raihan juga berpesan untuk tidak menerima tamu yang bernama Vira. Karena dia tidak ingin istrinya di ganggu.


Pancaran sinar mata hari harus membuat Nayra membuka matanya dengan perlahan. Seperti biasa saat bangun dia memang sangat lemas dan tidak bertenaga. Dan kali ini sepertinya kondisinya makin lemas.


Perlahan Nayra menggeserkan tubuhnya ke atas dan menyandarkan punggungnya ke kepala ranjang.


Nayra menoleh ke sampingnya di atas nakas sudah terdapat bunga liliy dengan warna yang lengkap dengan susunan yang indah membuat wajah cantik itu mengeluarkan senyum indahnya.


Dengan senang hati tangannya mengambil Boucket tersebut dan menghirup aromanya. Saat menghirup aromanya. Nayra mengkerutkan dahinya, memundurkan kepalanya seakan tidak menyukai aromanya.


" Issshhh, aneh baunya," gumamnya seakan ingin muntah, tidak seperti biasanya Nayra akan kecanduan dengan aroma bunga itu. Dengan wajah yang mengkerut.


Nayra mengambil kartu ucapan di dalam bunga itu. Lalu kembali meletakkan bunga itu di atas nakas. Karena tidak tahan dengan baunya.


..." Sayang jangan lupa sarapan ya, kalau butuh sesuatu langsung beritahu aku, I love you," surat cinta dari suaminya membuatnya langsung tersenyum...


tok-tok-tok-tok


" Masuk!" perintah Nayra melihat ke arah pintu. Pintu terbuka yang ternyata memperlihatkan Carey dengan membawa nampan berisi mangkok dan gelas.


" Kak, Carey," ujar Nayra melihat kakaknya. Carey melangkah masuk. Meletakkan nampan di atas nakas dan Carey duduk di samping Nayra.


" Raihan bilang kamu sudah sakit beberapa hari dan tidak mau Ke Dokter. Apa tubuh kamu sekuat itu sampai tidak mau berobat," oceh Carey dengan adiknya yang malas berobat.


" Aku hanya lemas, dan tidak kenapa-napa juga, jadi untuk apa ke Dokter," jawab Nayra mencari alasan.


" Ya sudah kamu makan dulu," ujar Carey mengambil mangkok sup.


" Ini mama yang buat, sop ceker kesukaan kamu ayo di makan!" ujar Carey.


Tetapi melihat Carey mengaduk-aduk sop itu membuat Nayra jijik dan lagi-lagi dia merasa mual dengan melihat makanan itu, bahkan Nayra menutup hidungnya dengan jarinya. Seakan aromanya tidak sedap.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2