Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 231


__ADS_3

Mendengar permintaan Della seperti ada bom yang meledak. Sehingga kaget nya Ramah tidak bisa di gambarkannya. Hal itu sama sekali tidak pernah di ucapkan Della. Karena segila apapun dia. Pasti Della akan memaafkannya.


" Apa kau yang katakan, apa aku tidak salah dengar," sahut Damar masih dengan suara lembutnya. Suara yang seakan tidak ingin hal itu terjadi.


" Aku mencintainya," sahut Della terang-terangan mengatakan jika dia mencintai Angga. Ramah tertawa kecil seakan tidak percaya dengan kata-kata Della.


" Siapa sayang? kau hanya mencintaiku, dan aku tau itu," Ramah masih berpikir positifJika apa yang di katakan calon istrinya itu adalah salah. Tetapi Della yang seakan yakin dengan pilihannya menggelengkan kepalanya.


" Aku mencintai dia," ujar Della sekali lagi. Ramah kembali tertawa terduduk bergeser dari Della dengan mengacak rambutnya.


" Pria itu maksudmu?" tanya Ramah memastikan pria yang di maksud calon istrinya adalah Pria yang ada di foto itu.


" Iya aku mencintainya dari dulu sampai sekarang cintaku tidak pernah berkurang kepadanya," Della memang sangat berani mengungkapkan hal itu.


Yang dia tau itu hanya mencari penyakit untuknya. Apa lagi di rumah itu hanya ada dia dan Ramah. Seakan tau nasibnya selanjutnya seperti apa. Della ingin mengungkap perasaannya yang sebenarnya.


Plakkk


Della benar-benar menguji kesabaran Ramah. Tangannya kembali melayang saat wanita itu berani mengatakan mencintai Pria lain di depannya.


" Kau ingin menikahinya?" tanya Ramah dengan suaranya yang menggelegar. Della mengangkat kepalanya melihat Ramah menatapnya dengan menantang.


Tubuhnya yang lemas memang tidak akan bisa melawan Pria sakit jiwa di depannya. Tetapi kata-katanya seakan membuat balasan yang terbesar untuk Ramah.


" Iya aku akan menikahinya, aku mencintainya. Jadi biarkan aku bersamanya, aku tidak ingin menikah denganmu," ada sahut Della yang penuh keberanian yang tidak takut sama sekali dengan Ramah.


Ramah mengepal tangannya sangat geram dengan Della. Lalu Ramah berdiri dan menarik rambut Della menyeretnya mendekati meja dan menghempas kepala itu.


Emosinya yang tidak bisa di tahan lagi. Della sudah membuatnya gila. Menjadi Pria psikopat yang benar-benar tidak punya hati nurani.


Della yang pasrah dengan apa yang di lakukan Ramah kepadanya sudah tidak bersuara. Karena sakit yang diterimanya yang tidak bisa diteriakkan.


Entah berapa lama Ramah menyiksa wanita itu sampai Della sudah telungkup di lantai dengan luka di wajahnya, ditangannya jug luka dari pukulan ikat pinggang Ramah.


Della terdiam dengan mata terbuka, meneteskan air mata dengan apa yang di dapatkannya.


" Kau tidak akan menikah dengannya. Karena cuma aku yang akan menerima dirimu dalam ke adaan cacat," ujar sinis Ramah.


Della masih mendengar suara itu. Wanita itu tidak mengerti apa yang di katakan Ramah. Apa lagi yang akan di lakukan Ramah kepadanya. Tapi sepertinya Ramah tidak akan membunuhnya dan itu yang membuatnya ketakutan.


Ramah yang berdiri di belakang Della. Tersenyum miring. Ramah pergi entah kemana dan Della dapat mendengar langkah itu. Belum sempat berbalik badan.

__ADS_1


Langkah Pria sakit jiwa yang temperamental itu kembali datang. Della melirik dan melihat Ramah membawa kayu petak yang cukup besar. Membuat Della semakin was-was tetapi Pasrah akan apa yang di lakukan Damar.


" Aku ingin melihat apa dia akan menikahi wanita tidak berguna seperti mu," ujar Damar dengan geram


Pakkkkkk


" Aaaaaaaaaa," teriakan Della terdengar menggelegar yang menjadi teriakan terakhirnya saat Ramah dengan keji menghantam kakinya dengan kayu itu.


Della menutup matanya saat rasa sakit itu sudah tidak tertahankan lagi. Ramah menjatuhkan kayu itu tepat di samping Della. Ramah berjongkok mengusap pipi Della.


" Kau akan tau jika hanya aku yang mencintaimu. Hanya aku yang menikahi wanita lumpuh sepertimu," ujar Ramah mencium kening Della yang sudah tidak sadarkan diri.


Lalu Ramah meninggalkan Della yang telungkup dengan banyak noda darah. Dan pasti setelah Ramah memastikan wanita yang membuatnya mengamuk itu sudah lumpuh.


********


Angga yang berada di dalam mobilnya menunggu di lampu merah. Dengan beberapa kali membuang perlahan napasnya. Tidak tau memang perasaannya sangat aneh. Seperti ada firasat buruk yang terjadi.


Dratttt Dratttt.


Angga melihat ponselnya yang berdering. Angga meraihnya dan melihat panggilan masuk.


" Della!" gumamnya melihat panggilan masuk itu, " tumben dia menelpon," tanya merasa bingung. Tetapi dia yang tidak ingin melewatkan panggilan dari wanita yang di cintainya langsung mengangkatnya.


" Aku mencintaimu," ucap Della dengan suara lemas. Angga mendengarnya tersenyum. Apa dia tidak salah dengar Della mengatakan hal itu.


" Aku mencintaimu dari dulu sampai sekarang semua itu tidak pernah berubah aku sangat mencintaimu," Angga tidak salah dengar Della memang mengatakan hal itu.


tut-tut-tut


tidak sempat merespon panggilan itu terputus.


" kok mati," ujar Angga heran.


Della yang menelpon Angga menjatuhkan ponsel dari telinganya. Dan Kemabli memejamkan matanya dengan air matanya yang menetes.


Dia lega di berikan sedikit tenaga untuk menghubungi Angga mengatakan perasaannya kepada Angga.


Karena pasti Della tau. Hal itu tidak akan pernah dia katakan dan mungkin itu lah kata terakhirnya mengucapkan cinta kepada Pria yang memang sangat di cintainya.


**********

__ADS_1


Hampir 1 jam Della terkapar di tempat yang sama. Dia masih tidak sadarkan diri dan tidak tau apakah masih bernyawa atau tidak. Ramah juga tidak tau kemana.


Brukkk


suara dobrakan pintu terdengar kuat. Yang ternyata Angga yang berdiri di depan pintu. Menerima telpon dari Della dan mati tiba-tiba membuatnya punya firasat aneh.


Angga kembali menelpon tetapi tidak di angkat dengan panik Angga langsung melacak ponsel Della dan akhirnya menemukannya.


Betapa terkejutnya Angga melihat wanita yang di cintainya terkapar di lantai.


" Della!" teriak Angga menghampiri Della. Matanya memerah saat melihat keadaan Della. Angga terduduk meletakkan wajah Della di pahanya.


Angga benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lihatnya wajah wanita itu penuh luka dengan darah yang masih menetes. Bahkan lantai itu penuh darah berceceran.


" Della apa yang terjadi," ujar Angga panik memegang pipi wanita itu.


Kepalanya melihat di sekitarnya yang tidak ada orang. Dia hanya melihat kayu petak. Pikirannya semakin kacau jika memang benar jika kayu itu juga di gunakan untuk menghantam tubuh Della.


" Della bangun, bangun Della, siapa yang melakukan ini," teriak Angga. Mendengar suara Pria yang di kenalnya Della membuka matanya perlahan.


Dugaannya benar jika Pria itu adalah Angga. Air mata Angga menetes di pipinya.


" Della, siapa yang melakukan ini?" tanya Angga dengan dadanya yang sesak tidak bisa berkata-kata.


Della masih bisa tersenyum di pangkuan Angga. Della menjulurkan tangannya mengusap pipi Angga yang terdapat air mata.


" Della mengangkat kepalanya dengan sekuat tenaganya untuk lebih dekat pada wajah Angga dan mengecup bibir Angga dengan sisa tenaga yang di milikinya.


" Aku mencintaimu!" Kalimat itu berhasil di ucapkannya lagi setelah melepas kecupan itu.


" Aku tau, jangan katakan itu lagi," sahut Angga. " Katakan siapa yang melakukan ini?" tanya Angga dengan geram.


" Apa Pria itu yang melakukannya?" tebak Angga. Della menganggukkan matanya.


" Kurang ajar, aku akan membunuhnya," teriak Angga penuh emosi.


" Jika aku masih diberi kesempatan hidup aku ingin bersamamu," ucap Della dengan suaranya yang sudah tidak jelas lagi.


" Apa aku bisa merasakan itu?" tanya Della. Angga mengangguk-anggukkan kepalanya.


Angga langsung mengangkat tubuh Della menggendong ke luar dari rumah itu. Saat tubuhnya di angkat Della hanya merasakan sakit yang yang tidak bisa di gambarkan.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2