Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 203


__ADS_3

" Terima kasih Raka, kamu selalu peduli kepada Amira, makasih kamu membuat Amira merasa memiliki seorang ayah, terima kasih," ujar Raina mengusap pipi Raka


" Sama-sama, aku melakukan demi kamu Dan Amira dan seperti yang aku katakan kalian adalah tanggung jawabku, Raina aku jatuh cinta padamu dari saat pertama kali aku melihatmu, tetapi aku tidak ingin memilikimu. Setelah kamu menikah aku juga bahagia melihat pernikahanmu. Tetapi sekarang sekarang giliran ku memberimu kebahagian. Ini sudah waktunya aku mengambil tanggung jawab penuh untuk kamu dan Amira. Raina menikahlah denganku," ujar Raka yang langsung melamar Raina.


Raina meneteskan kembali air matanya mendengar Raka yang secara formal melamarnya. Tidak menunggu waktu lama, Raina menganggukkan kepalanya tanpa menolak pinangan Raka.


" Aku mencintaimu Raka," ujar Raina yang baru pertama kali di ucapkannya. Raka mengangguk tersenyum.


" Aku juga mencintaimu," jawab Raka. Raka dan Raina saling melihat dengan tatapan yang penuh arti. Raka pun kembali memeluk Raina dengan erat.


**********


Pagi hari kembali. Raka, Sony dan Alex masih berada di rumah Addrian dan Zira. Dan sekarang mereka sedang melakukan sarapan bersama. Addrian, Zira Nayra, Andini dan Raihan.


Tidak berapa lama Amira dan Raina pun menyusul kemeja makan. Amira yang sedari tadi menggandeng tangan Raina langsung melepas dan berlari menghampiri Raka yang sudah memulai sarapannya.


" Om Raka," teriak Amira yang langsung menempel pada Raka. Mengundang senyum semua orang yang di meja makan.


" Amira, sudah bangun?" tanya Raka Amira mengangguk dengan wajahnya yang ceria. Raina pun sudah berada di belakang Amira.


" Om Raka, tadi malam nginap di sini?" tanya Amira.


" Iya sayang," jawab Amira.


" Tangan Om Raka masih sakit?" tanya Amira melihat tangan Raka yang sudah di balut perban Amira bahkan meniup-niup tangan itu, membuat yang lainnya saling melihat dan tersenyum.


" Tidak sayang, tangan Om sudah sembuh, tidak sakit lagi," jawab Raka.


" Syukurlah kalau begitu, tapi Om tidak bohongkan," ujar Amira yang meragukan raga.


" Tidak, om tidak bohong, tangan om memang sudah tidak sakit lagi," ucap Raka meyakinkan Amira.


" Amira ayo duduk kamu juga sarapan dulu," ajak Nayra yang berada di depan Amira.


" Iya Tante," jawab Amira yang mengambil posisi duduk di samping Raka dan Raina juga menyusul untuk duduk di samping Amira.


" Apa tidur Amira nyenyak?" tanya Andini.

__ADS_1


" Nyenyak Tante. Karena Amira tidak takut lagi, Om Raihan bilang kan Tante jahat itu sedang di hukum. Jadi Amira bisa tidur tenang," jawab Amira polos.


" Ya sudah Amira sarapan ya, jangan mengingat itu lagi," ujar Raina menuang nasi goreng kepiring Amira.


" Iya ma, Amira tidak akan mengingatnya," jawab Amira. Amira pun memulai memakan sarapan yang di buat Raina.


" Raka sekali lagi terima kasih kamu telah menyelamatkan Amira," ujar Addrian yang belum sempat mengucapkan terima kasih.


" Iya Pak, saya hanya merasa itu tanggung jawab saya," jawab Raka.


" Hmmmm, Raina mama rasa, kalian sudah waktunya untuk menikah," ujar Zira tiba-tiba, membuat Raina dan Raka saling melihat dan tersenyum malu-malu.


" Ehemmm, ada yang akan melepas masa lajang nih," goda Alex.


" Apa kalian sudah membicarakannya?" tanya Raihan dengan serius melihat ke arah adiknya.


" Sayang kamu apa-apaan sih, jangan membuat kak Raina malu," sahut Nayra pelan. Karena melihat Raina yang menunduk malu.


" Ini memang harus di perjelas Nara," ujar Raihan dengan tegas.


" Kalau mama sama Om Raka menikah, berarti Amira akan punya papa," sahut Amira. Semua orang saling melihat salah sendiri membicarakan hal seperti itu di depan anak kecil.


" Memang boleh?" tanya Amira polos.


" Tanya Om dong Amira," sambung Alex yang suka menggoda.


" Om Raka boleh Amira panggil papa?" tanya Amira langsung tanpa ada kata besok.


Raka menjadi malu di depan semua orang. Apa lagi ada orang tua Raina. Jadi membuatnya tambah canggung.


" Sudah Raka jawab saja," sahut Sony menyikukan Raka.


" Kenapa semua orang menyebalkan di sini," batin Raina dengan wajahnya yang sudah memerah.


Raka memegang pipi Amira dan mengusapnya dengan lembut.


" Iya sayang boleh, kamu boleh memanggil papa," jawab Raka membuat semua orang tersenyum bahagia, termasuk Raina yang merasa haru.

__ADS_1


" Yeeeeeeeeeee," teriak Amira yang mengangkat ke-2 tangannya ke atas sangat bahagia. Jika kata papa akan di keluarkannya.


" Jadi Amira sekarang sudah punya papa," ujar Amira dengan ke bahagian yang tidak menyangka akan memiliki papa baru.


" Terimakasih Raka, aku benar-benar beruntung bisa bertemu orang seperti kamu. Kamu bahkan lebih tau cara membahagiakan Amira. Kamu sangat lembut kepada Amira dan membuat Amira sangat nyaman bersama kamu. Terima kasih Raka untuk semuanya," batin Raina yang masih merasakan haru.


Raina tidak menyangka sebelumnya akan menikah dengan laki-laki yang selama ini diam-diam menyukainya dan bahkan menunggunya sampai Raka dia sendiri. Raka bukan hanya mencintainya tetapi juga mencintai Putri semata wayangnya.


*************


Nayra sedang di kamar menyusun beberapa pakaian ke dalam koper. Hari ini mereka akan terbang ke Bali menyusul keluarga dan yang lainnya yang sudah berangkat terlebih dahulu.


Setelah membicarakan pernikahan kemarin di rumah ibu mertuanya. Raina dan Raka memutuskan menikah besok. Tetapi pernikahan mereka di adakan di Bali.


Karena Raihan yang banyak pekerjaan. Mereka tidak bisa pergi sama-sama dan akan menyusul hari ini. Bersama Alex yang juga harus menyelesaikan beberapa pekerjaan baru berangkat.


Nayra hanya membawa 1 koper besar, untuk dirinya dan suaminya. Dia membawa beberapa keperluan yang penting-penting saja.


Tredd-treddd-treddd.


Ponsel yang di samping kopernya berdering dan melihat panggilan masuk dari papa David. Raina yang melihat panggilan itu langsung mengangkatnya.


📞" Hallo pa," sapa Raina.


📞" Hallo sayang, apa kamu sudah berangkat?" tanya David yang menelpon di ujung sana.


📞" Belum Pa, Raihan masih mandi, sebentar lagi baru berangkat," jawab Nayra.


📞" Ya sudah hati-hati, di sana ya sayang titip salam untuk semuanya, Maaf ya papa nggak bisa datang, karena harus mengurus beberapa pekerjaan," ujar David menyampaikan permintaan maafnya.


" Iya pa, tidak apa-apa," jawab Nayra. Raihan ke luar dari kamar mandi, menggunakan handuk yang di lilit di pinggangnya dan rambutnya yang basah yang di keringkan dengan handuk kecil.


📞" Papa ada kirim makanan, nanti akan dia antar kan supir ke Apertemen kamu. Sebentar lagi pasti datang," ujar David.


📞" Ya ampun pa, Nayra jadi ngerepotin papa," sahut Raina merasa tidak enak.


📞" Tidak apa-apa sayang," jawab David, " Ya sudah papa tutup telponnya dulu ya, kamu hati-hati, salam untuk suami kamu dan jangan lupa pulang membawa oleh-oleh," ujar David dengan becandaan.

__ADS_1


📞" Iya pa, makasih papa," sahut Nayra menutup telponnya.


Bersambung......


__ADS_2