
" Katakan Dara!" ujar Sony dengan suara seraknya.
" Ini salah Sony. Tidak ada gunanya seperti ini. Mau aku mengatakan mencintaimu atau tidak itu tidak ada gunanya. Kamu yang membuat ulah. Kamu yang hubungan kita berantakan dan membuat ikatan dengan Vira. Jadi kamulah yang harus bertanggung jawab untuk semua itu," ujar Dara yang tampak lelah dan penuh kebingungan dengan perasaannya.
" Sejak kita putus. Kita sudah menjadi teman dan aku lebih merasakan tenang di bandingkan dulu saat kita bersama. Jadi aku mohon jangan seperti ini. Kamu harus bertanggung jawab atas Vira. Perasaan kamu kepadaku tidak ada gunanya. Kamu harus memberikan perasaan kamu kepada Vira dan juga anak kamu," ujar Dara lagi dengan lembut bicara tanpa melepas pandangannya dari Sony.
" Aku hanya menyuruhmu Dara untuk menjawab apa kamu mencintaiku. Atau tidak. Bukan menyuruhmu untuk bicara panjang lebar yang tidak berpengaruh dengan hal yang ingin ku dengar dan kepastian," ujar Sony.
Dara terdiam sejenak mendengarkan hal itu. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan Sony yang mungkin memang benar. Jika masih ada perasaan di dalam sana.
" Kenapa kamu diam Dara. Apa kamu tidak bisa menjawabnya?" tanya Sony yang menunggu jawaban Dara.
" Menyinggirlah Sony," Dara mendorong tubuh Sony. Tetapi Sony menahannya dan malah semakin mendekatkan Wajahnya kepada Dara.
" Jika kamu tidak menjawabnya. Maka aku akan mencari jawabannya sendiri," ujar Sonya.
" Apa maksud kamu," ujar Dara bingung dan di tengah kebingungannya. Sony mencium bibirnya dan membuat Dara kaget. Hanya 2 detik menciumnya dan Sony kembali mengangkat kepalanya dan Dara masih melototkan.
" Izinkan aku mencari jawaban sendiri," ujar Sony dengan suara serak dan kembali meraup bibir Dara dan Dara lembu schock dengan apa yang di terimanya dan kali ini tidak sebentar. Sony mencium bibir itu dengan dalam dan sama sekali tidak ada penolakan dari Dara.
" Dara, kenapa kau membiarkannya melakukan hal itu," batin Dara yang diam mematung saat bibir Sony menempel bahkan Sony menggigit pelan bawah bibir Dara. Agar Dara membuka mulutnya. Dan iya Dara melakukannya. Seakan mendapatkan ijin dari Dara Sony pun memperdalam ciumannya.
Dia menelusuri mulut wanita yang dulu pernah menjadi kekasihnya itu. Ciuman panas itu membuat Dara memejamkan matanya seakan menikmati dan mungkin Sony sudah mendapatkan jawabannya dari pertanyaannya.
Ciuman itu semakin dalam dengan Dara yang meremas seprai dan bahkan Sony juga semakin panas. Yang mungkin juga karena pengaruh alkohol. Tetapi jelas dia sadar dengan apa yang di lakukannya kepada Dara.
Ciuman Sony bahkan tidak bisa hanya di bibir itu saja. Ciuman itu jatuh pada leher jenjang Dara yang tidak tau apa yang akan di lakukan Sony selanjutnya.
Ternyata kemesraan 2 manusia yang sekarang sedang membuktikan perasaan itu di saksikan oleh Vira. pintu kamar yang terbuka sedikit membuat Vira yang menyadari ada orang di rumah itu.
__ADS_1
Vira keluar kamar dan melihat ternyata Sony dan sekarang Vira harus melihat Sony dan Dara berciuman di atas tempat tidur membuat tangan Vira mengepal dengan pemandangan di depannya.
" Kamu benar-benar munafik Dara. Kamu menginginkan aku menikah dengan Sony. Sampai kamu melakukan banyak Cara. Kamu dengan mudahnya bertanya apa aku mencintainya atau tidak. Tetapi apa yang kamu lakukan. Kamu malah bermesraan dengannya, berciuman di dalam kamar. Kalian ber-2 malah bercinta di mana ada aku," ujar Vira tampak marah melihat hal itu.
" Kamu wanita yang munafik Dara. Kamu benar-benar sangat munafik, kamu hanya ingin di lihat baik saja, kamu wanita bermuka dua," umpatnya merasa kesal dengan Dara dan langsung pergi. Karena tidak mungkin dia menonton terus.
Sony yang ternyata tidak bisa menahan dirinya semakin menggila dan Dara yang sudah terhanyut langsung tersadar dan dengan cepat mendorong Sony. Sehingga kepala Sony terangkat.
" Ini salah," sahut Dara dengan suara napas yang naik turun dan Sony yang masih di atas tubuhnya pun melihat ke arah Dara dengan mata yang penuh gairah dan langsung memejamkan matanya dan membuang napasnya kedepan.
Sony langsung beralih dari tubuh Dara dan menjatuhkan diri di samping Dara dan Dara pun langsung memiringkan tubuhnya membelakangi Sony.
" Maafkan aku Dara," ujar Sony menyadari perbuatannya sangat berlebihan.
" Lupakan semuanya. Mau kamu tau aku mencintaimu atau tidak itu sudah tidak ada gunanya. Karena kamu akan menikah," ujar Dara.
" Darta tap..."
" Aku mohon hentikan. Jangan menyiksaku dengan semua ini. Aku yang tersiksa bukan kamu. Mengertilah posisi ku," ujar Dara yang langsung bangkit dari tempat tidur dan langsung pergi.
Tidak ingin apa-apa yang terjadi selanjutnya Dara pun memilih untuk keluar dari kamar itu. Dan Sony pun tidak menghentikannya.
" Mungkin ini balasan untukku. Aku akan terima jika hubungan yang aku jalani akan membuatku menderita yang mungkin itu yang dulu kamu rasakan," batin Sony yang berusaha untuk mengerti posisi Dara yang pasti sangat sulit.
Dara langsung menuju ruang tamu duduk dengan gelisah dengan ke-2 tangannya mengusap wajahnya sampai kepucuk kepalanya.
" Kenapa semuanya bisa sampai seperti ini. Kenapa harus seperti ini. Kenapa Sony baru sekarang," ucap Dara dengan suara beratnya. Dia semakin pusing dengan masalah yang semakin banyak.
Tiba-tiba sentuhan tangan di pundaknya membuatnya tersentak kaget dan langsung menengok kebelakang tangan siapa yang di pundaknya.
__ADS_1
" Vira," lirihnya dengan napas berat dan membuang napasnya panjang kedepan.
" Kamu ngagetin aja," ujar Dara yang memang sangat terkejut.
" Maaf, jika aku mengagetkanmu," sahut Vira. Dara mengangguk dan kembali mengusap wajahnya dengan kasar dan sedikit menunduk dengan ke-2 sikut tangannya di atas pahanya.
" Kamu kenapa belum tidur?" tanya Vira yang sudah duduk di samping Dara.
" Aku belum mengantuk," jawab Dara.
" Apa yang datang tadi," sahut Vira membuat Dara langsung melihat kearahnya, " soalnya aku mendengar suara bel dan ada sedikit keributan," lanjut Vira.
" Aku tidak mungkin memberitahu Vira. Jika Sony ada di rumah ini dan juga di kamarku yang ada dia akan salah paham dan semuanya bisa benar-benar berantakan," batin Dara yang menjadi gelisah.
" Kamu kenapa diam Dara. Siapa yang datang tadi?" tanya Vira yang berpura-pura bodoh.
" Ohhhh, itu. Tidak ada yang datang. Tadi hanya gojek. Aku lapar dan gojek makanan dan gojeknya salah bawa pesanan. Makanya terjadi keributan sedikit," jawab Dara gugup yang berbohong.
" Begitu rupanya," sahut Vira tersenyum tipis.
" Maaf Vira. Aku hanya tidak ingin memperkeruh suasana," batin Dara yabg terpaksa berbohong.
" Kamu benar-benar ingin menghabiskan malam dengan Sony. Sampai menyembunyikannya di rumah ini," batin Dara yang tersenyum palsu yang jelas tau jika ada Sony di dalam dan dia hanya menguji Dara saja.
" Ya sudah. Kalau begitu aku tidur dulu!" ujar Dara pamit yang takut jika Vira mencurigainya.
" Iya. Tidurlah!" jawab Vira santai. Dara mengangguk dan langsung pergi meninggalkan Vira di ruang tamu.
" Kamu memang wanita yang sangat pintar bersandiwara Dara," batin Vira melihat sinis ke arah Dara yang berjalan menuju kamarnya.
__ADS_1
Bersambung