Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
part 204


__ADS_3

Raihan melihat istrinya yang mematikan telpon, mendengar cerita istrinya yang sepertinya menelpon mertuanya. Raihan berjalan sambil mengeringkan rambutnya mendekati Nayra.


" Papa nelpon?" tanya Raihan.


" Iya, cuma nanya apa sudah berangkat apa belum, papa juga titip salam sama kamu," ujar Nayra langsung menyampaikan salam dari papanya.


" Jadi papa benaran nggak bisa ikut?" tanya Raihan yang juga berharap papa mertuanya itu bisa ikut.


" Iya papa tidak bisa meninggalkan pekerjaannya, papa sangat sibuk. Sama seperti kamu, sibuk, sibuk dan sangat sibuk," cicit Nayra kesal mengomeli suaminya.


" Kok jadi nyalahin aku sih, memang aku salah apa?" tanya Raihan bingung yang duduk di depan Nayra di samping koper.


" Ya kamu, seharusnya kita pergi semalam, kamu libur lebih cepat aja perhitungan, seharusnya semalam papa juga bisa ikut. Sekarang apa lagi, papa nggak bisa karena sibuk. Sama kayak kamu. Jadi kalian berdua itu terlalu sibuk sama pekerjaan," oceh Nayra yang menyusun baju dengan kesal.


Raihan hanya tersenyum mendengar wajah Nayra yang merengut dengan bibirnya yang terus mengoceh. Tetapi membuatnya sangat senang. Sudah lama tidak mendengar istrinya mengoceh.


" Yang pentingkan kita pergi ke sana, lagi pula aku menyuruhmu berangkat duluan. Tetapi kamu malah tidak berangkat dan malah ingin pergi bersamaku, apa itu salahku," ujar Raihan.


" Aku terpaksa," sahut Nayra kesal.


" Benarkah?" tanya Raihan tidak percaya meraih tangan Nayra dan mengusap lembut tangan itu.


" Baiklah jika begitu, Sekarang sudah ya, bukannya kita harus berangkat masa iya, istri ku yang cantik ini harus memiliki wajah seperti saat kita akan terbang, tidak boleh," Raihan membujuk Nayra yang merajuk.


" Maafkan aku jika aku tidak punya banyak waktu untuk mu," lanjut Raihan merasa bersalah.


" Ya sudah lupakan. Yang penting sekarang aku dan kamu berangkat dan sekarang kamu cepat ganti baju, ini sudah kesiangan, nanti kita ketinggalan pesawat, yang ada kita terlambat," tegas Nayra melihat sudah jam 10 pagi


" Iya sayang," jawab Raihan tersenyum. Raihan berdiri mengganti pakaiannya yang sudah di siapkan Nayra. Sementara Nayra keluar kamar membuka pintu. Mungkin Gojek yang tadi di bilang papanya.


Setelah mengurus semua barang-barang penting yang akan dibawa. Nayra juga sudah mengganti pakaian dengan dress model piyama berwarna hijau botol. Nayra dan Raihan pun ke luar dari rumah menuju mobil.


Raihan menyeret 1 koper, sementara Nayra menjinjing tas kecilnya dan membawa paper bag yang di pegangnya tadi.


**************

__ADS_1


Raihan, Nayra, dan Alex sudah tiba di bandara. Raihan dengan memegang tangan istrinya dan menyeret 1 koper berjalan di depan. Sementara Alex mengikuti mereka di belakang dengan menyeret 1 koper.


" Apa mereka pikir dunia ini punya mereka," batin Alex yang kesal dengan ke romantisan Nayra dan Raihan. Salahnya sendiri mau aja jadi obat nyamuk Raihan dan Nayra. Makanya Alex cepat nikah biar nggak jadi obat nyamuk terus.


Setelah mengecek tiket dan melakukan prosedur lainnya. Nayra dan Raihan sudah berada di dalam pesawat. Nayra yang duduk di pinggir jendela dan Raihan di sampingnya sementara Alex di belakang mereka yang duduk bersama ibu-ibu.


Jangan tanya wajah Alex. Wajahnya terus cemberut dengan ke adaannya yang sangat sial. Alex hanya menjadi menonton apa yang di lakukan Nayra dan Raihan dan apalagi jika tidak bermesraan.


Pesawat sudah berada di udara. Mungkin batu sekitar 15 menit. Pramugari datang menghampiri tempat duduk Nayra dan Raihan dengan mendorong troli makanan.


" Silahkan!" ucap Pramugari dengan ramah menghidangkan makanan untuk Raihan dan Nayra. Mereka memang belum sempat sarapan tadi jadi mereka memilih makan di dalam pesawat.


Alex juga melakukan hal yang sama. Dia juga menikmati yang di siapkan. Tetapi Alex kembali kesal dengan Raihan dan Nayra.


" Apa dia tidak punya tangan," batin Alex kesal yang melihat Nayra menyuapi Raihan.


Rasa iri Alex yang adanya semakin banyak, gara-gara pasangan suami istri itu. Banyak yang di lakukan Raihan pada istrinya membuat Alex semakin panas.


Mereka sampai malam hari di Villa yang sudah di siapkan. Villa yang luas yang bisa menampung banyak orang. Sebenarnya pernikahan Raina dan Raka di adakan dengan Private.


Nayra dan Raihan pun begitu sampai langsung memasuki kamar yang sudah di siapkan untuk mereka. Mereka sangat lelah dan harus beristirahat, agar besok tidak mengantuk.


***********


Pernikahan.


Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Raina di dalam kamarnya sudah cantik menggunakan dress putih sampai bawah tanpa lengan. Sehingga memperlihatkan bahunya yang indah. Raina berada di dalam kamarnya yang akan menjadi kamar pengantin itu duduk di meja rias memperbaiki make-upnya.


Andini, Naya, Celine, Luci, dan Dara juga berada di kamar itu dengan dress senada berwarna pink. Mereka membantu Raina memperbaiki riasannya. Raina ingin tampil cantik di depan suaminya.


Ini adalah ke-2 kalinya Raina menikah dan benar-benar sudah memantapkan hatinya kembali berumah tangga.


" Kakak cantik sekali?" puji Nayra berdiri di belakang Raina memegang ke-2 pundak Nayra.


" Terima kasih, kamu juga cantik," jawab Raina yang malu-malu jika di puji.

__ADS_1


" Bisa-bisa, kalau Raka melihat calon pengantin ini, akan langsung klepek-klepek ini," sambung Celina.


" Benar, bisa langsung di tarik kekamar tuh," sambung lagi Dara yang ikut menggoda.


" Apaan sih, Dara kamu ini," desis Raina malu-malu.


" Kita foto dulu yuk," sahut Luci yang langsung mengambil ponselnya.


Merekapun mendekati Raina dan langsung berfoto mengambil moment.


tok-tok-tok-tok. Mereka menghentikan sesi berfoto setelah mendengar ketukan pintu dan melihat yang ternyata Zira dan Amira. Amira juga terlihat sangat cantik dengan dress warna pink dengan mahkota yang berada di atas kepalanya yang membuatnya semakin menggemaskan.


" Mama," Amira langsung berlari memeluk mamanya.


" Kamu cantik sekali sayang," puji Raina yang melihat Amira sangat cantik.


" Mama juga cantik," jawab Amira yang kembali memuji mamanya. Membuat semuanya tersenyum.


" Amira sudah tidak sabar ya lihat mama dan Om Raka akan menikah?" tanya Luci.


" Bukan Om Raka Tante, tapi papa Raka," jawab Amira membenarkan. Membuat semuanya saling melihat dan tertawa.


" Benarkah, memang sejak kapan Amira memanggil papa," sahut Celina.


" Dari kemarin, Amira sekarang sudah punya papa. Oh iya mama. Kalau mama dan Papa Raka sudah menikah. Apa papa Raka akan tinggal bersama kita?" tanya Amira yang ingin jawaban itu.


" Iya dong sayang, kamu akan tinggal bersama papa dan mama," sahut Nayra yang malah menjawab.


" Horeee, berarti Papa Raka bukan cuma temani Amira main saja, juga akan Bobi bersama Amira," sahut Amira kegirangan.


" Sudah-sudah, jangan di bahas lagi, Amira ayo ajak mama kamu untuk turun. Ayo Raina, semua sudah menunggu," ajak Zira yang memang datang kekamar itu untuk memanggil Raina.


" Iya ma," jawab Raina.


" Ya sudah sayang, sekarang kita turun yuk," ajak Raina tersenyum. Amira mengangguk. Mereka pun keluar dari kamar bersamaan, menuju tempat pernikahan yang pasti secara out their.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2