
Club.
Dentungan suara musik disko yang begitu kuat mendampingi tarian-tarian orang-orang yang ada di dalam club tersebut. Asap rokok sampai bau alkohol yang sangat menyengat.
Banyak orang-orang di dalam club tersebut yang menghabiskan malam bersama dengan minum-minuman yang beralkohol untuk sekedar untuk menghilangkan penat atau memang untuk sudah menjadi kebiasaan menghabiskan waktu di dalam club tersebut.
Sama halnya dengan Sony yang tidak tau sudah jam berapa dia berada di sana dan sudah berapa gelas Vodka yang di minumnya.
Dari botol yang terdapat di mejanya, sepertinya memang minuman beralkohol itu sudah masuk banyak ke dalam tubuhnya. Sony juga terlihat setengah sadar dengan menyandarkan punggungnya di sofa dan kepalanya yang menadahkan ke atas langit-langit tempat itu yang berkelap-kelip karena bayangan dari lampu disko.
" Dara," 1 nama itu terus di ucapkannya dengan suara seraknya. Mungkin itu yang membuatnya harus datang ke Club tersebut untuk menghilangkan stres.
" Kenapa kamu tidak memberiku kesempatan. Apa kamu memang benar sudah tidak mencintai ku. Kenapa Dara perasaan kamu bisa hilang. Dulu kamu begitu mencintaiku. Kenapa sekarang semuanya berubah," batin Sony yang benar-benar galau dengan tolakan Dara padanya.
Dara dan pernikahannya dengan Vira membuat pikirannya bercabang-cabang dan harus menghampiri tempat yang biasa di datanginya. Jika ingin bersenang-senang. Tetapi kali ini dia tidak ingin bersenang-senang melainkan ingin menghilangkan stress.
Di tengah mabuknya Sony. Satu wanita cantik menghampiri Sony dan langsung duduk di samping Sony dengan langsung menempel. Tangan wanita itu langsung mengusap dada bidang Sony. Sepertinya ketampanan Sony membuatnya langsung tertarik.
" Siapa nama kamu?" tanya wanita cantik dan seksi. Itu Sony hanya menoleh kearahnya. Pengaruh alkohol membuat pandangan mata Sony buram dan melihat wanita adalah Dara.
" Kamu sangat tampan. Kamu begitu tampan," ujar Wanita itu memuji Sony dengan tangannya membelai pipi Sony dengan menggoda Sony.
" Dara," lirih Sony menegaggakan posisi duduknya dan mendekatkan wajahnya pada Dara.
" Akhirnya kamu datang," ujar Sony tersenyum dan memegang pipi wanita yang di sangkanya Dara itu. Wanita itu tersenyum miring dan tampaknya wanita itu benar-benar tertarik dengan Sony. Sampai tidak peduli Sony memanggilnya apa.
" Ayo ikut bersamaku. Kita akan bersenang-senang, kamu maukan bersenang-senang denganku? ujar wanita itu memebelai-belai pipi Sony dengan sengaja menggoda Sony.
Wanita itu benar-benar tidak sabaran dan langsung memapah tubuh Sony yang sudah sempoyongan dan benar-benar sudah mabuk berat.
Suara musik agak mengecil. Wanita itu terus memapah Sony melewati koridor-koridor kecil yang tidak tau di mana. Dan ternyata wanita itu memesan salah satu kamar yang ada di dalam club tersebut dan wanita itu langsung memasuki kamar dan langsung membaringkan Sony di atas tempat tidur.
" Dara aku mencintaimu," ujar Sony yang sudah tergelak di atas tempat tidur dengan menyebut nama Dara. Pengaruh alkohol memang membuatnya mabuk berat. Wanita itu tersenyum miring dan dengan cepat langsung menaiki ranjang.
__ADS_1
Wanita itu mendekatkan diri pada Sony setengah duduk yang wajahnya sudah berada di depan Sony dan tangan wanita itu terus membelai pipi Sony.
" Mari bersenang-senang. Aku akan mengajakmu ketempat paling indah," ujar wanita itu yang tampak tidak sabaran dan langsung mencium pipi Sony.
Dan Sony yang benar-benar menganggap itu adalah Dara hanya diam saja dengan tubuhnya yang terus bergerak. Sampai wanita itu membuka 3 kancing kemeja Sony bagian atas.
" Kau akan menjadi milikku," ujar wanita itu benar-benar tidak sabaran untuk menghabiskan malam dengan Sony.
Wanita itu semakin mendekatkan wajahnya pada Sony yang ingin meraih bibir Sony. Dan mata Sony terus melihat sayu dan pasti melihat wanita itu sebagai Dara.
Semakin mendekatkan bibirnya dan hampir sampai. Tetapi pandangan Sony melihat wanita yang berada di atasnya bukan Dara. Sony membulatkan matanya dan langsung mendorong wanita itu sampai wanita itu terjatuh ke sebelahnya dan Sony dengan sigap duduk.
" Siapa kamu?" tanya Sony mengerjapkan matanya.
" Kenapa mendorongku. Ayo kita bersenang-senang," ujar wanita itu dengan nada memaksa dan memegang lengan Sony dan Sony langsung menepisnya.
" Menyinggir dari ku. Jangan menyentuhku," ujar Sony langsung berdiri setelah menyadari jika dia berada di dalam sebuah kamar dengan wanita lain.
" Berani sekali kau mengajakku kemari," ujar Sony dengan nada kesal.
" Ahhhh, sial," ujar Sony.
Sony Memegang kepalanya memijatnya yang terasa berat. Tidak ingin berlama-lama di dalam kamar itu. Akhirnya Sony pun memilih pergi.
" Hey mau kemana kamu?" teriak wanita itu. Sony tidak peduli dan tetap melanjutkan langkahnya meninggalkan tempat itu.
Sony yang masih mabuk berjalan melewati kamar-kamar. Sony pun akhirnya keluar dari club itu yang masih dalam kondisi mabuk.
*********
Dara yang keluar dari kamarnya setelah merasa tenggorokannya kering. Dia seharian mengurung diri di kamar tanpa makan dan minum dan sekarang tenggorokannya akhirnya kering mau tidak mau dia harus minum.
Dara menuju dapur mengambil gelas dengan mengisi air putih kedalam gelas. Sambil minum Dara melihat jam yang menggantung di dingding melihat pukul 10.
__ADS_1
" Apa Vira sudah tidur," gumamnya yang melihat memang Apartemen itu sangat sepi dan tidak ada siapa-siapa.
" Sepertinya dia sudah tidur," ujarnya menebak-nebak.
Tingnong Tingnong.
Tiba-tiba bel rumahnya berbunyi.
" Siapa yang datang malam-malam begini," batin Dara heran.
Tanpa menunggu lama Dara pun akhirnya menuju arah pintu dan membuka pintu. Saat membuka pintu Dara di kagetkan dengan yang memencet bel.
" Sony," lirih Dara. Sony pun langsung jatuh kepelukan Dara.
" Sony, astaga, apa yang terjadi?" tanya Dara saat Sony sudah berada di pelukannya yang setengah sadar. Dara mengkerutkan hidungnya ketika mencium bau yang menyengat.
" Kamu mabuk," ujar Dara yang mencium alkohol yang begitu kuat. Dara pun melepas pelukan Sony dari tubuhnya memegang lengan Sony agar tidak jatuh.
Dara melihat Sony yang benar-benar setengah sadar. Wajah Sony juga berantakan.
" Sony sadarlah, apa yang terjadi?" tanya Dara lagi.
" Dara," lirih Sony memegang pipi Dara. Matanya langsung melihat jelas wanita yang di depannya adalah Dara.
" Kamu benar-benar Dara," ujar Sony lagi yang membuat Dara bingung. Sony memejamkan matanya dan terjatuh kelantai.
" Astaga Sony, Sony. Sony bangun," ujar Dara panik yang langsung duduk di lantai dan melihat Sony yang sudah tidak sadarkan.
" Sony, bangun. Kamu kenapa jadi seperti ini. Apa yang terjadi," ujar Dara kebingungan dengan Sony yang tidak sadarkan diri.
" Bagaimana ini. Bisa-bisanya dia mabuk dan datang kemari," gerutu Dara yang memijat kepalanya bertambah pusing.
" Apa aku telpon Tante Saski saja. Agar dia menjemput Sony," ujarnya mencoba menarik kesimpulan.
__ADS_1
" Nggak, kalau aku telpon yang adanya nanti Tante Saski malah makin marah," gumamnya lagi yang kebingungan yang harus melakukan apa pada Sony yang membuat repot di rumahnya.
Bersambung....