Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 253


__ADS_3

Nayra yang sudah tidur di dalam kamar. Tiba-tiba membuka matanya. Mengerjapkan matanya perlahan. Merasa silau, ternyata lampu kamar yang belum di matikan.


Nayra menoleh kesampingnya yang ternyata tidak ada siapa-siapa.


" Raihan belum tidur," batinnya melihat jam yang menggantung di dingding sudah jam 1 malam.


Nayra membuka selimutnya lalu bangkit dari tempat tidurnya. Nayra yang penasaran dengan keberadaan suaminya langsung keluar kamar.


Nayra langsung menuju ruang kerja Raihan. Saat melihat lampu ruangan itu masih menyala dan pasti ada kegiatan di sana.


Krekkk


Nayra membuka pintu dan dugaannya benar suaminya masih bekerja. Raihan yang menyadari istrinya berada di depan pintu langsung cepat-cepat menutup data-data yang tadi dibacanya.


" Kamu kenapa bangun? tanya Raihan tersenyum.


Nayra dengan wajah merengutnya memasuki ruang kerja itu menghampiri suaminya yang duduk santai.


" Kenapa belum tidur?" tanya Nayra manja memeluk Raihan dari belakang, meletakkan kepalanya di ceruk leher suaminya, sehingga pipi itu saling menempel.


" Aku sudah mau tidur," jawab Raihan.


" Kenapa lama sekali, memang kamu sedang apa?" tanya Nayra.


" Aku hanya menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertinggal," jawab Raihan bohong.


Nayra langsung melepas pelukannya dan berdiri tegak di samping suaminya. Raihan mengangkat kepalanya melihat perubahan istrinya. Wajah cantik itu mengkerut.


" Ada apa?" tanya Raihan bingung.


" Bohong, kamu menyembunyikan sesuatu. Aku melihat kamu menutupi sesuatu," sahut Nayra yang tidak bisa dibohongi.


Raihan menarik napasnya panjang meraih tangan Nayra dan membawanya duduk di pangkuannya.


" Kamu bohong kan?" tanya Nayra. Raihan menganggukkan pelan matanya. Dia memang tidak bisa membohongi istrinya.


" Aku minta maaf, sudah bohong sama kamu," ujar Raihan membelai rambut Nayra.


" Memang apa yang kamu sembunyikan, kenapa harus bohong segala," tanya Nayra mengalungkan tangannya di wajah Raihan.


" Hanya mengenai Vira," jawab Raihan


" Memang dia kenapa lagi?" tanya Nayra menjadi khawatir.

__ADS_1


" Sayang, kamu jangan memikirkan dia. Boleh tidak kalau aku yang mengurus Vira. Aku ingin dia mendapat hukuman dari apa yang dia perbuat selama ini," ujar Raihan menatap istrinya dalam-dalam.


" Maksudnya aku tidak boleh tau. Apa yang ingin kamu lakukan kepadanya?" tanya Nayra menebak.


" Hmmmm benar sekali. Kalau kamu terus memikirkan hal itu. Itu akan berbahaya untuk bayi kita," jelas Raihan mengusap kandungan Nayra.


" Tapi, bagaimana jika bahaya jadi sama kamu, kan Vira punya niat yang jagat," sahut Nayra yang justru khawatir.


" Sayang aku bukan Vira yang bekerja sangat ceroboh dan meninggalkan jejak. Jadi kamu jangan khawatir tidak akan bahaya," ujar Raihan yakin. Nayra hanya diam dengan wajahnya penuh kecemasan.


" Hey, percaya kepadaku. Aku akan menyelesaikan semuanya. Aku tidak akan membiarkan dia terus merajalela," lanjut Raihan terus meyakinkan Nayra.


Nayra yang masih duduk di pangkuan Raihan langsung memeluk dengan manja.


" Tapi aku takut, aku takut kamu sampai kenapa-kenapa," sahut Nayra dengan penuh ketakutan.


" Aku sudah mengatakan tidak akan. Lagi pula kamu tau sendiri. Aku tidak melakukannya sendiri. Aku akan minta bantuan Raka. Dia sangat ahli dalam sidik menyidik, jadi kamu jangan khawatir," ujar Raihan. Nayra langsung melepas pelukannya.


" Kalau minta bantuan kak Raka. Berarti ka Raina juga akan tau masalah ini. Dan itu artinya mama dan papa juga akan tau. Ini hanya akan membuat mereka khawatir. Hanya menambah masalah saja," sahut Nayra semakin khawatir.


" Tidak sayang. Raina pasti tau apa yang di kerjakan suaminya. Tetapi aku meminta kepada Raina untuk tidak memberi tahu mama ataupun papa masalah ini. Jadi mereka juga tidak akan memikirkan apa-apa. Sayang yang paling penting itu kamu. Kamu tidak noleh memikirkan wanita itu. Kamu harus menjaga kandungan kamu. Itu yang paling utama," ujar Raihan menjelaskan Nayra, memberi ingat, memberi saran dengan tutur kata yang lembut.


" Bagaimana?" tanya Raihan memastikan.


" Iya aku janji sama kamu tidak akan kenapa-napa," sahut Raihan tersenyum menyakinkan Nayra.


" Ya sudah ayo kita tidur!" ajak Nayra.


" Kamu merindukanku, sampai tidak bisa tidur sendirian," goda Raihan.


" Bukan itu, aku hanya tidak terbiasa tidur sendirian," sahut Nayra mengelak. Raihan tersenyum lebar.


" Baik jika begitu, mari kita bertiga tidur, ini sudah sangat malam," ujar Raihan langsung menggendong Nayra. Nayra langsung tersenyum berada di gendongan suaminya.


Nayra mengangkat kepalanya mencium pipi Raihan.


" Apa ini bentuk godaan?" tanya Raihan menaikkan alisnya. Nayra menggedikkan bahunya.


" Dasar istri nakal," geram Raihan yang mempercepat langkahnya menuju kamar. Istrinya memberi kode. Sangat sayang jika harus di sia-sia kan.


***********


Pernikahan Carey dan Dion semakin dekat. Nayra di sibukkan dengan persiapan pernikahan sang kakak.

__ADS_1


Dia harus sering mengunjungi rumah mamanya untuk membantu mama dan kakaknya yang mempersiapkan beberapa keperluan pernikahan.


Pernikahan Carey di adakan tidak terlalu mewah hanya biasa-biasa saja. Mengundang saudara-saudara dekat dan teman-teman Carey ataupun Dion. Carey memang melanjutkan pernikahan itu tanpa kontra dari Dion.


Seperti sekarang ini mereka sedang menyortir undangan. Bukan hanya Nayra dan Jihan. Ada juga Andini dan Dara yang membatu mempersiapkan pernikahan sahabat mereka.


Mereka duduk di lantai dengan undangan yang berserakan. Yang memang akan segera di sebar. Karena pernikahan tinggal 4 hari lagi.


" Nggak nyangka banget kak Carey akan menjadi pengantin baru," ujar Andini sembari mengerjakan pekerjaannya.


" Kamu juga nyusul lah Andini," sahut Nayra.


" Bye the way, hubungan kamu sama Alex apa kabar. Kok nggak ada kedengaran. Apa memang sudah break tanpa ada perbaikan," sahut Dara.


" Entahlah," jawab Andini cepat. Seakan tidak mau membahas Alex.


" Bukannya Alex sudah 1 bulan di Luar Negri," sahut Carey yang memang mengetahui itu.


" Serius! kalian LDR- an Andini," tebak Dara.


" Bisa nggak kita fokus kerja saja," sahut Andini sewot.


Andini memang benar-benar tidak ingin membahas Alex makanya langsung sensitif. Dia memang putus dengan Alex.


Alex pun yang awalanya ingin memperbaiki hubungannya. Merubah keputusannya membiarkan Andini sendiri.


" Oh iya Kak Della bagaimana apa sudah di beritahu?" tanya Nayra mengalihkan pembicaraan ketika mengingat Della.


" Nomornya nggak bisa di hubungi. Kakak sudah mencoba dari kemarin," jawab Carey.


" Kak Angga juga. Tante Kayla bilang. Kak Angga lagi ada pekerjaan di luar," ujar Andini yang mengetahui hal itu.


" Sayang banget mereka tidak ada di pernikahan Carey," sahut Dara menyayangkan hal itu.


" Tapi kok mereka bisa barengan gitu ya nggak ada di Jakarta," sahut Andini merasa ada sesuatu.


" Kamu kok bisa bisa bilang begitu. Ini kebetulan aja kali," sahut Carey.


" Coba nanti aku suruh Raihan buat hubungi. Siapa tau nanti Angga bisa di hubungi," sahut Nayra memiliki ide.


Yang lainnya mengangguk setuju.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2