Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
part 419


__ADS_3

Keadaan Angga sudah membaik. Della juga selalu di sampingnya untuk menemaninya. Seperti sekarang ini Della mendampingi Angga dengan tetap duduk di kursi rodanya dan menyuapi Angga dengan bubur yang sudah di siapkan dari rumah sakit.


Angga terus melihatnya dengan tersenyum. Sepertinya Angga akan cepat sembuh dengan Dokter cantik yang merawatnya.


" Kamu senyum terus apa ada yang lucu?" tanya Della tampak kesal dengan Angga yang terus tersenyum padanya. Padahal dia sedang serius menyuapi Angga.


" Aku teringat dengan perkataan kamu. Makanya aku tersenyum," sahut Angga membuat Della heran.


" Perkataan, perkataan apa?" tanya Della penasaran dengan mengkerutkan dahinya.


" Waktu di jalanan dan juga kemarin saat aku masih tidak sadarkan diri," sahut Angga. Della bingung dengan kata-kata Angga yang tidak tau yang mana di maksud Angga.


" Kenapa kamu diam apa kamu lupa dengan kata-kata mu?" tanya Angga


" Apa?" tanya Della.


" Kamu mengatakan berkali-kali kepadaku. Jika kamu mencintaiku dan juga sengaja mengarang cerita. Kalau kamu mencintai Ramah. Itu kamu lakukan hanya karena kamu yang ingin menjauhiku," sahut Angga mengingat kan kembali apa yang di maksudnya.


" Kamu juga mengatakan. Jika kamu akan membalas kebaikanku. Kamu akan melakukan apapun yang aku inginkan," lanjut Angga yang terus tersenyum.


Dan Della tersenyum tipis mendengarnya. Namun wajahnya langsung dengan cepat berubah dan tidak ada senyum itu lagi.


" Jadi maksud kamu. Kamu ingin memanfaatkanku, begitu," sahut Della dengan kesal melihat Angga dan Angga mengangguk dengan mudahnya.


" Hmmm, aku akan memanfaatkan mu," sahut Angga membuat Della berdesis.


" Ishhh, kamu ini jahat sekali," sahut Della yang langsung mencubit perut Angga.


" Auhhhh, Della, sakit," keluh Angga memegang perutnya dengan wajahnya kesakitan dan membuat Della panik.


" Sorry, Sorry, aku tidak sengaja, di mana sakitnya," sahut Della mereda bersalah dengan wajah paniknya memegang luka Angga. Perasaan dia tidak mencubit bagian di sana. Tetapi Angga kesakitan di sana memang sangat Aneh, Angga sedikit menundukkan kepalanya dan mencium kening Della dan membuat Della kaget.


" Kamu mempermainkanku!" kesal Della dengan merapatkan giginya dan Angga tersenyum mengangguk membuat Della semakin kesal. Lalu langsung membuang wajahnya kesamping yang marajuk pada Angga. Angga mandengus tersenyum melihat Della yang begitu menggemaskan.


" Jangan marah, aku hanya bercanda," sahut Angga dengan memegang tangan Della.

__ADS_1


" Bercandaan kamu tidak lucu," sahut Della kesal.


" Maaf, Della," sahut Angga lagi yang membujuk Della agar tidak marah kepadanya.


Krekkk.


Pintu kamar itu terbuka dan ternyata menampilkan rombongan teman-teman Angga yang pasti datang untuk menjenguknya.


" Ya elah, pacaran mulu," sahut Dara yang langsung sewot yang masuk paling pertama dengan membawa keranjang buah. Selain Dara, ada juga Nayra, Raihan, Carey, Dion, Andini, Alex, Celine dan Luci yang datang kesana.


" Apaan, sih," sahut Della yang jadi malu-malu. Yang lainnya tersenyum dengan Della yang tampak salah tingkah.


" Bagaimana keadaan kamu Angga?" tanya Raihan.


" Aku sudah baik-baik aja, makasih sudah datang menjengukku," sahut Angga.


" Ehemm, jelas baik-baik aja, Dokternya ada di sampingnya," goda Andini. Dan Della semakin malu. Sementara Angga hanya tersenyum.


" Angga juga kayaknya pengen cepat-cepat sembuh. Soalnya nikahannya semakin dekat," sahut Carey yang mengingatkan.


Mereka terus menggoda Angga dan Della.


" Kalian ini apa-apaan sih, yang nggak penting di bahas," sahut Della tampak kesal.


" Sudahlah, jangan membuat kak Della jadi marah. Kita datang kesini. Untuk menjenguk Angga, supaya cepat sembuh. Jangan malah membuat kak Della marah," sahut Nayra yang berpihak pada Della.


" Tuh, dengarin, usia pada tua semua. Tapi cuma Nayra yang paling bijak," sahut Della merasa menang karena ada yang membelanya.


" Cieee langsung semangat ada yang belain," sahut Luci.


" Sudah-sudah, kalian ini ya," sahut Angga yang juga membela calon istrinya dan jelas membuat yang lainnya tersenyum dan gemes melihat pasangan itu. " Makasih, kalian semua sudah datang melihatku dan untuk kamu Carey dan kamu Dion. Terima kasih, untuk kalian yang sudah menolongku," sahut Angga yang tidak bisa bicara apa-apa selain mengucapkan terima kasih.


" Santai aja kali," sahut Dion.


" Lalu bagaimana dengan Karen. Apa Karen sudah ketemu?" tanya Angga yang juga mendengar informasi bahwa Karen melarikan diri.

__ADS_1


" Kamu jangan memikirkan hal itu Dion. Biar Karen kami dan Polisi yang mengurusnya," sahut Raihan.


" Benar, Dion, dia sedang menjadi buron, dan dia akan secepatnya tertangkap," sahut Alex.


" Terima kasih, kalian semua sudah membantuku," sahut Angga.


" sama-sama," sahut Raihan.


" Seharusnya aku tidak membiarkan mu bicara dengan Karen malam itu. Jika tidak hal ini pasti tidak akan terjadi," sahut Della yang masih berada bersalah. Angga menarik napasnya panjang dan membuangnya perlahan. Lalu meraih tangan Della.


" Jika aku tidak bicara dengan Karen malam itu kamu dan aku tidak akan seperti ini sekarang. Aku tidak akan mendengar kata-kata kamu. Dan hubungan kita tidak akan seperti ini," ucap Angga dengan tulus menatap Della.


Yang lain tersenyum mendengarnya. Namun pasti Della malu dengan kata-kata manis Angga yang harus di perdengarkan oleh teman-temannya yang membuatnya jadi salah tingkah sampai pipinya memerah.


" Kak, Della setiap kejadian pasti ada hikmahnya dan ini adalah hikmahnya," sahut Nayra mengusap bahu Della.


" Benar, tidak ada yang salah dalam hal ini. Ini namanya ujian saat menjelang pernikahan dan ujung-ujungnya pasti akan happy ending," sahut Andini tersenyum dengan lebar.


" Karena memang pada dasarnya. Kalau 2 manusia di dampingi cinta memang pasti akan berakhir dengan happy ending," tambah Carey dengan bijak.


" Benar, kak Della. Berhentilah menyalahkan diri sendiri. Karena jelas semua ini tidak ada hubungannya dengan kakak. Ini bukan kesalahan siapa. Dan jelas kesalahan Karen," sahut Celine.


" Iya dan Karen, akan segera mendapat karmanya. Karena berani-beraninya ingin membunuh kakak iparku," sabung Luci lagi.


Yang lain tertawa mendengarnya dan Della juga harus tersenyum mendengarnya. Walau dia juga malu-malu.


" Pokoknya, aku berterima kasih untuk kalian semuanya. Kalian semua begitu baik kepadaku dan juga sudah membantuku banyak," sahut Angga lagi yang terus mengucapkan terima kasih.


" Sama-sama, Angga. Yang penting kamu sudah tidak apa-apa. Dan semoga kamu cepat sembuh dan kamu dan Della bisa secepatnya menikah. Tanpa ada lagi penghalang," sahut Alex.


" Amin," sahut semuanya serentak dengan menadahkan tangan mereka keatas. Della dan Angga saling melihat dengan tangan Angga yang memegang tang Della sembari mengusap-usapnya dengan jarinya dan tersenyum pada Della yang juga di balas oleh Della.


" Ya Allah, terima kasih untuk kebahagian ini," batin Angga.


" Ya Allah, lindungi kami dan lancarkan niat kami berdua," batin Della yang terus saling menatap dengan Angga dan yang lainnya juga tersenyum dengan penuh doa dan harapan masing-masing.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2