
Plakkk
1 tamparan keras melayang ke pipi Ramah yang berdiri tegak. Tetapi tamparan itu tidak membuat tubuhnya bergeser sedikit pun.
" Bodoh," pekik seorang wanita sekitar berusia 40 tahunan keatas.
Plak.
1 tamparan dari tangan wanita yang sama juga mendarat di pipi Vira yang berdiri di samping Ramah dengan ke-2 tangan diletakkan di belakang.
" Ini juga, sangat bodoh dan ceroboh," umpat wanita itu dengan wajahnya yang penuh kemarahan. Sementara Vira dan Ramah menunduk menerima kemarahan wanita itu dari kesalahan yang mereka perbuat.
" Yang satu mengurus wanita saja tidak bejus. Aku sudah mengatakan jangan melewati batas," teriak Sisil wanita berpakaian hitam itu. Wanita yang marah-marah dan main tangan itu ternyata Sisil. Apa kalian tau siapa Sisil?
" Maaf ma," sahut Ramah yang hanya menunduk terus.
" Maaf katamu. Sekarang aku tanya apa kau bisa menemukan di mana wanita itu. Apa kau tidak bisa menikahinya dulu baru kau menyiksanya," teriak Sisil benar-benar kehilangan kesabaran dengan kelakuan Ramah yang mengambil tindakan besar dan menggagalkan rencananya.
" Aku berpikir. Jika aku melumpuhkannya Della. Dia tidak bisa akan lari dan menikah denganku. Tetapi aku tidak tau jika apa yang aku lakukan ternyata salah. Della malah pergi dan aku tidak bisa menemukannya," ujar Ramah mengakui kebodohannya.
" Itu karena kau tidak menggunakan otakmu dengan benar," geram Sisi menunjuk jarinya di kepala Ramah.
" Sekarang kau bisa menemukannya. Sudah berapa lama kau mencarinya. Tetapi kau tidak bisa menemukannya. Gagal semuanya," teriak Sisil kesetanan melihat kelakuan Ramah. Ramah kembali menunduk dan tidak bisa melakukan apa-apa.
" Dan kau Vira," teriak Sisil yang sekarang berdiri di hadapan Vira yang sedari tadi menunduk.
" Jika aku tidak mengetahui masalah itu di awal. Mungkin kau sudah di penjara," teriak Sisil.
" Kau sangat ceroboh. Aku sudah mengatakan bermain secara cantik. Tapi apa. Kau sangat teledor dan terlalu sibuk sehingga kau tidak tau Raihan dan Nayra merencanakan sesuatu. Untung saja aku menemui Ramon terlebih dahulu dan mengancamnya agar tidak menyeret namamu. Jika tidak kau sudah membusuk di penjara," ujar Sisil dengan penuh kemarahan. Vira mengangkat kepalanya melihat wanita yang sedari tadi memarahinya.
__ADS_1
" Jadi mama yang sudah mengatur semuanya?" tanya Vira kaget.
" Jadi menurutmu siapa. Apa kau pikir Ramon tidak akan menyeret namamu. Masalah kecil saja aku harus turun tangan," bentak Sisil tepat di depan wajah Vira.
" Sekarang semuanya juga hancur. Bahkan kau menunjukkan sifat aslimu di depan Nayra dan bahkan suaminya. Sekarang aku tanya kepadamu. Apa mereka berdua masih bisa mempercayaimu. Jika seperti itu kau tidak akan bisa menghancurkan pernikahan itu dan membuat Raihan menderita," teriak Sisil benar-benar emosi dengan Vira.
" Aku akan berusaha ma, untuk mencari perhatian Raihan. Aku pasti bisa membuatnya menyukaiku dan meninggalkan istrinya," ucap Vira dengan yakin.
" Hentikan omong kosong mu. Semuanya tidak akan bisa terjadi lagi. Kau sudah melewati starategi yang aku susun. Kau mengacaukannya. Aku sudah katakan fokus pada perhatian Raihan bukan perhatian David," teriak Sisil.
" Ma, jika aku tidak fokus pada papa. Papa akan terus menuruti apa kata Nayra. Dan apa yang aku katakan tidak akan di dengarkannya aku hanya ingin papa mempercayaiku sepenuhnya," sahut Vira.
" Dan kau menjelek-jelekkan Nayra di depan suaminya. Kau mengarang segala cerita di depan suaminya. Apa hasilnya. Kau bisa mendapat simpatik dari David. Tapi bagaimana dengan Raihan. Gara-gara semua itu Raihan akan turun tangan sendiri untuk mencebloskan mu kepenjara demi istrinya. Apa yang kau pikirkan jangankan mencari simpatik Raihan agar dia tergila- gila denganmu. Dia bahkan akan menjadi lawanmu berikutnya," ujar Sisil semakin darah tinggi.
" Lalu apa yang harus Vira lakukan ma?" tanya Vira ketakutan mendengar jika Raihan ternyata sudah turun tangan.
" Kalian berdua, sudah merusak semuanya. Aku sudah bersusah payah menyusun starategi tetapi kalian menghancurkannya," ujar Sisil benar-benar sudah kehabisan kata-kata memijat kepalanya.
Sisil memilih duduk di sofa berusaha meredakan emosinya. Agar dia kembali berpikir dengan tenang.
" Hentikan untuk sementara," ujar Sisil tiba-tiba. Membuat Vira dan ramah saling melihat.
" Maksud mama?" tanya Ramah.
" Aku memikirkan rencana apa yang akan di lakukan selanjutnya. Kalian benar-benar sangat mengecewakan," ujar Sisil berdiri dan langsung pergi.
Ramah dan Vira tidak bisa berbicara atau melakukan apa-apa. Mereka hanya diam saja mendapat Omelan itu.
*******
__ADS_1
Sisil masuk kedalam kamarnya. Bagian dingding kamar Sisil terdapat banyak foto-foto yang pasti berhubungan dengannya.
Target dari orang-orang yang ingin di hancurkannya dengan tangannya sendiri.
Raihan, Angga, Della, Sony, Carey, Andini, Luci, Dara dan Celina. Foto-foto anak dari orang-orang yang sudah membuatnya di penjara selama bertahun-tahun.
" Aku tidak akan membiarkan rencanaku berantakan. Zira, Jihan, Aca, Saski, Kayla, Tasya dan Putri. Kalian sudah membuatku di penjara dan dibuang dari keluargaku sendiri.
" Termasuk kau Addrian, Kayla dan Putri, saudara ku tersayang. Aku kembali untuk membalaskan dendam puluhan tahun lalu," batin Sisil dengan penuh dendam.
" Anak-anak kalian yang akan membayar semuanya. Jika aku dulu hidup menderita maka anak-anak kesayangan kalian akan sama menderitanya. 1 per satu mereka harus membayarnya. Aku tidak akan membiarkan mereka hidup bahagia," Sisil membatin penuh dendam kepada Zira dan teman-temannya yang dulu memasukkan dirinya kepenjara.
" Vira dan Ramah. Ke-2 anak panti Asuhan sudah merusak strategi ku. Aku sudah memungut ke-2 anak itu dan membesarkannya. Aku melakukan banyak hal untuk mereka agar membalaskan dendam ku. Tetapi mereka malah ceroboh dalam bertindak," geram Sisil semakin kesal jika mengingat ke-2 anak yang dipungutnya itu.
*******
Malam hari Raihan belum tidur. Dia masih sibuk di ruang kerjanya. Dengan wajahnya yang serius Raihan membuka lembaran dokumen-dokumen yang menarik perhatiannya.
" Vira anak panti asuhan yang di angkat sejak lahir," gumam Raihan yang ternyata melihat data-data tentang Vira yang pasti secepat kilat di dapatnya.
" Bukannya Nara bilang Vira anak dari teman Pa David. Kalau Vira anak teman Papa David. Kenapa dia berasal dari panti asuhan yang sudah di angkat sejak masih bayi. Sementara Vira di adopsi Pak David sudah berusia 8 tahun," data-data yang diterima Raihan membuatnya bingung.
" Ini aneh sekali. Ada yang tidak beres dengan hal ini. Kenapa Vira baru muncul sekarang-sekarang ini. Apa sebenarnya motif dari semua ini," Raihan harus menggunakan seluruh pemikirannya untuk memecahkan teka-teki mengenai Vira.
Awalnya Raihan tidak ingin ikut campur urusan istrinya dengan Vira. Tetapi karena Vira benar-benar kelewat batas dan membuat istrinya beberapa kali menangis dan steres hanya karena Vira. Mau tidak mau dia harus turun tangan sendiri.
...Sebagian pasti ada yang tau dan yang tidak tau siapa Sisil. Kalau pembaca Novel Sahabatku menghacurkan hidupku dalam 1 malam pasti sudah tau Sisil siapa....
...Sedikit mengulik kebelakang. Sisil adalah adik tiri dari Addrian papanya Raihan yang juga saudara tiri dari Kayla dan Putri orang tua Andini dan Angga. Dulu Sisil di penjara karena melakukan tindak kejahatan pada Zira dan teman-temannya. Yang akhirnya mengantarkan Sisil bertahun-tahun dalam penjara....
__ADS_1