Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 22


__ADS_3

" Tapi aku tidak butuh tawaranmu, menyinggir dari ku," Raina memukul dada Raihan agar dia bisa lolos dan berhasil meloloskan diri. Raina sudah berdiri kembali


" Sekarang kamu keluar," usir Naira menunjuk arah pintu.


Raihan pun akhirnya bangkit dan duduk, Raihan menatap Naira dari bawah sampai atas dengan senyuman nakalnya.


" Aku tidak mau," jawab Raina dengan entengnya.


" Kak Raihan ini bukan tempatmu, pergilah dari sini," ujar Nayra lagi semakin kesal. Tetapi Justru Raihan tersenyum miring mendengar Nayra memanggilnya dengan sebutan kakak.


Yang menjadi panggilan kesayangan Nayra untuk mantan kekasihnya itu.


" Apa kau tidak bisa melupakan ku, sampai memanggilku, dengan sebutan itu," sahut Raihan dengan senyum miring di wajahnya.


Raina menjadi gugup seharusnya dia tidak menyebutkan itu. Sama saja Raihan akan terus menggodanya. Sekarang wajah Nayra menjadi merah.


" Terserah kau, mau berkata apa. Yang aku inginkan, pergi dari sini," usir Nayra kembali.


" Aku tidak mau, aku ingin tidur di sini. Apertemen ini milik keluarga ku, jadi aku ingin di sini. Tidak ada yang boleh mencegahku," ujar Raihan sangat keras kepala dan dengan entengnya kembali merebahkan dirinya di sofa


" Apa kau gila hah!" ujar Nayra semakin kesal.


Raihan tidak mendengarnya dan meletakkan 1 lengannya di matanya dan lengan satunya lagi di jadikannya untuk bantalnya. Raihan pun memulai tidurnya.


Dia tidak peduli Nayra mengijinkannya atau tidak. Dia sudah terlanjur datang. Lagi pula tidak mungkin dia mendengarkan dan menuruti Nayra.


" Hey," teriak Nayra dengan keras.


" Ihhhh dasar," desis Nayra dengan kesal. Menghempaskan kakinya kelantai. Nayra menarik napasnya. Sepertinya dia harus mengalah lagi.


Nayra mengambil tasnya dan langsung pergi membiarkan Raihan melakukan apa yang di maunya. Lagi pula Nayra sangat lelah.


Kepergian Nayra membuat Raihan tersenyum kemenangan. Lagi dan lagi dia menang dari Nayra.


Raihan kembali memejamkan matanya. Ya dia memang mau tidak mau harus menginap di Apertemen Nayra. Raihan mengetahui Apertemen yang di tempati Nayra adalah milik milik keluarganya.


Tetapi bukan itu alasan Raihan menginap di Apertemen itu. Karena dirinya memang sudah mabuk. Terlalu banyak minum membuatnya tidak berani pulang apalagi menemui mamanya.


Jika dia pulang dalam keadaan mabuk yang ada mamanya akan mengomelinya sepanjang hari dan mungkin akan mengomeli sampai pagi.


Jadi dia memilih Apertemen Nayra untung menginap. Karena Raihan tidak memiliki Apertemen.


Memang Zira tidak mengijinkan Raihan tinggal pisah rumah dengannya. Yang ada Raihan akan semakin tidak terkontrol.


Apertemen milik Nayra cukup besar. Namanya juga Apertemen milik keluarga Wijaya. Apalagi kalau bukan pemberian mamanya.

__ADS_1


Nayra memang sangat dekat dengan keluarga Zira dan Addrian dan itu yang membuat Raihan semakin tidak suka dengan hubungan Nayra dengan keluarganya.


Dia selalu merasa jika Nayra hanya bersandiwara saja. Bahkan dia selalu berpikir Nayra hanya memanfaatkan keluarganya untuk memenuhi kehidupan Nayra.


Nayra juga sering ada di acara-acara penting keluarga Admaja Wijaya. Dalam hal apapun Zira dan Addrian memang pasti melibatkan Nayra.


**********


Nayra keluar dari kamar mandi menggunakan piyamanya. Dia sangat lelah hari ini. Dan belum afdol jika dia tidak mandi sekedar membersihkan dirinya.


Nayra mendekati pintu kamarnya dan mengintip sedikit. Nayra melihat Raihan masih tetap pada posisi awalnya, sewaktu di tinggalkannya.


" Ahhhh aku harus waspada," gumam Nayra mengunci pintu kamarnya. Dia sangat hati-hati dan harus berjaga-jaga. Jangan sampai Raihan kecolongan.


Setelah merasa aman. Akhirnya Nayra merebahkan dirinya di atas ranjang. Nayra menarik selimut dan mulai memejamkan matanya.


Sudah hampir 2 jam untuk tidur. Tetapi Nayra belom juga bisa tidur. Dengan bersusah payah dia memejamkan matanya, ager tertidur.


Tetapi malah tidak bisa. Dia terus gelisah saat tertidur, mungkin tidak tenang karena ada Raihan di Apertemennya atau karena hal lain.


" Kenapa susah sekali untuk tidur," ujar Nayra langsung duduk.


Nayra menoleh ke arah samping kirinya. Melihat jam Beker yang ada di atas nakas. Menunjukkan pukul 1 pagi.


Nayra pun bangkit dari ranjangnya. Menuju lemari Nayra membuka pintu lemari berjinjit mengambil tumpukan selimut yang berada di rak paling atas di dalam lemari.


Naiya langsung keruang tamu. Nayra menarik napasnya saat sudah berada berdiri di depan Raihan.


Raihan masih tertidur pulas, ke - 2 tangannya di lipatnya ke dadanya. Mungkin Raihan kedinginan.


Dengan cepat Nayra mengembangkan selimut, menutupkan ke tubuh Raihan. Sampai ke dadanya.


Raihan memang terlihat sangat kedinginan. Raihan lebih memilih ke dinginan dari pada harus pulang.


Mana mungkin dia pulang dalam kondisi mabuk berat. Yang ada Zira akan steres melihat Raihan.


Zira pasti akan mengomelinya. Makanya Raihan lebih suka tinggal di New York dari pada di Indonesia. Di sana Dia bebas dengan semua yang dia lakukan tanpa ada yang melarangnya.


Carey memang mata-mata mamanya. Tetapi Carey sepertinya lebih patuh pada Raihan. Dibandingkan Zira.


Dia juga sering bohong pada Zira karena permohonan Raihan kepadanya. Jadi jelas Raihan merasa sangat aman.


Setelah melihat Pria itu sebentar. Nayra kembali kekamarnya. Nayra merebahkan kembali dirinya di atas ranjang dan perlahan memejamkan matanya.


***********

__ADS_1


Pagi hari kembali. Raihan yang merasa sudah lama tidur, mengerjapkan matanya perlahan. Raihan memijat pelipisnya. Jelas dia sangat pusing dengan alkohol yang di minumnya.


Raihan melihat tubuhnya sudah memakai selimut. Raihan menyunggingkan senyumnya. Ketika mendapatkan dirinya tertutupi selimut itu.


Yang dia tau pasti itu kerjaan Nayra, siapa lagi kalau bukan Nayra. Nayra kan tinggal sendiri di Apertemen itu. Raihan sepertinya mulai kegeeran mendapat perlakuan manis dari Nayra.


Raihan pun duduk masih dengan senyum di wajahnya. Tangannya masih memegang keningnya yang terasa pusing. Alkohol di minumnya terlalu banyak.


Untung saja dia tidak muntah-muntah di Apertemen Nayra. Yang adanya Nayra akan semakin kesal dengan Raihan.


" Sudah bangun," ujar Nayra dengan ketus yang tiba-tiba datang.


Nayra berdiri di depan Raihan. Raihan melihat wanita itu dari bawah sampai atas yang sudah rapi.


" Buruan keluar," usir Nayra tu the point melipat tangannya ke-2 ke dadanya.


" Apa kau tidak bisa menutup mulutmu. Ini masih pagi. Sebaiknya kau ambilkan aku air putih," sahut Raihan memerintah Nayra dengan suara datarnya


" siapa dirinya menyuruh- nyuruh," gumam Nayra kesal dengan pelan.


" Kenapa masih diam apa kau tuli?" ujar Raihan yang tidak melihat Nayra bergerak. Raihan juga mendengar keluhan Nayra kepadanya.


Dengan terpaksa Nayra pun mengambilkan air putih kepada Raihan. Nayra kembali datang dan menyodorkan segelas air putih pada Raihan.


Raihan langsung mengambilnya lalu meneguknya. 1 kali tegukan segelas air putih itu langsung habis. Raihan memberikan kembali gelas itu kepada Nayra.


Nayra pun duduk berhadapan dengan Raihan.


" Kau ingin kekantor?" tanya Raihan melihat ke arah Nayra.


" Hmmm, mau kemana lagi," sahut Nayra dengan ketus.


" Kita pergi bersama!" ajak Raihan.


" Kau ingin kekantor dengan penampilanmu seperti itu. Dengan pakainmu yang bau alkohol itu," ujar Nayra dengan sinis menyindir Raihan.


Raihan yang mendengar perkataan Raihan langsung mengendus bajunya yang memang bau alkohol.


" Jangan banyak cerita, ayo ikut!" ujar Raihan langsung berdiri.


" Dia pikir dia siapa, menyuruhku seenaknya," gerutu Nayra mengoceh dengan sendirinya.


Raihan yang masih berdiri di belakang Nayra dia mendengar ocehan Nayra.


" Buruan!" ujar Ilham yang tidak melihat Nayra bergerak.

__ADS_1


...Bersambung.........


__ADS_2