
Raina hari ini kekantor. Raina langsung memasuki ruangan Alex. Salah satu alasan Raina ke kantor memang hanya untuk menemui Alex. Karena berjanji membawa beberapa bukti mengenai Nayra.
tok-tok-tok-tok Raina mengetuk pintu.
" Masuk!" sahut Alex dari dalam ruangan.
Raina pun langsung memasuki ruangan Alex, dan langsung duduk di sofa putih yang terdapat di ruangan Alex.
" Raihan tidak masuk?" tanya Alex bangkit dari bangku kerjanya dan menghampiri Raina ikut duduk di sofa di samping Raina.
" Kan kamu sekantornya, kenapa tanya aku," sahut Raina.
" Kalian kan serumah, semalam gak masuk, ini juga belum datang sampai sekarang," oceh Alex sambil melihat jam tangannya.
" Sudah itu nggak penting. Nanti aja kita bahas masalah kak Raihan," sahut Raina membuka tasnya. Raina mengeluarkan yang ingin di tunjukkan dari dalam tasnya.
" Ini yang penting," ujar Raina meletakkan beberapa foto dan di atas meja dan juga ada beberapa lembar dokumen.
Alex langsung melihat ke meja. Tangannya mulai mengambil beberapa foto itu. Alex melihat dengan teliti. Dari foto bayi sampai foto anak balita. Anak kecil. Sampai foto Nayra tema dan sampai sekarang dewasa.
" Ini Nayra?" tanya Alex melihat ke arah Raina. Raina menganggukkan kepalanya.
" Bagaimana menurut kamu, dan lebih anehnya Nayra tidak memiliki foto masih bayi. Bahkan foto masih kecil. Sementara mama punya semuanya," jelas Raina. Alex semakin bingung.
" Lalu Nayra pernah melihat ini?" tanya Alex.
" Tidak, aku rasa ketika dia melihat fotonya sewaktu kecil. Dia juga tidak akan mengenalinya," jawab Raina.
" Dan ini," Raina menunjukkan lembaran kertas. Bukti kelahiran Nayra di salah satu rumah sakit di Australia.
" Apa ini?" tanya Alex membaca isi dari lembaran itu.
" Nara Raqilla Wilson," gumam Alex berpikir. Raina mengangguk.
" Sama dengan foto makam yang kamu minta bukan?" tanya Alex.
" Kemarin juga aku bilang gitu. Tetapi kamu tidak mengerti-mengerti," sahut Raina mulai kesal.
" Tanggal lahir Nayra dan tanggal lahir anak Pak David sama, tempat kelahiran juga sama," jelas Raina lagi.
" Nama anak Pak David sama dengan nama yang ada di di sini," ujar Alex.
__ADS_1
" Bagaimana pendapat kamu?" tanya Raina.
" Pak David menikahi Tante Jihan dalam kurun waktu setahun. Ketika Tante Jihan melahirkan mereka bercerai. Pak David memiliki Putri yang sudah meninggal dengan Nama Nara Raqilla Wilson. Tante Zira memiliki kelahiran dari rumah sakit dengan nama yang sama. Tanggal tempat. Dan juga foto bayi sampai foto berusia 4 tahu. Tante Zira dan Tante Jihan adalah sahabat sejak kecil. Bahkan Tante Jihan menghadiri pernikahan Pak David. Golongan darah Nayra dan Pak David sama. Memiliki genetik yang sama. Jadi benar-benar banyak kemungkinan jika......" Alex mulai memahami teka-teki yang ada.
" Nayra adalah anak kandung Pak David? sahut Raina melanjutkan.
" Dan Tante Jihan," ujar Alex bingung.
" Banyak kemungkinan semua ini berhubungan. Kamu mengatakan jika Pak David hanya menikah sekali. Itu cuma dengan Tante Jihan. Berarti 99% Nayra juga anaknya," ujar Raina menerka-nerka.
" Dan kenapa anak mereka malah di katakan sudah meninggal. Apa kamu pernah tanya ini sama Tante Jihan?" tanya Alex.
" Iya benar, aku belum tanya ini sama Tante Jihan. Jika memang benar Nayra anak Tante Jihan juga. Berarti dia dan Carey adalah adik kakak," ujar Raina menyimpulkan.
" Iya itu bisa jadi," sahut Alex menyetujui.
" Hhhhhhh," Raina membuang napasnya perlahan menyandarkan tubuhnya di sofa dengan ke-2 tangan di lipat di dadanya.
" Raina," tegur Alex.
" Hmmmm," Raina menjawab dengan deheman.
" Kenapa kita tidak lakukan tes DNA," sahut Alex dengan ide di kepalanya. Raina langsung melihat Alex dengan wajah sedikit kaget.
" Hmmm, bukannya itu cara yang paling aman," ujar Alex.
" Apa itu tidak terlalu berlebihan. Kita melakukan tes DNA secara diam-diam gitu," tebak Raina.
" Iya," jawab Alex.
" Caranya?" tanya Raina.
" Tes DNA bisa dari apapun termasuk rambut. Ya kita coba melakukan tes DNA melalui rambut Nayra dan juga Pak David," ujar Alex memberi ide.
" Lalu Pak David?" tanya Raina.
" Biar Pak David aku yang urus," sahut Alex dengan wajah penuh keyakinan.
" Kamu yakin berhasil. Lalu jika memang benar Nayra anak Pak David. Apa yang harus kita lakukan," ujar Raina yang penasaran kedepannya.
" Ya harus kita kasih tau lah," sahut Alex.
__ADS_1
" Lalu mama bagaimana. Kita saja tidak tau alasan mama melakukan ini? Kita saja tidak tau kenapa mama bisa ada di dalam masalah ini? kita saja tidak tau Tante Jihan Pak David dan mama apakah saling mengetahui atau tidak?" ujar Raina yang semakin puyeng.
" Gini Ya Raina. Itu tugas kamu. Kamu sebaiknya selidiki Tante Zira dulu. Biar aku yang mencari tau latar belakang pernikahan singkat Tante Jihan dan Pak David. Dan juga misteri bayi itu," ujar Alex mencoba membagi tugas.
" Boleh juga. Tapi mama pasti akan sangat hati-hati kali ini. Apa lagi papa sudah mulai mencurigai mama," ujar Raina tiba-tiba.
" Om Addrian, dia menduga juga. Jika Nayra anak Pak David?" tanya Alex penasaran.
" Aku rasa pikiran papa tidak sampai di situ. Papa hanya mulai merasa ada yang aneh dengan sikap mama yang berlebihan kepada Nayra. Sikap peduli yang melebihi anak kandung sendiri," jelas Raina.
" Kamu kok bisa bilang begitu?" tanya Alex.
" Kemarin waktu mama dan Raihan ribut. Papa menyuruh mama untuk berhenti mencampuri urusan Nayra. Dan mama pada saat itu langsung marah," jawab Raina.
" Raihan dan Tante Zira ribut, masalah apa?" tanya Alex.
" Semua keluarga memaksa Raihan menikah dengan Carey," jawab Raina. Alex mendengarnya tersentak kaget.
" Hahhhh, di jodohkan, maksud kamu," sahut Alex masih Schok. Raina hanya menganggukan kepalanya.
" Iya kemarin, aku pulang kerumah, dan terjadi keributan, kamu tau sendirilah bagaimna Raihan. Dia jelas-jelas sangat marah. Dia juga mengatakan sesuatu hal yang membuat mama sedih. Bahkan Raihan tidak pulang ke rumah sampai detik ini," jelas Raina.
" Kok bisa tiba-tiba, ada masalah perjodohan, bukannya Carey sahabatan baik dengan Raihan ya. Dan bukannya Tante Zira dan Om Addrian juga tau tentang hubungan Nayra dan Raihan. Jadi kenapa tiba-tiba seperti itu?" tanya Alex semakin bingung.
" Katanya sih itu amanat dari leluhur atau apalah aku juga tidak mengerti. Yang jelas masalah itu menjadi panjang," sahut Raina dengan wajah lesuhnya.
" Berarti itu juga yang membuat Raihan mogok kekantor," tebak Alex. Raina menggedikkan bahunya.
" Kak Raihan sampai saat ini belum pulang. Aku juga tidak tau apa yang di lakukannya. Tapi mungkin dia di rumah Nayra," ujar Raina menerka-nerka.
" Tapi aneh banget Tante Zira menyetujui hal itu, bukannya kamu sendiri yang bilang Nayra itu bagaikan emas untuk mama kamu. Memang dengan dia melakukan itu Nayra tidak akan terluka apa?" ujar Alex yang tidak mengerti jalan pikiran Zira.
" Seperti yang aku katakan sama kamu, mama penuh misteri tidak ada yang bisa menebak. Aku juga tidak mengerti apa sebenarnya yang ada di hatinya. Dan bagaimana sebenarnya perasaannya terhadap Nayra," sahut Raina yang sampai detik ini tidak bisa memahami mamanya.
" Sedari dulu mama selalu peduli dengan Nayra. Dari sekolah, perguruan tinggi mama selalu menyiapkan. Selayaknya Nayra adalah anaknya. Sekolah di tempat yang bagus, mama juga mengurus keperluan orang tua Nayra. Supaya orangtuanya tidak menganggu Nayra. Mama sampai sepeduli itu. Sampai-sampai Nayra merasa terikat hutang budi dan rela putus dengan Raihan," jelas Raina dengan wajah lesunya.
" Apa Raihan tau semua itu. Jika Nayra tertanam hutang budi?" tanya Alex.
" Iya, kak Raihan tau. Aku juga sering mendengar kak Raihan mencoba untuk menghentikan mama yang terus membuat Nayra merasa memiliki hutang Budi. Pastinya Nayra sangat tertekan dengan mama," ujar Raina.
" Apa ini juga alasan Nayra tidak ingin melanjutkan kontrak kerjanya," sahut Alex. Membuat Raina kaget.
__ADS_1
" Nayra tidak melanjutkan kontrak kerjanya?" tanya sekali lagi Raina memperjelas perkataan Alex.
🌹🌹🌹🌹🌹 Bersambung🌹🌹🌹🌹🌹