Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 344


__ADS_3

Di sisi lain Dion dan Carey juga sudah kembali lagi ke rumah mereka. Carey sudah mengganti pakaiannya dengan pakaian untuk tidurnya dan Dion sedang meyandarkan punggungnya di kepala ranjang.


Carey yang keluar dari kamar mandi mendapati suaminya yang asyik mengetik pesan.


" Sibuk amat amat sama ponselnya," ujar Carey yang merasa acuhkan. Dia sampai tidak dilihat karena Dion yang sibuk sama ponselnya dan seperti chatingan.


" Ohhh ini aku tadi habis chat Vira. Dia bilang besok mau cek kandungan," jawab Dion yang kembali mengetik pesan.


" Vira ternyata," batin Carey tampak biasa.


" Memang kenapa kandungannya?" tanya Carey tampak ketus.


" Tidak ada masalah sih. Cuma besok sudah waktunya untuk cekup," jawab Dion.


" Oh begitu," sahut Carey datar dan langsung menaiki ranjang.


" Aku berharap kandungan tidak apa-apa. Dan semoga benar-benar sehat," ujar Dion lagi sangat suka membahas Vira.


" Hmmmm," sahut Carey dengan deheman yang tidak ikhlas. Carey menarik selimut dan berbaring miring membelakangi Dion. Dia tidak tertarik untuk mendengarkan suaminya berbicara yang masalah kandungan.


" Dia sudah sepertinya Aya bayi itu. Dari awal sangat sibuk. Sony saja tidak seheboh itu. Tapi dia jauh lebih sibuk," batin Carey yang tampak cemburu melihat perhatian suaminya pada Vira.


Memang bukan sekali ini saja. Carey akan kehilangan moodnya jika Dion sudah mulai membahas Vira lagi. Alasan Dion hanya satu kasihan dan kasihan. Carey juga tidak menanggapi atau bahkan melarang. Karena tidak ingin ribut dengan hal yang tidak jelas.


" Kamu ikut kan besok?" tanya Dion. Carey memejamkan matanya dengan cepat. Pura-pura tidur. Malas menjawab pertanyaan Dion.


" Kamu sudah tidur Carey?" tanya Dion yang tidak ada respon dari Carey. Dion mendekatkan dirinya pada Carey mengusap pundak Carey.


" Selamat malam," ujar Dion mengecup pipi Carey. Lalu Dion tidur berbaring di samping Carey. Barulah Carey membuka matanya.


" Dia selalu memperhatikan Vira. Apa yang di pikirannya hanya Vira saja. Apa jika aku hamil dia juga akan memperhatikanku," batin Carey yang mulai cemburu.


" Kapan Dion akan berhenti memperhatikan Vira. Apa tidak bisa dia tidak terus mencampuri urusan Vira. Macam Vira tidak punya siapa-siapa saja. Padahal masih ada papanya dan Dara juga bersamanya. Apa pantas dia memiliki perhatian sebesar itu kepada wanita lain," Carey terus bergerutu di dalam hatinya.


Carey memang belum di percaya untuk mengandung. Lagian usia pernikahan mereka juga baru dalam hitungan bulan. Tetapi terkadang Carey ingin mengandung. Karena melihat perhatian suaminya pada Vira yang sangat berlebihan. Yang membuatnya terus cemburu.


Mungkin kalau istri lain. Cemburu bisa di ungkapkan. Tetapi dia tidak. Cemburu harus di tahan. Karena dia juga tidak tau. Suaminya sudah mencintainya apa belum. Tetapi dia jelas sudah mencintai suaminya.


**********


Pagi hari kembali tiba. Cahaya matahari yang begitu cerah membangunkan tidur Nayra yang sangat nyenyak. Dengan perlahan matanya langsung terbuka dan menoleh kesampingnya dengan cepat.


Nayra langsung membuang napasnya dengan cepat seakan merasa lega. Saat melihat suaminya masih ada di sampingnya yang masih tertidur pulas berbaring lurus.


Nayra menggeserkan tubuhnya mendekati Raihan dan setengah duduk. Nayra mengusap lembut wajah pipi Raihan. Meraba wajah itu dengan lembut dan juga rambut Raihan.

__ADS_1


" Aku tidak tau apa yang terjadi kepadamu. Tetapi aku sangat bersyukur kau kembali kedalam hidupku. Aku sangat mencintaimu," ujar Nayra mengecup bibir Raihan.


Kecupan istrinya membuatnya membuka matanya perlahan dan melihat wajah istrinya yang sangat dekat dengannya. Raihan tersenyum pada Nayra yang juga tersenyum padanya.


" Selamat pagi," ujar Nayra dengan lembut.


" Pagi," jawab Raihan dengan suara serak ala bangun tidur. Raihan memegang pipi Nayra dengan ke-2 tangannya dan mengantarkan kening Nayra kebibirnya. Mencium hangat kening itu.


" Aku mencintai mu," ujar Raihan..


" Aku juga, jawab Nayra yang tidak mau kalah.


" Kamu mau aku buatkan sarapan apa?" tanya Nayra.


" Aku ingin makan sup ceker kesukaan kita berdua. Tapi kamu sedang hamil bukannya selama kamu hamil sangat membenci makanan itu," ujar Raihan yang jelas mengingat hal itu. Nayra tersenyum mendengarnya.


" Masa-masa rewel kehamilan sudah berlalu dan aku tidak membencinya lagi. Justru aku sangat menyukainya sama seperti dulu," jawab Nayra.


" Benarkah. Aku tidak percaya akan bisa memakan. Makanan istri ku lagi," ujar Raihan sambil terus Menyinggirkan anak rambut di wajah istrinya.


" Baiklah kalau begitu aku akan membiarkannya untukmu. Kita akan sarapan Sama-sama," ujar Nayra. Raihan menganggukan matanya.


" Iya," sahut Raihan.


" Ya sudah aku kedapur dulu," ujar Nayra. Raihan mengangguk. Sebelum beranjak dari ranjang. Nayra mencium pipi Raihan. Raihan tersenyum menerimanya. Nayra pun langsung beranjak dari tempat tidur. Untuk menyiapkan sarapan pada suaminya.


**********


Raihan sudah keluar dari kamar. Sudah mandi dan memakai pakaian santainya. Yang mungkin kalau biasanya dia akan memakai pakaian rapi untuk kekantor. Tapi kayaknya pekerjaan yang lama tidak di pegangnya itu. Tidak akan di pegangnya dulu.


" Wanginya enak sekali," ujar Raihan mengipas-ngipas hidungnya menghirup aroma masakan istrinya tercinta sambil berjalan menghampiri sang istri.


Nayra tersenyum mendengarnya dan meletakkan soup itu di atas meja. Raihan menarik kursi dan langsung duduk.


" Kamu mau pakai nasi atau tidak?" tanya Nayra.


" Boleh sedikit," jawab Raihan.


" Oke aku ambil duku," ujar Nayra yang langsung mengambilnya. Selesai mengambilnya memberikan pada suaminya dan dia pun duduk di samping suaminya.


Mengambil sesendok sup, meniup dengan lembut.


" Cobain," ujar Nayra menyuapi Raihan. Raihan menganggukkan matanya dan membuka mulutnya menerima suapan sang istri. Suapan yang pasti sudah lama tidak di rasakannya.


" Bagaimana enak?" tanya Nayra memastikan. Suaminya masih menelannya dan Nayra sudah tidak sabaran dengan penilaian dari Raihan.

__ADS_1


" Ini sangat enak. Rasanya tidak pernah berubah," jawab Raihan.


" Ya sudah sekarang kamu makan lagi," ujar Nayra yang mencampur sup tersebut ke nasi Raihan.


" Makasih ya, sudah menyiapkannya untukku, aku sudah lama tidak memakan ini. Bahkan saat kamu hamil aku juga tidak memakannya," ujar Raihan.


" Kenapa harus bilang makasih. Bukannya memang itu tugas seorang istri," jawab Nayra.


" Ya sudah kamu makan lagi," ujar Nayra lagi.


" Kamu tidak makan?" tanya Raihan.


" Aku ingin melihatmu menghabiskan apa yang aku masak dulu. Baru aku makan," jawab Nayra.


" Lalu bagaimana dengan anak kita. Apa dia juga tidak akan makan. Apa dia akan makan ketika aku sudah menghabiskan semuanya?" tanya Raihan.


" Hmmm, bisa jadi. Karena anak kita. Hanya akan mengikuti mamanya sana," sahut Nayra.


" Tidak bisa begitu. Dia juga harus mengikuti papanya," sahut Raihan yang tidak mau kalah.


" Baiklah terserah kamu. Aku akan makan. Tapi kamu harus menyuapiku ku," ujar Nayra. Jiwa manjanya sudah mulai keluar.


Raihan mengendus dengan tersenyum.


" Aaaak," ujar Raihan yang langsung menyuapi istrinya. Nayra langsung membuka mulutnya lebar dan menerima suapan suaminya yang juga sudah lama tidak pernah di rasakannya.


Mereka pun menikmati sarapan mereka bersama-sama. Saling bergantian menyuapi dan pasti mereka akan bercerita. Karena memang masih kangen-kangenan.


**********


Di sisi lain. Carey juga menyiapkan sarapan pagi untuk suaminya. Nasi goreng yang sudah menjadi favorit suaminya. Tidak berapa lama Dion sudah turun dengan rapi dan langsung menghampiri meja makan. Menarik kursi dan langsung duduk.


" Kamu jadi ikut kan?" tanya Dion.


" Kemana?" tanya Carey yang menyendokkan nasi kedalam piring Dion.


" Rumah sakit. Untuk cek kandungan Vira," jawab Dion. Wajah Carey sudah mulai bete.


" Ohhh," sahut Carey datar.


" Kamu ikut?" tanya Dion memastikan lagi. Dari tadi malam dia terus menanyakan hal yang sama.


" Iya," jawab Carey dengan biasa. Lalu menarik kursi di hadapan Bion dan juga menyendokkan nasi kedalam piringannya dengan wajahnya yang sangat bete.


" Setelah dari rumah sakit kita ke rumah Raihan," ujar Dion yang tampaknya ingin melepas rindu kembali pada sahabatnya itu.

__ADS_1


" Hmmm," jawab Carey dengan deheman. Dia sudah malas mau ngapain- ngapain. Jadi dia tampak ketus.


Bersambung.....


__ADS_2