Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 240


__ADS_3

" Apa maksud Nayra mengganti Dokter, kenapa semua ini tiba-tiba. Sialan, wanita ini benar-benar memperkeruh suasana," batin Vira yang mulai gelisah. Bahkan memegang piring dengan tangan yang bergetar.


" Nayra. Tapi kenapa di ganti, papa sudah biasa dengan Dokter yang biasa," sahut David.


" Tidak Pa, Nayra cuma ingin papa di tangani sama Dokter yang lebih baik. Bukannya Dokter sebelumnya tidak baik," Nayra menjeda omongannya, " memang tidak baik," batin Nayra.


" Benar kata Nara Pa, Raihan juga sudah buat janji dengan prifesor Han. Orang tua teman Raihan. Sebentar lagi dia akan sampai. Semua ini di lakukan demi kebaikan papa," sambung Raihan.


" Apa itu perlu Nayra," sahut Vira tiba-tiba yang seperti hal itu tidak ingin terjadi.


" Ada apa apa? apa ada masalah?" tanya Nayra menoleh kearah Vira yang terus resah.


" Dokter sebelum adalah Dokter kepercayaan papa. Dan dia juga sudah menjadi Dokter papa sejak dulu. Kalau kamu menggantinya yang adanya Dokter itu akan tersinggung," ucap Vira dengan beribu alasan.


" Aku hanya mencari Dokter yang bisa menyembuhkan bukan mematikan," sahut sinis Nayra penuh sindiran.


" Apa maksud kamu. Kamu tidak mempercayai Dokter papa. Nayra papa dan Dokter itu sudah bersahabat. Bagaimana mungkin kata-kata kamu sampai seperti itu," ucap Vira mulai kesal.


" Pa keputusan yang di ambil sama Nayra dan suaminya. Hanya merusak persahabatan papa dengan Dokter Ramon," jelas Vira memberikan resikonya.


" Kamu jangan berlebihan Vira. Hanya mengganti Dokter tidak akan merusak apapun, jadi jangan berpikir terlalu jauh," sahut Raihan.


" Sialan mereka ber-2. Benar-benar mereka telah menyerangku secara tiba-tiba," batin Vira semakin panik.


" Nayra sama Raihan melakukan semua ini demi kesehatan papa," ucap Nayra memegang tangan papanya.


" Nayra papa sudah nyaman dengan Dokter biasa. Benar kata Vira mengganti Dokter tiba-tiba hanya akan membuat peraihan," ujar David membuat Vira tersenyum merasa lega. Saat melihat David yang juga tidak setuju.


" Tapi pa, Dokter sebelumnya tidak menunjukkan perkembangan papa. Papa bukannya semakin sembuh malah semakin parah," sahut Nayra.


" Sayang, kesembuhan itu hanya milik Tuhan Dokter hanya perantara. Walaupun Dokternya hebat kalau Tuhan mengatakan tidak sembuh. Maka tidak sembuh sebaliknya. Walaupun papa tidak berobat sama sekali. Tetapi kalau Tuhan bilang sembuh akan sembuh tanpa Dokter dan obat," jelas David mengusap pipi Nayra. Memberi putrinya kelembutan.


" Syukurin sok-sok-an mau ganti Dokter," batin Vira tersenyum kemenangan.


Raihan melihat wajah istrinya yang sedih, mengusap pundak istrinya agar terlihat tenang.


" Pa! tapi Raihan sudah memanggilnya. Ya sudah kalau memang papa tidak mau mengganti Dokter nya. Ya sudah tidak apa-apa," sahut Raihan mengambil keputusan.


" Sayang," ucap Nayra melihat Raihan yang malah setuju pada papanya. Raihan menganggukkan matanya.

__ADS_1


tok-tok-tok pelayan rumah mengetuk pintu yang sudah terbuka.


" Ada apa?" tanya Vira.


" Ada Dokter yang ingin bertemu Pak Raihan," ucap pelayan tersebut.


" Suruh masuk saja!" ucap Raihan.


" Baik Pak," sahut pelayan pergi.


" Apa maksud kamu Raihan. Jangan bilang itu Dokter yang kamu katakan," sambar Vira kembali panik.


" Jika dia mencariku itu pasti Dokter yang aku katakan. Tetapi jika dia mencarimu itu Dokter yang sering berkomunikasi denganmu," ketus Raihan penuh sindiran membuat Vira kaget.


" Apa kamu tidak mendengar kan papa, papa sudah menolaknya," ucap Vira seperti orang kebakaran jenggot.


" Benar Raihan apa yang di katakan Vira," sahut David.


" Pa, Raihan sudah terlanjur memanggilnya. Dokter nya juga sudah datang. Raihan akan tidak enak dengan teman Raihan dan mungkin akan berselisih nantinya kalau dia tau Raihan mempermaikan waktu orang tuanya. Jadi apa salahnya papa hanya di periksa saja. Di periksa bukan berarti mengganti Dokter. Raihan pikir itu tidak akan masalah," jelas Raihan.


" Bisakan pa?" tanya Raihan memastikan.


" Baiklah," sahut David. Nayra mendengarnya tersenyum lebar. Raihan mengusap bahu istrinya yang sekarang sangat bahagia.


" Pa, apa yang papa pikirkan," sahut Vira benar-benar tidak percaya dengan hal itu.


" Selamat pagi!" sapa profesor Han yang Dokter di pilihkan Raihan.


" Selamat siang om," sahut Raihan, " mari masuk Om," ajak Raihan.


" Sial," batin Vira benar-benar tidak bisa berkutik lagi. Bahkan protes tidak ada gunanya. Dokter berkaca mata itu benar-benar sudah ada di dalam kamar itu.


Nayra langsung beralih dari duduknya dan berdiri di samping suaminya. Dengan wajahnya yang ceria. Raihan meletakkan tangannya di bahu sang istri.


" Om bisa langsung cek kesehatan papa mertua saya," ucap Raihan tanpa basa-basi.


" Baiklah. Tetapi yang lainnya bisa menunggu di luar dulu," ucap Dokter tersebut.


" Baiklah! ayo sayang! ajak Raihan membawa istrinya keluar.

__ADS_1


Nayra mengangguk lalu pergi melewati dengan santai Vira yang masih dengan wajah kepanikan. Vira juga akhirnya menyusul dengan menyimpan kekesalan yang besar.


**********


Dokter yang di panggil Raihan memeriksa kondisi David. Sementara Vira yang berada di dalam kamarnya terus gelisah mondar-mandir seperti setrikaan di sekitar ranjangnya dengan jari jempol tangannya di gigit.


" Bagaiman ini, bagaimana ini, kenapa seperti ini, sialan Nayra. Bisa-bisanya aku tidak kepikiran dengan hal ini," ucap Vira yang benar-benar kepanikan.


Vira bahkan menelpon seseorang sedari tadi. Tetapi orang yang di telponnya tidak mengangkat membuatnya tambah kesal.


" Kemana sih," desisnya mengusap bagian depan rambutnya dengan 5 jarinya.


" Apa yang harus aku lakukan, bagaimana ini," Vira benar-benar kepanikan. Kalau panik memang pasti ada sesuatu yang di takutinya. Otaknya bahkan tidak dapat bekerja dengan baik.


Brukkk.


Suara bukaan pintu kamar dengan kuat membuat Vira tersentak kaget. Tetapi lebih kaget saat melihat orang yang membuka pintu yang ternyata Nayra.


Nayra memegang gagang pintu dengan wajahnya memerah menatap tajam Vira. Nayra yang terlihat marah langsung menghampiri Vira yang wajahnya juga memerah karena panik.


Plakkkk


Tanpa ba-bi-bu. Nayra langsung menampar tepat di pipi wanita itu dengan keras. Membuat Vira kaget saat mendapat pukulan itu. Tangan Vira masih memegang pipinya yang di tampar yang tertutup sebagian rambutnya.


" Apa-apaan kamu, kenapa kamu seenaknya masuk kedalam kamarku dan main tangan," bentak Vira dengan matanya melotot ingin keluar tidak terima mendapat tamparan itu.


" Apa yang kamu lakukan dengan papa," teriak Nayra.


" Apa maksudnya, tidak mungkin itu tidak mungkin Nayra sudah tau. Gawat," batin Vira kaget mendengar ucapan Nayra semakin kaget dengan perasaannya semakin tidak menentu.


" Katakan apa yang kamu kamu ingin kan dari papa," teriak Nayra yang semakin tidak bisa menahan dirinya.


" Aku tidak mengerti apa maksudmu?" tanya Vira pura-pura tidak tau.


" Dasar," desis Nayra semakin kesal.


Plakkk.


Nayra kembali menampar wanita yang membuatnya ingin langsung membunuhnya. Wajah Vira yang terlihat bodoh hanya membuat emosinya semakin naik.

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2