Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 398


__ADS_3

" Kau tidak tau apa-apa tentang perasaanku. Jadi jangan sok tau," ujar Della yang terus membantahnya.


" Aku bisa melihat dari matamu. Kalau kamu belum bisa melupakan ku. Aku bisa melihatnya," ujar Angga dengan yakin. Della terdiam dan tidak bisa berkutik lagi.


" Angga, apa punya kalian sudah habis?" tanya Kayla. Membuat Angga dan Della tersentak kaget dan Angga langsung mengalihkan pandangannya melihat ke arah mamanya.


" Masih ada ma," sahut Angga menjauh sedikit dari Della dan Della terlihat membuang napasnya perlahan dia merasa lega dengan Angga yang sudah tidak di dekatnya lagi.


" Ohh, kalau misalnya kurang kamu ambil lagi ya," ujar Kayla.


" Iya ma," jawab Angga yang kembali makan di samping Della. Setelah merasakan canggung bersamaan.


" Tante, tempat di sini bagus sekali. Beda sama di puncak," sahut Luci.


" Iya Luci kamu benar, Tante sama keluarga, jarang kemari," sahut Kayla.


" Oh, iya ma, apa kita tidak merayakan ulang tahun Angga di sini saja," sahut Ilham tiba-tiba yang mengingat ulang tahun putranya.


Della langsung melihat ke arah Angga yang Della juga pasti mengingat hal itu.


" Astaga mama sampai lupa. Kalau Angga sebentar lagi akan ulang tahun," sahut Kayla menepuk jidatnya. Angga mungkin mengingat. Tetapi mungkin lebih tidak peduli.


" Kamu ini ya Kayla. Bisa-bisanya lupa ulang tahun anak sendiri," sahut Aca geleng-geleng.


" Maklumlah faktor usia," sahut Kayla tertawa kecil.


" Memang kapan ulang tahun Angga?" tanya Tomy.


" Lusa pa," jawab Della. Siapa yang di tanya siapa yang menjawab. Sampai jawaban Della membuat mata tertuju padanya yang seperti sangat hafal mengenai Angga. Dan Angga tersenyum miring mendengar Della yang ternyata mengingat ulang tahunnya.


" Ehemmm, ternyata ada yang paling ingat," sahut Kayla tersenyum menggoda Della. Della jadi salah tingkah yang keceplosan bicara. Seharusnya dia tidak perlu menjawab pertanyaan itu.


" Kamu pasti mengingat-ingat tanggal itu ya Della," Sahut Aca yang ikut-ikutan menggoda putrinya.


" Tidak ma. Bukan begitu. Luci sama Celine juga pasti ingat. Karena kita dan teman-teman yang lainnya sering merayakan ulang tahun secara bergantian," sahut Della menjelaskan dengan penuh kegugupan.

__ADS_1


" Tidak juga kak, aku saja sampai lupa," sahut Luci tersenyum dan wajah Della memerah dengan ulahnya sendiri. Tetapi Angga tersenyum puas melihat Della yang semakin menyembunyikan perasaannya semakin membuat Della tidak bisa mengontrol dirinya.


" Della, apa perlu kamu harus menjawab hal itu," batin Della yang malu sendiri.


" Hmmm, sudah-sudah jangan menggoda Della saja. Kasihan dia. Wajar dia mengingatnya mereka dekat sejak dulu," sahut Ilham mencoba membantu Della.


" Iya lupakan saja. Bagaimana Angga kamu mau kan acara ulang tahun kamu di adakan di sini," sahut Kayla bertanya pada Angga.


" Apa perlu di rayakan segala. Angga kan bukan anak kecil lagi," sahut Angga merasa tidak pantas untuk merayakan ulang tahun itu.


" Tidak apa-apa Angga. Lagian kita sudah lama tidak perpesta. Jadi kamu tidak boleh menolak. Ulang tahun kamu akan di adakan di sini lusa dan kamu tenang saja mama yang akan mengurus semuanya," sahut Kayla mengambil alih tugas itu.


" Sepertinya itu berlebihan ma," sahut Angga yang merasa malas. Jika harus ada perayaan perayaan.


" Nggak ada yang berlebihan sudah jangan menolak. Masalah teman-teman kamu nanti mama juga akan mengundangnya," sahut Kayla menegaskan. Angga masih terlihat keberatan untuk pesta ulang tahun itu.


" Sudah Angga, apa salahnya menuruti mama kamu," sahut Ilham.


" Baiklah pah," sahut Angga yang tampak terpaksa dan membuat semua orang yang ada di sana tersenyum.


" Kamu santai aja Kayla. Tidak meminta tolong, aku, Luci, Celine dan Della. Pasti akan membantu kamu," sahut Aca tanpa keberatan.


" Iya Tante jangan khawatir aman kok," sahut Luci yang tampaknya juga sangat semangat.


" Apa itu artinya kita akan menginap di sini sampai ulang tahun Angga selesai?" tanya Celine.


" Kalau kalian tidak sibuk. Tante rasa langkah baiknya menginap. Karena kan pasti repot bolak balik Jakarta," sahut Kayla memberi sara.


" Tidak apa-apa, kalian menginap saja. Biar papa besok pulang untuk mengurus pekerjaan dan akan kembali ketika acaranya tiba," sahut Tomy mengambil solusi.


" Nah, tuh papa kamu sudah memberi izin. Itu berarti kita akan menginap di sini lagi. Sampai semuanya beres," sahut Aca menegaskan.


" Baiklah tidak masalah. Celine juga lagi cuti. Jadi tidak masalah," sahut Celine.


" Sama. Luci juga kosong. Jadi aman," sahut Luci yang juga senang.

__ADS_1


" Hmmm, terima kasih kalau begitu. Kalian memang anak-anak baik," sahut Kayla merasa sangat terbantu. " Hmmm, kamu sendiri bagaimana Della. Kamu maukan menginap lagi dan membantu Tante?" tanya Kayla memastikan Della. Karena sedari tadi Della diam tanpa memberikan respon dan pendapat apa-apa.


Della juga tidak langsung menjawab dan tampak sedikit ragu dan tampak kebingungan.


" Sayang, Tante Kayla sedang bertanya," ujar Aca.


" Iya Tante. Jika semuanya di sini. Maka Della juga tidak mungkin pulang," sahut Della yang tidak bisa mengatakan apa-apa.


" Makasih ya sayang," sahut Kayla tersenyum penuh kebahagian.


" Ya sudah ayo kita lanjutkan makannya," sahut Aca.


Della melihat ke arah Angga yang sedari tadi ternyata masih melihat dirinya.


" Aku hanya berharap semuanya baik-baik saja," batin Della.


**********


Malam semakin larut dan mereka sudah selesai baberque bersama di balkon dan sekarang Della, Luci dan Celine sudah berada di dalam kamar. Della berada di bagian pinggir sementara Luci berada di tengah-tengah Della dan Celine.


Luci dan Celine sudah tertidur pulas saling berhadapan sementara Della berbaring miring dan tampaknya Della tidak bisa tidur, wajahnya malah terlihat gelisah.


" Apa Angga akan membawa Karen dalam pesta ulang tahunnya?" tanya Della di dalam hatinya yang sepertinya tidak menginginkan hal itu terjadi.


" Jika Angga dan Karen semakin dekat. Lalu bagaimana Angga akan tau apa yang terjadi. Bagaimana Angga tau siapa Karen. Aku juga tidak mungkin memberi tahunya tanpa ada bukti," batin Della yang bergerutu tidak jelas yang resah dengan pemikirannya yang tidak tenang.


" Apa yang harus aku lakukan. Agar Angga mengetahui semuanya," tanyanya di dalam hatinya yang membutuhkan jawaban itu.


Ternyata Della yang gelisah tidak ada bedanya dengan Angga yang juga gelisah di kamarnya yang terbaring telentang dengan ke-2 tangannya di letakkan di bawah kepalanya dan matanya menatap langit kamar ya itu.


" Apa aku perlu mengajak Karen keacara ini. Tapi bagaimana dengan mama apa tidak akan terjadi kekacauan nanti," batin Angga yang ternyata memikirkan masalah itu.


" Dan Della juga bagaimana. Aku tidak mungkin menunjukkan kedekatanku pada Karen. Sementara aku berusaha mendekati Della," batin Angga yang kebingungan harus mengambil jalan apa.


" Aku hanya berharap ada titik terang untuk masalah ini," ucapnya yang penuh harapan.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2