Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 370


__ADS_3

Andini berada di dapur yang piring bersama Nayra yang juga ikut membantunya. dan sebagian yang lainnya membantu membersihkan ruang tengah yang pasti sudah seperti kapal pecah yang hancur lebur.


Mereka meletkakan tumpukan piring itu di wastafel. Tumpukan piring yang akan di cuci bibi nantinya.


" Tante Putri dan Om Yuda masih di Jakarta Andini?" tanya Nayra.


" Iya Nay, mama masih tinggal di rumah eyang," jawab Andini.


" Begitu rupanya," sahut Nayra.


" Hmmm. Kapan kamu datang kerumah eyang mama pasti senang dengan kedatangan kamu, Kerumah eyang," ujar Andini


" Boleh, nanti kapan-kapan aku sama Raihan sama Kinara akan kesana," sahut Nayra yang tidak masalah jika harus pergi kerumah eyang yang memang sudah lama tidak di kunjungi nya.


" Di tunggu," sahut Andini tersenyum.


" Hmmm, oh iya Andini. Hubungan kamu dengan Alex bagaimana?" tanya Nayra yang tiba-tiba penasaran.


Karena memang dia juga tidak tau temannya itu bagaimana kelanjutan hubungan itu. Seingatnya dulu mereka break dan sudah hampir 1 tahun. Tetapi tidak ada tanda-tanda jika temannya itu akan baikan dengan Alex.


" Andini!" tegur Nayra yang melihat Andini bengong.


" Memang aku sama Alex ada hubungan apa, kayaknya kami tidak ada hubungan apa-apa," sahut Andini.


" Kok ngomong gitu?" tanya Nayra.


" Memang itu kenyataannya. Nayra, hubungan kita sudah berakhir sejak waktu itu dan aku rasa memang tidak ada jalan untuk mengembalikan hubungan itu," jelas Andini dengan detail.


" Tapi aku melihat kamu masih berharap dengan Alex," ujar Nayra.


" Hmmm, walaupun aku berharap. Itu tidak ada gunanya. Kamu kan tau sendiri. Alex tidak bisa memberikan waktunya untukku. Walau aku mencoba mengerti. Tetapi tetap saja. Aku tidak mampu untuk memahaminya dan masalah orang tua. Kamu juga jelas tau. Alex selalu tidak memberikan. Waktunya untuk menemui mama dan juga papa. Jadi tidak ada yang perlu di harapkan lagi," ujar Andini dengan wajahnya yang lesu.


" Andini, mungkin kamu saja tidak memberinya kesempatan," sahut Nayra berpikir positif.


" Aku sudah memberi banyak kesempatan. Tetapi sampai detik ini aku tidak mendapatkan apa-apa dan dia pun sepertinya sudah tidak peduli dan mungkin saja. Dia sudah tidak mencintaiku lagi," sahut Andini denga dadanya yang sesak mengatakan hal itu.


Dia seakan takut jika kenyataan Alex sudah tidak mencintainya memang ada dan di sisi lain dia juga masih berharap banyak ada titik terang untuk hubungan mereka. Nayra mendekati Andini dan mengusap bahu Andini.


" Aku berharap. Kamu sama Alex bisa bicara. Karena tidak ada kata untuk terlambat. Tidak ada kata untuk selesai. Jika hati kalian masih ingin bersama," ujar Nayra yang penuh harapan. Adini menanggapinya hanya tersenyum tipis. Seakan mengiyakan saja.


" Ya semoga ada yang terbaik," jawab Andini.


" Walau itu tidak mungkin," batin Andini.


Ternyata obrolan singkat itu terdengar oleh Alex. Wajah Alex terlihat berpikir mendengarkan obrolan Andini dan Nayra.

__ADS_1


" Aku tau perasaan kamu dan semua tidak mudah untuk kamu. Maaf kan aku Andini," ujar Alex di dalam hatinya.


Dia menyadari apa yang di lakukannya membuat Andini dilema dan dia juga tau bagaimana perasaan dari Andini


************


Acara di tempat Nayra sudah selesai dan sekarang teman-teman Nayra dan Raihan sudah berada di depan rumah yang ingin berpamitan pulang.


Tampak Angga yang tidak peduli dengga penolakan Della. Dia tetap care dengan Della dan bahkan mengangkat Della dari kursi roda dan memasukkan Della kedalam mobil. Sementara raihhan melipat kursi roda itu dan memasukkan ke dalam bagasi yang sudah di bukakan Celine.


Angga mendudukkan Della dengan lembut dan Della sama sekali tidak melihat Angga dan mengalihkan pandangannya dari Angga yang di depannya yang sekarang ingin memainkan sabuk pengaman.


" Aku bisa melakukannya sendiri," ujar Della menolak.


" Aku juga bisa melakukannya," sahut Angga yang tetap ingin memasangkan sabuk pengaman itu.


" Hentikan!" ujar Della menatap Angga dengan serius dan Angga juga melihatnya.


" Jika kamu sudah menjalin hubungan dengan orang lain, maka jangan berlebihan kepadaku. Karena aku tidak mau ada kesalah pahaman," ujar Della dengan tegas.


" Kamu cemburu dengan hubunganku dengan Karen," ujar Angga. Della tersenyum mendengarnya.


" Aku tidak cemburu dan jelas itu bukan urusanku. Tapi aku hanya takut. Jika pacarmu itu akan bertindak yang aneh-aneh. Karena pacarnya masih berusaha untuk mendekati mantan kekasihnya," sahut Della dengan wajah seriusnya.


Angga mendengarnya tidak mampu bicara apa-apa. Dan hanya menatap Della dalam-dalam.


Angga dan Della saling menatap dengan perasaan mereka masing-masing. Wajah mereka yang sangat dekat dengan napas yang saling menerpa.


" Jadi aku tegaskan kepadamu jangan berlebihan kepadaku. Aku dengan mu jelas tidak ada hubungan apa-apa dan kau sudah bersama orang lain. Jadi sebaiknya urus saja hubungan mu dengannya," tegas Della lagi.


Angga yang diam saja mendengar ocehan Della langsung mencium bibir Della tanpa permisi dan membuat Della melotot. Tidak menyangka Angga melakukan hal dia tempat umum dan bagaimana jika yang lain melihatnya.


Sementara Karen hanya melihat ke arah mobil yang memang tidak kelihatan apa yang terjadi antara Angga dan Della yang sudah berciuman.


" Apa yang mereka bicarakan," batin Karen penasaran.


Hanya ciuman sebentar dan Angga melepasnya dan melihat wajah Della yang masih kaget.


" Kenapa bicara mu lain dengan apa yang di hatimu," ujjar Angga dengan suara beratnya.


Plakkk Della langsung melayang kan tangannya ke pipi Angga yang sama sekali tidak bergerak.


" Kurang ajar kamu Angga, berani sekali kamu melakukan itu," ujar Della dengan kemarahannya yang Angga sembarangan menciumnya.


Dia merasa di permainkan. Angga tadi baru saja mengenalkan pacaranya kepada semua orang dan sekarang dia malah menciumnya.

__ADS_1


" Kak Angga sudah selesai?" tanya Luci tiba-tiba. Della kaget dan langsung mendorong Angga dan Angga yang gugup langsung beralih dari hadapan Della mengeluarkan kepalanya dari dalam mobil itu.


" Iya sudah selesai, aku sudah menyelesaikan apa yang seharusnya aku selesaikan," ujar Angga melihat ke arah Della yang di mepuhi kemarahan bercampur kegugupa.


" Oh gitu," sahut Luci yang tidak mengerti maksud pembicaraan itu.


" Hmmm, ya sudah kami pamit duluan ya," sahut Celine.


" Kalian hati-hati," sahut Nayra.


" Pasti," sahut Luci dan mereka pun memasuki mobil. Luci yang mengemudi mobil itu. Dan Celine duduk di belakang. Sebelum melajukan mobil itu Luci mengklakson dan semua melambaikan tangannya.


" Ayo kita pulang," sahut Karen yang langsung menggandeng tangan Angga.


" Kami pulang duluan," uja Angga pamit.


" Iya, makasih sudah sempatin waktunya," sahut Raihan Angga mengangguk dan langsung dan belum sempat bicara apa-apa Karen tampak mendesaknya dan bahkan terlihat menariknya kedalam mobil.


" Pacar Angga posesif amat," sahut Dara yang risih dengan apa yang mereka lihat.


" Kayaknya," sahut Andini.


" Hmmm, ya sudah aku sama Carey juga balik dulu, sudah malam juga," sahut Dion yang juga harus kembali.


" Tidak mau nginap di sini saja?" tanya Nayra.


" Tidak nay, lain kali saja," sahut Carey.


" Oh ya sudah," sahut Nayra memeluk Carey.


" Kakak hati-hati, jaga kesehatan terus," ujar Nayra yang selalu berpesan. Padahal sering bertemu.


" Iya sayang, kamu juga," sahut Carey melepas pelukan itu.


" Ya sudah, mari semuanya," sahut Dion. Yang lainnya mengangguk. Carey dan Dion pun akhirnya memasuki mobil dan pergi.


" Aku juga harus pulang," sahut Andini.


" Aku nebeng, soalnya Sony sudah tidak ada," sahut Dara.


" Hmmm, iya ayo," sahut Andini. Dara mengangguk tersenyum dan akhirnya pergi setelah berpamitan.


Alex memang sudah pulang terlebih dahulu sementara Raka dan Rania menginap di tempat Nayra.


" Ayo sayang kita masuk," ujar Raihan meletakkan tangannya di pundak istrinya dan istrinya mengangguk lalu mereka memasuki rumah setelah mengantarkan tamunya sampai kedepan rumah.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2