
Mendengar pernyataan Andini membuat Angga kaget. Dugaannya memang benar, luka yang di lihatnya pada Della, bukan karena kecerobohan. Tetapi karena perbuatan seseorang.
" Aku tidak tau apa orang lain juga tau hal itu. Tetapi aku tidak berani membicarakan itu pada kak Della. Aku juga heran kenapa kak Della mempertahankan hubungannya dengan Pria yang suka kasar dengannya," lanjut Andini lagi.
" Siapa pacarnya?" tanya Angga yang mencemaskan Della.
" Seorang Pengusaha," jawab Andini.
" Kamu mengenalnya?" tanya Angga.
" Aku hanya bertemu beberapa kali, saat bertemu Kak Ramah terlihat sopan dan baik, sehingga tidak ada yang bisa menebak bagaimana dia sebenarnya, tetapi ternyata aku salah, aku sempat melihat beberapa kali dia menyakiti kak Della dan kak Della sama sekali tidak melawan," jelas Andini.
" Kenapa Della harus menikahi dengan Pria seperti itu," batin Angga yang kepikiran tentang Della.
" Aku juga ingin menanyakan hal itu pada kak Della, tetapi aku tidak berani dan takut di anggap tidak sopan," lanjut Andini lagi.
Angga langsung mengambil kunci mobilnya dengan buru-buru langsung pergi.
" Kak Angga mau kemana?" teriak Andini. Namun tidak di respon Angga sama sekali.
Dengan buru-buru Angga memasuki mobilnya dan melajukan dengan kecepatan tinggi. Fokusnya hanya pada Della yang memang sudah mendapat kekerasan fisik dari calon suaminya.
Mobil Angga berhenti di rumah sakit. Angga mencari Della di seluruh rumah sakit. Bertanya kepada beberapa suster. Dan ternyata Della sedang tidak praktek.
Angga pun mencari Della kerumahnya dan Luci mengatakan Della tadi pergi bersama pacarnya membuat Angga semakin khawatir.
Angga terus mencari Della sambil menelpon Della berkali- kali. Tetapi Della tidak mengangkat. Sehingga perasaannya semakin panik.
*********
" Ampun Ramah, ampun," Della kesakitan memohon ampun saat ramah menarik rambutn belakangnya. Sehingga kepala Della mendongak keatas.
" Kenapa kamu terlalu spele Della?" teriak Ramah yang benar-benar naik pitam. Karena ulah Della yang membuatnya marah.
" Ampun, aku janji tidak akan mengulanginya lagi, aku janji," ujar Della yang terus memohon menahan sakit. Ujung bibir Della juga berdarah dan pasti karena perbuatan Ramah yang kelewatan.
Dengan kasar Ramah melepas rambut Della. Membuat Della terhunyung menjauh sedikit dari Ramah, Della menunduk menahan sakit dengan air matanya.
" Kau selalu membuatku marah. Dasar cengeng," desis Ramah kesal, merapikan jasnya lalu pergi.
__ADS_1
" Ramah tunggu, kamu mau kemana?" tanya Della mengejar Ramah.
" Mau pulang," jawab Ramah.
" Lalu bagaimana denganku?" tanya Della melihat sudah larut malam.
" Pulang sendiri, aku bukan supirmu," ketus Ramah langsung pergi.
" Ramah!" teriak Della. Tetapi ramah tidak mempedulikannya dan tetap pergi. Della hanya meratapi nasibnya, sudah di pukuli dan sekarang di tinggalkan.
Ramah memang punya kesenangan sendiri. Setelah memukul Della. Seakan dia sangat bahagia ketika melayangkan tangannya kepada Della.
Di sisi lain Angga masih tetap. Menunggu Della. Mobilnya terparkir di depan rumah sakit. Angga berharap Della akan datang ke rumah sakit itu.
" Di mana kamu Della," ujarnya dengan napas naik turun terus menelpon Della.
Tetapi tetap tidak ada jawaban dari Della. Sudah lebih 2 jam Angga memarkirkan mobilnya di depan rumah sakit berharap. Angga tetap setia menunggu Della meski hujan sudah turun.
" Kenapa Della, kamu membiarkan diri kamu seperti itu, kenapa Della," batin Angga yang tidak mengerti dengan Della.
Perasaanya benar-benar campur aduk, antara kasihan, marah dan tidak tau lagi apa. Mendengar cerita Andini dan apa yang di lihatnya sendiri. Membuatnya tidak tenang. Cemas itu yang merasuki pikiran Angga.
Di tengah pikiran Angga yang terus mengkhawatirkan Della. Angga melihat ke depan, melihat Taxi berhenti di depan rumah sakit.
" Makasih ya pak," ujar Della langsung berlari.
" Della," lirih Angga yang melihat Della berlari menutup kepalanya dengan tangannya.
Angga membuka seat beltnya langsung ke luar dari mobilnya dengan buru-buru dan berlari menghampiri Della.
" Della!" panggil Angga.
Della menghentikan langkah kakinya dan membalikkan tubuhnya, melihat Angga.
" Angga," lirih Della. Angga berlari mendekati Della dan sudah berada di depan Della.
" Ngapain kamu di sini?" tanya Della heran. Angga dia dan hanya melihat Della. Angga melihat wajah Della dan lagi dia melihat luka baru. Darah di ujung bibir Della yang belum mengering membuat hatinya teriris.
" Ayo masuk, di sini hujan," ajak Della yang membalikkan tubuhnya ingin pergi.
__ADS_1
Tetapi Angga menarik tangan Della sehingga Della dan Angga sangat dekat. Angga memegang pipi Della dengan satu tangannya dan tanpa meminta izin pada Della. Angga mencium bibir Della dengan lembut.
Sontak hal itu membuat Della kaget, dia bahkan melebarkan matanya, tidak tau apa yang di lakukan Angga kepadanya, kenapa tiba-tiba Angga seperti itu.
Di dalam diamnya Della dengan wajah kagetnya. Angga menggigit bibir Della pelan. Agar Della membuka mulutnya. Sontak hal itu terjadi, Della memejamkan matanya dan memegang kuat kemeja Angga.
Ke-2 tangan Angga memegang tengkuk Della agar wajah Della semakin dekat dengannya dan ciumannya semakin dalam.
Lidah Angga menyapu semua isi mulut Della dengan berciuman di tengah hujan deras. Ciuman itu itu semakin panas dengan perasaan rindu berat. Perasaan cinta yang tidak bisa di ucapkan.
Pada akhirnya Angga memang jatuh cinta pada Della. Setelah Della menemuinya untuk pertama kali di penjara. Dan Della masih mencintai Angga seperti dulu. Meski memiliki kekasih. Tetapi tidak bisa di bohongi jika cintanya tidak berkurang sedikit pun.
Hampir 5 menit mereka berciuman dengan penuh kerinduan dan pada akhirnya Angga melepas ciuman itu dengan perlahan dan mata ke-2nya terbuka perlahan dengan napas naik turun.
Della melepas pelan tangannya yang memegang baju Angga. Mengangkat kepalanya melihat ke arah Angga yang menatapnya sangat dalam.
" Kenapa melakukannya?" tanya Della dengan napas tidak beraturan.
" Aku mencintaimu," jawab Angga.
Akhirnya Angga mengungkapkan perasaanya. Hal itu membuat Della kaget. Mungkin jika dulu Angga mengatakannya dulu dia pasti sangat bahagia. Mungkin akan melompat-lompat kegirangan. Tetapi sekarang berbeda. Seperti ada goresan luka di hatinya saat mendengar hal itu.
" Semua sudah terlambat," ujar Della dengan air matanya menetes.
" Tidak Della, tidak ada yang terlambat," ujar Angga geleng-geleng mengusap pipi Della dengan jarinya.
" Aku akan menikah Angga, dan kamu tau itu," ujar Della.
" Aku akan merebutmu darinya, aku tidak akan membiarkan mu, menikahi laki-laki yang menyakitimu," sahut Angga yang memang akan memperjuangkan cintanya. Della tersenyum mendengus mendengarnya.
" Lalu bagaimana dengan kamu, apa kamu dulu tidak menyakitiku?" tanya Della.
" Iya aku tau, aku mengabaikan perasaanmu, aku buta dengan cinta yang salah, sampai tidak melihat ketulusanmu, aku tau itu sangat menyakitkan untukmu aku tau Della," ujar Angga yang mengakui kesalahannya.
" Tapi aku akan menebus semua kesalahanku, aku mencintaimu, aku ingin hidup bersamamu, aku tidak peduli kamu akan menikah atau tidak, yang jelas aku akan mengambil mu darinya," jelas Angga meyakinkan.
" Kamu egois Angga," ujar Della.
" Iya, aku egois, dan semua sudah terlanjur, aku tidak akan berhenti," ujar Angga dengan yakin dan memeluk Della dengan erat.
__ADS_1
" Kasih aku kesempatan Della, aku mencintaimu," ujar Angga terus mengungkapkan isi hatinya kepada Della. Membuat Della semakin sakit.
Bersambung......