
Raihan melihat Nayra sepertinya tidak mempedulikannya.
" Kamu budek atau bagaimana, pendengaranmu sudah mulai berkurang," ujar Raihan pada Nayra yang masih tetap di tempat.
Nayra merapatkan giginya kesal dengan Raihan.
" Aku tidak budek, lagi pula jika kau ingin pergi kekantor maka pergi saja sendiri," ujar Nayra kesal dengan wajah cemberutnya.
" Aku tidak ingin berdebat, jangan membuang waktu cepat ikut aku, atau kau lebih memilih terlambat, dan jangan lupa hukuman yang akan aku berikan," ujar Raihan sedikit mengancam.
" Apa dia tidak bisa berhenti mengancamku," batin Nayra kesal.
" Cepat, kenapa masih tetap di situ!" ujar Raihan .
Dengan terpaksa Nayra pun berdiri dan menghampiri Raihan. Melihat sikaf Nayra. Raihan langsung tersenyum miring, Nayra bahkan menurutinya.
Nayra berjalan mengikuti Raihan. Ditanya ikhlas atau tidak ikhlas pasti Nayra tidak ikhlas. Tetapi dia tetap mengikuti Raihan.
*********
Mobil Angga berhenti di gedung Apartemen milik Nayra. Angga merapikan jasnya.
Ke-2 tangan Angga di letakkan di stir mobil sambil jarinya mengetuk-ngetuk stir mobil. Angga terdiam sesaat.
flassback.
Angga membawa Nayra makan malam di salah satu tempat favoritnya. Cafe romantis adalah salah satu Cafe yang sering di kunjungi Angga dan keluarganya.
Selain Angga dan Keluarganya. Angga dan teman-temannya juga sering makan di Cafe tersebut. Angga hanya membawa orang-orang special makan di Cafe itu.
Nayra adalah orang yang special menurutnya. Malam ini Angga mengajaknya untuk menikmati hidangan di Cafe tersebut.
Nayra dan Angga sudah memesan makanan. Mereka berdua juga sudah mulai menikmati makanan mereka. Sangat banyak menu yang di pesan Angga khusus untuk Nayra.
" Bagaimana apa kamu suka tempatnya?" tanya Angga.
" Iya aku suka, tempatnya bagus, makasih ya sudah di traktir," jawab Nayra tersenyum.
" Kalau makanannya bagaimana apa kamu suka juga?" tanya Angga lagi.
" Iya makanannya enak-enak, apa kamu sering makan di sini?" tanya Nayra kembali.
" Hmmm, iya ini tempat favorite aku dan keluarga, ya ini kalau ada acara khusus kita akan ke tempat ini, karena ini tempat special kita," jelas Angga dengan senyum lebarnya.
" Oh iya, berarti aku orang yang special dong," sahut Nayra dengan percaya dirinya. Membuat Angga terkekeh kecil.
" Kamu memang sangat special Nayra," batin Angga.
" Iya bukan?" tanya Nayra memastikan.
" Tergantung kamu menilainya," ujar Angga. Nayra tersenyum dan melanjutkan makannya.
Angga tidak hentinya tersenyum lebar, melihat Nayra yang makan dengan lahap apa lagi barusan Nayra seperti memberinya kode. Angga justru sangat bersemangat ingin menyatakan perasaannya.
__ADS_1
" Nayra," ujar Angga.
" Iya, ada apa Pak ?" tanya Nayra melihat ke arah Angga sambil mengunyah makanannya.
" Aku ingin bicara sama kamu," ujar Angga.
" Bukannya dari tadi kita sudah bicara, kita sudah sangat banyak mengobrol bukan," sahut Nayra. Angga tertawa kecil mendengar omongan Nayra.
" Iya kamu benar, tetapi ini serius," ujar Angga.
" Oh iya, apa jadi sedari tadi kita bicara tidak serius," ujar Nayra menaikkan alisnya.
" Serius, tetapi ini jauh lebih serius," jawab Angga.
" Oke, kalau begitu apa?" tanya Nayra mulai penasaran.
" Nay, kita sudah lama kenal dan kamu sudah tau bagaimana aku. Dan aku sudah tau bagaimana kamu," ujar Angga.
" Iya lalu?" tanya Nayra yang bingung.
" Sebelumnya, aku ingin bertanya dulu sama kamu, bagaimana perasaan kamu sama ku?" tanya Angga. Nayra menghentikan makannya mendengar pertanyaan Angga.
" Maksudnya Bapak bagaimana?" tanya Nayra bingung.
" Perasaan kamu terhadapku," ujar Angga sekali lagi.
" Ya perasaan seperti apa, aku tidak mengerti maksud kamu," ujar Nayra bingung.
" Kamu menganggapku sebagai apa?" tanya Angga pada intinya.
Namun ada sedikit rasa kecewa dengan jawaban Nayra yang begitu cepat tanpa berpikir dulu.
" Hanya itu?" tanya Angga memastikan.
" Iya, bukannya kamu juga mengatakan jika aku adalah adikmu," ujar Nayra.
" Kita sudah lama kenal Nayra, dari saat kamu SMP kita sudah saling mengenal. Bahkan kamu hidup sudah lama bersamaku. Apa kamu tidak memiliki perasaan yang lain kepadaku?" tanya Angga.
Nayra terdiam mendengar perkataan Angga. Sebenarnya karena keasikan makan, Nayra tidak bisa mencerna omongan Angga. Nayra meneguk minuman mencoba mengerti apa maksud Angga.
" Nayra apa kamu sudah punya kekasih?" tanya Angga tiba-tiba.
" Kekasih, bukannya Bapak juga tau jika aku tidak memiliki kekasih," ujar Nayra.
" Lalu perasaan kamu sebenarnya bagaimana kepadaku?" tanya Angga kembali.
" Ya seperti biasa," ujar Nayra gugup.
" Apa perasaan itu tidak bisa lebih," ujar Angga.
" Maksudnya, aku tidak mengerti," ujar Nayra gugup.
" Nay aku ingin mengatakan jika aku su....."
__ADS_1
trettttttretttttttttttttt trettttttretttttttttttttt..
Belum sempat Angga melanjutkan kata-katanya, ponsel Nayra berdering.
" Sebentar, Pak Angga Aku angkat telpon dulu," ujar Nayra mencari ponselnya di dalam tasnya. Angga menarik napasnya dan menghembusnya perlahan.
Sangat di sayangkan Angga belum sempat menyatakan perasaannya kepada Nayra. Telpon Nayra langsung berdering.
Nayra membuka ponselnya dan melihat panggilan masuk pada ponselnya. Dengan no baru. No yang tidak dikenal. Nayra bingung siapa yang sudah menghubunginya.
" Siapa ini," gumamnya pelan.
Nayra mengangkat telponnya, tetapi belum sempat di angkat. Orang yang menghubungi Nayra sudah mematikannya.
" Siapa Nay," tanya Angga.
" Nggak tau no baru," jawab Angga.
" Siapa yang menelpon?" batinnya bingung.
" Oh iya Pak Angga, ini sudah malam banget, kita pulang aja yuk, soalnya saya juga capek," ujar Nayra melihat arloji tangannya.
Angga kembali menarik napasnya mendengar apa yang di katakan Nayra. Itu berarti dia gagal menyatakan perasaannya kepada Nayra.
" Oh ya sudah, biar saya antar kamu pulang," ujar Angga.
" Iya pak," sahut Nayra.
Falss on
" Semoga saja Nayra. Belum berangkat kerja," gumamnya penuh harapan, sambil membuka seat beltnya.
" Aku harus menyatakan perasaan ku kepada Nayra, kali ini aku tidak boleh gagal," ujarnya lagi meyakinkan dirinya.
Setelah berpikir lama, Angga keluar dari mobilnya langsung memasuki gedung Apartemen Nayra.
Angga berjalan dengan langkah santai menuju lift. Angga sampai di depan lift ujung jarinya memencet tombol lift.
Ting
Pintu lift terbuka. Betapa terkejutnya Angga melihat sepasang manusia yang berada di dalam lift. Nayra dan Raihan.
Bukan hanya Angga saja yang kaget. Raihan juga kaget melihat Angga sudah di depan matanya. Angga menoleh kesamping, melihat kearah Nayra yang dengan wajahnya terkejut.
" Ngapain dia di sini," batin Raihan kesal.
" Pak Angga," gumam Nayra pelan.
" Nayra, Raihan," gumam Angga pelan.
Karena mereka masih dalam suasana kaget. Pintu lift hampir tertutup. Raihan memengang erat tangan Nayra.
Nayra langsung melihat kebawah melihat tangannya yang di genggam erat. Pandangan mata Nayra langsung menoleh ke arah Raihan.
__ADS_1
...Bersambung.........