Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 26


__ADS_3

Nayra duduk di meja kerjanya, Nayra sangat serius menulis sesuatu di selembar kertas.


" Apa lagi ya syarat yang aku ajukan, aku tidak boleh lemah, jangan sampai dia menindasku. Tidak akan kubiarkan," gerutunya sambil melihat kearah Raihan yang sibuk bekerja di meja kerjanya.


Raihan memang tidak pernah menutup tirai di ruangannya. Mungkin salah satu triknya agar bisa mengawasi Nayra. Karena keasikan melihat ke arah Raihan.


Tiba-tiba Raihan melihat ke arah Nayra. Nayra yang ketahuan langsung mengalihkan pandangannya menunduk dan pura-pura menulis.


" Ngapain dia?" gumam Raihan.


Raihan bisa melihat Nayra sedang salah tingkah berpura-pura tenang. Raihan menggelengkan kepalanya dan melanjutkan kembali pekerjaannya.


" Aduh Nayra bodoh banget sih, untung saja tidak ketahuan," gerutu Nayra memukulkan pulpen kepalanya.


" Nay," tegur Anita membuat Nayra tersentak kaget.


" Anita, ngagetin aja," ujar Nayra mengatur napasnya.


" Ngapain?" tanya Anita melihat kearah kertas yang penuh tulisan.


" Ohhhh ini..." dengan cepat Nayra membalikkan kertasnya agar Anita tidak melihat apa yang di tulisnya, " tidak apa-apa, hanya coretan saja," ujar Nayra gugup.


" Ohhhhh,"


" Iya, oh iya ada apa Anita?" tanya Nayra.


" Nggak, gue mau keluar lo mau nitip sesuatu nggak, biar sekalian gue beliin," tawar Anita.


" Hmmm boleh, aku pesan bakso aja, sekalian es dawet ya," sahut Nayra.


" Ok, kalau begitu, gue keluar dulu, kalau ada yang cariin, telpon langsung ya," ujar Anita pamit. Nayra mengangguk dan melihat kepergian sahabatnya.


Nayra menghelai napas lega. Tidak lucu jika temannya melihat apa yang ditulisnya.


*********


Raina memasuki ruangan kakaknya. Raina berdiri di depan Raihan yang menahan kekesalannya. Bagaimana tidak setelah beberapa jam.


Raina pun menyerahkan Syarat yang di inginkan Nayra kepadanya. Raihan tidak menyangka jika syarat yang di berikan Nayra tidak ada yang masuk akal.


...Syarat di bawah ini adalah syarat yang benar dan tidak boleh di protes...


...1 Berbicara lembut....


...2 jangan suka membentak....


...3 berprilaku baik...


...4 Jaga jarak....


...5 Pekerjaan yang di berikan harus sesuai....


...6 Batas bekerja jam 5 sore. Jika lebih 1 menit saja maka besok harus libur kerja tanpa ada potongan....


...Jika ada protes kembali kepada tulisan paling awal....


" Apa dia sudah gila, beraninya memberiku syarat, dia pikir siapa dia," ujar Raihan menekan suaranya menahan emosinya. Sementara Raina hanya bisa menggedikkan bahunya.


" Kak, lagi pula syarat itu biasa saja, tidak ada yang salah," sahut Raina membela Nayra. Menurutnya syarat yang di berikan Nayra wajar-wajar saja.


" Itu menurutmu bukan aku," ujar Raihan meremas kertas tersebut membentuk jadi bola dan melemparnya ke tong sampah.

__ADS_1


" Kak," Raina terlambat mencegah kakanya. Raihan pun langsung keluar dari ruangannya.


" Hhhhhh kenapa sih? dua manusia itu harus di pertemukan kembali. Yang satu keras kepala yang satunya lagi lebih parah," gumam Raina yang tidak tau harus berbuat apa.


*************


Jam makan siang sudah tiba. Karena pekerjaan yang banyak Nayra tidak makan di luar. Dia cukup makan apa yang di pesannya tadi kepada Anita.


" Aku cuci tangan dulu baru makan," gumamnya membuka isi kantung plastik putih dan meletakkan isinya di atas meja.


Nayra berdiri dan berjalan menuju kamar mandi. Jalannya lumayan cepat karena lapar di perutnya tidak terkontrol lagi. Saat berjalan tiba-tiba ada yang menarik tangannya.


" Auhhhh," teriak Nayra kaget saat tubuhnya di himpit ke dingding kamar mandi oleh Raihan.


" Kau, lepasin" berontak Nayra berusaha melepaskan diri pergi dari hadapan Raihan.


Raihan kembali menarik tangannya dan mencengkeram ke-2 pergelangan tangan Nayra kuat di belakang tubuh Nayra dengan 1 tangannya.


Raihan semakin menghimpit tubuhnya, sehingga Nayra tidak bisa bergerak sama sekali.


" Apa yang kau lakukan?" tanya Nayra kesal menahan sakit.


" Seharusnya aku yang bertanya apa yang kau lakukan?" ujar Raihan menekan suaranya.


" Aku tidak mengerti apa maksudmu," ujar Nayra bingung.


" Berani sekali kau memberi syarat kepadaku, siapa dirimu," bentak Raihan.


" Aku hanya ingin menjaga diri ku, lagi pula syarat itu tidak sulit," ujar Nayra dengan nada bergetar ketakutan dengan Raihan yang terlihat marah di depannya.


" Itu menurutmu," teriak Raihan lagi.


" Iya memang itu menurutku, kan itu syaratku," jawab Nayra, membuat Raihan semakin kesal.


" Kenapa harus bersyukur. Jangankan menjadi Sekretarisku, memikirkannya saja aku tidak pernah," jawab Nayra ketus.


" Kau, benar-benar lantang. Aku rasa kau tidak lupa siapa aku, dengar aku tidak akan menyetujui 1 pun syaratmu," ujar Raihan penuh penegasan.


" Kalau begitu aku tidak ingin menjadi Sekretarismu," ujar Nayra memberi ancaman. Raihan mendengus mendengar penolakan Nayra yang berupa ancaman.


" Beraninya kau mengancamku. Aku tidak minta persetujuanmu. Kau pikir kau siapa. Berani membuat adikku memohon kepadamu dan berani memberi ku syarat. He ingat jika kau tidak di Perusahaan ini. Mungkin kau sudah tinggal dijalankan jadi gelandangan. Kau tidak akan tinggal di Apertemen mewah. Orang tuamu juga tidak akan menerimamu," ujar Raihan dengan sinis.


Nayra mendengar omongan Raihan sungguh tidak bisa menahan emosinya. Nayra melepaskan kuat tangannya dari Raihan dan mendorong tubuh Raihan.


" Jangan membawa orang tuaku," ujar Nayra nada sedikit keras.


" Kenapa? apa yang aku katakan tidak benar, apa ada yang peduli denganmu hah! jika orang tua peduli denganmu, kau tidak akan tinggal sendirian dan menjadi wanita liar," Kecam Raihan.


Mata Nayra berkaca-berkaca mendengarnya. Nayra mengepal tangannya rasanya ingin meninju wajah Raihan yang sangat angkuh.


" Apa bedanya denganmu, jika kau tidak lahir pasangan suami istri yang memiliki hati nurani dan akhlak yang baik, mungkin kau juga jauh jadi gelandangan di bandingkan aku. Aku masih bisa menggunakan otakku untuk hidup. Sementara dirimu tidak memiliki otak yang bisa kau andalkan. Kau hanya Kaya, hidup enak karena orang tuamu. Jika tidak ada mereka kau lebih dari seorang pengemis," ujar Nayra dengan sinis.


Rahang kokoh Raihan mulai terlihat mendengar ucapan Nayra yang sangat pedas. Nayra memang sangat berani kepadanya.


" Kau," gumam Raihan menekan suaranya menatap mata Nayra tajam. Tatapan itu juga di balas Nayra dengan kebencian.


Nayra dan Raihan saling pandang-pandangan dengan perasaan mereka masing-masing. Kebencian dan juga kerinduan bercampur aduk. Nayra sangat marah jika dia harus di kait-kaitkan dengan orang tuanya.


Apalagi Raihan tau semua tentang keluarganya. Jadi wajar jika Raihan berbicara seperti itu. Raihan melihat mata Nayra yang sudah bergenang dan ingin tumpah secepatnya. Raihan memang tidak bisa mengontrol kata-katanya untuk tidak menyakiti Nayra.


" Auhhhh," tiba-tiba Nayra memegang perutnya yang terasa perih.

__ADS_1


" Nara ada apa?" tanya Raihan panik melihat Nayra yang tiba-tiba kesakitan.


" Aku lapar?" jawab Nayra jujur. Raihan merapatkan giginya. Dia pikir apa ternyata hanya lapar.


" Aku mohon biarkan aku pergi, aku harus makan," ujar Nayra memohon terus memegang perutnya sambil menunduk.


" Dia bisa pingsan kalau tidak secepatnya makan," batin Raihan mengingat kejadian Minggu lalu, gara-gara menghukum Nayra. Dia harus repot pergi ke rumah sakit.


" Pergilah!" ujar Raihan mengalah.


Nayra yang mendengarnya langsung pergi dari hadapan Raihan dan berlari dengan cepat. Bahkan Nayra lupa mencuci tangannya.


Raihan berkacak pinggang. Harga dirinya turun seperti Nayra mengerjainya.


" Sial," desisnya kesal dan pergi dari kamar mandi.


*********


Nayra kembali ke ruang kerjanya dan dengan cepat memakan bakso pesananya.


" Dasar, dia selalu muncul di saat yang tidak tepat," oceh Nayra mengunyah bakso tersebut, lalu menyeruput es dawet yang masih di plastik.


Raihan duduk di ruang kerjanya, menyilangkan kakinya. Raihan melihat ke arah Nayra yang makan sangat lahap.


" Apa dia tidak punya makanan lain selain itu," desis Addrian yang kesal melihat Nayra makan bakso.


" Kenapa juga, aku harus memikirkannya, biarkan saja dia memakan apapun yang di mau. Itu urusannya," gumamnya lagi seakan tidak peduli.



...Raihan Arzatty Admaja Wijaya ( 28 tahun)...


...( anak Zira dan Addrian)...



...Nayra Ariani Putri ( 22 tahun )...



...Raina Arzetty Admaja Wijaya ( 28 tahun )...


...( anak Zira dan Addrian)...



...Andini Asrah ( 23 tahun)...


...( Anak Yuda dan Putri)...



...Angga Nugraha ( 27 tahun )...


...( anak Ilham dan Kayla)...



...Ria ( 24 tahun)...


__ADS_1


...Anita ( 25 tahun)...


__ADS_2