
Carey yang di penuhi kemarahan melihat hal itu langsung berjalan menuju tempat tidur dengan langkah yang cepat.
" Apa yang kamu lakukan di ranjangku," teriak Carey yang langsung menarik Vira bangkit dari atas tempat tidur. Memaksa Vira yang masih lemah.
" Carey, cukup apa yang yang kamu lakukan," Dion mencoba mencegah Carey. Tetapi Carey tidak peduli dan langsung menarik pada Vira sampai Vira benar-benar berdiri.
Plakkkk 1 tamparan melayang ke pipi Vira. Membuat Dion kaget dengan apa yang di lakukan Carey kepada Vira. Sementara Vira menerima tamparan itu juga kaget dan dan memegang pipinya.
" Carey!" bentak Dion.
" Kau benar-benar keterlaluan Vira, bisa-bisanya kamu berada di dalam kamar pria yang sudah beristri," teriak Carey yang kehilangan Kesabarannya menunjuk tepat di wajah Via
" Carey, cukup! ujar Dion berada di depan Vira dan bahkan menjatuhkan tunjukan Carey. Seakan menjadi pawang untung Vira. Jelas hal itu membuat Carey kaget.
" Minggir kamu! Kamu mau mau apa lagi, kamu merasa bangga aku menangkap kamu melakukan hal ini seperti itu. Atau kamu marah karena aku merusak perbuatan kamu," teriak Carey dengan matanya yang bergenang melihat Dion yang benar-benar tidak sadar diri.
" Kamu sama wanita ini sama saja," kecam Carey menunjuk Dion.
" Minggir kamu! ucap Carey menggeser Dion. Dan langsung menarik tangan Vira.
" Keluar kamu dari sini!" usir Carey menyeret Vira keluar dari kamarnya.
" Wanita benar-benar tidak tau apa-apa marah seenaknya," ucap Dion frustasi.
" Carey, cukup," Dion langsung menyusul Carey yang kesetanan.
" Carey, lepas," protes Vira yang terus di seret Carey menuruni anak tangga. " jangan cepat-cepat Carey,"
Carey tidak peduli Carey benar-benar menyeret Vira keluar dari rumahnya. Sampai di depan pintu Carey langsung menghempaskan Vira. sampai Vira terduduk.
" Auhhhhhh," lirih Vira yang menahan sakit di pantatnya.
" Apa kamu puas melakukannya Vira. Kamu sanggup Vira melakukan itu. Aku tau kamu membenciku. Tapi apa harus. Kau mengganggu suamiku. Jika kau ingin berbuat maksiat seharusnya tidak di ranjangku. Di mana hati nuranimu," teriak Carey menunjuk Vira.
" Carey," Dion yang akhirnya sampai melihat temannya sudah terduduk. Dion langsung menarik tangan Carey menjauh dari Vira.
__ADS_1
" Kamu itu keterlaluan ya. Kau tidak tau tau kalau Vira sedang sakit," teriak Dion.
" Hebat banget ya kamu Dion. Kamu sampai semarah itu. Sampai harus menyusul dia, kemari, kamu takut kalau aku melemparnya kejalan raya, iya," teriak Carey geram dengan Dion yang masih membela Carey.
" Tutup mulut. Kalau kau tidak tau apa-apa mending kau diam," tegas Dion yang juga marah-marah.
" Dia sedang sakit, dan kau berbuat seenaknya," teriak Dion. Membuat Carey benar-benar tidak habis pikir dengan Dion yang malah menyalahkannya.
" Iya dia memang sakit sama sepertimu. Sakit jiwa," teriak Carey.
" Kau yang sakit jiwa," sahut Dion. Dion pun langsung menghampiri Vira dan tidak mempedulikan Carey.
" Vira kau tidak apa-apa?" tanya Dion membantu Vira berdiri.
" Aku tidak apa-apa," jawab Vira.
Hati Carey benar-benar sakit dengan apa yang dilihatnya Dion malah membela Vira dengan perasaannya yang hancur. Bertanya dengan lembut Vira. Sementara dia hanya dibentak-bentak.
" Keterlaluan kamu Dion," ujar Carey pelan dan langsung masuk kerumah membiarkan 2 orang itu.
" Ayo masuk," ajak Dion.
" Tidak usah, aku pulang saja. Kamu urus istri kamu saja," sahut Vira.
" Ya sudah aku akan memanggilkan Taxi," ucap Dion mengambil keputusan. Vira mengangguk setuju.
Setelah memastikan Vira menaiki Taxi Dion memasuki rumah dan melihat Carey berdiri di dekat tangga.
" Kau sungguh leterlaluan," ujar Dion yang menyalahkan Carey.
" Aku yang keterlaluan. Aku apa kamu. Siapa yang keterlaluan Dion. Kamu malah membelanya ketika tertangkap. Apa kamu semarah itu. Karena aku merusak perbuatan maksiatmu," sahut Carey. Dion yang merasa tertuduh langsung mencengkram kuat lengan Carey.
" Jangan kau sama kan aku dengan dirimu," tegas Dion menatap tajam Carey.
" Apa katamu. Kau pikir aku buta hah! aku memang tidak menyukai mu Dion. Aku tidak punya perasaan apa-apa kepadamu. Tetapi apapun itu. Hatiku sangat sakit dengan kau membawa wanita tidur di atas ranjang yang ku tiduri. Dimana hati kamu Dion. Bisa-bisanya kamu membawa wanita masuk kerumah ini di saat aku tidak ada. Kamu bahkan membawanya kedam kamar dengan semua yang kamu lakukan. Kamu biadap," kecam Felly mengumpat.
__ADS_1
" Sudah selesai bicaranya Hah. Jika tidak menyukaiku. Seharusnya kau tidak berlebihan. Kenapa marah Hah. Itu kamarku dan kau hanya menumpang," tegas Dion sinis.
" Marah katamu. Istri mana yang tidak marah dengan perbuatanmu. Dion pernikahan kita memang terpaksa. Jika urusan yang lain aku bisa diam Dion. Tetapi urusan wanita aku juga mungkin bisa diam sediam-diamnya sampai kamu sadar dengan perbuatan kamu. Bagaimana jika aku yang seperti itu. Bagaimana jika membawa laki-laki kerumah ini dan melakukan apa yang kau lakukan selama ini terhadap Vira," teriak Carey.
" Kau jangan bagaimana. Pada dasarnya kau sudah melakukannya di depanku. Kau jangan sok suci Carey. Kau dan Raihan lebih hina dari pada diriku," tegas Dion dengan matanya melotot menunjuk tepat di wajah Carey. Carey langsung melepas tangannya dari Dion.
" Apa yang kamu katakan. Aku sudah katakan sejak awal aku tidak memiliki hubungan apapun dengan dia," sahut Carey memelankan suaranya.
" Benarkah, kau merasa tidak punya hubungan. Pernikahan yang kau katakan hanya sebagai pelarian untuk orang-orang agar tidak mengetahui niat busukmu yang masih ingin merebut Raihan dari Nayra," teriak Dion.
" Pikiran mu sungguh buruk Dion, bisa-bisanya kau berpikiran seperti itu," sahut Carey.
" Lalu apa. Kau mantan Narapidana yang berani menikah denganku. Kau ingin membuat dirimu sebagai wanita terhormat. Dengan semua yabg kau lakukan. Kau bahkan tega ingin membunih adikmu sendiri hanya demi Pria. Pria cinta pertama yang tinggal bersamamu. Aku hanya beberapa menit 1 kamar dengan Vira. Bagaiman denganmu yang selama 7 tahun tinggal bersama Raihan. Kau bisa jelaskan itu semuanya. Apa yang kalian lakukan. Bukan pertanyaan apa yang kalian lakukan tetapi beberapa kali kalian melakukannya," ucap Dion membuat Carey diam dengan air matanya yang menetes.
" Kau masih merasa sok suci dengan semua kata-kata mu. Apa kau masih pantas bicara seperti ini. Dan sok merasa tersakiti," lanjut Dion membuat Carey yang benar-benar terluka.
" Kenapa kamu sanggup mengatakan semua itu di depanku dan kenapa baru sekarang mengatakannya setelah kita menikah?" tanya Carey menatap Dion dengan matanya penuh kekecewaan.
" Aku hanya asal bicara saja. Tapi aku tidak menyangka jika yang di katakan Vira benar. Kalua kau wanita yang sangat hina," kecam Dion.
" Vira. Jadi kau mendengar ceritanya dari Vira. Kau baru mengatakannya ketika mendengarnya dari Vira. Dengar ya Dion. Aku tau pernikahan kita hanya terpaksa. Aku tau kamu menikahiku karena tidak punya pilihan,"
" Tapi aku juga wanita yang tau diri sebelum menikah aku juga sudah mengatakan semua masa laluku kepada mama dan aku rasa kamu juga tau. Tapi aku salah kamu bahkan lebih mendengarkan wanita lain untuk mengetahui istri kamu siapa di bandingkan mama kamu sendiri," ujar Carey dengan rasa kecewanya.
" Aku memang buruk Dion. Tapi paling tidak ketukan menikah. Aku tidak seperti yang main gila dengan seorang wanita. Kau jauh lebih buruk dari padaku. Kau jauh lebih hina dari padaku. Kau dan Vira sama-sama tidak punya otak," kecam Carey menekan suaranya.
" Kau," Dion yang geram mengangkat tangannya sampai membuat Carey memejamkan matanya. Saat Dion ingin memukulnya. Tetapi Dion tidak jadi menampar Carey.
" Kau ingin memukulku?" tanya Carey melihat tangan yang masih terangkat itu.
" Kau sungguh hebat Dion. Hanya karena Vira kau bahkan mempermalukan ku di depannya dan sekarang kau ingin menamparku. Jika kau tersiksa kenapa kau tidak mengakhirinya sekarang juga. Kau lak-laki dan bisa menjatuh kan talak kepadaku sekarang," ucap Carey dengan tiba-tiba dengan air mata di pipinya.
Dion mendengarnya kaget. Dia tidak percaya jika Carey akan meminta berpisah darinya. Dion melihat ke-2 bola mata Carey yang tampak pasrah dan lelah. Namun kata-kata talak itu membuat Dion bergetar.
" Dion,Carey cukup?" suasana tegang di antara ke-2nya yang masih saling beradu pandang. Terhenti dengan kedatangan Erina. Carey menyeka air matanya dan langsung menaiki anak tangga.
__ADS_1
Bersambung.....