
Raihan dan Raina memotong kue tersebut meletakkan di atas piring. Raihan melihat ke arah para tamu seperti mencari siapa yang akan di berikan untuk potongan special itu.
" Pasti kak Carey lah, siapa lagi," ujar Luci memegang lengan Carey.
" Belum tentu tau," sahut Cecil.
Carey hanya tersenyum tipis. Carey melihat ke arah Raihan yang Raihan melihat ke arah Nayra. Pandangan mata Carey juga berpindah melihat ke arah Nayra.
Nayra terlihat tersenyum saat di tatap oleh Raihan. Andini yang berdiri di sampingnya tersenyum melihat ke arah Nayra yang di sampingnya.
Carey tidak hentinya menatap Nayra. Menatap dengan sinis. Carey melihat cara Nayra tersenyum kepada Raihan.
Suana seakan begitu hening. Sangat dek-dekan ingin mendapatkan kue dari seorang Raihan. Angga juga melihat ke arah Nayra.
Angga hari ini terlihat pasrah dengan cintanya yang bertepuk sebelah tangan yang mungkin hari ini memang akan menjadi akhir. Nayra wanita yang di cintainya akan kembali menjadi milik dari sepupunya.
" Kepada siapa di berikan?" tanya MC lagi yang penasaran. Raihan dan Zira hanya saling melihat dan tersenyum. Mereka juga penasaran dengan kue yang akan di berikan Putra mereka.
" Saya akan memberikannya kepada seorang wanita yang sangat special di dalam hidup saya. Dia selalu ada di samping saya. Selalu menemani saya dalam keadaan apapun," mata Raihan tidak lepas dari Nayra. Sementara para tamu hanya tersenyum dan penasaran.
" Dia adalah Carey," ujar Raihan tetap menatap Nayra. Carey yang mendengar namanya langsung kaget.
Nayra yang mendengar hal itu langsung menarik senyumnya. Dia sangat shock dengan apa yang barusan di dengarnya. Wajahnya seketika bingung. Andini juga yang mendengar hal itu langsung kembali melihat ke arah Nayra.
Andini tidak kalah syok ketika kakak sepupunya itu. Memberi potongan kue itu ke pada Carey yang padahal ada Nayra. Della dan Angga juga tidak percaya mendengar nama yang keluar dari mulut Raihan. Seketika pandangan mata mereka langsung mengarah pada Nayra yang masih terlihat shock.
Zira dan Addrian juga saling melihat, wajah mereka sudah tidak senyum lagi. Namun bingung.
" Baik yang bernama Carey, silahkan naik!" ujar MC lagi.
" Ayo kak Carey," Luci mendorong pelan tubuh Carey yang masih terlihat bengong. Dara dan Cecil hanya tersenyum.
Mata Nayra mengarah kepada wanita yang berjalan yang barusan di panggil oleh Raihan. Wanita yang bernama Carey, tersenyum saat menghampiri panggung. Para tamu bertepuk tangan dan saling berbicara seakan penasaran siapa wanita itu.
Raina yang melihat hal itu semakin tidak percaya. Barusan dia mendapat kabar bahwa hubungan kakaknya dan Nayra sangat baik.
Nayra terus melihat ke arah panggung. Melihat Raihan dan Carey saling berhadapan. Napasnya naik turun saat melihat semua itu. Ada rasa cemburu yang berlebihan.
Raihan pun menyuapkan Carey sepotong kue itu pada Carey dengan senyum lebar. Carey memakan dengan lembut sambil memegang tangan Raihan yang menyuapinya.
__ADS_1
Hati Nayra seakan tergores melihat pemandangan itu. Napasnya naik turun melihat Sangat keromantisan di atas panggung layaknya sebagai pasangan kekasih.
" Terima kasih," ucap Carey.
Raihan tersenyum dan melirik ke arah Nayra. Lalu Raihan mencium pipi Carey. Nayra semakin shock melihat hal itu. Napasnya semakin tidak teratur.
Dia tidak akan seperti ini jika dia dan Raihan tidak ada hubungan apa-apa. Tetapi hubungan mereka telah kembali dan Raihan melakukan semua itu di depannya.
Matanya mulai berkaca-kaca saat melihat Raihan melakukan itu kepada wanita lain. Nayra hanya berusaha menahan air matanya agar tidak jatuh.
Dia tidak mungkin menangis di pesta itu, dia hanya mencoba menenangkan dirinya. Meski Raihan membuat hatinya panas.
" Ya ampun so sweet banget," celetuk Ria yang tersenyum melihat pasangan yang menurutnya sangat romantis.
" Mungkin itu pacarnya Pak Raihan," tebak Anita.
Mendengar hal itu, Nayra langsung melihat ke arah temanya. Perasaannya semakin marah. Ada hati yang tidak rela mendengar hal itu.
" Ada apa ini, wanita itu bukannya dia," batin Nayra bingung. Dia mengingat beberapa waktu lalu bertemu dengan Carey, mereka sama-sama mengambil buah yang sama.
Mata Nayra kembali melotot, ketika melihat
" Apa yang ada di pikiran kak Raihan," batin Raina yang masih bingung. Dan justru kesal dengan kelakuan kakaknya yang tidak tau malu.
Andini menoleh kesampingnya. Melihat Nayra yang sangat marah. Nayra bahkan meremas gaunnya. Dia bisa melihat tubuh sahabatnya yang bergetar. Andini langsung mengusap bahu Nayra.
Sekarang Raihan dan Care berdiri berdampingan. Tangan Raihan melingkarkan di pinggang Carey. Mereka memang layaknya sebagai pasangan ke kasih.
" Waduh, sosweet ya melihatnya," ujar sang MC, " lalu selanjutnya untuk Bu Raina kepada siapa kue special itu," lanjut MC.
Raina yang sudah tidak fokus seketika kaget mendengar namanya di panggil. Raina hanya fokus melihat Raihan yang tiba-tiba berubah sampai dia lupa dengan acara tersebut.
" Ayo Bu Raina berikan kepada orang yang special!" ujar MC lagi. Raina mengangguk dan melihat kembali ke para tamu.
" Saya akan memberikan kue ini, untuk orang special buat saya yaitu Nayra," ujar Raina. Mendengar hal itu Raihan langsung menoleh ke arah adiknya.
" Nay, kamu di panggil," ujar Anita membuat Nayra kaget. Dia tidak dapat mendengar Raina berbicara karena masih fokus pada Raihan.
" Ya ampun Nayra ayo sana, kesayangannya Bu Raina," sahut Ria mendorong Nayra.
__ADS_1
" Nayra kemari!" panggil Raina dengan senyumnya.
Nayra yang terlihat bingung berjalan mendekati panggung, para tamu jelas mengarah kepadanya. Karena sedari tadi para tamu penasaran dengan wanita itu.
Kerlap Kerlip kamera langsung mengarah pada Nayra. Layaknya bintang yang berjalan di karpet merah. Media sepertinya gatal jika tidak mengambil foto Nayra.
Nayra tidak tersenyum sama sekali. Justru dia ingin menangis, wanita itu hanya menunduk berjalan. Sampai dia tiba di hadapan Raina.
" Nayra, wanita ini adalah wanita yang sangat special untuk saya, pastinya untuk keluarga saya dan juga pasti kakak saya jauh lebih menganggapnya special," ujar Raina yang tidak bisa mengontrol kata-katanya.
Raihan langsung melihat ke arah Raina yang membuat orang-orang pasti bertanya-tanya. Nayra juga kaget mendengar hal itu. Dan hanya diam menatap Raina yang berbicara serius.
Mendengar ucapan Raina para tamu sudah mulai bergosip dan menebak-nebak dengan jalan pikiran mereka masing-masing.
" Sebelum saya memberikan kue ini kepada Nayra, saya akan menjelaskan sedikit siapa dia," ujar Raina berbicara dengan wibawanya.
" Apa yang akan di katakan Raina," batin Carey yang mulai panik. Nayra dan Raihan juga panik, dia sungguh tidak ingin bahwa hubungan masa lalu mereka terungkap.
" Zetty," Raihan menekan suaranya pelan, menyuruh adiknya untuk diam. Addrian dan Zira saling melihat.
" Raina ini adalah bagian dari keluarga kami. Keluarga Admaja Wijaya. Kami sudah sangat mengenalnya dan ke-2 orang tua saya sudah menganggapnya sebagai anak. Kami juga menyiapkan masa depan untuknya. Dia bukan hanya bagian dari keluarga kami saja. Tapi dia juga menjalin hubungan dengan....." Raina langsung menatap ke arah kakaknya, yang Raihan juga menatap Raina dengan tajam.
" Bu," Nayra mengambil tindakan memegang tangan Raina. Nayra mengeleng dia tidak ingin Raina melanjutkannya.
Zira juga mengelus pundak Raina, dia bisa merasakan Putrinya hari ini sangat marah, Raina memang terbawa emosi dengan kelakukan kakaknya. Raina menghela napasnya dalam dan tersenyum.
" Yang jelasnya Raina sangat special dalam keluarga kami," lanjut Raina menurunkan egonya.
Baginya tidak ada gunanya meladeni kegilaan kakaknya. Dia pun tersenyum dan memberikan potongan kue itu untuk Nayra. Gemuruh tepuk tangan mulai terdengar.
" Maafkan Keluarga kami Nayra," ujar Raina dengan tulus langsung memeluk Nayra.
Raihan mengalihkan pandangannya dia tidak tahan berada dalam situasi itu dan langsung meninggalkan pentas seketika.
" Raihan," panggil Carey.
Raina dan Nayra saling melepas pelukan. Nayra tersenyum kepada Raina. Dari dulu sampai sekarang Raina memang sosok kakak untuknya. Seakan kakak yang menenangkan adiknya...
...Bersambung........
__ADS_1