
Di sisi lain Sony sedang berada di dalam mobilnya sedang menunggu lampu merah.
" Mau bilang apa sama Raihan. Selama 1 bulan ini aku bahkan tidak pernah berhubungan dengan Vira," gumam Sony mengetuk-ngetuk jarinya di stir mobil steres sendiri dengan masalah yang di buatnya.
" Vira kenapa sih? Masa iya kata-kata ku langsung membuatnya menghilang. Apa susahnya mengubungi ku. Kenapa sih dia? Apa dia tau ya kalau aku memang sengaja pura-pura dekat dengannya. Kalau dia tau kenapa bodoh. Masa iya menyerahkan keperawanannya segampang itu. Apa dia benar-benar gila," oceh Sony yang baru menyadari jika tindakan Vira.
Semenjak kejadian itu Sony juga tidak tenang. Tidak seperti biasanya dia seperti itu. Padahal dia seorang pemain cinta. Yang seharusnya tinggal lempang-lempang saja. Tetapi dengan apa yang di lakukan kepada Vira. Justru membuatnya seakan-akan merasa bersalah.
Apa lagi. Vira benar-benar menghilang. Tidak menghubunginya sama sekali. Lagian aneh sih masa iya Vira yang menghubungi. Sony juga terlalu gengsian. Habis enaknya ninggalin anak orang.
**********
Mobil Raka berhenti di depan rumah Nayra dan Raihan. Raka langsung keluar dari mobilnya dan buru-buru memasuki rumah Raihan. Raihan memang mengajaknya bertemu dengan Sony untuk kembali membicarakan Vira.
Lagian Raka juga sudah mempunyai banyak informasi yang akurat mengenai Vira dan mungkin masalah akan segera terpecahkan.
Memang Raihan dan Raka selama 1 bulan ini menghentikan tentang penyelidikan Vira. Karena tidak ada masalah dalam belakangan ini.
Apa lagi masalah orang tua yang mengangkat Vira. Yang di katakan David temannya ternyata sudah tidak tinggal di Australia lagi. Jadi Raka yang awalnya bertugas untuk mencarinya harus terkendala.
Tetapi beberapa hari ini dia memang sangat fokus dan akhirnya menemukan titik terang yang mencurigakan dan membuat mereka harus kembali mengorek menyelidiki Vira.
Belum sampai Raka memasuki rumah. Dalam waktu yang bertepatan mobil Sony juga akhirnya tiba.
" Ternyata Raka sudah sampai juga," ," gumam Sony sambil membuka seat beltnya.
" Ahhhh mau bilang apa sama Raihan. Masa iya aku bilang komunikasi ku dengan Vira terputus setelah aku tidur dengannya. Nggak etis banget," gerutu Sony yang benar-benar bingung harus melapor apa pada temannya. Sony sih suka kebablasan.
Tidak mau memikirkan hal itu lagj. Sony langsung membuka pintu mobil dan keluar dari mobil dan langsung menghampiri Raka.
" Son!" tegur Raka.
" Baru sampai juga?" tanya Sony.
" Iya. Ya sudah ayo masuk!" ajak Raka. Sony mengangguk dan akhirnya masuk kedalam rumah Raihan tanpa mengetuk pintu. Pagi-pagi buta mereka memang harus bertamu demi misi yang terkendala.
__ADS_1
Sony dan Raka langsung menghampiri meja makan. Di mana ada Raihan dan Nayra. Dan ternyata mereka melihat ada Carey dan Dion juga sudah mulai menikmati sarapan mereka.
" Kalian sudah datang," ujar Raihan ketika melihat teman dan adik iparnya itu datang. Carey, Nayra dan Dion juga melihat Raka dan Sony datang.
" Iya Sorry baru sampai," sahut Sony langsung menyapa satu persatu yang ada di meja makan.
" Kalian nginap di sini Carey?" tanya Sony yang sudah menarik kursi di samping Raka. Yang mana Raka duduk di samping Raihan.
" Nggak, kita juga lagi mampir. Jadi dapat sarapan gratis," jawab Carey.
" Ya sudah sekalian sarapan juga!" ajak Nayra menawarkan.
Untuk dia masak banyak nasi gorengnya jadi cukup untuk di bagi-bagi. Memang rezeki orang-orang yang ada di sana. Suaminya sih tidak memberi tahu kalau bakal ada tamu di pagi hari.
" Pagi semuanya," sapa Dara yang juga akhirnya sampai, " Kok rame amat," ucap Dara bingung melihat ke ramaian di meja makan Nayra. Seperti sedang mengadakan acara reunian. Sara yang tidak mendapat jawaban langsung menghampiri meja makan.
" Sorry ya Naya lama sampainya?" sahut Dara merasa tidak enak.
" Tidak apa-apa," jawab Nayra berdiri dan meraih pemberian Dara.
" Biar aku aja yang siapin," ujar Dara berbaik hati untuk memindahkan semua makanan yang di bawanya kedalam piring.
" Makasih," sahut Nayra. Dara mengangguk dan langsung kedapur.
Raihan dan Raka ternyata sudah mulai membahas apa yang di dapatkan Raka.
" Ini kak hasilnya. Aku sudah menemukan 2 orang tua itu. Pasangan suami istri. Tono dan Sari. Yang memang orang Indonesia dan tidak tinggal di Australia," ujar Raka yang langsung to the point menyampaikan apa yang di dapatkannya.
" Lalu kenapa papa bilang, kalau orang tua angkatnya Vira ada di Australia dan Vira juga tinggal di sana dan sekali-kali baru sama papa," sahut Nayra heran. Karena dia sudah beberapa kali mendapat penjelasan itu dari papanya.
" Aku juga tidak tau tapi yang jelasnya. Wanita yang bernama Sisil memang orang tua yang benar-benar mengangkat Vira dan kakaknya sejak umur 5 tahun. Sementara pasangan suami istri itu adalah. Mantan pekerja rumah tangga yang Sisil," jelas Raka. Yang membuat Nayra dan Raihan kaget.
" Kamu yakin?" tanya Nayra tidak percaya.
" Iya Nayra," jawab Raka.
__ADS_1
" Vira punya orang tua angkat di Australia dan tinggal di Australia, sejak kapan," sahut Dion tiba-tiba heran mendengar kata-kata Raka.
" Bukannya memang dia tinggal di Indonesia sejak kecil. Dan aku baru tau kalau Tante Sisil bukan orang tua kandungnya," lanjut Dion membuat semua orang melihatnya.
" Kamu mengenalnya dekat?" tanya Sony.
" Ya iyalah, aku sama Vira sudah berteman lama dan masalah orang tua ya pasti aku tau. Mama juga bahkan kenal sama Tante Sisil dan aku tidak tau kalau Vira ada orang tua angkat di Australia. Yang aku tau Vira pernah bilang punya papa angkat di Luar Negri dan aku baru tau kalau itu Pak David. Kalau masalah tinggal di luar Negri sejak kapan. Paling cuma liburan," jelas Dion lagi.
" Berarti selama ini Vira berbohong dan papa tertipu," sahut Nayra yang menarik kesimpulan.
" Benar, ada kesengajaan, ada perencanaan. Kenapa suami istri itu mendekati pak David dan mengatakan jika Vira anak mereka. lalu Pak David tertarik untuk mengadopsinya," jelas Raka yang memang sudah mendapat kan informasi yang akurat.
" Sangat aneh," sahut Nayra benar-benar bingung.
" Kamu sendiri bagaimana Sony. Ada sesuatu yang mencurigakan?" tanya Raihan. Membuat Sony menjadi gugup.
Sedari tadi pertanyaan itu yang ingin di hindarinya. Karena dia sama sekali tidak punya jawaban apa-apa.
" Aduh Raihan, jangan di tanya fokus aja dulu sama Raka. Aku mau jawab apa. Ada Dara lagi," batin Sony yang kelimpungan dengan pertanyaan Raihan.
" Nih Nayra," sahut Dara yang membawakan makanan milik Nayra dan langsung memberinya.
" Makasih," ujar Nayra.
Dara mengangguk dan duduk di samping Nayra. Saat ingin mengambil gelas tiba-tiba mata Dara tertuju pada lembaran foto wanita yang di kenalnya yang pernah di temuinya beberapa hari lalu.
" Itu Vira," ujar Dara dengan santai yang memang sedari tadi tidak menyimak pembicaraan di meja makan tersebut. Tetapi telinganya mendengar beberapa panggilan nama Vira
" Kamu kenal?" tanya Nayra.
" Hmmm, dia lagi kayaknya bahagia banget. Pasti sekarang lagi menikmati masa-masa kehamilannya," celetuk Dara dengan santai membuat semua orang kaget dan menatap Dara dengan wajah terkejuy. Sementara Sony yang minum langsung tersedak.
uhuk-uhuk-uhuk-uhuk.
" Di lagi hamil. Dia akan menjadi ibu muda," lanjut Dara tersenyum. Dara memang tidak tau apa-apa. Bahkan tidak tau kalau Vira belum memiliki suami.
__ADS_1
Bersambung....