
Di dalam kamar Dara yang awalnya sangat rapi. Tetapi seketika berantakan dan di lantai terdapat noda darah yang mengering. Yang berceceran.
Dan terlihat Dara berada yang ada di dalam keadaan terikat di atas kursi dengan tubuhnya yang di ikat di kursi dan juga kakinya yang di satukan lalu di ikat dengan kuat. Dengan rambutnya yang berantakan.
Dara begitu lemas yang menyandar kepala kursi dengan terlihat pipinya terdapat sayatan dan tangannya juga terdapat sayatan yang cukup parah yang mungkin noda darah yang ada di lantai itu adalah dari kulitnya. Dara layaknya manusia yang setengah mati.
Ceklek pintu kamar itu terbuka dan menampilkan Vira yang menyunggingkan senyumnya membuat Dara mengangkat kepalanya melihat Wanita yang psikopat itu.
" Lepaskan aku!" ujar Dara dengan suara seraknya yang ingn minta di lepaskan. Dia sudah sangat lemas dengan perbuatan keji Vira yang menyiksanya.
" Apa katamu di lepaskan, ha-ha-ha-ha-ha," sahut Vira yang tertawa terbahak-bahak mendengarnya dan melangkah masuk mendekati Dara. Vira duduk di pinggir ranjang dan membalikkan kuat kursi yang mengikat Dara ke arahnya.
" Kamu ingin aku melepaskanmu?" tanya Dara tersenyum sinis.
" Kenapa kamu melakukan ini kepadaku Vira. Apa salahku?" tanya Dara dengan air matanya menetes menahan sakit di tubuhnya.
" Kamu bertanya apa salahmu!" sahut Vira menyunggingkan senyumnya.
" Hey," Vira langsung menoel kepala Dara, " sadarlah apa yang sudah kamu perbuat. Kamu sudah melakukan banyak kesalahan sehingga aku yang menanggungnya," ujar Vira dengan emosinya.
" Apa yang aku lakukan kepadamu. Sampai kamu bisa melakukan ini kepadaku?" tanya Dara lagi.
" Banyak kesalahan mu. Kau sudah menjadi wanita yang di cintai Sony. Itu kesalahan utamamu. Kau juga terlalu banyak menasehatiku dan mempengaruhi temanmu si Carey itu untuk menjauhkan Dion dari ku. Sehingga Dion tidak memihak ku. Dia meninggalkan ku dan pasti karena kau ikut-ikutan dalam masalah itu," tegas Vira.
" Aku tidak pernah mempengaruhi Carey. Aku menasehatimu. Semua demi kebaikan mu. Karena memang tidak pantas kau harus berlebihan kepada suami orang," sahut Dara menegaskan.
" Kau bilang tidak pantas. Kau tidak tau apa-apa tentang hubungan ku dengan Dion. Aku dan Dion berteman lama dan dia yang paling mengerti aku. Tetapi kau selalu merusak segalanya. Kau itu wanita gila, wanita perusak," ujar Vira yang marah-marah.
" Kamu hanya salah mengerti Vira. Kamu salah memahami Vira. Aku melakukan itu hanya demi kebaikan mu," sahut Dara yang mencoba menjelaskan.
__ADS_1
" Bohong!" teriak Vira.
" Kamu memang selalu menjadi perusuh. Kamu selalu mencampuri urusan ku. Sama dengan hal ini kamu berpura-pura baik kepadaku. Menolongku memberiku tempat tinggal. Tetapi kenyataannya kamu dan Sony menjalin hubungan di belakangku," teriak Vira.
" Dan wanita tua itu. Dia selalu mengutamakan mu. Membandingkan ku dengan mu. Dia hanya menginginkan mu menjadi menantunya bukan aku," lanjutnya yang emosinya dengan semua kata-katanya.
" Aku tidak ada hubungan dengan Sony Vira. Sudah berapa kali aku mengatakannya. Aku bahkan berusaha untuk membangun hubungan kalian berdua. Aku berusaha untuk memberikan keadilan padamu. Aku berusaha Vira," sahut Dara yang menangis terus dengan air matanya yang mengalir.
" Kamu bilang berusaha. Tapi pada dasarnya kamu berduaan dan melakukan hubungan di dalam bersama Sony. Apa yang kamu ingin kan. Kami hanya ingin terlihat seperti pahlawan. Kamu menganggap aku bodoh. Kamu tetap menjalin hubungan dengannya dan orang-orang hanya menganggap kamu wanita baik. Itu yang kamu lakukan. Kamu wanita munafik. Wanita licik," ujar Vira dengan mengeluarkan semua makian kepada Dara.
" Aku minta maaf, jika apa yang aku lakukan dengan Sony menyakiti perasaanmu. Aku mengakui hal itu memang terjadi. Tetapi tidak seperti yang kamu pikirkan aku dan Sony tidak sampai melakukan hubungan sejauh itu," sahut Dara yang menjelaskan dengan tangisannya.
" Ha-ha-ha-ha-ha, kamu bilang tidak sejauh itu. Aku sangat tau siapa tau siapa Sony. Dia adalah laki-laki buaya yang suka tidur dengan banyak wanita dan kamu mengatakan tidak melakukan itu!" teriak Vira dan mencengkeram pipi Dara dengan satu tangannya.
" Katakan, berapa kali kalian melakukan hal itu. Bukannya pasti sering. Berhubung kalian adalah mantan kekasih?" tanya Vira dengan menatap tajam Dara.
" Tidak katamu, kamu bilang tidak. Kamu pikir aku bodoh. Kamu pikir aku tidak tau apa yang kamu lakukan. Aku bukan anak kecil yang bisa di bohongi," sahut Vira menatap dengan tatapan tajam yang geram dengan Dara.
" Tapi itu kenyataan. Aku tau Sony berengsek. Tetapi sebrengsek-brengseknya dia. Dia tidak pernah menyentuhku. Dan aku juga tidak murahan yang harus memberikan tubuhku kepadanya," sahut Dara menegaskan.
" Apa maksud mu, apa kau mengatakan aku murahan," sahut Vira merasa tersinggung.
" Aku tidak mengatakan kamu. Tetapi aku memang bicara apa adanya hubungan ku dengan Sony tidak sejauh itu," tegas Dara.
" Bohong!" sahut Vira tampak tidak terima dan ingin menampar Dara
Tingnong, Tingnong.
Hal itu terhenti ketika mendengar bel yang terpencet yang membuat Vira melihat ke arah pintu.
__ADS_1
" Sial! siapa yang datang," geramnya dan langsung menjatuhkan tangannya dari Dara. Vira mengambil lakban hitam dan langsung melakban mulut Dara.
" Empttt, mpt, mpt," ujar Dara yang kesulitan bicara. Kamu jangan berisik di sini. Kamu dengar itu," geram Vira yang langsung meninggalkan Dara di dalam kamar itu. Ketika ada yang memanggil untuk membuka pintu.
" Kenapa Vira bisa berubah seperti itu. Kenapa dia tega memperlakukan ku seperti itu. Apa yang terjadi kepadanya," batin Dara yang sangat kecewa dengan Vira yang tega mencelakainya.
Dia bahkan di siksa sehingga terluka. Tidak di beri makan ataupun minum oleh Vira. Tubuhnya terus bertambah lemas dengan berbubaran Vira yang seperti psikopat.
*********
Vira merapikan dirinya ketika ingin membuka pintu.
" Huhhhh, siapa sih yang datang mengganggu ketengan ku saja," batinnya dengan kesal dan langsung membuka pintu. Di mana Vira langsung di kagetkan dengan Sony, yang datang bersama Saski.
Wajah Vira langsung seterkejut itu dengan melihat 2 orang yang pasti di bencinya.
" Sial, kenapa mereka datang kerumah ini," batin Vira yang kepanikan.
" Kamu tidak menyuruh kami masuk," sahut Saski yang masih terlihat ketus.
" Hah, I-iya masuk. Iya mari masuk Tante," sahut Vira mempersilahkan dengan kegugupannya.
" Kamu kenapa Vira, kamu seperti melihat hantu," sahut Sony merasa ada yang tidak beres dengan Vira.
" Hah! tidak tidak apa-apa," sahut Vira yang langsung gugup.
" Mari masuk Tante, silahkan," sahut Vira kembali mempersilahkan dan akhirnya Sony dan Saski memasuki rumah.
Bersambung
__ADS_1