Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 239.


__ADS_3

Kediaman David


Mobil Raihan berhenti di depan rumah David. Raihan dan Nayra memang langsung berkunjung kerumah David. Karena Nayra merindukan papanya. Semenjak dia hamil. Belum pernah menemui papanya.


Teryata di lantai 2 tepatnya di kamar Vira. Sedari tadi Vira mengintip di jendelanya. Saat mendengar mesin mobil dia langsung melompat dari tempat tidurnya, menuju jendela.


" Ngapain mereka datang pagi-pagi begini, mau pamer kehamilan," batin Vira sinis yang sudah tau siapa yang ada di dalam mobil itu. Sebelum menunjukkan wajahnya.


" Sialan, sekarang wanita itu pasti akan merasa menang karena sudah mengandung. Baru juga 1 bulan lebih kandungannya sudah sangat heboh. Paling juga sebentar lagi bakalan gugur. Apa dia pikir hamil sudah menang dari ku,"


Vira tampak kesal dengan pasangan suami istri yang menyebalkan untuknya itu. Kedatangan mereka di pagi hari hanya membuatnya kehilangan mood.


Vira tersenyum penuh rencana, menutup tirai kamarnya. Lalu buru-buru pergi keluar dari kamar papanya.


Sementara di sisi lain Nayra dan Raihan masih berada di dalam mobil. Mereka sama-sama membuka seat beltnya. Saling melihat dengan wajah yang penuh senyum.


Raihan keluar dari mobil terlebih dahulu. Berlari melewati depan mobil menuju tempat duduk istrinya, membukakan pintu mobil.


Mengulurkan tangannya pada istrinya. Nayra tersenyum dan menyambut uluran tangan sang suami.


Bruk. Raihan menutup pintu mobil pelan. Menggenggam kuat tangan istrinya. Seakan tidak ingin melepas kan. Nayra menyandarkan kepalanya ke bahu suaminya.


" Kamu sangat romantis," bisik Nayra yang terus menempelkan kepalanya pada bahu suaminya sambil berjalan. Raihan mendengarnya tersenyum.


Ya Raihan memang akhir-akhir ini sangat romantis. Memang biasanya dia juga romantis. Hanya saja semenjak Nayra hamil keromantisannya naik. Dia hanya ingin memanjakan sang istri.


Pasangan suami istri itu langsung menuju kamar sang Papa yang memang papanya masih ada di sana.


Sementara Vira sedang ada di dalam di kamar David duduk di samping David sambil memberi David potongan buah pada David yang menyandarkan tubuhnya di kepala ranjang.


" Vira senang pa, dengan kehamilan Nayra. Akhirnya tuhan menjawab semua doa-doa Nayra. Nayra memang berhak untuk hamil. Dia wanita yang sabar dan juga baik hati dan sudah waktunya dia mengandung," Vira berbicara sangat manis di depan David sambil terus memberinya potongan buah.


" Papa juga bahagia Vira. Akhirnya papa sebentar lagi akan punya cucu," sahut David dengan suara lemas.


" Iya Pa, makanya papa juga harus sembuh. Supaya papa bisa gendong cucu papa," sahut Vira lagi yang benar-benar seakan sangat bahagia dengan kehamilan Nayra.

__ADS_1


" Kita sama-sama berdoa ya pa, untuk kandungan Nayra. Papa tenang saja Vira akan terus memantau kandungan Nayra. Agar kandungannya tetap sehat," lanjut Vira lagi.


" Iya Vira," sahut David yang percaya- percaya saja dengan omongan manis Vira.


" Ishhhh, amit-amit ikut bahagia, yang ada aku itu dongkol dengan kehamilan itu. Hanya mempersulit rencanaku," batin Vira dengan senyum palsu di wajahnya.


" Nayra, Raihan," tiba-tiba David melihat ke arah pintu. Sudah melihat menantu dan anaknya yang berdiri mematung.


" Datang di waktu yang tepat. Sesuai dengan rencanaku," batin Vira dengan senyum miring di wajahnya.


Dia memang sengaja mendatangi David dan memberi David potongan buah seolah-olah sedari tadi melayani David.


Tidak hanya itu Vira sengaja membuka pintu agar apa yang dibicarakannya terdengar


Dan berbicara yang baik-baik, agar terlihat dia bahagia dengan kebahagian Nayra. Semua memang dengan cepat di rencanakan nya.


Belakangan dia memang menyadari. Jika Raihan dan Nayra sangat hati-hati kepadanya. Jadi dia ingin membersihkan namanya dulu di depan pasangan suami istri itu. Karena dia juga takut jika Nayra akan mengadukan perbuatannya pada David.


" Kenapa berdiri di situ, ayo masuk," ujar David memanggil dengan anggukan tangannya. Raihan dan Nayra saling melihat tersenyum dan memasuki kamar sang Papa.


" Nayra, sejak kapan datang, kok nggak kedengaran bel nya," ujar Vira dengan manis. Tetapi Nayra langsung menatap sinis. Kepada wanita yang jelas dia tau sedang berpura-pura.


Walau dia dan suaminya mendengar kata-kata manis Vira tadi yang seakan bahagia dengan kehamilannya. Tetapi tetap saja mereka tidak percaya.


" Mana mungkin kedengaran kalau kamu terlalu fokus," sahut Nayra sinis.


Vira membalas dengan senyuman. Mata Nayra turun pada Pring yang di pegang Vira. Melihat potongan buah apel.


" Kamu terlalu buru-buru sekali. Sampai mengupas apel dengan tidak benar, kulitnya masih ada di mana-mana," sindir Nayra yang tau jika Vira pasti baru memberi papanya buah. Tetapi gayanya sudah sudah seakan-akan dari tadi sudah melayani papanya.


" Sial. Bisa-bisanya dia bicara seperti itu di depan papa," batin Vira dengan senyum palsunya. Namun terlihat ada kepanikan sedikit.


" Kamu benar, aku sangat buru-buru memotongnya. Karena takut papa lama menunggu. Lagi pula kulit apel juga sangat baik untuk kesehatan," jawab Vira pasti punya banyak teori agar terlihat baik di depan David.


" Ada saja jawabannya," batin Raihan yang terus memperhatikan Vira berbicara seakan seorang ahli dalam melihat mimik bicara. Tau mana yang bohong dan yang tidak.

__ADS_1


" Nayra kamu datang bukannya memeluk papa. Malah berdiri terus," ujar David yang ingin memeluk putrinya.


" Maaf Pa," sahut Nayra yang langsung menghampiri papanya pasti melewati Vira dan bahu mereka bersenggolan. Nayra duduk di samping papanya dan langsung memeluk papanya.


" Nayra kangen sama papa," ujar Nayra memeluk erat sang papa.


Raihan juga langsung mendekati istrinya. Posisi Vira jadi tersinggir dengan pasangan suami istri itu.


" Papa juga pasti sangat merindukan kamu," ujar David yang terus memeluk erat putrinya. Nayra melepas pelukannya. Raihan yang berdiri di dekat istrinya langsung menyalim papanya.


" Kamu baik Raihan?" tanya David.


" Baik pa," jawab Raihan.


" Bagaimana Nayra kandungan kamu, apa sehat?" Tanya David yang sudah mengusap perut Putrinya.


" Sehat pak, sangat sehat papa doain terus ya," ujar Nayra.


" Pasti sayang, papa pasti akan mendoakan terus, agar bayi kamu tetap sehat. Dan lahir dengan baik," sahut Raihan.


" Iya Pa, makasih Pa," jawab Nayra dengan wajah kebahagiannya sementara Vira hanya berpura-pura ikut bahagia.


" Oh iya sayang Dokter nya sudah sampai?" tanya Nayra tiba-tiba.


" Kayaknya sebentar lagi," jawab Raihan melihat arloji di tangannya.


" Dokter. Dokter apa?" tanya David heran.


" Pa, Ayah dari temannya Raihan yang sudah menjadi Profesor tiba di Indonesia. Jadi aku sama Raihan berencana untuk mengganti Dokter papa," jelas Nayra.


Hal itu langsung membuat Vira kaget. Vira kesulitan menelan salavinanya. Saat Nayra akan mengganti Dokter David. Wajahnya juga berubah panik. Bahkan terlihat pucat dengan berita yang pasti berita buruk baginya.


Bersambung.....


"

__ADS_1


__ADS_2