Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 181


__ADS_3

Sesuai janji Raihan hari ini akan membawa istrinya menemui David dan beberapa keluarganya yang memang di inginkan Nayra.


Tetapi sayangnya ibu tiri Nayra tidak ingin bertemu karena tidak ingin berurusan lagi dengan Nayra.


Raihan dan Nayra sudah berada di dalam mobil. Sedari tadi Nayra begitu murung melihat kearah jendela. Raihan yang fokus menyetir menengok kearah Nayra.


Raihan meraih tangan Nayra dan menggenggamnya erat. Hal itu membuat Nayra menoleh ke arah Raihan dan tersenyum tipis saat Raihan mencium punggung tangan istrinya.


Nayra pun menayandarkan kepalanya di bahu Raihan. Raihan mencium pucuk kepalanya dengan lembut.


" Kamu tidak apa-apa?" tanya Raihan, Nayra hanya menggeleng.


" Aku hanya tidak percaya jika, Pak David adalah papaku. Selama ini kami banyak persamaan dia alergi terhadap jagung. Aku selalu merasa nyaman bisa berbicara dengannya bahkan aku sangat sedih ketika dia membicarakan mengenai anaknya yang sudah meninggal. Tapi ternyata aku lah anaknya," ucap Nayra mencurahkan perasaannya.


" Iya kamu benar, maafkan aku, aku pernah beberapa kali melarangmu bertemu dengannya. Bahkan memarahimu karena menerima hadiah darinya," ujar Raihan. Nayra mengangkat kepalanya dan tersenyum menggeleng.


" Kamu tidak salah, aku tau kamu hanya cemburu. Tapi aku senang pernah mendapatkan hadiah dari Pak David. Apalagi saat dia memberikannya ku bunga Lily. Cuma ada 2 Pria yang pernah memberikanku bunga liliy yaitu kamu dan Pak David," jelas Nayra.


" Raihan dulu saat kamu memberikan pertama kali bunga itu. Aku sangat bahagia. Mendapatkan bunga saat usiaku 15 tahun. Aku tidak pernah membayangkan jika akan ada yang memberiku bunga itu. Bahkan papa tidak pernah memberikanku, mungkin dia tidak tau aku sangat menyukainya. Dan jelas aku sangat bahagia ketika mendapatkan darimu," jelas Nayra. Raihan tersenyum mengusap pipi Nayra sambil menyetir.


" Terimakasih Raihan, kamu selalu ada untukku, kamu selalu tulus kepadamu. Maaf aku pernah membuat hidupmu hancur selama 7 tahun," ujar Nayra dengan matanya berkaca-kaca. Raihan meminggirkan mobilnya dan menghadap Nayra memegang ke-2 pipi Nayra.


" Jangan mengungkit masa lalu. Masa lalu itu pelajaran untuk kita berdua. Kamu tidak pernah menghancurkan hidupmu. Dan aku sudah katakan itu tugasku bertanggung jawab atas dirimu," ucap Raihan.


" Nara ketika kita sampai rumah, semuanya sudah berubah, hidup kamu sudah baru kembali. Kebahagian sedang menunggu kamu. Jadi jangan memikirkan hal yang lain lagi," ujar Raihan dengan serius.


" Tapi kebahagianmu cuma kamu," sahut Nayra. Raihan tersenyum dan meraih Nayra ke dalam pelukannya.


" Aku tau itu," jawab Raihan terus memeluk erat.


Mobil Raihan akhirnya sampai di depan rumah Raihan. Sebelum turun dari mobil Raihan melihat kearah istrinya yang terlihat dek-dekan. Raihan kembali meraih tangannya menggenggam Nayra dengan meyakinkan semua baik-baik saja.

__ADS_1


Nayra mengangguk dan tersenyum tipis. Lalu keduanya sama-sama membuka sabuk pengaman dan keluar dari mobil.


Tangan ke-2nya masih saling bergenggaman saat memasuki rumah. Raihan bisa merasakan dinginnya tangan istrinya. Pasti Nayra sangat grogi bertemu dengan papa kandungnya.


Raihan membuka pintu rumah. Bukaan pintu membuat mata semua orang yang menunggu di ruang tamu langsung melihat.


Addrian, Zira, Raina, Farah, Andini, Aryo, dan David sudah ada di sana. Mata David dan Nayra langsung bertemu walau dalam kejauhan.


Davi langsung berdiri ketika melihat anak kandungnya yang ternyata selama ini masih hidup.


" Nayra," lirih David dengan mata yang sudah bergenang. Raihan yang berdiri di samping istrinya melihat Nayra meneteskan air mata.


Raihan semakin mempererat genggamannya membawa istrinya melangkah semakin dekat ke ruang tamu. Begitu juga dengan David yang melangkah menghampiri Nayra dan Raihan yang di ikuti yang lainnya.


" Nayra," lirih David lagi saat sudah berada di depan putrinya. Pasti dia ingin memeluk Nayra dengan erat. Tetapi seperti masih ada pembatas.


Merasa tidak pantas. Nayra dengan air mata yang membasahi di pipinya menoleh ke arah Raihan, seakan meminta izin pada Raihan. Raihan mengangguk tersenyum. Dan Nayra langsung memeluk David. David yang melihat itu memeluknya semakin erat.


Suasana haru menyelimuti ruang tamu tersebut. Tidak ada yang tidak meneteskan air mata. Semua pipi di penuhi air mata dengan keharuan yang di depan mereka.


" Maafkan papa. Semua ini gara-gara papa, papa yang membuat kamu seperti ini. Seandainya papa tidak egois kita tidak mungkin berpisah, maafkan papa nak," ucap David yang merasa bersalah.


David dan Nayra saling melepas pelukan. Nayra tidak bicara apa-apa. Karena dia memang tidak perlu bertanya lagi. Suaminya sudah menjelaskan semuanya.


" Kamu memaafkan papa?" tanya David. Nayra mengangguk. Membuat David tersenyum.


" Boleh papa menciummu?" tanya David yang benar-benar merindukan Nayra.


Nayra kembali melihat kearah Raihan. Raihan mengusap pundak istinya dan mengangguk. Nayra pun mengangguk.


David mencium kening Nayra. Nayra memejamkan matanya saat pertama kali mendapat kecupan hangat dari papa kandungnya. David memegang ke-2 bahu Nayra.

__ADS_1


" Kamu tumbuh dewasa, kamu sangat cantik, pintar dan baik," ujar Danu yang melihat Nayra dari bawah sampai atas.


Danu melihat kebelakang melihat adiknya Aryo yang merawat anaknya.


" Terima kasih Aryo kamu sudah membesarkan Nayra, terima kasih Zira kamu sudah menyelamatkan hidup Nayra, memberinya nama, memberinya kehidupan, pendidikan dan memberinya suami," ujar David walau marah dengan tindakan Zira. Tetapi dia harus menyadari Zira yang sudah menggantikan posisinya dan Jihan selama ini memberi kasih sayang dengan tulus kepada Nayra.


Zira hanya mengangguk-angguk dengan derai air mata yang terus membanjiri di lipinya.


" Terima kasih Raihan, sudah mencintai anak saya, sudah memberikan anak saya kebahagian, selalu ada bersama anak saya, terima kasih, saya tidak tau haru membalas dengan apa, atas semua kebaikan kamu kepada Nayra," lanjut David lagi.


" Bapak tidak perlu memikirkan apapun untuk membalas apa yang saya lakukan. Nara adalah tanggung jawab saya. Bapak hanya perlu menyayanginya dan memanjakannya seperti gadis kecil. Karena selama ini itu yang di inginkannya," ucap Raihan, membuat Nayra memeluk Raihan.


Raihan mengusap-usap rambut Nayra yang menangis terisak di pelukannya. Sebelumnya Nayra sudah berjanji tidak akan menangis lagi tetapi apa yang terjadi hari ini membuatnya sangat mewek.


" Kamu benar, sekarang sudah saatnya saya menebus apa yang harus saya lakukan dari 22 tahun lalu," sahut David.


Nayra melihat papa Arya. Yang juga menangis. Pasti Arya sangat berat dengan hal ini. Apapun itu Dia dan Nayra pernah hidup berdua dengannya selama 5 tahun Di Amerika.


Nayra menghampiri Arya dan berdiri di depan Arya.


" Pa, papa tetap jadi papa Nayra kan. Pa Nayra sayang sama papa, papa akan tetap jadi papa Nayra kan?" tanya Nayra memegang tangan Aryo. Aryo mengangguk memegang ke-2 pipi Nayra.


" Iya kamu akan tetap menjadi anak papa. Maaf kan papa tidak pernah membuat kamu bahagia. Maaf kan papa sudah merampas kebahagian kamu dengan urusan rumah tangga papa, maaf," ucap Arya yang merasa bersalah.


" Tidak pa, Nayra tidak pernah memikirkan itu bagi Nayra, papa tetaplah orang yang menyayangi Nayra. Meski papa pergi dari Nayra tau papa sangat khawatir kepada Nayra," ucap Nayra menangis sengugukan.


Arya mendengarnya memeluk Nayra erat. Apapun itu dia menyayangi Nayra seperti anak kandungnya itu.


" Aku merasa lega dengan semua ini. Akhirnya Nayra bisa merasakan kasih sayang dari orang tua kandungnya. Mungkin Nayra butuh waktu untuk Jihan. Tapi aku yakin dia akan segera memberi maaf pada Jihan. Karena Nayra wanita yang sangat tulus," batin Zira yang penuh harapan.


" Nayra adalah wanita yang sangat kuat. Selama hidupnya terus di penuhi masalah dan hari ini dia menemukan kebahagiannya," batin Andina yang menangis terus menerus dengan menyandarkan kepalanya di bahu eyangnya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2