
Hari demi hari kembali tiba. Della dan keluarganya sudah pulang dari Villa yang pasti juga Angga dan mama juga papanya yang juga pulang bersama. Dan sudah kembali melakukan aktivitas seperti biasanya.
Nayra dan Raihan melakukan sarapan bersama seperti biasanya sebelum Raihan berangkat bekerja.
" Kinara tidur lagi?" tanya Raihan di sela-sela makannya.
" Iya sayang dia bangun kepagian. Makanya setelah menyusu kembali tidur lagi," sahut Nayra.
" Hmmm, dia pasti masih mengantuk," sahut Felly.
" Hmmm, kamu benar, dia memang masih mengantuk, jadi biarkan saja dia tertidur dengan pulas," sahut Nayra.
" Oh, iya sayang aku mau nanti aku mau tempat mama Zira nanti mau ngajak Kinara main-main kesana," sahut Nayra.
" Tapi kayaknya mama lagi sibuk deh sama Tante Kayla," sahut Raihan.
" Kok gitu?" tanya Nayra heran, " Memang ada acara apa?" tanya Nayra heran.
" Kamu memang belum tau dengan pernikahan Angga dan Della," sahut Aditya.
" Oh, itu, Memang aku dengar sih kemarin-kemarin masalah pernikahan itu sempat di bicarakan. Tetapi aku juga tidak tau kalau ternyata itu benar-benar serius," sahut Nayra yang sebelumnya mendengar isu-isu pernikahan itu.
" Jadi kak Angga dan kak Della memang benar-benar akan menikah?" tanya Nayra memastikan.
" Iya sayang mereka benar-benar akan menikah dan tanggalnya juga sudah di tentukan," sahut Raihan membenarkan. Karena dia memang mendapat informasi yang akurat dari sang mama.
" Ya ampun syukurlah kalau begitu. Aku percaya jika mereka benar-benar akan menikah," sahut Nayra yang pastinya ikut bahagia mendengar informasi dari suaminya.
" Hmmm, iya sayang aku juga merasa bahagia. Kamu kan tau sendiri Della itu menyukai Angga dari kecil dan pasti semua orang bahagia yang melihatnya bersatu di pelaminan," sahut Raihan.
" Hmmm, kamu benar, aku juga salut dengan Angga yang bisa menerima kak Della apa adanya. Dia menikahi kak Della tanpa melihat kekurangan kak Della, jelas itu menjadi pin plus untuk Angga yang berhati baik," sahut Nayra tersenyum mengembang.
" Iya sayang kamu benar, itu memang menjadi poin plus untuk Angga yang mana cinta tidak memandang fisik," sahut Raihan.
" Ya kita doakan saja yang terbaik untuk kak Angga dan juga kak Della," sahut Nayra. Raihan mengangguk.
__ADS_1
" Hmmm, lalu kamu bagaimana, mau kemana hari ini. Biar aku akan mengantarmu?" tanya Raihan.
" Hmmm, kalau mama sedang sibuk. Ya sudah tidak jadi kesana saja. Lain kali aja ketemu mama. Kamu antar aku tempat kak Carey aja," jawab Nayra.
" Baiklah kalau begitu, aku akan mengantarmu setelah sarapan ketempat Carey," sahut Raihan yang tidak masalah sama sekali. Nayra mengangguk dan mereka kembali melanjutkan sarapan mereka bersama.
*********
Di sisi lain Della sedang berada di ruang tamu yang duduk di atas kursi rodanya dan melihat rumahnya yang banyak orang yang dengan pekerjaannya masing-masing yang sepertinya ingin mengubah ruangan di bawah itu menjadi ruangan yang indah.
Tetapi wajah Della tidak heran. Dia tau orang-orang yang sibuk dengan pekerjaan masing- masing itu adalah orang-orang yang mempersiapkan pernikahannya.
Di mana telinganya mendengar sendiri pernikahan itu di adakan di rumahnya dan jangan tanya Della sebenarnya setuju atau tidak dengan pernikahan Angga.
Sebenarnya Della tidak setuju sama sekali dengan pernikahan itu. Bahkan tidak menjawab iya atau tidak. Tetapi tampaknya mamanya tidak peduli dan tetap melanjutkan saja.
" Siapa sih sebenarnya yang mau menikah. Kenapa coba mama dan papa sibuk mengurusi pernikahan ku. Padahal aku tidak setuju sama sekali," batin Della yang tampak mengumpat di dalam hatinya yang kesal dengan tindakan orang tuanya.
Tiba-tiba terlihat Angga yang masuk dari pintu utama dan melihat Della yang dengan wajah cemberutnya duduk di kursi roda yang menatapnya penuh kemarahan. Angga malah tersenyum tipis melihat Della dan membuat Della kesal dan langsung memutarkan kursi rodanya dan pergi.
" Della tunggu mau kemana kamu?" tanya Angga yang mengejar Della dengan langkah yang cepat sampai akhirnya Angga tepat di depan Della yang menghadang kursi roda itu.
" Minggir kamu!" sahut Della kesal. Angga berjongkok di depan Della dengan tersenyum miring.
" Kamu mau kemana?" tanya Angga.
" Bukan urusan kamu minggir kamu!" sahut Della dengan ketus.
" Kamu kenapa galak-galak dengan calon suami. Kami tidak boleh seperti itu," sahut Angga menggoda Della membuat Della mengkerutkan dahinya kesal dengan Angga.
" Siapa yang mau menikah dengan mu," sahut Della kesal. " Aku tidak menyetujui pernikahan itu jadi kamu jangan mimpi," sahut Della dengan kesal. Tetapi Angga hanya tersenyum melihat galaknya pacarnya itu.
" Kenapa kamu senyum-senyum," sahut Della semakin kesal.
" Aku hanya bahagia. Karena sebentar lagi akan menikah denganmu. Aku tidak peduli kamu menolakku atau tidak yang terpenting aku akan menjadi suamimu. Aku mencintaimu jadi kita akan menikah dengan cinta kita ber-2," sahut Angga yang berbicara begitu tulus.
__ADS_1
Della hanya diam saja mendengarnya.
" Kamu mau kemana aku akan mengantarmu?" tanya Angga.
" Tidak perlu aku bisa sendiri," sahut Della dengan ketus. Angga tersenyum lalu tiba-tiba berdiri dan langsung kebelakang Della dan sedikit membungkuk.
" Aku calon suamimu dan aku harus mengantar calon istriku. Aku tidak ingin dia sampai kenapa-kenapa," bisik Angga dan langsung mendorong kursi roda Della dan ternyata Della tersenyum tipis mendengarnya.
Ya pelan-pelan Angga memang pasti akan bisa merebut kembali hati Della kembali seperti semula yang buktinya Della membiarkan saja persiapan pernikahan itu dan bahkan mendengar bicara Angga membuatnya bergetar dan senyum-senyum sendiri.
*********
Di sisi lain, Aca, Kayla dan Zira ternyata sedang memilihkan gaun pengantin yang pas untuk Della dan juga Angga. Memang yang menikah siapa tapi siapa yang melakukan vitting baju pengantin.
" Ini kayaknya pas untuk Della," sahut Kayla melihat gaun berwarna silver yang terlihat begitu indah yang langsung mencuri perhatiannya.
" Hmmm, iya ini cocok sekali, sangat bagus juga," sahut Aca yang juga setuju. Mungkin selera mereka memang sama.
" Ya sudah kalau begitu kita coba yang ini saja, lalu kita cari yang lain untuk pilihannya," sahut Zira mengambil keputusan.
" Hmmm, setuju, sangat setuju ya sudah kalau begitu," sahut Kayla.
" Kita juga pilihkan beberapa jas untuk Angga," sahut Aca.
" Hmmm, iya kita harus pilihkan yang cocok untuknya," sahut Kayla.
" Aku tidak percaya jika akhirnya Angga dan Della akan menikah," ujar Aca dengan raut wajahnya yang penuh kebahagian.
" Hmmm, aku berharap semuanya benar-benar lancar tanpa ada masalah," sahut Kayla dengan penuh harapan.
" Kita doakan yang terbaik untuk mereka dan semoga semuanya benar-benar lancar," sahut Zira.
" Amin," sahut semuanya dengan serentak.
Bersambung
__ADS_1