Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 227


__ADS_3

Tingnong Tingnong.


Carey melihat kearah pintu yang berbunyi bel.


" Siapa yang datang," gumamnya melangkahkan kakinya menuju pintu dan langsung membuka pintu.


Saat membuka pintu Carey sedikit kaget dengan tamu yang datang. Carey melihat penampilan wanita itu dari bawah.


Memakai Heels hitam dengan tumit 7cm. Dengan dress yang hitam di atas lututnya. Rambut wanita itu yang di gerai dan di beri gelombang dan dengan kaca mata hitamnya.


Tangan wanita itu juga sangat penuh. Selain memegang tas mahalnya. Wanita itu membawa boucket bunga yang di peluknya dan beberapa paper bag.


Tetapi bukan itu yang membuat Carey terdiam dan tidak menyapa. Dia mengingat wanita itu adalah tamu terlarang. Sebelumnya Raihan memberikan foto wanita itu untuk melarang menemui Nayra.


" Vira," batin Carey setelah mengenali dengan jelas. Dengan gayanya yang sombong Vira melepas kaca mata hitamnya.


" Hay," sapa Vira dengan senyum tidak suka.


" Kamu siapa?" tanya Vira merasa tidak asing " Oh aku lupa kamu kakaknya Nayra," lanjutnya setelah memastikan.


" Maaf aku pikir tadi kamu calon istri baru Raihan," ujar Vira dengan sinis.


Mendengar ucapan Vira membuat Carey kaget, bisa-bisanya wanita di depannya berbicara dengan suka-suka seperti tidak menghargai Nayra. padahal yang Carey tau wanita itu adalah anak yang di angkat pak David.


" Apa kita bisa di katakan bersaudara," ujar Vira dengan nada mengejek.


" Sepertinya tidak, ibu kamu sudah bercerai dengan papa David, jadi hubungan saudara di antara kita tidak ada," lanjutnya yang terus menyindir.


Mulutnya memang memang pedas. Pantas saja adiknya sakit gara-gara wanita itu. Carey yang masih berdiri di depan pintu tidak merespon sama sekali ucapan Vira.


" Ehemm.. Kamu akan tetap berdiri di situ, soalnya menghalangi jalanku," ujar Vira dengan sinis yang ingin masuk.


" Tetapi rumah ini tidak menerima tamu," jawab Carey dengan suara dinginnya.


Suara yang seharusnya sejak awal di keluarkannya. Sebelum wanita itu berbicara panjang lebar.


" Apa kata mu," sahut Vira mulai kesal.


" Aku rasa suara ku cukup jelas. Rumah ini tidak menerima tamu," jelas Carey sekali lagi.


" Siapa kamu, berani sekali melarangku masuk. Ohhh atau memang benar kamu calon istri baru Raihan," tebak Vira dengan penuh sindiran. Carey tersenyum tipis.


" Sepertinya kamu yang punya keinginan untuk menjadi istri baru dari Raihan, Oh bukan maaf, aku ralat kata-kata ku. Kamu punya keinginan menjadi perusak rumah tangga dari Nayra dan juga Raihan," ujar Carey dengan santai membalikkan kata-kata Vira.


" Lantang sekali kau bicara, kau pikir kau siapa," sahut Vira kesal dengan suara mulai mengeras.


" Aku kakaknya Nayra," jawab Carey santai.


" Terus menurutmu aku bukan saudaranya," sahut Vira kesal.

__ADS_1


" Aku tidak tau. Yang jelas pemilik rumah ini tidak mengijinkan mu masuk, jadi pergilah!" usir Carey masih dengan halus. Membuat Vira tertawa kecil.


" Kau mengusirku, apa hakmu. Kau ingin jadi penguasa di rumah ini, wanita munafik," kecam Vira sinis.


" Apa maksudmu, bicaralah dengan baik," sahut Carey masih tenang.


" Aku tau, kau sengaja caper di rumah ini. Supaya Raihan tertarik kepadamu. Bukannya kau sangat cinta mati kepadanya sampai kau ingin melenyapkan adikmu sendiri," ujar Vira dengan sinis. Mengingatkan Carey pada masa lalu itu. Carey tersenyum menanggapi ucapan Vira.


" Sepertinya kau salah paham. Kau selalu berbicara kata istri baru. Apa kau mengira Raihan akan menggantikan posisi Nayra. Kau masih baru menjadi keluarga Nayra. Jadi kau sangat tidak mengenal mereka. Kau tidak tau bagaimana Raihan mencintai istrinya. Buktinya sampai dia harus mengatakan kepada semua penghuni rumah. Jika kamu datang jangan di izinkan memasuki rumah apa lagi bertemu istrinya," jelas Carey dengan santai. Mendengarnya wajah Vira semakin kesal.


" Dia sangat tidak ingin istrinya kenapa-napa, dan sangat menjaga istrinya dia juga tau penyebab istrinya sakit. Makanya dia sangat sensitif," lanjut Carey.


" Kau memang pintar mengarang cerita," sahut Vira sinis.


" Aku," tunjuk Carey pada dirinya dengan tersenyum, " kau bisa bertanya kepada semua orang di rumah ini. Hanya ada 1 tamu yang tidak boleh masuk. Yaitu kau," tegas Carey dengan sinis.


" Jadi pergilah dari sini, sebelum aku menelpon Raihan dan langsung mengusirmu," lanjutnya lagi tidak main-main dengan ucapannya.


" Aku bisa melaporkan perbuatan mu kepada papaku," ancam Vira kesal. Lagi-lagi Carey hanya tersenyum.


" Silahkan, dengan begitu Om David akan bertanya alasannya. Dan aku tidak tau dia akan bertindak seperti apa. Jika tau putri kesayangannya di sakiti oleh anak adopsinya," sahut Carey dengan senyumnya.


Vira mengepal tangannya mendengar omongan Carey. Dia harus mengakui perkataan Carey benar. Jika Nayra menceritakan semua kepada David. Mungkin dia akan berakhir.


" Bu Carey," teriak bibi dari dalam, membuat Carey menoleh kebelakang.


" Ada apa Bi?" tanya Carey panik melihat bibi yang panik dengan tangan yang saling mengatup.


" Ada apa Bi, tenanglah dulu," ujar Carey memegang ke-2 bahu Bibi.


" Bu Nayra," sahut Bibi.


" Kenapa Nayra?" tanya Carey semakin panik.


" Bu Nayra pingsan," jawab bibi dengan cepat. Membuat Carey kaget dengan mata terbuka lebar.


Carey langsung berlari kekamar adiknya saat mendengar adiknya pingsan. Tetapi Vira tersenyum miring mendengarnya.


" Seharusnya dia mati saja. Agar aku menjadi satu-satunya," batin Vira.


" Wanita itu, dia pikir dia siapa, berani sekali dia berbicara seperti itu. Lihat saja kau pun akan mendapat balasanku," batinnya penuh dendam kepada Carey.


Carey pun memasuki kamar, ternyata tidak menemukan Nayra berada di dalam kamar. Carey langsung memasuki kamar mandi betapa terkejutnya Carey saat menemukan sang adik yang sudah tidak sadarkan diri.


" Nayra bangus, astagfirullah apa yang terjadi," ujar Carey kepanikan yang sudah duduk di lantai meletakkan kepala Nayra di pahanya.


" Bi cepat telpon Dokter!" teriak Carey yang kepanikan.


Di sisi lain Raihan yang sibuk di ruangannya tiba-tiba mendapat firasat buruk. Raihan menjadi gelisah. Raihan melihat melihat arloji tangannya sudah pukul 1 lewat.

__ADS_1


" Apa Nara sudah bangun," gumam Raihan yang langsung mengingat istrinya, " kenapa Carey tidak menelpon," Raihan terus bergerutu malah mencemaskan sang istri.


*********


" Della tunggu! panggil Angga yang melihat Della keluar dari ruang meeting.


Della memang mengunjungi Perusahaan Angga untuk membicarakan pernikahannya. Dan pasti sedari tadi Della menghindari Angga. Tetapi sekarang Angga malah melihatnya.


Tetapi Della pura-pura tidak mendengar dan tetap melanjutkan langkahnya dengan buru-buru.


" Della! panggil Angga berlari mengejar Della sampai kuat Perusahaan dan Della menyetopkan Taxi. Della membuka pintu Taxi tetapi Angga langsung menutup dengan sigap.


" Tidak jadi Pak," ucap Angga, Taxi pun pergi.


" Angga apa-apaan sih kamu," ujar Della kesal.


" Kamu yang apa-apaan, kenapa menghindariku?" tanya Angga.


" Aku tidak menghindarimu, aku sedang buru-buru," sanggah Della.


" Buru-buru apa. Buru-buru yang dibuat-buat," sahut Angga.


" Angga cukup, aku tidak ingin membahas apapun denganmu, jadi tolong jangan menggangguku," tegas Della dengan wajah seriusnya.


" Kamu benar-benar tidak akan memberiku kesempatan?" tanya Angga memastikan.


" Aku sudah katakan, semua sudah terlambat," teriak Della.


" Della, aku hanya....


Drett Drett.. Drett.. Drett.


Angga tidak melanjutkan kalimatnya saat ponsel Della yang sedari tadi di pegangnya berdering. Della langsung mengangkatnya saat melihat panggilan masuk dari Carey.


" Iya Carey," sahut Della. Wajah Della berubah menjadi kaget.


" Apa Nayra pingsan," sahut Della schok, begitu juga dengan Angga yang mendengarnya kaget.


" Iya baiklah, aku akan segera kesana," jawab Della langsung mematikan telponnya.


" Ada apa Della?" tanya Angga panik.


" Nayra pingsan, aku harus segera kesana," ujar Della langsung pergi. Angga menahan tangannya.


" Aku antar, kita naik mobilku," ujar Angga.


" Tidak perlu aku naik Taxi saja," tolak Della.


" Tidak ada waktu ayo!" Angga menarik tangan Della. Dan membawanya ke mobilnya. Della pun mengikut tanpa menolak lagi.

__ADS_1


Memang benar tidak ada waktu untuk berdebat. Karena dia harus melihat Nayra. Karena Carey sangat kepanikan.


Bersambung.


__ADS_2