
Vira menoleh kearah Dion dan tampak Dion tidak menyimak kata-katanya yang jelas membuatnya sangat kesal.
" Kamu kenapa Dion?" tanya Vira.
" Oh, aku mau menghubungi Carey. Dia sudah sampai apa belum," jawab Dion melihat ponselnya.
" Sial, jangan-jangan dia sudah suka lagi sama wanita itu. Tidak bisa aku tidak akan membiarkan wanita itu hidupnya selancar itu. Dia sudah berani menghina ku, maka dia harus mendapat kan ganjarannya," batin Vira yang memiliki rencana buruk.
" Aku tidak menyangka wanita seperti dia bisa juga menikah. Apa dia sudah move on dengan masa lalunya," sahut Vira tiba-tiba membuat Dion melihat ke arah Vira yang berbicara santai dengan menatap lurus kedepan.
" Masa lalu, apa maksud kamu? apa sebelumnya kamu mengenal Carey?" tanya Dion yang sepertinya sangat tertarik dengan bicara Vira.
" Yah, aku mengenalnya. Makanya aku tidak terlalu respeck dengannya. Aku hanya kasian dengan adiknya yang malang itu," ucap Vira lagi.
" Kamu juga mengenal Nayra?" tanya Dion benar-benar bingung.
" Jadi Carey tidak mengatakan apa-apa sama kamu?" tanya Vira.
" Memang dia harus mengatakan apa?" tanya Dion malah bingung.
" Papanya Nayra adalah orang tua angkat ku. Makanya aku mengenal Nayra," sahut Vira.
" Apa," pekik Dion kaget.
" Kamu kaget. Aku lebih kaget lagi. Kalau dia menjadi istri kamu," sahut Vira.
Dion masih tidak percaya jika Vira temannya adalah anak yang di angkat papa dari adik iparnya.
" Makanya aku bilang kasian Nayra. Dia harus mempunya kakak yang mencintai suaminya," sahut Vira tersenyum.
Chhhhiiiiiittttt
Dion harus merem mendadak karena mendengar omongan Vira.
" Dion pelan-pelan dong," protes Vira yang kepalanya terbentur.
" Apa maksud kamu. Carey mencintai Raihan?" tanya Dion menanggapi serius. Vira tersenyum tipis saat pancingannya masuk.
__ADS_1
" Aku pikir kamu tau semua masa lalunya, makanya kamu mau menikahinya. Ya pasti tidak lah. Kalau kamu tau. Kamu pasti tidak menerima pernikahan itu," sahut Vira santai.
" Katakan yang jelas, apa.maksud kamu. Bicara jangan setengah-setengah," sahut Dion yang benar-benar penasaran.
" Tapi kamu pasti taukan. Kalau Carey dan Raihan sahabatan. Mereka juga pernah tinggal 1 Apertemen ber-2 di New York," ucap Vira. Dion memang tau hal itu. Karena Carey sudah menceritakannya kemarin.
" Carey sangat tergila-gila dengan Raihan. Raihan adalah cinta pertamanya. Dari kecil dia mencintai Raihan. Makanya aku sangat kasihan dengan Nayra. Nayra yang malang. Dulu hampir mati di tangan Kakaknya sendiri hanya karena cinta buta," ujar Vira tanpa ampun membongkar aib Carey di depan Dion.
" Kamu jangan bicara sembarangan Vira," sahut Dion merasa itu tidak benar.
" Kenapa, apa kamu meragukan omonganku. Setelah melihat penampilannya yang terlihat alim dan sangat baik. Atau sok suci. Wajar omonganku sangat di ragukan," ucap Vira sinis.
" Kamu taukan. Dia mantan Nara pidana. Dan karena apa. Dia mencelakakan adiknya sendiri bahkan menyuruh orang untuk memperkosa Nayra. Kamu bisa tanya sama Raihan sendiri bahwa istrinya pernah sekarat dan mengalami trauma berat akibat kekerasan yang di lakukan Carey karena hanya cintanya kepada Raihan yang tidak bisa di milikinya,"
" Oke, mungkin setelah keluar dari penjara dia tobat. Hubungan mereka semua baik dan seperti terlihat adik kakak yang saling menyayangi. Mungkin Nayra iya dia menyayangi kakaknya. Bagaiman dengan Carey. Bagaimana jika dia menyayangi suami adiknya," ucap Vira yang benar-benar memanas-manasi Dion sampai Dion mengepal tangannya mendengarnya.
" Makanya aku tidak menyukai dia. Karena aku tau dia wanita munafik yang masih mengharapakan Raihan menjadi miliknya," sahut Vira.
" Mungkin itu masa lalu. Tapai apa iya cinta dari kecil bisa jadi hilang. Buka mata kamu Dion. Carey menikah sama kamu tanpa berpikir yang lain-lain. Hanya menutupi saja. Agar orang-orang tidak mengetahui bahwa dia masih menyukai Raihan adik iparnya sendiri,"
" Vira cukup," sahut Dion yang tidak ingin mendengarnya lagi.
Matanya bahkan memerah. Tidak tau dia marah atau bagaimana ketika mendengar semua itu dari Vira.
" Kita juga tidak tau bagaimana Raihan terhadapnya. Mungkin saja mereka juga menjalin hubungan di belakang Nayra dan juga kamu. Penampilan hanya topeng saja. Sangat memalukan jika harus menyukai adik ipar sendiri," desis Vira.
Dion membuang napasnya perlahan kedepan. Tiba-tiba dia mengingat kata-kata Carey mengenai cinta pertama.
" Pantas saja dia tersenyum saat menyebutkan cinta pertamanya," batin Dion yang sepertinya termakan dengan omongan Vira.
" Mampus! Emang enak. Setelah ini akan ada perang besar," batin Vira yang merasa puas telah mengkompor-kompori Dion dan usahanya sepertinya berhasil.
*************
Nayra dan Amira pulang kerumah. Raihan hanya mengantarkan mereka dan tidak masuk lagi. Karena Raihan harus kekantor. Karena masih banyak pekerjaan mengingat Raka yang memang mengambil cuti.
Nayra setelah berpamitan pada suaminya masih berdiri di depan rumah dan menunggu mobil suaminya pergi. Setelah itu Nayra dan memasuki rumah dan langsung memasuki kamar.
__ADS_1
" Amira tunggu di sini ya. Tante mau mandi dulu," ujar Nayra membuka lemari mengambil pakaian.
" Oke Tante," jawab Amira langsung duduk di atas tempat tidur Nayra dan Raihan. Nayra tersenyum dan langsung memasuki kamar mandi.
Dia memang belum mandi dari pagi. Karena tubuhnya lengket. Akhirnya memutuskan pulang untuk bersih-bersih dan kembali ke rumah sakit.
Karena takut Amira bikin rusuh di rumah sakit. Nayra membawanya. Karena di sana memang hanya ada Raka saja. Sementara, Zira, Eyang, dan Addrian sudah pulang. Dan Andini juga sedang bekerja. Nayra kasihan melihat Raka yang pasti kewalahan. Jadi lebih baik membawanya pulang.
Nayra lumayan mandinya hari ini tidak sampai setengah abad. Dia lumayan cepat mandinya. Tidak seperti biasanya mandi bisa sampai berjam-jam.
Nayra keluar dari kamar mandi juga sekalian memakai baju. Dia memang pengen buru-buru kembali ke rumah sakit.
Nayra yang sambil mengeringkan rambutnya melihat Amira yang duduk di atas karpet dengan membuka map-map milik Raihan yang berserakan di atas meja. Yang memang belum sempat di bereskan Nayra. Karena tadi malam mereka buru-buru pergi.
" Amira sedang apa?" tanya Nayra mendekati Amira. Sambil mengeringkan rambutnya.
" Lihat Tante ini," sahut Amira tiba-tiba. Nayra sampai menundukkan kepalanya melihat apa yang di lihat Amira. Yang ternyata foto Sisil.
" Memang kenapa dengan Tante itu?" tanya Nayra santai sambil membersihkan rambutnya.
" Memang Tante ini siapanya Opa Addrian?" tanya Amira tiba-tiba membuat Nayra kaget dan melihat Amira serius.
" Maksud Amira?" tanya Nayra.
" Amira pernah lihat. Foto Tante ini ada di rumah Eyang Tua," jawab Amira dengan polosnya mengatakan rumah Farah.
" Maksud kamu eyang Farah?" tanya Nayra yang langsung duduk dengan serius menanggapi kata-kata Amira.
" Hmmmm, ada di gudang. Pernah Amira lihat waktu cari mainan Tante Andini waktu kecil. Amira dan Tante Andini mencari di dalam gudang dan ada foto besar. Ada Eyang tua, Eyang tua laki-laki, ada juga Oma Kayla, Oma, puttri dan Opa Addrian. Mereka cantik-cantik mungkin karena mereka dulu masih muda. Kayak tante ini mudanya," jelas Amira yang memang memiliki ingatan kuat.
Hal itu jelas membuat Nayra kaget. Bahkan dia mengakui. Jika wanita itu mirip dengan Kayla.
" Tapi kok Amira tidak pernah liat Tante ini. Amira juga pengen tanya Eyang tua tapi Amira lupa," sahut Amira dengan polosnya bicara.
" Ada apa sebenarnya ini. Kenapa merasa hadirnya Vira adalah sebuah skenario. Aku harus secepatnya memberi tahu Raihan tentang hal ini. Aku harus membuktikan jika kata-kata Amira memang benar. Aku harus tanya langsung sama sama mama Zira," batin Nayra.
Bersambung.....
__ADS_1