
Florist Family
" Bagaimana ini, seharusnya kalian mementingkan pelayanan untuk Coustemer kalian," oceh Pria yang dengan stelan jas hitam yang tampan. Pria itu naik pitam di depan 2 wanita yang merupakan karyawan dari toko bunga tersebut.
" Maaf Pak, kita akan menggantinya," ucap Karyawan itu menunduk. Mengakui kesalahan atas kekecewaan Customernya.
" Untuk apa lagi, acaranya sudah selesai, kalian pikir dengan mengganti semuanya akan beres, begitu! sahut Pria meninggikan suaranya.
Carey menuruni anak tangga mendengar kekacauan di dalam toko bunganya.
" Ada apa Santi?" tanya Carey pada karyawannya yang berada di ujung anak tangga yang sedari tadi melihat keributan dari jauh.
" Ada customer marah-marah Bu, sudah 2 jam dia mengomeli Lia dan Eli," jawab Santi,
membuat Carey mengkerutkan keningnya.
" 2 jam memang masalahnya apa, sampai selama itu," decak Carey
Carey langsung pergi menghampiri karyawan yang sedari tadi di marah-marah Pria suaranya yang mengelegar.
Carey pun melihat Pria itu semakin dekat dan masih tetap marah-marah. Wajah Pria itu bahkan memerah. Carey bisa menebak karyawannya pasti membuat kesalahan besar.
" Maaf ada apa ini?" tanya Carey dengan sopan.
" Siapa kamu, jangan ikut campur, ini bukan urasan kamu," celetuk Pria tersebut tambah kesal dengan kehadiran Carey yang datang dan bertanya dengan entengnya.
" Maaf tuan, tetapi saya harus ikut campur, jika ada orang-orang yang marah-marah di toko saya," jawab Carey dengan senyum tipis.
" Oh, jadi kamu pemiliknya, pantesan," ujar Pria tersebut sudah berkacak pinggang dengan menyunggingkan senyumnya.
" Maksud tuan?" tanya Carey bingung.
" Pelayanan toko kalian dengan customer sangat tidak baik, kalian mengirim pesanan boucket saya kepada ibu saya, dalam keadaan rusak. Saya sudah membayar mahal untuk bunga itu. Tetapi kalian membuat kacau dan menggagalkan rencana saya," oceh Pria itu dengan suara menggelegar.
Carey yang tidak tau apa-apa melihat ke-2 karyawannya itu, Karyawan mengangguk. Berarti apa yang di katakan Pria itu benar.
" Tuan maafkan jika kami membuat tuan kecewa. Kami akan memperbaiki kesalahan kami kedepan. Dan sebagai ganti ruginya. Kami akan kembalikan uang tuan dan Kami akan memberikan bunga yang baru tanpa di bayar," ujar Carey dengan senyum ramah berbicara lembut kepada Pria yang sedari tadi emosi itu.
Tetapi mendengar hal itu Pria itu mendengus kesal. Melihat wanita yang bergamis mint itu terlihat manis saat berbicara membuatnya kesal.
" Apa kamu bilang ganti rugi, apa kamu pikir dengan ganti rugi kalian bisa mengembalikan semuanya. Kalian harus tau itu moment paling berharga untuk ibu saya. Seharusnya bunga itu ada di acara ulang tahun ibu saya dan kalian dengan gampangnya menukar dengan ganti rugi, kalian pikir uang kalian bisa membeli moment itu," ujar Pria itu menekan suaranya.
" Ya ampun, kenapa dia keras kepala sekali, lalu apa yang di inginkan, ganti rugi tidak mau. Apa dia mau marah-marah sampai ulang tahun ibunya tahun depan," batin Carey yang kesal dengan Pria yang terus mengoceh.
" Kalian pergilah, biar saya yang mengurus," ucap Carey pelan pada 2 Karyawan yang sedari tadi menunduk.
" Baik Bu,"
__ADS_1
" Begini tuan. Saya juga tidak tau harus melakukan apa lagi. Apa yang harus kami lakukan supaya tuan bisa memaafkan kami?" tanya Carey harus benar-benar sabar menghadapi Pria itu.
" Kalian pikir dengan semudah itu minta maaf, moment ibu saya sangat berantakan dan kalian ingin minta maaf begitu saja," sahutnya lagi.
" Berapa kali dia mengatakan, itu lagi-itu lagi," batin Carey bosan mendengar kalimat yang itu-itu saja.
Pria itu masih mengoceh Carey dengan beribu teorinya dan pasti kalimatnya di ulang-ulang. Bahkan membuat pengunjung yang lain tidak nyaman dan terus melihat ke arah Carey dan Pria itu. Sementara Carey sudah sangat risih dengan Pria yang tak kunjung pergi.
Tiba-tiba mobil Raihan sudah sampai di depan Floristnya. Nayra dan Raihan yang berada di dalam mobil heran melihat seorang Pria seperti memarahi Carey. Bahkan menunjuk-nunjuk Carey.
" Kenapa itu?" tanya Raihan bingung.
" Entahlah sayang," jawab Nayra yang juga bingung. Mereka pun akhirnya ke luar dari mobil.
" Ada apa ini?" tanya Raihan yang berdiri di belakang Pria itu.
" Raihan, Nayra," lirih Carey pelan.
" Siapa lagi yang mau ikut campur," desis Pria itu membalikkan tubuhnya.
Saat membalikkan tubuhnya Pria itu justru kaget melihat Pria yang menegurnya. Bukan hanya Pria itu bahkan Raihan juga kaget.
" Raihan," ujar Pria itu pelan.
" Dion," ujar Raihan.
Ternyata Pria yang sedari tadi mengoceh itu namanya Dion. Hal itu membuat Carey dan Nayra sama-sama heran.
Hal itu membuat Nayra dan Carey saling melihat. Nayra menggedikkan bahunya. Dia juga tidak tau kenapa suaminya akrab dengan orang tersebut.
" Baik, kau sendiri bagaimana?" tanya Raihan yang sudah melepas pelukannya.
" Seperti yang kau lihat aku sangat baik. Sumpah kau tambah keren," puji Dion
" Ya itu sudah pasti," sahut Raihan yang bila di puji akan semakin meninggi.
" Kau ngapain di sini, mau beli bunga?" tanya Dion.
" Oh, aku..."
" Sebaiknya jangan beli di sini," sahut Dion memotong pembicaraan Raihan, Membuat Raihan bingung.
" Pelayanan di sini tidak baik, Pelayanan yang kurang dan ceroboh, tidak bertanggung jawab dan pemiliknya sendiri sangat tidak profesional," ujar Dion yang memprovokasi menjelek-jelekkan toko tersebut di depan pemiliknya.
Membuat Carey mendengus tersenyum dengan kesal. Sementara Nayra juga kesal bisa-bisanya dia mengatakan tokoh milik mamanya tidak bagus.
" Benarkah!" sahut Raihan tersenyum.
__ADS_1
" Banyak toko bunga di Jakarta, cari yang lain saja, bunganya di sini juga tidak bagus, pasti cara penanamannya yang salah," lanjutnya lagi.
Hal itu justru membuat Nayra kesal. Bisa-bisanya Pria itu mengatakan penanamannya salah. Berarti dia dan suaminya yang salah.
" Oh, begitu! bagaimana ini sayang," tanya Raihan melihat istrinya dengan senyum tidak ikhlas.
" Dia pacarmu?" tanya Dion melihat ke arah Nayra yang wajahnya kesal.
" Mantan pacar, dan sekarang jadi istriku," jawab Raihan. Membuat Dion kaget.
" Ya ampun kapan kau menikah, kau bahkan tidak memberitahuku?" tanya Dion kaget.
" Syukurlah jika Raihan tidak memberi tahumu," batin Carey kesal.
" Perkenalkan aku Dion, teman Raihan," ujar Dion mengulurkan tangannya.
" Nayra," sahut Nayra menyambut uluran tangan itu dengan tidak ikhlas.
" Hmmmm, jika kalian memang ingin membeli bunga, aku akan mengajak kalian ke tempat lebih baik di bandingkan di sini," ucap Dion lagi. Membuat Carey geleng-geleng.
" Tapi sayangnya, kita tidak membeli bunga. Kami datang kemari mengunjungi orang tua," sahut Nayra menekan suaranya. Membuat Dion bingung.
" Maksudnya?" tanya Dion bingung.
" Ahhh, Dion aku belum memperkenalkan 1 lagi, kepadamu, yang di belakangmu," ujar Raihan, Dion berbalik badan melihat Carey.
" Dia kakak iparku, kakak dari istriku, pemilik toko bunga ini. Aku dan istriku datang mengunjungi mama mertua dan juga kakak iparku, yang tinggal di sini," jelas Raihan membuat Dion menganga kaget.
Bisa-bisanya dia menjelekkan toko bunga itu kepada Raihan yang justru saudara dari pemiliknya.
" Oh, benarkah begitu!" sahut Dion yang jadi malu menggaruk kepalanya dengan 1 jarinya.
" Jadi bagaimana tuan, kami akan mengganti rugi atau bagaiman," sahut Carey kesal.
" Sepertinya ada masalah?" tebak Nayra.
" Ya, urusan kita tetap belum selesai," sahut Dion yang masih keras kepala. Membuat Carey geram.
" Ehhmm, sepertinya masalahnya lumayan besar," ujar Raihan.
" Iya sangat besar," jawab Dion.
" Hmmm, baiklah, ada sebaiknya kita masuk dulu, kita sudah lama tidak mengobrol," ujar Raihan.
" Boleh juga," sahut Dion. Raihan mempersilahkan Dion untuk masuk.
" Raihan, kenapa mengenalnya?" tanya Carey pada Nayra melihat Raihan dan Dion berjalan sangat akrab.
__ADS_1
" Entahlah, sudah ayo masuk!" ajak Nayra juga bingung.
Bersambung.......