
Raihan tetap ngotot ingin Nayra memperkenalkan dirinya. Nayra menarik napasnya. Dia masih membelakangi Raina dan Raihan.
" Kak, sudah lah, kakak ngapain sih," ujar Raina yang menghentikan kelakuan konyol kakaknya.
" Nayra kamu kembali keruangan kamu?" titah Raina.
" Baik Bu, saya permisi dulu," sahut Nayra langsung pergi.
Melihatnya Raihan membuang napasnya kesampingnya.
" Kakak Apa-apa an, nggak punya kerjaan banget," oceh Raina.
" Maksud kamu?" tanya Raihan.
" Ya tadi, apa coba Kakak kayak gitu sama Nayra," ujar Raina.
" Memang apa yang salah?" tanya Raihan.
" Raina tau, kalau kakak sengaja melakukan itu, kak sudahlah kakak harus fokus bekerja, jangan membuat ulah Raina pusing. Kakak silahkan menikmati ruangan baru kakak, Raina kembali keruangan Raina dulu," ucap Raina pamit dan langsung keluar dari ruangan Raihan.
Setelah kepergian Raina. Raihan langsung duduk di kursi barunya. Raihan jelas melihat dinding kaca yang sebagai pembatas itu langsung bisa melihat posisi duduk Nayra yang bekerja.
Nayra yang bekerjapun tiba-tiba tidak fokus dan pandangannya tiba-tiba pada ruangan Raihan. Nayra mendapati Raihan yang sedang melihatnya. Entah sejak kapan Nayra juga tidak tau.
" Kenapa dia melihatku ku terus. Apa yang lagi yang akan di lakukannya," batin Nayra juga menatap Raihan yang melihatnya.
" Berani sekali dia melihatku dengan tatapan menantang seperti itu," batin Raihan tidak terima Nayra membalas tatapannya.
" Nara, jadi sekarang kamu sudah sebesar ini, kamu banyak berubah, laki-laki mana yang memberimu materi sampai kamu memiliki tubuh sesempurna itu," desis Raihan terus melihat kearah Nayra wanita yang di panggilnya Nara.
Di harus mengakui perubahan fisik Nara yang 7 tahun lalu dikenalnya. Lebih tepatnya adalah mantan kekasihnya. Dia perpacaran dengan Nara saat usia Nara belum genap 15 tahun.
Sekarang gadis kecil yang dulu di kenalnya itu sangat menggemasakan yang membuatnya jatuh cinta dan pasti cinta pertamanya.
Sekarang Nara sudah dewasa, bukan remaja lagi. Dia harus mengakui jika Nara menjelma menjadi wanita yang cantik. Kecantikannya sudah ada sejak dulu.
Semakin dewasa Nara semakin cantik menurutnya. Nara adalah wanita yang sudah membuatnya patah hati dan gara-gara Nara juga dia tidak bisa mempercayai wanita.
Gara -gara Nara juga dia tidak punya tujuan hidup yang dia tau hanya menghabiskan uang orang tuanya. Kehidupannya hancur di tangan Nara mantan kekasihnya.
Hidupnya yang sempurna berhasil di hancurkan oleh gadis remaja yang polos
Raihan merasa tertipu dengan kepolosan Nara pada saat itu.
__ADS_1
Raihan memang sangat bucin pada waktu pacaran dengan gadis yang masih memakai seragam SMP itu. Hubungan mereka harus berakhir dengan tidak jelas.
Dan sekarang dia kembali bertemu dengan Nara. Wanita yang sengaja di pancingnya berbicara tadi.
Tetapi Raina menghalanginya dan malah menyuruh Naira pergi dari ruangannya. Mata Raihan tidak berhenti melihat Nayra.
Entah karena Nayra memang sangat menarik. Atau Karena dia menyimpan kebencian kepada Nayra.
**********
Nayra harus keruangan Raihan untuk menyerahkan data-data Perusahaan.
Sebelum keruangan Raihan, Nayra kekamar mandi terlebih dahulu. Nayra membasuh wajahnya dan menatap dirinya di cermin.
" Kenapa juga dia harus pulang, apa dia tidak bisa di sana, aku yakin dia akan terus mengnggauku, tidak mungkin dia membiarkanku, hidup damai, kenapa si dia tidak pergi jauh saja," Nayra terus menggurutu di depan cermin.
" Ehmmm," Nayra kaget melihat wanita yang berdiri di belakangnya dari cermin. Nayra langsung berbalik badan.
" Bu Raina," ujarnya gugup dia tidak percaya jika Raina ada di belakangnya.
" Sejak kapan ibu di sini?" tanya Nayra gugup.
" Kamu menggibahi kakaku?" Tanya Raina sambil mencuci tangannya yang pasti mendengar ocehan dari Naira.
" Nayra, saya tau kamu orang yang frofesional, saya tidak mau tau masa lalu kamu dengan kak Raihan. Saya berharap kamu bisa terus bersikap frofesional seperti biasanya ada dan tidak ada kak Raihan di perusahaan ini," ujar Raina dengan penuh penegasan.
" Iya Bu, maaf Bu saya tidak bermaksud," sahut Naira merasa tidak enak.
Raina tersenyum dan mengusap lengan Nayra.
" Tidak apa-apa, kamu antar berkasnya keruangan kak Raihan. Lalu kamu keruangan saya!" ujar Raina.
" Iya Bu,"
" Ya sudah saya permisi," ucap Raina pamit. Naira hanya mengangguk.
" Ahhhhh bego banget sih lo Ra," ujarnya menghentakkan kakinya kelantai merasa memang dirinya terlalu bodoh.
" Bagaiman kalau Bu Raina tersinggung, lagi pulakan bisa dalam hati aja nggak perlu kayak tadi, untung Bu Raina baik," Ocehnya lagi menyalahkan dirinya sendiri.
********
Kaki Nayra sangat susah di gerakkan untuk memasuki ruangan Raihan. Sudah ada satu jam dia menunda untuk masuk ke ruangan itu.
__ADS_1
Dengn satu tarikan napas akhiranya Naira pun memutuskan mengetuk pintu ruangan Raihan.
Tok tok tok tok tok
" Masuk!" sahut Raihan dari dalam ruangannya.
Nayra yang mendengar suara lantang itu, melepaskan napasnya perlahan dan memasuki ruangan Raihan.
Nayra melihat Raihan sedang duduk di kursi kerajaannya dan kakainya yang panjng menyilang di atas meja.
Nayra berusaha santai dan tetap seperti biasa. Dia tidak ingin terlihat gugup di depan mantan kekasihnya itu.
" Ini, pak semua Dokument tentang perusahaan," ucap Nayra dengan santai meletakkan Dokument itu di meja Raihan.
Raihan sok sibuk dengan ponselnya. Yang menyandarkan diri di kursinya tanpa melihat Raina.
" berikan kepada ku!" ucap Raihan.
Apa dia tidak bisa menjalankan tangannya, atau dia buta jika Dokument itu sudah di letakkan di mejanya. Naira bergerutu di dalam hatinya.
" Kamu tuli," ucap Raihan yang sudah mengulurkan tangannya, tetapi tetap masih kosong.
Dia mengataiku tuli, dia lah yang tuli. Nayra kesal sendiri dengan Raihan.
Dengan keterpaksaan Nayra pun mengambil Dokument itu dari atas meja dan menyerahkan ke tangan Raihan.
Dengan wibawanya Raihan membuka map-map tersebut seakan mengerti dengan isi Dokument itu.
Atau hanya sebenarnya dia hanya ingin terlihat cool, pinta dan lain sebagainya di depan mantan kekasihnya itu.
" Kalau begitu saya permisi pak," ucap pamit Nayra membungkukkan badannya, berbalik badan dan melangkahkan kakinya.
" Kamu tidak punya etika dalam bekerja," ucap Raihan menghentikan langkah kaki Nayra, " bagaimana adikku bisa menjadikan bocah sepertimu menjadi Seketarisnya di Perusahaan ini," Lanjut Raihan yang melihat punggung Nayra.
" Bocah dia mengataiku bocah," batin Nayra.
" Berapa tinggi IPK mu sampai bisa masuk ke Perusahaan ini, atau kata-kata apa yang kamu keluarkan kepada Zira Aqella agar menerima mu di perusahaan ini," ucap Raihan berdiri berbicara dengan sinis.
Nayra mendengarnya mengepal tangannya seenaknya Pria itu mengatakan dia masuk perusahaan itu dengan sogokon atau rayuan segala macam.
" Kenapa kamu diam, jawablah pertanyaan ku. Apa yang kau berikan sampai perusahaan ini memperkerjakan orang sepertimu," ujar Raihan terus mengatain Nayra dengan sinis.
" Apa maksudnya orang sepertimu, seenaknya bicara," batin Nayra kesal.
__ADS_1