Raihan Si Pria Arrogant

Raihan Si Pria Arrogant
Part 409


__ADS_3

Keluarga yang berbahagia itu sedang melakukan sarapan di pinggir pantai yang langsung melihat indahnya pantai dan mendengar suara ombak.


Mereka memang ingin sarapan dengan suasana berbeda. Karena memang mereka akan pulang karena banyaknya pekerjaan para suami mereka.


Karena memang hari kerja. Jadi nggak bisa liburan dulu. Cukup menginap satu hari saja.


Momen yang singkat itu ternyata di gunakan Amira dan Alan yang bermain-main pasir di pinggir pantai yang pasti di temani Raka. Papa yang selalu siaga untuknya.


Meja sarapannya di bagi menjadi 2 bagian kelompok para orang-orang muda, seperti Raihan, Nayra, Carey, Dion, Andini, Alex, Della, Angga, Dara, Celine Raina, dan Luci.


Sementara di tempat yang berbeda yang tidak jauh dari mereka, ada Zira, Addrian, Saski, Roni, Aca, Tomi Kayla, Ilham dan Jihan yang juga sarapan di meja yang berbeda yang sekitar 7 meter dari mereka.


Sementara yang lainnya sarapan dan Nayra juga ikut dalam sarapan tetapi tetap sebagai seorang ibu dia juga menyuapi bayinya yang berada di di troli bayi yang berada di sampingnya. Namanya juga ibu jadi sang anak juga harus makan juga.


Mata Dara melihat ke arah Amira dan Alan bersama sang papa yang sedang bermain. Membuat tersenyum tipis.


" Amira itu dekat banget ya sama Raka," sahut Dara membuat semua orang melihat kearah anak dan ayah yang sedang bermain itu termasuk Raina sang mama.


" Ya begitulah. Malahan sekarang Amira lebih dekat dengan Raka di bandingkan aku. Bagaimana tidak. Raka terus saja memanjakan Amira. Apa-apa Amira," sahut Raina.


" Seharusnya kamu bersyukur Raina. Suami kamu bisa seperti itu," sahut Raihan.


" Iya pasti kak, aku bersyukur Raka begitu tulus kepada Amira dan Amira juga begitu sayang kepada Raka. Ya tidak menyangka aja semuanya seperti itu," sahut Raina tersenyum melihat kebahagian yang kecil itu.


Sebagai istri Raina memang sangat bahagia dengan Raka yang tidak pernah menganggap Amira sebagai putri sambung. Amira dia anggap sebagai anak kandung yang di berikan kasih sayang yang tulus.


" Kinara juga perkembangannya sangat cepat ya. Semakin hari semakin lucu, semakin cantik," sahut Andini yang gemes dengan keponakannya itu.


" Tante Andini bisa aja, iyakan sayang," sahut Nayra sembari menyuapi makan. Lagi-lagi Kinara kalau di ajak bicara pasti akan langsung merespon dengan tawanya yang lebar yang membuat orang gemes.


" Ishhhh, lucu banget jadi pengen punya debay," sahut Andini keceplosan dan semua orang langsung melihat Andini dengan menaikkan 1 alisnya dan Andini langsung menutup mulutnya dan tersenyum malu melihat di sekelilingnya melihat teman-temannya yang melihatnya aneh.


" Ya, siapa yang tidak mau punya bayi, iya kan nggak ada yang aneh dong," sahut Andini lagi. Suaminya di samping tersenyum mendengarnya.


" Iya Andini tidak ada yang aneh. Kamu sudah menikah jadi mana mungkin ada yang aneh kalau kamu mau punya bayi. Ya mungkin Alex sama kamu harus lebih ekstra lagi," sahut Raihan menggedikkan 1 matanya.


" Ishhhh, kak Raihan apa-apaan sih," sahut Andini menjadi malu.

__ADS_1


" Makasih Raihan sarannya. Sayang kita akan melakukannya lebih rutin lagi," sahut Alex melihat istrinya dengan tatapan menggoda Andini.


" Apaan sih sayang, bikin malu aja," sahut Andini dengan wajahnya memerah dan membuat semua orang tertawa.


" Insyaallah Andini dan Alex pasti akan di karunia buah hati secepatnya," sahut Carey dengan doanya.


" Amin," sahut yang lainnya dengan serentak.


" Oh, iya bagaimana dengan kamu Carey. Kandungan kamu apa baik-baik saja," sahut Della.


" Sehat Alhamdulillah," sahut Carey dengan tersenyum.


" Sudah periksa USG jenis kelamin?" tanya Dara.


" Alhamdulillah kemarin aku sama Dion sudah periksa," sahut Carey.


" Di rahasiain apa boleh nih di kasih tau?" tanya Luci. Carey dan Dion saling melihat.


" Alhamdulillah anak kami laki-laki," sahut Dion yang tidak merahasiakan jenis kelamin anak pertama mereka. Mendengar jenis kelamin itu membuat mereka semuanya tertawa.


" Ya ampun selamat ya," sahut Nayra.


" Pasti kita akan doakan yang terbaik. Semoga anak dan ibunya terus sehat," sahut Raina.


" Amin," sahut Carey dan yang lainnya tersenyum.


" Vira juga kandungannya sudah besar. Kita juga jangan lupa untuk mendoakannya," sahut Dara.


" Benar kata Dara, bahkan kalau tidak salah sebentar lagi dia akan masuk bulan ke-7 ya," sahut Nayra.


" Iya Vira kandungannya akan memasuki bulan ke-7," sahut Dara.


" Tapi aneh banget kak Sony bisa-bisanya pergi. Di saat detik-detik mau nikah. Kayak nggak ada niat mau nikahi Vira aja," sahut Luci sambil mengunyah makanannya.


" Namanya juga ada pekerjaan mendadak," sahut Angga.


" Nggak nikah pun nggak apa-apa, lagian ngapain juga harus nikah-nikah segala," sahut Luci yang tampaknya memang tidak suka.

__ADS_1


" Luci, kamu ini," sahut Della.


" Sudahlah jangan di ributkan kita berdoa saja agar Sony cepat pulang dan menyelesaikan masalahnya dengan Vira. Sebelum Tante Saski berubah pikiran nantinya," sahut Angga berdoa dengan yang terbaik.


" Iya benar kata Angga," sahut Della menambahi.


" Aku memang berharap yang terbaik untuk mereka, apapun itu aku tidak bisa ikut campur dan hanya bisa mendoakan yang terbaik," batin Dara yang terlihat sendu.


***********


Setelah melakukan sarapan bersama mereka pun akhirnya siap-siap untuk pulang. Karena memang hari kerja jadi mereka tidak bisa lama-lama berada Villa. Kalau tadi tidak hari kerja mereka pasti akan menikmati liburan lebih lama lagi.


Yang lainnya pulang kerumah masing-masing. Tetapi ternyata lagi-lagi keluarga Della tidak pulang. Mungkin ini bagian trik dari Aca dan Kayla yang sepertinya merencanakan sesuatu.


Sehingga Della, Luci, Celine dan Aca tidak pulang hanya Tomy yang pulang untuk mengurus pekerjaan sama halnya dengan Ilham yang juga pulang untuk mengurus pekerjaan dan Kayla dan Angga tinggal di sana.


Aca dan Kayla berada di ruang tamu dan tiba-tiba Angga melewati ruang tamu.


" Angga!" panggil Kayla menghentikan langkah Angga.


" Iya ma," sahut Angga.


" Angga kamu tolong kepantai, tolong panggil Della, Luci dan Celine ya," ucap Kayla.


" Memang mereka di mana?" tanya Angga.


" Mereka lagi ada di pantai," jawab Kayla.


" Ya sudah ma," sahut Angga yang tidak masala untuk memanggil 3 wanita cantik itu.


Kayla dan Aca tersenyum yang sepertinya di balik senyum itu ada rencana sesuatu di balik senyum itu.


" Semoga kali ini berhasil," ucap Aca dengan penuh harapan.


" Pasti, usaha kita nggak akan sia-sia. Kali ini usaha kita nggak akan sia-sia," sahut Kayla.


" Kita doakan saja yang terbaik. Semoga Villa ini menjadi saksi bersatunya cinta yang tertahan itu," sahut Aca yang penuh harapan.

__ADS_1


" Amin sahut Kayla," tersenyum lebar yang juga wajahnya penuh dengan harapan.


Bersambung


__ADS_2